Pengeseran Makna Kecantikan Dalam Budaya Melayu

  • Tri Fena Febri Situmorang Mahasiswa Sosiologi Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Sri Wahyuni Dosen Sosiologi Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Marisa Elsera Dosen Sosiologi Universitas Maritim Raja Ali Haji
Keywords: Cantik, Perempuan, Budaya Melayu

Abstract

Menjadi cantik merupakan dambaan setiap perempuan tanpa terkecuali. Makna cantik dalam suatu ruang lingkup masyarakat tentunya tidak terlepas dari konstruksi yang ada ditengah-tengah masyarakat. Masyarakat Melayu memiliki ciri khas tersendiri dalam memaknai kecantikan, namun seiring dengan berkembangnya zaman, makna kecantikanpun seolah ikut berkembang. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan secara jelas mengenai penyebab terjadinya pergeseran dalam makna kecantikan bagi perempuan Melayu, yang kemudian dianalisis menggunakan teori Hegemoni dari Antonio Gramsci dalam bukunya Sejarah dan Budaya. Penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dalam menentukan informan, dengan jumlah informan 8 orang, diantaranya 7 orang perempuan Melayu serta 1 orang Tokoh Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang. Adapun teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan ialah dengan observasi, wawancara bertahap, serta dokumentasi. Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, adapun penyebab terjadinya pergeseran makna kecantikan dalam Budaya Melayu, yaitu faktor lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan pertemanan, keinginan untuk mendapat pasangan, tuntutan pekerjaan, serta tidak memiliki rasa percaya diri

References

BUKU :

Gramsci, Antonio. 2017. “Sejarah dan Budaya”. Yogyakarta: Pustaka Promethea.

Koentjaraningrat. 2009. “Pengantar Ilmu Antropologi”. Jakarta: Rineka Cipta.

Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang. 2018. “Ziarah Makam Sempena Hari Jadi Tanjungpinang ke-234”. Tanjungpinang

Lembaga Adat Melayu Prov. Kepulauan Riau, Tanjungpinang. 2014.”Pakaian Adat Melayu Kepulauan Riau”

Manan, Suryatati A., dkk. 2012. “Perempuan Melayu yang Tak Pernah Layu”. Depok: Yayasan Panggung Melayu.

Malik, H. Abdul. 2015. “Akhlak Mulia Tinjauan Sastra (dan) Agama”. Batam: CV Rizki Fatur Cemerlang.

Moleong, M.A, Prof. DR. Lexy J. 2015. “Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi”. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Bandung.

Pemerintah Provinsi Riau. 2017. “Budaya Melayu Berintegritas”. Pekanbaru: Riau The Homeland of Melayu.

Saraswati, L. Ayu. 2017. “PUTIH Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional”. Tangerang: Marjin Kiri.

Satori, Djam’an, dan Aan Komariah. 2017. “Metodologi Penelitian Kualitatif”.Bandung: Alfabeta.

Setyadiharja dan Nugraha. 2016. “Toponimi Daerah Kota Tanjungpinang”. Tanjungpinang: Badan Perpustakaan, Arsip dan Museum Kota Tanjungpinang.

JURNAL :

Helmi. “Peran Wanita dalam Perspektif Islam dan Hindu”. Fakultas Ushuluddin dan Humniora: Banjarmasin.

Kushnick, Geoff. 2013. “Why do the Karo Batak Prefer Women with Big Feet?”. Dalam Jurnal Human Nature.

Novitalista, S. 2012. “Makna Cantik di Kalangan Mahasiswa Dalam Perspektif Fenomenologi”

Oktavia, Wilfrida. 2015. “Kulit Putih Itu Cantik”. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lampung

Peraturan Walikota Tanjungpinang Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil dan Non Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Razak, zurakintan Abdul, dan Che Ibrahim Saleh. 2015. “Pemikiran Melayu tentang Ilmu dan Adab dalam Puisi Melayu Tradisonal”

Tresna, Trigita Ardikawati Java. 2013. “Perilaku Konsumtif di Kalangan Mahasiswa FIS UNY pada Klinik Kecantikan”

T, Rosita Wulaning. 2013. “Makna Cantik bagi Wanita (Studi tentang Pemaknaan wanita Konsumen Natsha mengenai Kecantikan”. Jurusan Sosiologi, Universitas Gadjah Mada [Yogyakarta].

Wiguna, M. Zikri, Ramadhan Kusuma Yuda dan Indriyana uli. 2017. “Analisis Nilai-nilai Pendidikan dalam Pantun Melayu Sambas”. Pontianak: Vol. 6 nomor 1, Juni 2017

WEBSITE :

Posmetro, 08 Desember 2017 (diakses pada 06 Juni 2018, 23:37 WIB)

www.tanjungpinangpos.co.id (diakses pada 26 Desember 2017, 11:46 WIB)

Published
2019-07-31
How to Cite
Situmorang, T. F. F., Wahyuni, S., & Elsera, M. (2019). Pengeseran Makna Kecantikan Dalam Budaya Melayu. Jurnal Masyarakat Maritim, 3(1), 17-30. https://doi.org/10.31629/jmm.v3i1.1698