Taxi Dan Prostitusi Terselubung Di Kota Tanjungpinang

  • Nanik Rahmawati Dosen Sosiologi Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang
  • Tyka Rahman Dosen Sosiologi Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang
Keywords: Prostitusi, Jasa Transportasi, Wisata, Perbatasan

Abstract

Prostitusi yang menyatu dengan bisnis taxi ini berjalan begitu sistemik. Berangkat dari pola-pola para penyedia jasa transportasi berupa taxi, yang kemudian berkembang pada penyedia jasa transportasi plus. Jasa transportasi sekaligus jasa penyedia perempuan penghibur ikut subur. Pemberlakukan paket pemesanan taxi ini pada akhirnya menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan. Mendongkrak pendapatan jasa sewa taxi karena mampu menyiapkan para perempuan yang telah dipesan. Perempuan-perempuan ini dipesan dalam rangka liburan para tamu tadi. Pemesan biasanya melakukan transaksi melalui pesan singkat maupun telpon. Transaksi terjadi dengan mudah dengan teknologi yang tengah berkembang. Problematika praktik tersebut merupakan indikasi dari munculnya keuntungan yang sangat besar bagi pihak-pihak tertentu yang terlibat. Aman dari jangkauan para pengambil kebijakan, meski di sisi lalin juga membawa masalah. Sebuah bukti bahwa praktik prostitusi begitu menjanjikan bagi siapapun yang terlibat dalam bisnis tersebut, karena hasil yang didapat juga besar. Bagian dari fenomena berkembangnya kota, dalam lingkup wiayah perbatasan. Problematika praktik tersebut merupakan indikasi dari munculnya keuntungan yang sangat besar bagi pihak-pihak tertentu yang terlibat. Dimana ini terjadi karena masyarakat melakukannya secara sadar, tersistem, dan berkelanjutan. Sebuah paktik jual beli yang langgeng, terstruktur, beresiko, namun juga menggiurkan bagi sebagian orang.

References

Beilharz, B. (2005) Teori Teori Sosial, Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Dwi, N. J., & Suyanto (2007) Sosiologi : Teks Pengantar Dan Terapan. Jakarta: Prenada Media Group

Irwansyah, L. (2016) “Kemiskinan, Keluargadan Prostitusi pada Remaja”. Jurnal Psychology Forum, UMM, 19 – 20

Jalil, A. (2006) Masalah Perkotaan Urbanisasi serta Kompleksitas Pembangunan Pulau Bintan Menuju Kota Industri, UR Press Pekanbaru

Kunisari, D., & Quraisyin, D. (2011) Relasi Gender Dalam Berhubungan Pacaran ( Studi : Relasi Gender Dalam Proses Komunikasi Pada Remaja Yang Berpacaran di Bankalan), Komunikasi, 1(2).

Moleong, J. L. (2014) Metode Penelitian Kualitatif, Bandung : Remaja Rosdakarya.

Melinda, A. (2017) “Penggunaan Media Sosial Sebagai Sarana Prostitusi Online”. Jurnal Program Studi Ilmu Komunikasi.

Rival, H. A. (2012) Fenomena Perempuan Pekerja Seks Komersial Dengan Menggunakan Aplikasi Chatting Internet Relay Chat Mirc Di Yogyakarta, Jurnal Pendidikan Sosiologi

Published
2019-11-26
How to Cite
Rahmawati, N., & Rahman, T. (2019). Taxi Dan Prostitusi Terselubung Di Kota Tanjungpinang. Jurnal Masyarakat Maritim, 3(2), 26-35. Retrieved from https://ojs.umrah.ac.id/index.php/jmm/article/view/1740