Analisis Mutu Garam pada Produksi Berbasis Teknologi Geomembran dan Konvensional di Kelurahan Watumbaka, Kabupaten Sumba Timur, Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.31629/marinade.v9i01.8227Keywords:
Kadar Air, Kadar Natrium Klorida, Mutu Garam, Produksi Berbasis Geomembran, Sumba TimurAbstract
Garam merupakan salah satu komoditas perikanan strategis yang dibutuhkan baik untuk konsumsi rumah tangga maupun sebagai bahan baku berbagai industri kimia dan alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu garam yang diproduksi secara konvensional dan menggunakan teknologi geomembran di Kelurahan Watumbaka, Kabupaten Sumba Timur. Data mutu garam meliputi parameter kimia dan organoleptik, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif menggunakan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa garam yang diproduksi secara konvensional memiliki kadar air sebesar 7,89%, kadar NaCl 90,7%, kadar kalsium 0,005%, dan kadar magnesium 0,01%. Secara organoleptik, garam konvensional menunjukkan warna kurang putih, rasa kurang asin, dan aroma kurang normal. Sementara itu, garam yang diproduksi menggunakan teknologi geomembran memiliki kadar air sebesar 4,34%, kadar NaCl 94,2%, kadar kalsium 0,008%, dan kadar magnesium 0,003%, dengan karakteristik organoleptik berupa warna putih, rasa asin, dan aroma normal. Berdasarkan hasil analisis mutu, garam yang diproduksi menggunakan teknologi geomembran telah memenuhi persyaratan standar mutu nasional sesuai SNI 3556:2010 dan SNI 4435:2017, sedangkan garam yang diproduksi secara konvensional belum sepenuhnya memenuhi standar tersebut. Dengan demikian, teknologi geomembran efektif meningkatkan mutu garam dan berpotensi mendukung kesejahteraan petambak garam lokal.
Downloads
References
Abdullah, Z. A., & Susandini, A. (2018). Media produksi (geomembrane) dapat meningkatkan kualitas dan harga jual garam (study kasus: Ladang garam milik rakyat di wilayah Madura). Eco-Entrepreneurship, 3(2), 21–36.
Amah, Y. A., Meiyasa, F., & Tega, Y. R. (2022). Kajian mutu garam di beberapa sentra produksi di Kabupaten Sumba Timur. Jurnal Aquatik, 5(2), 108–117.
Arkanullah, L. (2019). Analisis kualitas garam di Desa Ie Leubeu Kabupaten Pidie. Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi, 17(2), 12–24. https://doi.org/10.30811/jstr.v17i2.1002
Badan Pusat Statistik. (2020). Impor garam menurut negara asal utama 2010-2019. https://www.bps.go.id/statictable/2019/02/14/2013/impor-garam-menurut-negara-asal-utama-2010-2019.html
Badan Standardisasi Nasional. (2000). Garam konsumsi beryodium (SNI 3556:2000).
Badan Standardisasi Nasional. (2010). Syarat mutu garam konsumsi beryodium (SNI 3556:2010).
Badan Standardisasi Nasional. (2016). Garam konsumsi beriodium (SNI 3556:2016).
Badan Standardisasi Nasional. (2017). Garam bahan baku untuk garam konsumsi beriodium (SNI 4435:2017).
Burhanuddin, S. (2001). Strategi pengembangan industri garam di Indonesia. Kanisius.
Cahyadi, W. (2008). Pengaruh lama penyimpanan, kelembaban relatif (Rh) dan suhu terhadap kestabilan garam beriodium. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 19(1), 74–81.
Deglas, W., Yosefa, F., & Pangan, T. (2020). Pengujian kadar yodium, NaCl dan kadar air pada dua merek garam konsumsi. Agrofood Jurnal Pertanian dan Pangan, 2(1), 16–21. http://jurnal.polteq.ac.id/index.php/agrofood/article/view/48
Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut. (2020). Pedoman teknis pengembangan usaha garam rakyat. Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Hadi, W. P., & Ahied, M. (2017). Kajian ilmiah proses produksi garam di Madura sebagai sumber belajar kimia. J-PEK (Jurnal Pembelajaran Kimia), 2(2), 1–8. https://doi.org/10.17977/um026v2i22017p001
Hoiriyah, Y. U. (2019). Peningkatan kualitas produksi garam menggunakan teknologi geomembran. Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis, 6(2), 71–76. https://doi.org/10.21107/jsmb.v6i2.6684
Martina, A., Witono, J. R., Pamungkas, G. K., & Willy. (2016). Pengaruh kualitas bahan baku dan rasio umpan terhadap pelarut pada proses pemurnian garam dengan metode hidroekstraksi batch. Jurnal Teknik Kimia USU, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.32734/jtk.v5i1.1517
Rusiyanto, & Soesilowati, E. (2013). Penguatan industri garam nasional melalui perbaikan teknologi budidaya dan diversifikasi produk. Sainteknol: Jurnal Sains dan Teknologi, 11(2), 129–142.
Sahara, R., & Kristiyanto, S. (2020). Ethnical barriers tenaga kerja lokal tambak garam di Kota Surabaya dalam perspektif kualitatif etnografi. Economie, 1(2), 163–182. https://journal.uwks.ac.id/index.php/economie/article/view/1130
Sulistyaningsih, T., Sugiyo, W., & Sedyawati, S. M. R. (2010). Kristalisasi air tua dengan bahan pengikat. Sainteknol, 8(1), 26–33.
Suriawanto, N., Fadhli, W. M., Syahril, M., & Gabrela, N. N. (2022). Pemberdayaan usaha garam rakyat dalam meningkatkan kualitas garam menggunakan teknik geomembran LDPE di Kelurahan Talise Kota Palu. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 57–63.
Susanto, H., Rokhati, N., & Santosa, G. W. (2015). Development of traditional salt production process for improving product quantity and quality in Jepara District, Central Java, Indonesia. Procedia Environmental Sciences, 23, 175–178. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2015.01.027
Wibowo, A. (2021). Potensi pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) produk garam konsumsi beryodium dalam rangka meningkatkan daya saing. Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Standardisasi, 2020, 79–88. https://doi.org/10.31153/ppis.2020.95
Zainuri, M., Anam, K., & Susanti, A. P. (2016). Hubungan kandungan Natrium Chlorida (NaCl) dan Magnesium (Mg) dari garam rakyat di Pulau Madura. Prosiding Seminar Nasional Kelautan, 167–172.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ferdinand Baka Emang, Firat Maiyasa, Yatris Rambu Tega, Mirna Zena Tuarita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format for any purpose, even commercially.
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made . You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.










