ANALISIS MUTU DAN KEAMANAN PANGAN KERUPUK IKAN DI BEBERAPA DAERAH KABUPATEN BINTAN, KEPULAUAN RIAU

Authors

  • Yopan Febrian Program Studi Hasil Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Aidil Fadli Ilhamdy Program Studi Hasil Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Sri Novalina Amrizal Program Studi Hasil Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Keywords:

Fish Fertilizer, Food Additives, Food Safety

Abstract

Sektor perikanan menjadi penyumbang tertinggi pada perekonomian Provinsi Kepulauan Riau dengan capaian 1.059.050 ton terhadap potensi tangkapan per tahun. Tingginya hasil perikanan yang ada, menimbulkan diversifikasi produk untuk mempertahankan mutu dan menambah nilai jual hasil perikanan. Kerupuk menjadi salah satu produk diversifikasi yang banyak diolah oleh masyarakat. Kerupuk ikan adalah sejenis makanan kering dengan tambahan pati dan daging ikan. Pengolahan kerupuk juga ditambahkan bahan tambahan pangan yang dapat disalahgunakan oleh produsen. Bahan-bahan tersebut ditambahkan dengan maksud agar produk kerupuk ikan lebih awet, warna kerupuk lebih cerah, atau membuat kerupuk lebih renyah. Formalin, boraks, dan pewarna sintetik merupakan bahan tambahan pangan terlarang yang sering kali ditambahkan dalam pengolahan produk pangan. Hal tersebut menjadikan perlunya dilakukan penelitian terhadap keamanan pangan dan nilai gizi pada kerupuk ikan dari beberapa daerah Kabupaten Bintan. Uji yang dilakukan berupa uji proksimat yang terdiri dari kadar protein, abu, air dan lemak. Sedangkan uji keamanan pangan yang dilakukan adalah uji kandungan boraks, formalin dan rhodamin B. Hasil uji menunjukkan kadar protein kerupuk Y1 13,24% dan Y2 13,72%, kadar abu kerupuk Y1 2,57% dan Y2 2,94%, kadar air kerupuk Y1 10,27% dan Y2 13,32%, kadar lemak kerupuk Y1 0,93 dan Y2 0,24. Semua kerupuk uji dinyatakan tidak mengandung formalin dan pewarna rhodamin B. uji boraks yang dilakukan menunjukkan bahwa kerupuk Y1 mengandung 0,9% dan Y2 mengandung 1,05%. Secara keseluruhan kerupuk Y1 dan Y2 belum memenuhi SNI 8272:2016 dan masih mengandung bahan tambahan pangan yang dilarang sehingga dapat membahayakan kesehatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[AOAC] Association of Official Analytical Chemist. 2005. Official Method of Analysis of The Association of Official Analytical of Chemist. The Association of Official Analytical Chemist, Inc: Arlington.

Agusnia, H., Putri, R. M. S., Jumsurizal, J. 2022. Syarat mutu dan keamanan pangan kerupuk di Kota Tanjungpinang. Marinade. 5(01): 70-76.

Amir, N. & Mahdi, C. 2018. Evaluasi Penggunaan Bahan Kimia Berbahaya Pada Produk Perikanan di Kota Makassar. Fish Scientiae. 8(1): 14-24.

Andarwulan, N., F. Kusnandar, D. Herawati. 2011. Analisis Pangan. Dian Rakyat. Jakarta.

Apriandi A, Tarman K, Sugita P. 2016. Toksisitas Subkronis Ekstrak Air Kerang Lamis Secara In Vivo pada Tikus Sprague Dawley. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 19(2):176-182.

Aslamsyah, S. & Fujaya, Y. 2010. Molting Stimulation and Growth of Mud Crabs (Scylla sp.) Through the Application of Artificial Feed Made from Food Waste Enriched with Spinach Extract. Ilmu Kelautan: Indonesian J. of Marine Sciences, 15(3):170-178.

Azmi, A. R., Masri, M., Rasyid, R. 2018. Uji kualitatif boraks pada beberapa produk kerupuk ikan yang dijual di kota Padang tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas. 7(4): 521-525.

Bukhari, I. M. R., Kurniawan, M. F., Hapsari, D. R. 2023. Identifikasi boraks dan rhodamine B pada kerupuk merah mentah di pasar tradisional kota bogor. Karimah Tauhid. 2(2): 433-441.

Daud, A., Suriati, S., Nuzulyanti, N. 2020. Kajian Penerapan Faktor yang Mempengaruhi Akurasi Penentuan Kadar Air Metode Thermogravimetri. lutjanus. 24(2): 11-16.

Dianti, T. 2018. Analisis Kandungan Boraks dan Formalin serta Pengetahuan dan Sikap Mengenai Makanan Jajanan Bakso di Sekolah Dasar (SD) Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli Tahun 2018. Tesis. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Engelen, A. & Angelia, I. O. 2017. Kerupuk ikan lele (Clarias sp) dengan subtitusi tepung talas (Colocasia esculental l. Schoott). Jurnal Technopreneur. 5(2): 34.

Estiasih, T. & Ahmadi. 2009. Teknologi Pengolahan Pangan. PT. Bumi Aksara. Jakarta.

Fatkhurohmat, A. K., Saula, L. S., Utami, M. R. 2022. Analisis Rhodamin B pada Liptint Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera l.) dengan Metode Rapid Test Kit dan Spektrofotometri UV-Vis. J. .Ilmu Kefarmasian. 3(2): 283–90.

Jusnita, N. 2017. Identifikasi Rhodamin B pada Kerupuk yang Beredar di Pasar Jakarta Utara dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis. Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal. 2(2): 119-130.

Kadir, D., Akilie, M. S., Anto, A. 2021. Studi Pembuatan Kerupuk Ikan Oci (Rastrelliger sp). Jurnal Agercolere. 3(2): 63-69.

Liwe, S. E. & Widiyanto, A. 2018. Deskripsi Penggunaan Zat Pewarna Sintetis Rhodamin B pada Makanan Jajanan Jelly yang Dijual di Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang Tahun 2017. Buletin Keslingmas. 37(3): 296-304.

Mahfuz., Husni., Herpandi., Baehaki, A. 2017. Analisis Kimia dan Sensoris Kerupuk Ikan yang Dikeringkan dengan Pengering Efek Rumah Kaca (ERK). Jurnal Teknologi Hasil Perikanan. 6(1): 39–46.

Male, Y. T., Rumakat, D. H., Fransina, E. G., Wattimury, J. 2020. Analisis Kandungan Boraks dan Formalin pada Bakso di Kota Ambon. Biofaal Journal. 1(1): 37-43.

Muharrami, L. K. 2015. Analisis Kualitatif Kandungan Boraks pada Kerupuk Puli di Kecamatan Kamal. Jurnal Pena Sains. 2 (2).

Nugroho, T. S. & Sukmawati, U. 2020. Pengaruh Metode Pengeringan Kerupuk Udang Windu (Paneaus monodon) terhadap Daya Kembang dan Nilai Organoleptik. Manfish Journal. 1(2): 107-114.

Palupi. 2007. Pengaruh Pengolahan Terhadap Nilai Gizi Pangan. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Purnama, R. A., Sunarta, S., Ismail, H. 2022. Effect of Several Solvents on the Chemical Compound, Antioxidant Activity, and Cytotoxicity Levels of Acacia Decurrens Willd Gum Extract. Jurnal Ilmu Kehutanan. 16(20): 171-183.

Riyadi, H., P, Dwi., Anggo, A., Suharto, S. 2015. Kajian Keamanan Pangan dan Karakter Fisik Produk Bakso dan Kerupuk Udang (Studi Kasus di Kota Semarang). UPT Universitas Diponegoro. Semarang.

[SNI] Standar Nasional Indonesia. 2006. SNI 01-2891-1992. Penentuan Uji Proksimat pada Makanan dan Minuman. Badan Standardisasi Nasional.

Surahmi, Y., Sufiat, S., Kamal, R. 2020. Penerimaan Konsumen dan Analisis Zat Gizi terhadap Penyedap Rasa Alami Berbasis Ikan Mas (Cyprinus carpio L.). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. 5(4): 94-108.

Trisdayanti, N. P. E. 2022. Analisis Boraks dengan Ekstrak Bunga Telang pada Kerupuk Puli. Jurnal Gastronomi Indonesia. 10(1): 1-9.

Wahed, P., Razzaq, A., Dharmapuri, S., Corrales, M. 2018. Determination of Formaldehyde in Food and Feed by an In-house Validated HPLC Method Determination of Formaldehyde in Food and Feed by an In-house Validated HPLC Method. Food Chemistry. 476–483.

Wibowo, L. & Fitriyani, E. 2013. Pengolahan Rumput Laut (Eucheuma cottoni) menjadi Serbuk Minuman Instan. Vokasi. 8(2): 101-109.

Yuliani, Marwati., Wardana, H., Emmawati, A., Candra, K. P. 2018. Karakteristik Kerupuk Ikan dengan Subsitusi Tepung Tulang Ikan Gabus (Channa striata) sebagai Fortifikan Kalsium. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 21(2): 258-265.

Zulfahmi, A. N. & Swastawati, F. 2014. Pemanfaatan Daging Ikan Tenggiri (Scomberomorus commersoni) dengan Konsentrasi yang Berbedapada Pembuatan Kerupuk Ikan. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. 3(4): 133-139.

Zulistyanto, D., Riyadi, P. H., Amalia, U. 2016. Pengaruh Lama Pengukusan Adonan terhadap Kualitas Fisik dan Kimia Kerupuk Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. 5(4): 26-32.

Downloads

Published

2025-03-10

Issue

Section

Articles