Petani Karawang Melawan Kemiskinan Dalam Kuasa-Politik ; Studi Observasi Partisipatif Tahun 2004-2005

  • Mulyadi J Amalik Universitas Airlangga
Keywords: Pertanian Karawang, Orde Baru, Pembangunan, Modernisasi, Industri

Abstract

Dunia pertanian merupakan sektor ungulan dalam pembangunan jangka panjang pada masa pemerintahan Orde Baru. Sektor pertanian selalu menjadi basis prioritas dalam setiap tahapan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) RI. Namun, konsep dan teori modernisasi yang melandasi pembangunan dunia pertaniana itu tidak meletakkan petani sebagai subyek, melainkan dijadikan obyek, baik untuk kepentingan pencitraan politik pemerintah Orde Baru maupun untuk kepentingan komersil aparat terkait. Khusus di Kabupaten Karawang, kebijakan pembangunan pertanian masa Orde Baru yang bersifat top-down menyebabkan ketergantungan petani sekaligus melahirkan pembangkangan atau perlawanan tersembunyi. Riset ini menggunakan metodologi observasi-partisipatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, dan dialog intensif dengan para petani di Kabupaten Karawang. Analisis data kepustakaan menyangkut sejarah dan isu-isu strategis dunia petani dilakukan dengan landasan teori modernisasi, teori pembangunan, teori masyarakat, dan sosiologi politik. Setengah dekade awal pascareformasi menjadi momentum bagi petani Karawang untuk menata dan melembagakan ”perlawanan tersembunyi” mereka menjadi manifes sebagai organisasi petani yang independen dan partisipatif. Melalui organisasi itulah petani melakukan pemberdayaan politik untuk kepentingan kolektif, seperti cara berorganisasi, berdemokrasi, berdiplomasi, advokasi nonlitigasi, menggunakan media massa untuk opini, menata jaringan, dan menguatkan literasi berdasarkan pengalaman

References

Berger, Arief Budiman, 1991, Negara dan Pembangunan, Studi tentang Indonesia dan Korea Selatan, Jakarta: Yayasan Padi dan Kapas.

Abdul Arif, “Air, Pemkab, Pasar dan Petani,” dalam Buletin SOAL Edisi 24/Th. Ke-2/Mei-Juli 2003.

Boby AM, “Penilaian Redaksi: Petani dan Perahu Nabi Nuh,” dalam Buletin SOAL Edisi 5/Th. Ke-3/Maret 2004.

Berger, Peter L., dan Hansfried Kellner, 1981, Sociology Reinterpreted. An Essay on Method and Vocation, terjemahan Herry Joediono, 1985, Sosiologi Ditafsirkan Kembali. Esei tentang Metode dan Bidang Kerja, Jakarta: LP3ES.

Buletin SOAL, Edisi 19/Th. Ke-2/Desember 2002.

Company Profile Perum Jasa Tirta II, 2000 (?), Purwakarta: Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta II Jatiluhur.

Evers, Hans-Dieter, 1988, Teori Masyarakat: Proses Peradaban dalam Sistem Dunia Modern, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Fernandes, Walter, dan Rajesh Tandon (Eds.), 1993, Riset Partisipatoris - Riset Pembebasan, Jakarta: P.T. Gramedia Pustaka Utama.

Koentjaraningrat, 1991, Metode-metode Penelitian Masyarakat, Jakarta: P.T. Gramedia Pustaka Utama.

_______ dan Donald K. Emmerson, 1982, Aspek Manusia dalam Penelitian Masyarakat, Jakarta: P.T. Gramedia untuk Yayasan Obor Indonesia.

Kuntowijoyo, 2002, Selamat Tinggal Mitos Selamat Datang Realitas: Esai-esai Budaya dan Politik, Bandung: Penerbit Mizan, halaman 90/94.

Kuntowijoyo, “Mentalitas Bangsa Klien,” dalam Kompas, 23 Desember 2004.

Kurnia Mansyur, 2005, Pengelolaan Irigasi Berbasis Masyarakat. Studi tentang Pembaharuan Kebijakan Pengelolaan Irigasi (PKPI) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tesis tidak diterbitkan, Yogyakarta: Program Studi S-2 Sosiologi Konsentrasi Studi Pembangunan Pascasarjana UGM.

Mansour Fakih, 2001, Analisis Gender dan Transformasi Sosial, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pamungkas, Sri-Bintang, 1996, Pokok-pokok Pikiran tentang Demokrasi Ekonomi dan Pembangunan, Jakarta: Yayasan Daoelat Ra’jat.

Rachbini, Didik J., 2001, Analisis Kritis Ekonomi Politik Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Scott, James C., 1993, Perlawanan Kaum Tani, terjemahan Budi Kusworo, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Susetiawan, 2000, Konflik Sosial, Kajian Sosiologis Hubungan Buruh, Perusahaan, dan Negara di Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang diundangkan tangal 15 Oktober 2004.

Yustika, Ahmad Erani, 2000, Industrialisasi Pinggiran, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Published
2020-10-30
How to Cite
Amalik, M. J. (2020). Petani Karawang Melawan Kemiskinan Dalam Kuasa-Politik ; Studi Observasi Partisipatif Tahun 2004-2005. Jurnal Masyarakat Maritim, 4(2), 92-101. https://doi.org/10.31629/jmm.v4i2.2835