Membangun Branding Image Kepulauan Riau sebagai Destinasi Wisata Nasional

  • Jamhur Poti Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Agus Hendrayady Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Maritim Raja Ali Haji
Keywords: Branding Image Kepulauan Riau, Destinasi Wisata

Abstract

Branding Image bukan hanya sekadar merk dan bukan sekedar logo, brand adalah segalanya bagi sebuah produk. Bagi dunia pariwisata, brand juga sama maknanya, namun brand destinasi harus lahir dari filosofi dan nilai-nilai sebuah destinasi serta keunggulan yang unik. Branding Image akan memberi kekuatan kepada destinasi yang direpresentasi bila brand mendapat proses branding yang baik dan konsisten. Akhir-akhir ini eforia pariwisata Indonesia kadang irrasional dan hanya mengandalkan data sesaat, padahal posisi-posisi Indonesia masih jauh dari yang diharapkan. Sebagai brand destinasi, maka brand harus dibangun berdasarkan realitas sosial yang benar di dalam tergambarkan realitas sosial, yaitu culture, personality, name, logo dan symbol Penelitian ini mencoba mengangkat kajian realitas sosial brand destinasi dengan metode narasi, mencoba membandingkannya dengan kondisi Wonderful Kepri, Wonderful Riau Island sampai Welcome to Batam.. Kepulauan Riau memilik banyak potensi sebagai destinasi wisata nasional maupun internasional, hanya saja belum memiliki daya tarik tersendiri untuk dijual. Untuk menunjang dan memiliki daya saing Kepulauan Riau sebagai destinasi wisata perlu ada sebuah brand yang menjadi Citra sebagai destinasi pariwisata. Suatu Branding yang dikombinasikan dari unsur dan budaya daerah di Kepulauan Riau. Kesimpulan bahwa Kepulauan Riau memerlukan suatu brand atau citra sebagai destinasi wisata nsional agar dapat memberikan pesan bagi wisatawan agar tertarik untuk mengunjungi Kepulauan Riau sebagai salah satu alternatif dari 10 besar sebagai destinasi wisata nasional

References

Aarstad, J., Ness, H., & Haugland, S. A. (2015). Network position and tourism firms’ co-branding practice. Journal of Business Research, 68(8), 1667–1677. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2015.03.025

Avraham, E. (2018). Nation branding and marketing strategies for combatting tourism crises and stereotypes toward destinations. Journal of Business Research. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2018.02.036

Bungin, B. (2015). Komunikasi pariwisata (tourism dan communication) : Pemasaran dan brand destinasi. Prena Media.

Chow, H. wen, Ling, G. J., Yen, I. yin, & Hwang, K. P. (2017). Building brand equity through industrial tourism. Asia Pacific Management Review, 22(2), 70–79. https://doi.org/10.1016/j.apmrv.2016.09.001

Creswell, J. W. (2013). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. In SAGE Publications.

Davis, S. M. (2002). Brand asset management : Driving profitable growth through your brands (2nd ed.). John Wiley & Sons.

Harrigan, P., Evers, U., Miles, M., & Daly, T. (2017). Customer engagement with tourism social media brands. Tourism Management, 59, 597–609. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2016.09.015

Karlina, T., & Iskandar, I. (2017). Upaya Indonesia meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Kepulauan Riau. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 4(2), 1–11.

Kartajaya, H. (2007). Elemen marketing on brand. Mizan Pustaka.

Keller, K. L. (2000). The brand report card. Harvard Business Review.

Kotler, Philip., & Armstrong, G. (2006). Principles of marketing. Prentice Hall.

Kovathanakul, D. (2015). Central Northeastern Thailand Tourism Branding, Supporting the ASEAN Economic Community. Procedia Economics and Finance, 23, 291–297. https://doi.org/10.1016/s2212-5671(15)00469-4

Liang, A. R. da, Nie, Y. Y., Chen, D. J., & Chen, P. J. (2020). Case studies on co-branding and farm tourism: Best match between farm image and experience activities. Journal of Hospitality and Tourism Management, 42, 107–118. https://doi.org/10.1016/j.jhtm.2019.11.009

Liu, Y., Hultman, M., Eisingerich, A. B., & Wei, X. (2020). How does brand loyalty interact with tourism destination? Exploring the effect of brand loyalty on place attachment. Annals of Tourism Research, 81. https://doi.org/10.1016/j.annals.2020.102879

Mahadiansar, & Aspariyana. (2020). PEST analysis model dalam pengembangan potensi wisata pulau Benan Kabupaten Lingga Kepulauan Riau. Indonesian Journal of Tourism and Leisure, 1(1), 14–25. https://doi.org/10.36256/ijtl.v1i1.93

Matiza, T., & Slabbert, E. (2020). South Africa’s place brand: A marketing axiom to South Africa as a tourism destination? Journal of Destination Marketing and Management, 15. https://doi.org/10.1016/j.jdmm.2019.100380

Morgan, N., Pritchard, A., & Pride, R. (2011). Destination brands: Managing place reputation. In Place Branding and Public Diplomacy (3rd ed., Vol. 7, Issue 4). Macmillan Publishers. https://doi.org/10.1057/pb.2011.25

Poti, J. (2016). Membangun national branding image Kepulauan Riau sebagai poros maritim dunia. Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN), 4(1), 1–13.

Risitano, M. (2005). The role of destination branding in the tourism stakeholders system, The Campi Flegrei case. IV International Doctoral Tourism and Leisure Colloquium, 1–18.

Santos, G. E. de O., & Giraldi, J. de M. E. (2017). Reciprocal effect of tourist destinations on the strength of national tourism brands. Tourism Management, 61, 443–450. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2017.03.011

Straub, J. T., & Attner, R. F. (1994). Introduction to business (5th ed.). PWS-Kent.

Wilson, J. S., & Blumenthal, Ira. (2008). Managing brand you : Seven steps to creating your most successful self. American Management Association

Published
2020-06-25