Analisis Alur Distribusi Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Pantai Kenjeran

Pola Rantai Distribusi Perikanan yang Ada di Pantai Kenjeran, Rantai distribusi umum yang terjadi di pantai Kenjeran

  • Rizky Athif Imansyah Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Sabila Halimatus Sakdiyah Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Karinna Bahar Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Mochammad Abiy Raihankhan Widjanarko Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Muhammad Zaky Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Denny Oktavina Radianto Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Keywords: Surabaya, Fisherman, Kenjeran Beach

Abstract

Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Daerah ini dijuluki sebagai kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Kota ini terletak di pantai utara Pulau Jawa bagian timur dan berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa. Potensi sumber daya laut di Surabaya begitu besar, namun, pengoptimalan sumber daya laut tersebut masih kurang maksimal. Salah satu pantai yang terletak di kota Surabaya adalah pantai Kenjeran. Pantai ini merupakan penghubung antar pulau Madura dengan Kota Surabaya. Distribusi merupakan salah satu hal yang penting dalam saluran Rantai Pasokan, Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai alur distribusi hasil tangkapan perikanan nelayan pantai kenjeran. penelitian ini ingin mengetahui tentang pola alur distribusi dan pola umum distribusi tangkapan perikanan yang terjadi di pantai kenjeran. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dimana kami menggunakan wawancara kepada pihak terkait yaitu : Nelayan pantai kenjeran, Pengepul ikan pantai kenjeran, pedagang pasar, dan konsumen yang membeli ikan hasil tangkapan nelayan pantai kenjeran. analisis data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. dari hasil yang diperoleh ditemukan bahwa ada 4 pola alur distribusi hasil tangkapan ikan di pantai kenjeran. yaitu : 1. Nelayan - Pengepul Ikan - Pedagang Pasar - Konsumen. 2. Nelayan - Pengepul ikan - konsumen. 3 Nelayan - Pedagang pasar - konsumen. 4. Nelayan - konsumen. ditemukan hasil bahwa Pola distribusi yang paling umum terjadi adalah pola Nelayan - Pengepul Ikan - Pedagang pasar -Konsumen. Distribusi merupakan salah satu hal yang penting dalam saluran Rantai Pasokan, penelitian ini mengunakan metode kualitatif, data yang dikumpulkan berupa wawancara dan observasi. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rantai pasok di daerah pesisir pantai Kenjeran memiliki bermacam-macam ragam pendistribusian ikan. Diharapkan dengan penelitian ini dapat mengetahui alur dari pendistribusian hasil tangkap dari para nelayan yang ada di pantai Kenjeran bagian tengan Surabaya kepada para konsumen. Hasil yang diperoleh adalah kebanyakan nelayan langsung menyerahkan atau menjualnya kepada para mengepul di banding mereka menjual kepada para konsumen, dikarnakan lebih efisien dari segi tenaga maupun waktu.

Author Biographies

Sabila Halimatus Sakdiyah, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Program Studi Manajamen Bisnis, Jurusan Teknik Bangunan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Karinna Bahar, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Program Studi Manajamen Bisnis, Jurusan Teknik Bangunan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Mochammad Abiy Raihankhan Widjanarko, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Program Studi Manajamen Bisnis, Jurusan Teknik Bangunan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Muhammad Zaky, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Program Studi Manajamen Bisnis, Jurusan Teknik Bangunan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Denny Oktavina Radianto , Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
dosen pendidikan bahasa Indonesia politeknik perkapalan negeri surabaya indonesia

References

Andinita, & Isabella, K. (2009, juli). penentuan rute yang optimal pada distribusi produk gas slinder menggunakan olgoritma diferential evolution.

Apituley, Y. M. (2013, 5). Model Pengembangan Sistem Pemasaran Ikan Segar di Kawasan Maluku Tengah.

Dharmawan&Zuraida. (2016). Identifikasi Masalah Permukiman Pada Kampung Nelayan Di Surabaya, 1-6.

Fargomeli, & Fanesa. (2014). INTERAKSI KELOMPOK NELAYAN DALAM MENINGKATKAN TARAF HIDUP DI DESA TEWIL KECAMATAN SANGAJI KABUPATEN MABA HALMAHERA TIMUR, III.

Hardiyanti F, F. M. (2016). Konsep perancangan kampung baru nelayan Kenjeran Surabaya(5(2)), 293-298.

Hardiyanti, a. (2016). Konsep Perancangan Kampung Baru Nelayan Kenjeran Surabaya.

Lubis, E., Solihin, I., & Afiyah, N. (2019). PENDISTRIBUSIAN DAN MUTU IKAN TENGGIRI DARI PELABUHAN PERIKANAN BLANAKAN KE PASAR IKAN, 22(3), 433-440.

Rachmawati, I. N. (2007, Maret). PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN KUALITATIF:WAWANCARA, 11(1), 35-40.

Rhofita E.L, N. N. (2018). persepsi komunitas nelayan kenjeran terhadap kegiatan konservasi lingkungan pesisir berdasarkan prespektif ekoteologi.

Romiadi. (2017). POLA DISTRIBUSI PEMASARAN HASIL TANGKAPAN PURSE SEINE KM. INKAMINAH 871 DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI LABUAN PROVINSI BANTEN, 2-12.

Sarwono, J. (2009, Mei). MEMADU PENDEKATAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF:MUNGKINKAH?, Vol. 9( No. 2), 119 - 132.

Sefitiana W.S, d. (2014). EFISIENSI KINERJA RANTAI PASOK IKAN lElE DI INDRAMAyu, JAWA BARAT.

Siwalankerto, J. (2019). Kajian Tempat Penjemuran Ikan di Kampung Nelayan Kenjeran, VII(1), 593-600.

Sugiono. (2016). metode penelitian kuantitatif, kulitatif, dan R&D, 85.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&DSugiyono. doi: https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2

Tamuntuan, N. (2013, Semptember). ANALISIS SALURAN DISTRIBUSI RANTAI PASOKAN SAYUR WORTEL DI KELURAHAN RURUKAN KOTA TOMOHON, 1(3), 421-432.

Widoyoko. (2014). Obeservasi Pengamatan dan PencatatanSecara Sistematis Terhadap Unsur-unsur yang nampak dalam suatu gejala pada objek penelitian, 46.

Published
2022-06-16
How to Cite
Imansyah, R. A., Sakdiyah, S. H., Bahar, K., Widjanarko, M. A. R., Zaky, M., & Radianto , D. O. (2022). Analisis Alur Distribusi Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Pantai Kenjeran: Pola Rantai Distribusi Perikanan yang Ada di Pantai Kenjeran, Rantai distribusi umum yang terjadi di pantai Kenjeran. Jurnal Masyarakat Maritim, 6(1), 20-25. https://doi.org/10.31629/jmm.v6i1.4399