

Pada November 2024, Regalia: Jurnal Gender dan Anak Vol. 3 No. 2 menghadirkan enam artikel yang mengulas isu-isu gender, relasi sosial, dan dinamika budaya di Indonesia kontemporer. Artikel pembuka karya Fadlan Barakah, Zacky Almunawar, Cut Lusi Chairun Nisak, Firdaus Mirza Nusuary, dan Dara Fatia berjudul Hijaber Vapers di Kota Syariat: Identitas, Stigma, dan Simbol Sosial, membahas fenomena gaya hidup perempuan berhijab yang merokok vape dalam ruang sosial yang sarat norma agama. Selanjutnya, Sasmita Zairani Oktipurwati dan Muhammad Ivan menulis Interaksi Sosial Lansia di Rumah Bahagia Bintan, yang menyoroti dinamika hubungan sosial antar penghuni lansia di lembaga perawatan. Isu patriarki menjadi perhatian dalam artikel Menembus Batas Patriarki: Perjuangan Perempuan Dalam Dinamika Politik Desa oleh Ahirul Habib Padilah, Zulkarnain, dan Yustinus Rudiyanto, yang menggambarkan perjuangan perempuan dalam meraih posisi strategis di ruang politik desa. Sementara itu, Irma Dolsye Maria Nadeak, Rahma Syafitri, dan Sri Wahyuni melalui artikel Gender Dalam Pengetahuan Orang Tua Terhadap Stunting mengkaji pemahaman orang tua di Teluk Air, Karimun, mengenai stunting dalam perspektif kesetaraan gender. Tema transformasi sosial turut diangkat dalam tulisan Shalihatun Nabila, Suryaningsih, dan Nikodemus Niko berjudul Transformasi Peran Gender Keluarga Suku Laut Desa Kelumu di Era Modernisasi, yang menelusuri perubahan peran laki-laki dan perempuan setelah berpindah dari kehidupan nomaden ke daratan. Sebagai penutup, Bayu Bayu, Farhan Al Farizi, dan Ayu Efritadewi menghadirkan Implementasi Aturan Guru yang Mendisiplinkan Murid, yang membahas praktik pendisiplinan di sekolah. Edisi ini menunjukkan keberagaman tema mulai dari identitas, relasi gender, peran sosial, hingga pendidikan, sekaligus memperkuat komitmen jurnal dalam menghadirkan wacana kritis multidisipliner tentang gender, anak, dan masyarakat.
Selamat Membaca !!!
Pada Juli 2024 Regalia: Jurnal Gender dan Anak menghadirkan enam artikel yang membahas isu-isu gender, anak, dan dinamika sosial dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer. Artikel pembuka karya Marisa Elsera berjudul Kekerasan di Layar: Analisis Simulacra dalam Representasi Anak di Media Online, menyoroti bagaimana media digital membentuk citra anak melalui representasi simbolik yang sering kali mereproduksi kekerasan simbolis. Emilia Ningsih bersama Alfi Husni dan Desmayeti Arfa menulis Pola Asuh Orang Tua Pada Anak Usia Prasekolah di Perumahan Citra Pelita 5 Kelurahan Batu IX Kecamatan Tanjungpinang Timur, yang mengulas praktik pengasuhan keluarga urban dan tantangan dalam membentuk karakter anak prasekolah. Selanjutnya, Fitria Nur Lisdianingrum dan Rahma Syafitri melalui artikel Resosialisasi Keluarga Pada Anak Berhadapan dengan Hukum di Kecamatan Batu Aji Kota Batam menekankan peran keluarga sebagai ruang rehabilitasi sosial bagi anak yang terjerat masalah hukum. Isu pendidikan juga menjadi perhatian melalui tulisan Eko Setiawan berjudul Ketidaksetaraan Gender dalam Pendidikan, yang mengulas diskriminasi berbasis gender dalam sistem pendidikan dan dampaknya terhadap akses serta kualitas pembelajaran. Topik kesenjangan gender berlanjut dalam artikel Ketidakadilan Gender dalam Budaya Patriarki oleh Muhammad Faried Sefthiyan, Muhammad Aryo Mumtaz, Sajidah Asyami, dan Andi Septiadi, yang mengkaji struktur patriarki sebagai sumber utama ketidakadilan sosial. Sebagai penutup, Claris Vegawati dan Sri Wahyuni menyajikan Pembagian Peran Dalam Prosesi Sembahyang Arwah Masyarakat Flores Desa Pengudang Kabupaten Bintan, yang menyoroti dinamika peran gender dalam praktik budaya dan keagamaan masyarakat lokal. Edisi ini memperlihatkan keberagaman fokus kajian, mulai dari analisis representasi anak di media, praktik pengasuhan, resosialisasi keluarga, hingga isu pendidikan, patriarki, dan budaya lokal. Keseluruhan artikel menegaskan komitmen Regalia dalam menghadirkan wacana kritis multidisipliner tentang gender, anak, dan masyarakat.
Selamat Membaca !!!
Edisi Vol. 2 No. 2 (2023): November 2023 Regalia: Jurnal Gender dan Anak menampilkan enam artikel yang mengeksplorasi isu-isu gender, anak, dan pemberdayaan sosial di berbagai konteks masyarakat Indonesia. Artikel pembuka karya Ferdi Hidayat dkk. berjudul Peran Guru dalam Penanggulangan Juvenile Delinquency di Sekolah Menengah Pertama, membahas strategi pendidikan dan bimbingan guru dalam mengatasi kenakalan remaja. Wiswinartin menulis Peran Pekerja Sosial dalam Proses Adaptasi Sosial Warga Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Bengkulu, yang menyoroti peran penting pekerja sosial dalam mendukung kesejahteraan lansia. Kajian Pemberdayaan Lansia Terlantar di Rumah Bahagia Embung Fatimah Kota Tanjungpinang oleh Farhan Azidan dkk. mengulas upaya perlindungan sosial dan pemberdayaan bagi kelompok rentan lansia. Artikel Sumartan dengan judul Konsep Pemberdayaan: Penyuluhan dan Pemberdayaan Petani Perempuan dalam Konteks Pertanian berbasis Gender menekankan pentingnya kesetaraan gender dalam pembangunan sektor pertanian. Selanjutnya, Endri Bagus Prastiyo dkk. melalui artikel Interaksi Sosial Lansia Binaan Dinas Sosial Kota Tanjungpinang mengkaji pola interaksi sosial dan solidaritas komunitas lansia dalam binaan pemerintah daerah. Sebagai penutup, Yaya Saputri dkk. menulis Persepsi Masyarakat terhadap Perempuan Bercadar di Desa Teluk Batang, Kalimantan Barat, yang mengungkap pandangan masyarakat terhadap simbol religiusitas dan identitas perempuan bercadar. Edisi ini memperlihatkan keragaman isu, mulai dari pendidikan, pemberdayaan perempuan dan lansia, hingga identitas keagamaan, sekaligus menegaskan komitmen Regalia dalam mengangkat persoalan gender dan anak dari perspektif multidisipliner.
Selamat Membaca !!!
Edisi Vol. 2 No. 1 (2023): Juli 2023 Regalia: Jurnal Gender dan Anak menghadirkan lima artikel yang menelaah isu-isu aktual terkait gender, anak, fenomena sosial, dan representasi perempuan dalam budaya populer. Artikel pembuka karya Febi Triyanti dkk. berjudul Upaya Gerakan Me Too dalam Menghadapi Kekerasan dan Pelecehan Seksual terhadap Perempuan di Korea Selatan, yang menyoroti dampak dan strategi gerakan sosial global dalam mendorong kesadaran serta perlindungan perempuan dari kekerasan seksual. Selanjutnya, Risa Amalia Putri dan Sri Putri Rahayu Z membahas Dampak Helikopter Parenting terhadap Kemandirian Anak, yang menunjukkan bagaimana pola asuh overprotektif dapat memengaruhi perkembangan kemandirian anak di era modern. Fenomena childfree mendapat perhatian khusus dalam edisi ini dengan dua artikel berbeda. Aril dkk. mengkaji Fenomena Childfree terhadap Bonus Demografi Islam di Indonesia, menyoroti implikasi sosial-religius terhadap dinamika demografi nasional. Sementara Milan dkk. melalui artikel Fenomena Childfree di Era Kontemporer Berdasarkan Perspektif Sosiologi menawarkan analisis sosiologis mengenai alasan, motivasi, serta dampak sosial dari pilihan childfree di masyarakat. Sebagai penutup, Thalia Hervita menulis Analisis Problematika Anak pada Tokoh Utama Perempuan dalam Film Cry Me a Sad River, yang menggambarkan representasi trauma, kekerasan, dan problematika anak melalui media film, serta bagaimana narasi tersebut merefleksikan realitas sosial. Dengan kombinasi tema-tema tersebut, edisi Juli 2023 ini memperlihatkan kontribusi penting dalam memperkaya diskursus tentang gender, keluarga, dan anak melalui perspektif lintas disiplin dan lintas konteks budaya.
Selamat Membaca !!!
Edisi Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022 Regalia: Jurnal Gender dan Anak menghadirkan enam artikel yang menyoroti beragam isu kontemporer mengenai gender, perempuan, tradisi budaya, dan dinamika sosial di tingkat lokal maupun global. Artikel pertama oleh Mirza Ayunda Pratiwi membahas Work-Life Balance Pekerja Perempuan di Kepulauan Riau, yang menyoroti tantangan perempuan pekerja dalam menjaga keseimbangan antara peran domestik dan profesional. Desy Kristiani, Sri Wahyuni, dan Emmy Solina menulis Tradisi Rebu oleh Suku Karo yang Merantau di Kota Tanjung Pinang, yang mengulas bagaimana tradisi tetap dijaga dalam konteks perantauan dan modernitas. Artikel ketiga, karya Shelly Rahmadani Putri dkk., mengangkat Partisipasi Lansia dalam Kegiatan Posyandu Anggrek di Kabupaten Karimun, menekankan pentingnya keterlibatan lansia dalam kegiatan kesehatan berbasis komunitas. Tulisan Iqbal Pradana dkk. berjudul Peran UN Women dalam Mendukung Kebijakan Equal Pay FIFA Sepak Bola Wanita di Inggris, memberikan perspektif global mengenai kesetaraan gender dalam olahraga. Selanjutnya, Habibah Aura Kesuma dkk. menulis Implementasi CEDAW dalam Mengatasi Tindak Kekerasan Seksual terhadap Kaum Perempuan di Indonesia (Studi Kasus: Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan), yang menyoroti peran konvensi internasional dalam melawan kekerasan berbasis gender. Sebagai penutup, artikel Nabila Utami Sandra Dewi dkk. membahas Fenomena Childfree di Jepang dalam Perspektif Teori Feminisme Eksistensialis, yang menganalisis fenomena sosial childfree dengan lensa feminisme eksistensialis. Edisi November 2022 ini memperlihatkan keberagaman tema dari isu lokal hingga global, serta menghadirkan analisis kritis mengenai bagaimana gender, budaya, dan kebijakan memengaruhi kehidupan perempuan dan masyarakat di berbagai konteks.
Selamat Membaca !!!
Edisi perdana Vol. 1 No. 1 (2022): Juli 2022 Regalia: Jurnal Gender dan Anak menghadirkan enam artikel yang mengupas isu-isu strategis terkait gender, anak, serta dinamika sosial di Indonesia. Artikel pembuka karya Rupita Rupita berjudul Modal Sosial Perawat Perempuan Menghadapi Pandemi Covid-19 di RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang menyoroti peran perawat perempuan di garis depan pandemi, menekankan pentingnya solidaritas sosial, daya tahan, dan dukungan kelembagaan dalam pelayanan kesehatan. Ruth Celline Deon membahas Pemilihan Lansia dalam Pembagian Peran Domestik bagi Keluarga Karir di Kecamatan Sagulung Kota Batam, yang memperlihatkan bagaimana lansia berkontribusi dalam menjaga keseimbangan rumah tangga modern. Kajian Gambaran Pelayanan Sosial Lanjut Usia di Sumatera Barat oleh Aris dan Wiswinartin menggambarkan kondisi layanan sosial bagi lansia serta tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial yang memadai. Artikel berikutnya, Implementation of Efforts to Prevent Violence Against Women by the Office of Women’s Empowerment, Child Protection and Community Empowerment (Case Study: Domestic Violence) oleh Ade Regitha Pratiwi Pane, Novi Winarti, dan Nur Aslamaturrahmah Dwi Putri, menganalisis strategi kelembagaan dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan melalui studi kasus di tingkat lokal. Nur Nadila Widiansa Saib, Fitri Kurnianingsih, dan Okparizan menghadirkan artikel Analisis Dampak Ekonomi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Ungar Kabupaten Karimun, yang menilai efektivitas program bantuan sosial terhadap kesejahteraan rumah tangga penerima manfaat. Sebagai penutup, Amelia Indahni menulis Representasi Animasi Nussa sebagai Media Motivasi terhadap Anak Penyandang Disabilitas, yang menyoroti bagaimana media populer dapat berfungsi sebagai instrumen motivasi dan dukungan psikologis bagi anak berkebutuhan khusus. Dengan beragam perspektif tersebut, edisi perdana Juli 2022 ini menegaskan komitmen Regalia untuk menjadi ruang akademik yang kritis dan reflektif dalam membahas isu-isu gender dan anak, baik dalam ranah kesehatan, keluarga, kebijakan sosial, maupun media budaya.
Selamat Membaca !!!
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Karya ini dilisensikan
Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0
Diterbitkan oleh:
Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak
Universitas Maritim Raja Ali Haji. Indonesia
Surel: regalia.ppga@umrah.ac.id