Masalah Plagiarisme

Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak mewajibkan orisinalitas naskah dan melakukan pemeriksaan kesamaan teks menggunakan perangkat lunak pendeteksi plagiarisme (mis. Turnitin). Indeks kesamaan (similarity index) dipakai sebagai alat awal penyaringan, sementara keputusan akhir selalu mempertimbangkan konteks kemiripan misalnya kutipan yang diformat benar, referensi, metode standar, dan bagian template yang wajar. Semua penggunaan gagasan atau kata dari sumber lain harus disertai sitasi yang tepat; parafrasa wajib dilakukan dengan benar, bukan sekadar penggantian kata.

Regalia menetapkan ambang toleransi sebagai berikut. Jika indeks kesamaan melebihi 40%, naskah ditolak tanpa proses lebih lanjut karena mengindikasikan kutipan yang tidak memadai atau parafrasa yang buruk; naskah dalam bentuk tersebut tidak dapat diajukan ulang. Jika indeks kesamaan berada pada rentang 10–40%, naskah dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki dengan menambahkan sitasi yang benar, memperbaiki parafrasa, serta mengurangi bagian yang tumpang tindih hingga memenuhi standar etika; setelah revisi, naskah akan diperiksa ulang. Jika indeks kesamaan di bawah 10%, naskah dapat dilanjutkan ke tahap penilaian ilmiah berikutnya dan, bila diperlukan, dilakukan perbaikan minor terkait sitasi.

Untuk pengajuan yang memerlukan revisi, penulis wajib menurunkan tingkat kesamaan hingga di bawah 10% dan memastikan seluruh kutipan/para­frasa telah sesuai kaidah. Redaksi dapat meminta unggahan laporan Turnitin terbaru pada saat pengiriman ulang naskah atau menjelang produksi, di samping pemeriksaan mandiri oleh jurnal. Praktik self-plagiarism, duplikasi publikasi, dan salami publishing dilarang. Apabila setelah publikasi ditemukan pelanggaran etika terkait plagiarisme, Regalia akan menindaklanjuti sesuai pedoman COPE, termasuk kemungkinan penerbitan koreksi, pernyataan keprihatinan, atau pencabutan artikel.