Politik Hukum Pengisian Jabatan Publik Melalui Mekanisme Electoral System Oleh Mantan Narapidana

  • Suparto Suparto Fakultas Hukum, Universitas Islam Riau
  • Umi Muslikhah Fakultas Hukum, Universitas Islam Riau
Keywords: Verdict, Ex Inmate, Electoral System

Abstract

The filling of public positions through the electoral system by ex-convicts, especially corruption, raises the pros and cons of the community. This is because corruption belongs to the category of extraordinary crimes (extraordinary crime). KPU as the organizer of the Election issued KPU Regulation No. 20 of 2008 which forbade the nomination of ex-convicts as legislative candidates. However, this regulation is contrary to Article 240 paragraph (1) letter g of the Election Law. This study examines the legal politics of filling public positions through the electoral system mechanism by ex-convicts referring to the decision of the Supreme Court No. 46 P / HUM / 2018 and Constitutional Court Decision No. 42 / PUU-XIII / 2015.

References

A. Buku

Budiardjo, M. (1989). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia.

Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan Hukum Bagi Rakyat di Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu.

Mayo, H. B. (1960). An Introduction to Democratic Theory. New York: Oxford University Press.

Muladi. (2009). Hak Asasi Manusia Hakekat Konsep dan Implikasinya dalam Perspektif Hukum dan Masyarakat Cet. Ketiga. Bandung: Refika Aditama.

Ni'matul Huda & Imam Nasef. (2017). Penataan Demokrasi & Pemilu di Indonesia Pasca Reformasi. Jakarta: Kencana.

Saragih, B. R. (1987). Lembaga Perwakilan dan Pemilihan Umum di Indonesia. Jakarta: Gaya Media Pratama.

Surbakti, R. (1992). Memahami Ilmu Politik. Jakarta: PT. Grasindo.

B. Jurnal

Hairi, Prianter Jaya. “Peraturan kpu no. 20 tahun 2018 dalam perspektif hierarki norma hukum 1,” no. 1 (2019): 1–6.

Hapsari, Hanum. “Dilema Pelarangan Mantan Narapidana Korupsi Mendaftarkan Diri Sebagai Calon Legislatif.” Jurnal UNNES (2018): 136–153.

He, Zengke. “Corruption and anti-corruption in reform China.” Communist and Post-Communist Studies 33, no. 2 (Juni 2000): 243–270.

Sugirman, A. “Menakar Tujuan Hukum Dibalik Keberpihakan Putusan MA No . 46 P / HUM / 2018 Terhadap Koruptor Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syari ’ ah dan Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri ( IAIN ) Bone Keywords : Justice ; Corruption ; Supreme Court ; PKPU Abst,” no. 46 (2018).

Tang, Na, Zi Ding, dan Yanni Xu. “Corruption and Anti-Corruption Research in China: A Critical Review of Chinese Top Journal Publications (1989–2017).” Chinese Public Administration Review 9, no. 2 (Desember 20, 2018): 79.

Tanjung, Muhammad Anwar, dan Retno Saraswati. “Demokrasi Dan Legalitas Mantan

Narapidana Dalam Pemilihan Kepala Daerah Dan Pemilihan Umum.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 25, no. 2 (2018): 379–399.

C. Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Dasar 1945

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

UU 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Peraturan KPU (PKPU) No. 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Published
2020-10-10
How to Cite
Suparto, Suparto, and Umi Muslikhah. “Politik Hukum Pengisian Jabatan Publik Melalui Mekanisme Electoral System Oleh Mantan Narapidana”. Jurnal Selat 7, no. 2 (October 10, 2020): 239-256. Accessed February 26, 2021. https://ojs.umrah.ac.id/index.php/selat/article/view/1891.
Section
Articles