Pemurnian Bioetanol Limbah Kulit Nanas Menggunakan Alat Distilasi Sederhana Model Kolom Refluks

  • Galih Panji Arimba Universitas Negeri Padang
  • Jasman
  • Hasanuddin
  • Syahrul
Keywords: bioetanol, energi alternatif, distilasi, fermentasi, kulit nanas

Abstract

Seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan penduduk dunia berbanding terbalik akan ketersedianya bahan bakar fosil, mendorong ilmuan untuk mencari sumber energi alternatif seperti bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan dan hasil pemurnian bioetanol kulit nanas menggunakan alat distilasi sederhana model kolom refluks. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan mempelajari perbandingan massa ragi dan waktu fermentasi terhadap kadar etanol yang dihasilkan. Fermentasi dilakukan menggunakan ragi saccharomyces cerevisiae dengan massa  10, 15, dan 20 gr, dan lama waktu fermentasi 4, 8, 12, dan 16 hari. Setelah didapatkan etanol kemudian diuji kadar dan sifat fisik dari bioetanol yang dihasilkan.  Dari hasil penelitian yang didapatkan kadar etanol tertinggi sebesar 44 % dengan massa optimum ragi  15 gr dan waktu fermentasi selama empat hari. Perolehan optimal alat distilasi ini yaitu pada suhu 90°C dengan waktu distilasi selama 40 menit menghasilkan 72 ml distilat. Analisa fisik etanol menunjukan kualitas sesuai dengan SNI.

References

Pembuatan Bioetanol Dari Limbah Padat Sagu Menggunakan Enzim Selulase Dan Yeast Saccharomyces Cerevisiae Dengan Proses Simultaneous Sacharificatian and Fermentation (SSF) Dengan Variasi Konsentrasi Substrat Dan Volume Inokulum. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains, 1(1), 1-8.

Andaka, G. (2010). Pemanfaatan Kulit Nanas untuk Pembuatan Bioetanol dengan Proses Fermentasi. Jurnal SNAST, Periode 11, ISSN: 1979-911X, A20.

Data, P., & Pertanian, S. I. (2016). Outlook Nenas. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Frazier,W.C dan W.C. Westhoff., “Food Microbiology”, New Delhi, India: Mc Graw Hill Publishing Co.ltd, 1978

Hasanuddin, Hendri Nurdin, dan Riki Apriyandi Putra. (2016) Tebu Tibarau Tumbuhan Energi yang Terlupakan. Padang: Suka Bina Press

Hermiati, E., Mangunwidjaja, D., Sunarti, T. C., Suparno, O., & Prasetya, B. (2017). Pemanfaatan biomassa lignoselulosa ampas tebu untuk produksi bioetanol. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 29(4), 121-130.

Kunaepah, U. (2008). Pengaruh Lama Fermentasi Dan Konsentrasi Glukosa Terhadap Aktivitas Antibakteri, Polifenol Total Dan Mutu Kimia Kefir Susu Kacang Merah The Effect Of Fermentation Duration And Glucose Concentration On Antibacterial Activity, Total Polyphenol And Chemical Quality Of Kidney Bean Milk Kefir (Doctoral Dissertation, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro).

Olaoye, J. O. (2011). Design and construction of a reflux column distillation unit for bio-ethanol production from sugarcane substrate. Nigerian Journal of Technological Development, 8(1), 48-60.

Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 79 Tahun 2014, “Tentang Kebijakan Energi Nasional”. Jakarta; 2014

Pertumbuhan Permintaan Minyak Dunia. (2018). [Online].Tersedia : www.voaindonesia.com [Diakses 6 Agustus 2018]

Retno, D. T., & Nuri, W. (2011). Pembuatan Bioetanol dari Kulit Pisang. In Prosisding Seminar Nasional Teknik Kimia” Kejuangan” ISSN (pp. 1693-4393).

Safitri, N., Chairul, C., & Amraini, S. Z. (2014). Pembuatan Bioetanol Dari Kulit Buah Nanas Dengan Metode Solid State Fermentation (SSF) Dan Pemurnian Dengan Proses Distilasi-Adsorbsi Dengan Variasi Ratio Bioetanol: Adsorben. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains, 1(1), 1-11.

SNI DT-27-0001- 2006 SNI DT-27-0001-2006. “Standar Nasional Indonesia Kualitas Bioetanol”. Badan Standarisasi Nasional (BSN): 2006

Susilo, S. I. G. I. T. (2009). Rancangan Dan Uji Kinerja Alat Distilasi Etanol Dengan Metode Rektifikasi. Skripsi. Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Wahyu Daniel. “Dunia Berlomba Kembangkan Energi Terbarukan”. 2017. [Online]. Tersedia : https://m.detik.com [Diakses 18 Februari 2019]

Walidah, T., Chairul, C., & Amri, A. (2015). Pemurnian Bioetanol Hasil Fermentasi Nira Nipah Dengan Proses Distilasi-Adsorpsi Menggunakan Bentonit Teraktivas. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains, 2(1), 1-6.

Wijana S, dkk. (1998). Optimalisasi Penambahan Tepung Kulit Nanas dan Proses Fermentasi pada Pakan Ternak terhadap Peningkatan Kualitas Nutrisi. ARMP (Deptan). Universitas Brawijaya. Malang.

Published
2019-05-30
Section
Articles