PENCEGAHAN KORUPSI (KAJIAN PEMIKIRAN MAO TSE-TUNG)

  • Tomy Michael Tenaga Edukatif Pada FH Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Keywords: Corruption, Mao Tse-Tung, leader.

Abstract

Characteristic of the leader can apply with Thought of Mao Tse-Tung which Put on the ideas of the citizenry and focus in that ideas, then you give it back to the citizenry in order that ideas, and if that happen with the ideas you must correct it. It is the basic method of leadership. The conclusion of Thought of Mao Tse-Tung is appropriate to apply in fighting against of corruption because of The Letter of the Act of Republic of Indonesia Number 20 of 2001 concerning changes ofThe Letter of the Act Number 31 of 1999 concerning Eradications Act of Punishment in Corruption was created the justice for the society when the corruptors are accused the corruption. The point of view is takes the profit with the president as a executive leader then the president can become a subject of law with distinct character. Keywords: Corruption, Mao Tse-Tung, leader.   Ciri khas pemimpin bisa diterapkan sesuai pemikiran Mao Tse-Tung yaitu Bersandar pada gagasan masyarakat dan fokus pada gagasan itu, lalu berikanlah kembali gagasan tersebut kepada masyarakat dan itulah gagasan sebenarnya. Ini adalah metode dasar kepemimpinan. Kesimpulannya bahwa pemikiran Mao Tse-Tung adalah tepat untuk diterapkan dalam memerangi korupsi karena Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi telah menciptakan keadilan bagi masyarakat saat koruptor dituduh melakukan korupsi. Hal lainnya presiden sebagai kepala eksekutif maka presiden dapat menjadi subjek hukum yang bersifat tegas. Adanya sikap yang tegas ini akan menimbulkan dampak kepada penegak hukum untuk menerapkan peraturan perundang-undangan secara adil. Kata kunci: Korupsi, Pemberantasan, Mao Tse-Tung

References

Ansori, H. Gratifikasi Seksual Dalam Persona Korupsi. Surabaya: R.A.De.Rozarie, 2013.
Aquinas, Thomas. Selected Writings. England: Penguin Books, 1981.
Aristoeles. The World’s Great Classics. New York: Grolier, Tanpa Tahun.
Aristoteles. Politik (La Politica). Jakarta: Visimedia, 2008.
Aristoteles.Politik, Bentang Budaya. Jogjakarta, 2004.
Bastiat, Frédéric. The Law. Surabaya: R.A.De.Rozarie, 2015.
Bigongiari, Dino. The Political Ideas Of St. Thomas Aquinas. New York: Hafner Press, tt.
Garner, Bryan A. Black's Law Dictionary (Ninth Edition). United States of America: Thomson Reuters, 2009.
Geis, Gilbert & Robert F Meier. White Collar Crime; Offensen in Business, Politics, and The Professions. 1977: The Fress Press, New York.
Hamidi, Jazim dan Mustafa Lutfi. Hukum Lembaga Kepresidenan Indonesia. Bandung: Alumni, 2010.
Khun, Thomas S. Peran Paradigma Dalam Revolusi Sains. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.
Kusnardi, Moh dan Harmaily Ibrahim. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta: Pusat Studi HTN Fakultas Hukum UI, 1986.
M, Sri Soemantri. Penerapan Kedaulatan Rakyat Dalam Kehidupan Bernegara Berdasarkan Pancasila Dan Undang-Undang Dasar 1945. Bandung: Citra Aditya Bakti, 1996.
Machiavelli, Niccolo. Diskursus. Jogjakarta: Bentang Budaya, 2003.
Machiavelli. Sang Pangeran. Jakarta: PT Gramedia, 2014.
Machiavelli. The Prince. United States: The Project Gutenberg, 2012.
Manan,Bagir dan HKuntana Magnar.Beberapa Masalah Hukum Tata Negara Indonesia. Bandung: Alumni, 1997.
Plato. Republik. Jogjakarta: Bentang Budaya, 2002.
Plato. The Great Dialogues Of Plato . Canada: Penguin Books Canada Limited, 1984.
Polybius. The Rise Of The Roman Empire. England: Penguin Books, tt.
Rousseau, Jean Jacques . Du Contract Social (Perjanjian Sosial). Jakarta: Visimedia, 2009.
Rousseau, Jean Jacques. Perihal Kontrak Sosial Atau Prinsip Hukum Politik. Jakarta: Dian Rakyat, 2010.
Rousseau, Jean Jacques. Perihal Kontrak Sosial Atau Prinsip-Prinsip Hukum Politik. Jakarta: Dian Raky, 1989.
Rousseaui, Jean Jacques. The Social Contract. England: Penguin Books, tt.
Scholten, Paul. Struktur Ilmu Hukum. Bandung, 2003.
Sinha, Surya Prakash. Jurisprudence: Legal Philosophy in A Nutshell. St Paul Minnesota: West Publishing, 1993.
Soekanto, Soerjono. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1993.
Soekarno. Indonesia Menggugat Pidato Pembelaan Bung Karno Dimuka Hakim Kolonial. Djakarta: Pradnjaparamita III, Tanpa Tahun.
Susanto, Anthon Freddy . Semiotika Hukum. Bandung: Refika Aditama, 2005.
Sutiyoso, Bambang. Metode Penemuan Hukum. Yogyakarta: UII Press, 2006.
Tung , Mao Tse-. Leadership Secrets Of Mao Tse-Tung. Depok: ONCOR Semesta Ilmu, 2010.
Winarno. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013.
Michael, Tomy. "Pemberantasan Gratifikasi Dengan Pendidikan." Mimbar Keadilan Laboratorium Ilmu Hukum – Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Januari – Juni 2014.
Saragih, Tomy M. "Telaah Hermeneutika Pada Perbuatan Tercela." Jurnal Konstitusi PKK-FH Universitas Kanjuruhan Malang Kerjasama Dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Malang, September 2013: Volume II Nomor 1.
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.html, diakses tanggal 24 Juli 2015
Published
2017-05-06
How to Cite
Michael, Tomy. “PENCEGAHAN KORUPSI (KAJIAN PEMIKIRAN MAO TSE-TUNG)”. Jurnal Selat 4, no. 1 (May 6, 2017): 130-143. Accessed August 3, 2020. https://ojs.umrah.ac.id/index.php/selat/article/view/144.
Section
Articles