KARAKTERISTIK KIMIAWI KECAP BULU BABI (Diadema setosum) DENGAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA

  • Mordekhai Rahenri Milla
  • Firat Meiyasa
Keywords: Diadema setosum, Fermentation, Sea urchins

Abstract

Sea urchin (Diadema setosum) is one type of marine biota that can be used as a food source. The processing of sea urchins as fermented food, especially soy sauce products, has not been reported until now, while it is known that sea urchins have good nutrition. The purpose of this study was to evaluate chemical compositions such as pH, moisture content, ash content, fat content, protein content, carbohydrates in sea urchin soy sauce with different fermentation times. The results showed that the chemical composition of sea urchin (Diadema setosum) with different fermentation time had a pH value of 5.54 - 6.57, water content of 86.35 % - 87.28%, ash content of 3.55% - 3.64%, fat content of 3.78%. - 4.81%, protein content of 3.60% - 4.07%, and carbohydrates of 0.98%. Thus, this sea urchin soy sauce has the potential to be developed as a food additive

Downloads

Download data is not yet available.

References

[AOAC] Association Of Official Analytical Chemist. (2005). Official Methods Of Analysis Of The Association Of Official Analytical Chemist. Arlington, Virginia (USA) : Association Of Official Analytical Chemists Inc.
[BSN] Badan Standarisasi Nasional. (1996). Kecap Ikan: SNI. 01-4271-1996. Jakarta (ID): Badan Standardisasi Nasional.
Akerina, F. O., Nurhayati, T., & Suwandi, R. (2015). Isolation and characterization of antibacterial compounds from sea urchin. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 18(1).
Aniqqh, M. (2017). Pengaruh pemberian enzim papain kasar (Crude Papain) dan lama fermentasi terhadap kualitas kecap Ikan Lemuru (Sardinella longiceps) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Annisa, S., Darmanto, Y. S., & Amalia, U. (2017). Pengaruh Perbedaan Spesies Ikan Terhadap Hidrolisat Protein Ikan Dengan Penambahan Enzim Papain (The Effect of Various Fish Species On Fish Protein Hydrolysate With The Addition of Papain Enzyme). Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 13(1), 24-30.
Ardiansyah, Y., Darmanto, Y. S., & Anggo, A. D. (2015). Pengaruh Penambahan Koji dan Lama Fermentasi terhadap Kualitas (pH, TVBN, Kadar Garam dan Rendemen) Kecap Ikan Berbahan Baku Ikan Rucah. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 4(2), 53-61.
Baransano, H. K., & Mangimbulude, J. C. (2011). Eksploitasi dan Konservasi Sumber Daya Hayati Laut dan Pesisir di Indonesia. Jurnal Biologi Papua, 3(1), 39-45.
Hidayat, G., Dewi, E. N., & Rianingsih, L. (2016). Karakteristik Gelatin Tulang Ikan Nila Dengan Hidrolisis Menggunakan Asam Fosfat dan Enzim Papain (Characteristics of Bone Gelatin Tilapia (Oreochromis niloticus) Processed by Using Hydrolysis With Phosphoric Acid and Papain Enzyme). Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 19(1), 69-78.
Negara, M. I. P., Yuliana, T., & Utama, G. L. (2021). Isolation And Characteristization Of Indigenous Yeast From Bekasam Catfish (Pangasius hypopthalmus). International Journal of Engineering Advanced Research, 3(1), 1-12.
Nurjannah, I. (2017). Pengaruh Penambahan Ekstrak Bonggol Nanas (Ananas Comosus) dan Waktu Fermentasi pada Pembuatan Kecap Ikan Tamban (Sardinella Albella).
Nurfadilah, N. (2018). Pengaruh Penambahan Buah Nenas Dan Garam Dengan Konsentrasi Yang Berbeda Dalam Pembuatan Kecap Ikan Layang Decapterus Sp Terhadap Total Coloni Bakteri. Jurnal Pengolahan Pangan, 3(2), 38-42.
Indrawati, I., Hidayat, T. R., & Rossiana, N. (2018). Antibakteri dari Bulu Babi (Diadema setosum) Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jurnal Biodjati, 3 (2), 183-192.
Irianto, I. H. E. (2012). Produk Fermentasi Ikan. Penebar Swadaya Grup.
Isnawati, I., Sari, N. I., & Sumarto, S. (2015). Influence of Pineapple Juice Addition with Different Volume to Snakehead (Channa Striata) Fish Sauce Quality (Doctoral dissertation, Riau University).
Lubis, S. A., Purnama, A., & Yolanda, R. (2017). Spesies Bulu Babi (Echinoidea) Di Perairan Pulau Bangka Kabupaten Bangka Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Jurnal Ilmiah FKIP Prodi Biologi, 3(1).
Padang, A., Nurlina, N., Tuasikal, T., & Subiyanto, R. (2019). Kandungan Gizi Bulu Babi (Echinoidea). Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 12(2), 220-227.
Prasetyo, M. N., Sari, N., & Budiyati, C. S. (2012). Pembuatan Kecap Dari Ikan Gabus Secara Hidrolisis Enzimatis Mengunakan Sari Nanas. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, 1(1), 270-276.
Radjab, A. W. (2001). Reproduksi dan siklus bulu babi. Oseana, 26 (3), 25-36.
Rosdianti, I. (2008). Pemanfaatan Enzim Papain Dalam Produksi Hidrolisat Protein Dari Limbah Industri Minyak Kelapa. Skripsi. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor. Bogor, 30.
Sari, S. I., Widiastuti, I., & Lestari, S. D. (2018). Pengaruh Perbedaan Proses Fermentasi Terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Kecap Ikan Sepat Siam (Trichogaster pectoralis). Jurnal FishtecH, 7(1), 36-48.
Silaban, B., & Srimariana, E. S. (2013). Kandungan Nutrisi Dan Pemanfaatan Gonad Bulu Babi (Echinothrixs calamaris) Dalam Pembuatan Kue Bluder. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 16(2).
Silaban, R. (2013). Studi Pemanfaatan Enzim Papain Getah Buah Pepaya Untuk Melunakkan Daging. Jurnal Title, 1-12.
Simanjorang, E., Kurniawati, N., & Hasan, Z. (2012). Pengaruh penggunaan enzim papain dengan konsentrasi yang berbeda terhadap karakteristik kimia kecap tutut. Jurnal Perikanan Kelautan, 3(4), 209-220.
Soda, F. N., & Agustini, R. (2013). Pengaruh Penambahan Ion Logam K+ Terhadap Aktivitas Enzim Papain (The Addition Effect Of The Metal Ion K+ On The Papain Enzyme Activities). UNESA Journal of Chemistry, 2(2).
Srimariana, E. S., Silaban, B. B., & Lokollo, E. D. I. R. (2015). Potensi kerang manis (Gafrarium tumidum) di pesisir pantai Negeri Laha, Teluk Ambon sebagai sumber mineral. In Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversiti Indonesia (Vol. 4, No. 1, pp. 843-847).
Suprihatin, D. S. P. (2010). Pembuatan Asam Laktat dari Limbah Kubis. Makalah SEMNAS Ketahanan Pangan dan Energi, Teknik Kimia Soebardjo Brotohartandjono, Surabaya.
Syam, A. R., & Andamari, R. (2017). Populasi dan tingkat pemanfaatan bulu babi (Echinoidea) di Padang Lamun Pulau Osi, Seram Barat, Maluku Tengah. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 8(4), 31-37.
Toha, A. H. A. (2019). Keragaman genetik bulu babi (Echinoidea). Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, 12(2), 131-135.
Tupan, J., & br Silaban, B. (2017). Karakteristik fisik-kimia bulu babi Diadema setosum dari beberapa perairan Pulau Ambon. TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 13(2), 71-78.
Widyastuti, P., Riyadi, P. H., & Ibrahim, R. (2014). Mutu kecap ikan yang terbuat dari isi perut ikan manyung (Arius thalassinus) dengan konsentrasi garam yang berbeda. Jurnal Saintek Perikanan, 9(2), 18-23.
Wijayanti, I., Romadhon, R., & Rianingsih, L. (2015). 2. Pengaruh Konsentrasi Enzim Papain terhadap Kadar Proksimat dan Nilai Rendemen Hidrolisat Protein Ikan Bandeng (Chanos chanos Forks). Pena Akuatika: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 12(1).
Winarno, F. G. (1997). Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Yusron, E. (2010). Keanekaragaman jenis echinodermata di perairan teluk Kuta, Nusa Tenggara Barat. Makara Journal of Science.
Published
2022-04-30
Section
Articles