Uji Proteksi Kombinasi Antioksidan Asam Askorbat dan EDTA sebagai Pengkelat Pb Darah terhadap Kadar Hemoglobin Tikus (Mus musculus)

  • Sarno Setiawan Universitas Negeri Semarang
  • Irawan
  • Alfath Fanidya
Keywords: asam askorbat, hemoglobin, Na2EDTA, Pb darah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat proteksi antioksidan (kombinasi EDTA dan asam askorbat) terhadap kadar hemoglobin tikus putih yang dipapar timbal asetat. Jumlah perlakuan dibagi menjadi 6 kelompok. Setiap kelompok perlakuan dipapar Pb asetat 175 mg/kg BB kecuali kelompok kontrol. Kelompok kontrol, kelompok kontrol negatif, kelompok I (Na2EDTA 150 mg/kg BB), kelompok II (Na2EDTA 250 mg/kg BB), kelompok III (Na2EDTA 150 mg/kg BB dan asam askorbat 300 mg/kg BB), dan kelompok IV (Na2EDTA 250 mg/kg BB dan asam askorbat 500 mg/kg BB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol memiliki kadar hemoglobin tertinggi yaitu 13,1 gr/100 ml, sedangkan kelompok kontrol negatif yaitu 6,3 gr/100 ml, kelompok I yaitu 7,2 gr/100 ml, kelompok II yaitu 7,7 gr/100 ml, kelompok III yaitu 9,3 gr/100 ml, dan kelompok IV yaitu 8,3 gr/100 ml. Data tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh asam askorbat dan Na2EDTA dalam menormalkan kadar hemoglobin tikus putih. Kombinasi antioksidan paling efektif yaitu 300 mg/kg BB asam askorbat dengan 150 mg/kg BB Na2EDTA. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa f hitung < f tabel , sehingga Ho diterima artinya ada pengaruh induksi timbal asetat secara oral pada tikus terhadap kadar hemoglobin. Semakin banyak tikus putih diinduksi timbal asetat, maka kadar hemoglobin semakin rendah.

References

Anies. (2015). Penyakit Berbasis Lingkungan. :Berbagai Penyakit Menular dan Tidak Menular yang Disebabkan oleh Faktor Lingkungan. Cetakan 1. Yogyakarta: Ar-ruzz Media.

Arifuddin, A., & Asri, Elmatris. (2016). Efek Pemberian Vitamin C terhadap Gambaran Histopatologi Hati Tikus Wistar yang Terpapar Timbal Asetat. Jurnal Kesehatan Andalas,5 (1).

Doloksabiru, Bernike. (2008). Pengaruh Proteksi Vitamin C Terhadap Kadar Ureum Kreatinin, dan Gambaran Histopatologis Ginjal Mencit yang Dipapar Plumbun. Tesis. Medan: Universitas Sumatra Utara.

Flora, S. J. S., Mehta A., & Satsangi, K. (2003). Aluminum-induced oxidative stress in rat brain: response to combined administration of citric acid and HEDTA. Comparative Biochemistry and Physiology Part C: Toxicology & Pharmacology, 134(3), 319–328.

Hernayanti., Agung Saprasetya., Dwi Laksana., & Saefuddin, ‘Aziz. (2015). Efek Polimerase GENA GSTP-1 Terhadap Aktivitas Glutation S-Transferase (GST) Pada Individu terpapar Logam Berat Timbal . J. Manusia dan Lingkungan, 22(3), 305-309.

Kosnet, M. J. (2012). Heavy Metals Intoxication and Chelators (Chapter 57). Basic and Clinical Pharmacology. 12t edition. Editor Katzung, B,G. Masters, SB., Trevor, AJ.. Mc GrawHill Companies Inc.

Malaka, Iryani. (2012). Hubungan Kadar Timbel dalam Darah dengan Kadar Hemoglobin dan Hematokrit pada Petugas Pintu Tol Jagorawi. Jurnal kesehatan masyarakat, 6 (1).

Muliyadi., H. J. Mukono., & Haryanto N. (2015). Paparan Timbal Udara Terhadap Timbal Darah, Hemoglobin, Cystatin C Serum Pekerja Pengecatan Mobil. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 87-95.

Palar, H. (2008). Pencemaran & Toksikologi Logam Berat. Jakarta: Rineka Cipta.

Purwani, R.D., & Hadi, H. (2002). Pengaruh pemberian pil besi folat dan pil vitamin C terhadap perubahan kadar hemoglobin anak Sekolah Dasar yang anemia di Desa Nelayan Kabupaten Rembang. Jurnal Kedokteran Yarsi, 10, 8-15.

WHO (World Health Organisation). (2011). Lead in Drinking-water. Background document for development of WHO Guidelines for Drinking-water Quality.

Yulaipi, Aunurohim. (2013). Bioakumulasi Logam Berat Timbal (Pb) dan hubungannya dengan Laju Pertumbuhan Ikan mujair (Oreochromis mossambicus). Jurnal sains dan semi pormits, 2(2), 2337-3520.

Published
2019-05-30
Section
Articles