Ekonomi Politik Neoliberalisme International Monetary Fund (IMF)

Studi Kasus Indonesia 1997-1998

  • Yandi Hermawandi Universitas Garut
Keywords: Neoliberalism, Indonesia political economy, International Monetary Fund (IMF), Indonesia Economic Crisis

Abstract

Krisis politik 1998 adalah puncak krisis Indonesia yang berisi tuntutan adanya reformasi di berbagai sektor, termasuk politik. Krisis politik ini sendiri telah mengakibatkan hilangnya legitimasi pemerintah Orde Baru sebagai pemegang mandat kekuasaan politik di Indonesia. Padahal faktanya sejak awal krisis terjadi, pada akhir Oktober 1997 hingga April 1998 pemerintah Indonesia mengundang IMF dengan melakukan beberapa kali nota kesepakatan (Letter of Intent) untuk penanganan krisis dan memperbaiki kondisi keuangan rupiah yang sakit parah. Penelitian ini fokus menganalisis ekonomi politik neoliberalisme International Monetary Fund (IMF) yang tertuang pada Letter of Intent dalam krisis politik Indonesia 1997-1998 tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif. Kerangka teori yang digunakan adalah teori Washington Consensus yang dikembangkan oleh John Williamson yang merupakan operasionalisasi dari gagasan ekonomi politik neoliberalisme. Hasil pembahasan menunjukan bahwa kebijakan-kebijakan IMF dalam penanganan krisis di Indonesia yang tertuang dalam Letter of Intent tersebut tidak terlepas dari agenda-agenda Washington Consensus yang berdasarkan pada konsep ekonomi politik neoliberalisme.

Published
2019-03-22
How to Cite
Hermawandi, Y. (2019). Ekonomi Politik Neoliberalisme International Monetary Fund (IMF). KEMUDI : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(2), 237-254. https://doi.org/10.31629/kemudi.v3i2.868