Pengaruh Parameter Oseanografi Terhadap Tangkapan Ikan Tuna (Thunnus sp.) di Perairan Provinsi Bengkulu Berdasarkan Variasi Musim

Penulis

  • Fina Apriza Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Bengkulu, Indonesia 38122
  • Siti Hairunnisa Norfahmi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Bengkulu, Indonesia 38122
  • Supiyati Supiyati Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Bengkulu, Indonesia 38122
  • Yuyun Erwina Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Bengkulu, Indonesia 38222

DOI:

https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v9i2.7291

Kata Kunci:

Musim, Parameter Oseanografi, Perairan Bengkulu, Tangkapan Ikan Tuna

Abstrak

Ikan tuna adalah sumber daya ikan di Provinsi Bengkulu yang cukup potensial untuk diekspor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh parameter oseanografi terhadap hasil tangkapan ikan tuna di perairan Laut Provinsi Bengkulu. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data hasil tangkapan ikan tuna dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu dan data parameter oseanografi diperoleh dari Marine Copernicus yang selanjutnya diolah menggunakan software OpenGrADS, software Panoply, dan ArcMap 10. Analisis dilakukan secara deskriptif, kuantitatif, dan statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil tangkapan ikan tuna terbanyak di perairan Provinsi Bengkulu secara umum terjadi pada musim barat yaitu di Kabupaten Kaur tahun 2023, kecuali di Kabupaten Bengkulu Tengah yang terjadi pada musim peralihan I tahun 2022. Di Kabupaten Kaur hasil tangkapan ikan tuna sebesar 39,6 ton dengan kecepatan angin 4,43 m/s, kecepatan arus 0,23 m/s, suhu permukaan laut 28,33 °C, salinitas 33 psu, dan klorofil-a 0,13 mg/m³. Untuk di Kabupaten Bengkulu Tengah hasil tangkapan ikan tuna sebesar 8,67 ton dengan kecepatan angin 1,35 m/s, kecepatan arus sebesar 0,08612 m/s, suhu permukaan laut 30°C, salinitas 33 psu, dan klorofil-a 2,07 mg/m³. Hasil tangkapan ikan tuna terendah terdapat di Kabupaten Bengkulu Tengah pada musim peralihan II tahun 2018 sebesar 2 ton dengan kecepatan angin 1,01 m/s, kecepatan arus sebesar 0,09 m/s, suhu permukaan laut 28,33 °C, salinitas 34 psu, dan klorofil-a 2,37 mg/m³. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh bahwa hubungan hasil tangkapan ikan tuna berkorelasi kuat terhadap arus, suhu permukaan laut, salinitas, dan klorofil-a dengan rentang nilai R sebesar 0,59 – 0,99 untuk setiap musim di perairan laut Bengkulu Utara, Kaur, Kota Bengkulu, dan Bengkulu Tengah.

Referensi

Damara, I. G. A. G. B. G., Dharma, I. G. B. S., & Suteja, Y. (2020). Pengaruh Suhu Permukaan Laut terhadap Hasil Tangkapan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Selat Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences, 6(2), 169. https://doi.org/10.24843/jmas.2020.v06.i02.p3

Durack, P. J., & Wijffels, S. E. (2010). Fifty-Year trends in global ocean salinities and their relationship to broad-scale warming. Journal of Climate, 23(16), 4342–4362. https://doi.org/10.1175/2010JCLI3377.1

Hatta, M. (2014). Hubungan antara Parameter Oseanografi dengan Kandungan Klorofil-A Pada Musim Timur Di Perairan Utara Papua. Torani Journal of Fisheries and Marine Science, 24(3), 29–39. https://doi.org/10.35911/torani.v24i3.235

Julita, R., & Mujiono (2019). Estimasi Zona Potensial Penangkapan Ikan (Zppi) Provinsi Bengkulu Menggunakan Citra Satelit Modis Aqua. JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research, 3(3), 359–366. https://doi.org/10.21776/ub.jfmr.2019.003.03.11

Juniarti, L., Jumarang, M.I., & Apriansyah, A. (2017). Analisis kondisi suhu dan salinitas perairan barat Sumatera menggunakan data Argo Float. Physics Communication, 1(1), 74–84. https://doi.org/10.15294/physcomm.v1i1.9005

Kusuma, D. W., Murdimanto, A., Aden, L. Y., Sukresno, B., Jatisworo, D., & Hanintyo, R. (2017). Sea Surface Temperature Dynamics in Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 98(012038). https://doi.org/10.1088/1755-1315/98/1/012038

Lehodey, P., Chai, F., & Hampton, J. (2003). Modelling climate-related variability of tuna populations from a coupled ocean-biogeochemical-populations dynamics model. Fisheries Oceanography, 12(4–5), 483–494. https://doi.org/10.1046/j.1365-2419.2003.00244.x

Lehodey, P., Senina, I., & Murtugudde, R. (2008). A spatial ecosystem and populations dynamics model (SEAPODYM) - Modeling of tuna and tuna-like populations. Progress in Oceanography, 78(4), 304–318. https://doi.org/10.1016/j.pocean.2008.06.004

Pandu, J. A., Kangkan A. L, & Paulus C. A. (2024). Pemetaan Daerah Penangkapan Ikan Berdasarkan Sebaran Klorofi-A dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Perairan Kokar. Jurnal Ilmiah Bahari Papadak, 5(1), 105–121.

Piontkovski, S. A., Al-Gheilani, H. M. H., Jupp, B., Sarma, V. Y., & Al-Azri, A. R. (2012). The relationship between algal blooms, fish kill incidents, and oxygen depletions along the omani coast. International Journal of Oceans and Oceanography, 6(2), 145–177.

Pratama, G. B., Baihaqi, F., & Aisyah, A. (2024). Studi Literatur: Pengaruh Parameter Oseanografi Terhadap Kelimpahan Ikan Pelagis. Octopus: Jurnal Ilmu Perikanan, 13(2), 66-73. https://doi.org/10.26618/o.v13i2.16539

Purwanto, P., Sugianto, D. N., Zainuri, M., Permatasari, G., Atmodjo, W., Rochaddi, B., Ismanto, A., Wetchayont, P., & Wirasatriya, A. (2021). Seasonal variability of waves within the indonesian seas and its relation with the monsoon wind. Ilmu Kelautan: Indonesian Journal of Marine Sciences, 26(3), 189–196. https://doi.org/10.14710/ik.ijms.26.3.189-196

Ratnawati, H. I., Hidayat, R., Bey, A., & June, T. (2016). Upwelling di Laut Banda dan Pesisir Selatan Jawa serta Hubungannya dengan ENSO dan IOD. Omni-Akuatika, 12(3), 119–130. https://doi.org/10.20884/1.oa.2016.12.3.134

Rosmasita, R., Usman, U., & Sari, T. E. Y. (2016). The Relations Chlorophyll-A Concentration With Catched Tuna ( Thunnus sp ) in West Sumatra Using Satellite Imagery Aqua Modis. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.

Simamora, E. S., Amarrohman, F. J., & Wijaya, A. P. (2022). Penetapan Batas Pengelolaan Wilayah Laut Provinsi Bengkulu. Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika, 05(01), 30–36.

Sitinjak, L., Afriani, A., Padang, W. S., & Munthe, E. (2023). Pengaruh Curah Hujan dan Kecepatan Angin Terhadap Hasil Tangkapan Purse Seine Periode Tahun 2022 di Perairan Pantai Barat Sumatra. Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan, 5(2), 51-53. https://doi.org/10.300491/tapiannauli.v5i2.206

Tangke, U., Karuwal, J. C., Zainuddin, M., & Mallawa, A. (2015). Sebaran Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-A Pengaruhnya Terhadap Hasil Tangkapan Yellowfin Tuna (Thunnus albacares) di Perairan Laut Halmahera Bagian Selatan. Jurnal Ipteks Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, 2(3), 248–260. https://doi.org/10.20956/jipsp.v2i3.78

Wahyudi, I. (2019). Hubungan Parameter Oseanografi Terhadap Produksi Hasil Tangkapan Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) Di Perairan Prigi Trenggalek (Study Kasus Nelayan Kapal Purse Seine). [Skripsi]. Universitas Brawijaya. Malang.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-27

Cara Mengutip

Apriza, F., Norfahmi, S. H., Supiyati, S., & Erwina, Y. (2026). Pengaruh Parameter Oseanografi Terhadap Tangkapan Ikan Tuna (Thunnus sp.) di Perairan Provinsi Bengkulu Berdasarkan Variasi Musim. Akuatiklestari, 9(2), 136-153. https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v9i2.7291