Karakteristik Habitat dan Kelimpahan Kerang Dara (Anadara granosa) di Zona Intertidal Pantai Sepahat Kabupaten Bengkalis
DOI:
https://doi.org/10.31629/gdve7b94Keywords:
Abrasi, Bahan Organik, Fraksi Sedimen, Mangrove, PencemaranAbstract
Wilayah pesisir memiliki peranan penting sebagai habitat berbagai biota akuatik, salah satunya kerang dara (Anadara granosa) yang bernilai ekonomis tinggi dan berpotensi sebagai bioindikator lingkungan. Namun, degradasi habitat akibat abrasi pantai, pencemaran, dan kerusakan ekosistem mangrove di pesisir Kabupaten Bengkalis dapat memengaruhi kelimpahan kerang dara. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik habitat dan kelimpahan kerang dara (Anadara granosa) di zona intertidal Pantai Sepahat, Kabupaten Bengkalis. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode transek garis dan kuadrat pada tiga subzona intertidal (upper, middle, dan lower). Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, salinitas, dan pH secara in situ, sedangkan analisis fraksi sedimen dan kandungan bahan organik dilakukan di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu perairan berkisar antara 31–32°C, salinitas 29–32 ppt, dan pH 6,0–6,25 yang masih sesuai untuk kehidupan A. granosa. Jenis sedimen didominasi oleh lumpur berpasir dengan kandungan bahan organik tertinggi pada zona middle. Kelimpahan tertinggi juga ditemukan pada zona middle dengan rata-rata 3,2 ind/m². Hasil analisis menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kandungan bahan organik sedimen dan kelimpahan kerang dara (r = 0,81). Hal ini mengindikasikan bahwa A. granosa lebih menyukai substrat halus yang kaya bahan organik sebagai habitat hidupnya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan sumber daya kerang dara dan perencanaan konservasi wilayah pesisir secara berkelanjutan di Kabupaten Bengkalis.
References
Abdurrahman, M. (2017). Kelimpahan dan Sebaran Kerang Dara (Anadara granosa) di Zona Intertidal Ekosistem Mangrove Monospesies (Avicennia alba) di Desa Anak Setatah, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. [Skripsi]. Universitas Riau.
Basri, H. (2021). Pengelolaan, Pengawasan Kawasan Pesisir dan Laut di Indonesia. REUSAM: Jurnal Ilmu Hukum, 8(2), 1–27. https://doi.org/10.29103/reusam.v8i2.3713
FAO (Fisheries and Aquaculture Organization). (2009). Spesies fact sheets: Anadara granosa. http://www.fao.org/fishery/species/3503
Handjojo, Z. O., Manurung, T. F., & Utomo, K. P. (2016). Perubahan Garis Pantai Akibat Kerusakan Hutan Mangrove di Kelurahan Terusan Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 4(1), 1-10. https://doi.org/10.26418/jtllb.v4i1.17761
Kafi, S. U., Zulfikar, Z., & Khalil, M. (2024). Biometric and condition index of Anadara antiquata (Bivalvia: Arcidae) from the intertidal area of Lhokseumawe, Indonesia. Journal of Marine Studies, 1(3), 1304. https://doi.org/10.29103/joms.v1i3.18759
Mulki, A. B. R., Suryono, C. A., & Suprijanto, J. (2014). Variasi Ukuran Kerang Darah (Anadara granosa) di Perairan Pesisir Kecamatan Genuk Kota Semarang. Journal of Marine Research, 3(2), 122-131. https://doi.org/10.14710/jmr.v3i2.4973
Nugroho, S. S., Safitri, K. I., Syamsuadi, A., Syahrier, F. A., & Pratama, G. (2025). Collaborative Governance dalam Mitigasi Abrasi di Kabupaten Bengkalis Provins Riau. SUMUR-Jurnal Sosial Humaniora, 3(2), 43-55. https://doi.org/10.58794/sumur.v3i2.1625
Nurdin, J., Marusin, N., Izmiarti, I., & Anjas, A. (2006). Kepadatan Populasi dan Pertumbuhan Kerang Darah Anadara Antiquata L. (Bivalvia: Arcidae) di Teluk Sungai Pisang, Kota Padang, Sumatera Barat. Makara Journal of Science, 10(2), 15. https://scholarhub.ui.ac.id/science/vol10/iss2/15
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia “PP No. 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” Jakarta, 2021.
Prasojo, S. A., Irwani, I., & Suryono, C. A. (2012). Distribusi dan Kelas Ukuran Panjang Kerang Darah (Anadara granosa) di Perairan Pesisir Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Journal of Marine Research, 1(1), 137-145. https://doi.org/10.14710/jmr.v1i1.2001
Rifardi, R. (2008). Ukuran Butir Sedimen Perairan Pantai Dumai Selat Rupat Bagian Timur Sumatera. Jurnal Ilmu Lingkungan, 2(2), 12-21.
Simanjuntak, N., Rifardi, R., & Tanjung, A. (2020). Hubungan Karakteristik Sedimen dan Bahan Organik Sedimen dengan Kelimpahan Kerang Darah (Anadara granosa) di Perairan Tanjung Balai Asahan Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 25(1), 6-17. https://doi.org/10.31258/JPK.25.1.6-17
Sudiyar, Supratman, O., & Syari, I. A. (2019). Hubungan Kepadatan Bivalvia dengan Parameter Lingkungan di Pesisir Tanjung Pura Kabupaten Bangka Tengah. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan, 13(2), 112-121. https://doi.org/10.33019/akuatik.v13i2.1434
Tamara, Y. (2022). Distribusi dan Pola Pertumbuhan Kijing Air Tawar (Pilsbryoconcha exilis) di Perairan Sungai Batangan Desa Senakin Kabupaten Landak. [Disertasi]. Universitas Tanjungpura.
Tje, M., Yahyah, Y., & Toruan, L. (2020). Analisa Kelimpahan Kerang Darah (Anadara granosa) dan Pemanfaatannya oleh Masyarakat di Desa Oebelo, Kabupaten Kupang. Jurnal Aquatik, 2(2), 31-40. https://doi.org/10.35508/aquatik.v2i2.2566
Triatmaja, R. A., Pursetyo, K. T., & Triastuti, J. (2019). The density of blood cockle (Tegillarca granosa) population in the river estuary of industrial area. Aquaculture, Aquarium, Conservation & Legislation, 12(4), 1025-1030.
Trisnadi, Y. S., Muliadi, M., & Nurdiansyah, S. I. (2024). Morfometri dan Karakteristik Reproduksi (Rasio Kelamin dan Indeks Kematangan Gonad) Kerang Darah (Anadara granosa) di Perairan Pemangkat Kota Kalimantan Barat. Jurnal Laut Khatulistiwa, 7(3), 190-198. https://doi.org/10.26418/lkuntan.v7i3.71417
Yasmin, S., & Kurniawan, H., 2009. SPSS Complete: Teknik Analisis Statistik Terhadap dengan Software SPSS. Salemba Infotek.
Zulfahmi, I., Helmi, K., Rahmah, S., Kautsari, N., Maulida, S., & Nur, F. M. (2021). Kondisi Biometrik Kerang Darah, Tegillarca granosa, di Pesisir Pantai Utara Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 26(4), 620-629. https://doi.org10.18343/jipi.26.4.620
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Chusnul Khotimah Arramadani, Muhammad Fauzi, Eko Prianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






