Tata Kelola dan Kebijakan Wilayah Konservasi Mangrove Di Kabupaten Bintan

  • Irman Irman Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Dhani Akbar Universitas Maritim Raja Ali Haji
Keywords: Kebijakan, Keberlanjutan lingkungan, Penerapan Hukum

Abstract

Mangrove di pulau Bintan, sama halnya yang terjadi di Indonesia, mengalami sejumlah permasalahan umum seperti imbas dari penangkapan ikan, pembangunan pesisir,pencemaran lingkungan, perubahan iklim dan pengasaman laut. Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 120/2020 Tahun 2020 menandai pembentukan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove atau BRGM oleh Pemerintah Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode desktiptip kualitatif, yang mana dijabarkan melalui telaah kebijakan dan hokum lingkungan. Adapun dalam indikator kebijakan, seringkali yang dijumpai dalam model kebijakan Top-Down ataupun Bottom-Up, yang seringkali dilihat adalah goal daripada kebijakan tersebut, namun, dua kelompok penulis penting secara eksplisit menghubungkan variabel ke dalam model, Mazmanian dan Sabatier. Penegakan hukum Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, adalah tentang kriteria perbaikan kerusakan ekosistem lingkungan dan perubahan iklim. salah satu dari perlindungan ekosistem mangrove dan Peraturan Daerah (PERDA) No. 14/2007 tentang Ketetanggaan Pulau Bintan dan perencanaan wilayah pesisir. pelestarian mangrove di Bintan, Pemerintah perlu menerapkan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) dengan peta sinkron, Rencana Peraturan Daerah Provinsi (RAPENDA).

References

Akbar, D., Irman, Yudiatmaja, W. E., & Fadli, K. (2021). Managing mangrove forest in Bintan Island: Socio-economic benefits of climate change mitigation and adaptation. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 724(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/724/1/012103

Akbar, D, Mariani, Yudiatmaja, W. E., & Edison. (2021). Governance of mangrove restoration and conservation to climate change resilience in Bintan Island. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 824(1), 012048. https://doi.org/10.1088/1755-1315/824/1/012048

Akbar, Dhani, Setiawan, A., Prayuda, R., Putra, A., Aznor, A., & Yudiatmaja, W. E. (2020). Community Preparedness on Transboundary Oil Spill Governance in Bintan Island. Journal of Physics: Conference Series, 1655(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1655/1/012144

Andresen, S. (1995). IlASA. June.

Giesen et al. (2006). Mangrove Guidebook Forsoutheastasia.

Ikenberry, G. J., & Wendt, A. (1999). Social Theory of International Politics. Foreign Affairs, 78(6), 142. https://doi.org/10.2307/20049552

KEMENLHK. (2020). KepmenLHK tentang Rencana Operasional Padat Karya Penanaman Mangrove.

Kristanti, D., Yudiatmaja, W. E., Rezeki, S. R. I., Yudithia, Samnuzulsari, T., Suyito, Safitri, D. P., & Akbar, D. (2021). Network governance in addressing climate change: a case study of the Asian Cities Climate Change Resilience Network (ACCCRN) in Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 724(1), 012091. https://doi.org/10.1088/1755-1315/724/1/012091

Levy, M. A., Young, O. R., & Zürn, M. (1995). The Study of International Regimes. European Journal of International Relations, 1(3), 267–330. https://doi.org/10.1177/1354066195001003001

Mcleod, E., & Salm, R. V. (2006). Managing Mangroves for Resilience to Climate Change. In Science (Vol. 64pp, Issue 2). https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Patil, P. G., Virdin, J., Diez, S. M., Roberts, J., & Singh, A. (2016). Toward a blue economy: a promise for sustainable growth in the Caribbean. An Overview. The World Bank, 92. http://documents.worldbank.org/curated/en/965641473449861013/pdf/AUS16344-REVISED-v1-BlueEconomy-FullReport-Oct3.pdf

Pramudji. (2011). Hutan Mangrove Di Indonesia: Peranan Permasalahan Dan Pengelolaannya. Oseana, 25(1), 13–20.

Setijawati, V. W. (2017). Reclaiming Jakarta’s Noth Coast: Perspectives from the Defence, Security, and Constitutional Aspects. Jurnal Hukum Dan Pembangunan, 47(2), 225–238.

Tan, K. H. (2007). Mangrove Plant Diversity in Southeast and East Asia. UNEP/GEF SCS Project Training Course on Sustainable Mangrove Management, May.

Wolinsky, D. F. S., & Yael. (2020). Cases, Numbers, Models: International Relations Research Methods. Study on International Politics, November, 87–124. https://doi.org/10.1142/9789811214042_0003

Yudiatmaja, W. E., Yudithia, Samnuzulsari, T., Suyito, & Edison. (2020). Social capital of local communities in the water resources management: An insight from Kepulauan Riau. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 771(1). https://doi.org/10.1088/1757-899X/771/1/012067

Published
2021-08-15
How to Cite
Irman, I., & Akbar, D. (2021). Tata Kelola dan Kebijakan Wilayah Konservasi Mangrove Di Kabupaten Bintan. KEMUDI : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 6(01), 75-82. https://doi.org/10.31629/kemudi.v6i01.3671