Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis

  • Andriyus Andriyus Universitas Islam Riau
  • Ranggi Ade Febrian Universitas Islam Riau
  • Handrisal Handrisal Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Dita Fisdian Adni Universitas Islam Riau
Keywords: Empowerment, Remote Indigenous Communities, Local Government

Abstract

In general, the problem associated with Remote Indigenous Communities is accessibility to public facilities that enable them to transform their lives into a better direction. Lack of accessibility to the outside world which causes Remote Indigenous people to fall into various aspects of life such as poverty, low health levels, education levels and others. The purpose of this study was to analyze the Remote Indigenous Community Empowerment by the Bengkalis Regency Government. The results of this study are useful as information and input from the Bengkalis Regency Government in making policies related to the empowerment of Remote Traditional Communities in the Bengkalis Regency Regional Government. The results of this study indicate that the empowerment of Remote Indigenous Communities carried out by the Bengkalis Regency Government. not running properly because seen from human empowerment, social environment and social protection and advocacy is still limited to providing assistance for facilities and infrastructure, there are no concrete steps to improve the quality of the isolated indigenous community. The existence of barriers to empowerment is the limited budget and not yet open to the community of Remote Indigenous Communities to receive new things.

References

Abu Huraerah. 2008. Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat Model dan Strategi Pembangunan Berbasis Kerakyatan. Humaniora. Bandung.

Ambar Teguh Sulistyani. 2004. Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Graha Ilmu. Yogyakarta.

A.M.W. Panarka dan Vidyandika Moeljarto. 1996. Pemberdayaan Konsep Kebijakan dan Implementasi. CSIS. Jakarta.

Azizy, A. Qodri. 2007. Change Management dalam Reformasi Birokrasi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Aziz, Moh. Ali dkk. 2005. Dakwah Pemberdayaan Masyarakat : Paradigma Aksi

Metodologi. PT. LKiS Pelangi Nusantara.Yogyakarta.:

Dunn N, William. 2000. Analisis Kebijakan Publik. Gadjahmada University Press. Yogyakarta.

Hanif, Nurcholis. 2005. Teori dan Praktek Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Grasindo. Jakarta.

Hessel Nogi S. Tangkilisan. 2003. Kebijakan Publik yang Membumi,

Konsep, Strategi dan Kasus,. Lukman Offset dan YPAPI. Yogyakarta.

Islamy, M. Irfan. 2002. Prinsip-Prinsip Perumusan Kebijaksanaan Negara. Bumi Aksara. Jakarta.

Labolo, Muhadam. 2007. Memahami Ilmu Pemerintahan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Manurung, Hendarso. 2005. Metode Penelitian. Diktat. Jakarta.

Ndraha,Taliziduhu. 1997. Metodologi Ilmu Pemerintahan. Rineka Cipta. Jakarta.

-----------------------. 2003. Kybernologi. Rineka Cipta. Jakarta.

-----------------------. 2008. Kybernologi Sebuah Metamorphosis. Sirao Credentia Center. Tangerang.

Nugroho, Ryant. 2003. Kebijakan Publik Formulasi, Implementasi dan Evaluasi. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.

Rasyid, Riyas. 2002. Makna Pemerintahan Tinjauan dari Segi Etika dan Kepemimpinan. PT.Mutiara Sumber Widia. Jakarta.

Sedarmayanti. 2004. Good Governance. Mandar Maju. Jakarta.

Subarsono, A. G. 2005. Analisis Kebijakan Publik Konsep, Teori dan Aplikasi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Suharsimi, Arikunto. 2006. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta.

Suharto, Edi, 2006. Analisis Kebijakan Publik : Panduan Praktis Mengkaji Masalah dan Kebijakan Sosial. Alfabeta, Bandung.

Sulaeman Affan. 1998. Diktat Kebijakan Pemerintah. BKU Ilmu Pemerintahan Kerjasama Unpad – IIP. Bandung.

Supriyatno, Budi. 2009. Manajemen Pemerintahan. Media Brilian. Tanggerang.

Sumaryadi. 2005. Perencanaan Pembangunan Daerah Otonom dan

Pemberdayaan Masyarakat. CV Citra Utama. Jakarta.

Sumoprawiro, Hariyoso. 2002. Pembaruan Birokrasi Dan Kebijaksanaan Publik. Peradaban. Jakarta.

Suharto, Edi. 2010. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Refika Aditama. Bandung.

Suhendra, K. 2006. Peranan Birokrasi Dalam Pemberdayaan Masyarakat.

Alfabeta. Bandung.

Sugiyono. 2001. Metode Penelitian Administrasi. Penerbit Alfabeta. Bandung.

Suparjan dan Hempri Suyatno. 2003. Pengembangan Masyarakat dari

Pembangunan Sampai Pemberdayaan. Aditya Media. Yogyakarta.

Suyanto, Bagong & Sutinah. 2007. Metode Penelitian Sosial : Berbagai Alternatif Pendekatan. Prenada Media. Jakarta.

Syafi’ie, Kencana, Inu. 2002. Sistem Pemerintahan Indonesia. Rineka Cipta. Jakarta.

Wibawa, Samodra. 1994. Kebijakan Publik Proses dan Analisis. Intermedia. Jakarta.

Widjaja. 2003. Otonomi Desa Merupakan Otonomi Yang Asli, Bulat dan Utuh. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Winarno, Budi. 2002. Teori dan Proses Kebijakan Publik. Media Pressindo. Yogyakarta.

-------------------. 2007. Kebijakan Publik :Teori dan Proses. Media Pressindo. Yogyakarta.

-------------------. 2008. Kebijakan Publik : Teori dan Proses. PT Buku Kita. Jakarta.

Winarni, Tri. 1998. Memahami Pemberdayaan Masyarakat Desa Partisipatif dalam Orientasi Pembangunan Masyarakat Desa Menyongsong Abad 21: Menuju Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat. Aditya Media. Yogyakarta.

Wirawan. 2011. Evaluasi Teori Model Standar Aplikasi dan Profesi, Contoh Aplikasi Evaluasi Program: Pengembangan Sumber Daya Manusia, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan, Kurikulum, Perpustakaan, dan Buku Tes. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Peraturan Perundang-Undangan :

Keputusan Presiden Nomor 111 Tahun 1999 Tentang Pembinaan Kesejahteraan Sosial Komunitas Adat Terpencil

Published
2021-08-15
How to Cite
Andriyus, A., Febrian, R. A., Handrisal, H., & Adni, D. F. (2021). Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis. KEMUDI : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 6(01), 63-74. https://doi.org/10.31629/kemudi.v6i01.3660