PEMEROLEHAN BAHASA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNARUNGU) DALAM MEMAHAMI BAHASA

  • nur_haliza liza universita Jambi
  • Eko Kuntarto
  • Ade Kusmana

Abstract

Anak tunarungu adalah anak yang mengalami gangguan pendengaran yang diklasifikasikan kedalam tuli (deaf) dan kurang pendengaran (hard of hearing). Dampak langsung dari ketunarunguan adalah terhambatnya komunikasi verbal/lisan, baik secara berbicara (ekspresif) maupun memahami pembicaraan orang lain (reseptif). Pemerolehan bahasa pertama anak tunarungu dapat dilakukan dengan komunikasi total. Komunikasi total merupakan sistem komunikasi paling efektif karena selain menggunakan bentuk komunikasi secara lisan atau disebut oral, dengan kegiatan membaca, menulis, membaca ujaran, juga dilengkapi dengan bentuk isyarat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemerolehan bahasa anak berkebutuhan khusus (tunarungu) dalam memahami bahasa. Subjek dalam penelitian ini adalah anak berkebutuhan khusus yang mengalami ketunarunguan wicara (tunarungu) sedangkan objek penelitian ini difokuskan hanya pada satu anak yaitu Mila Erdita anak usia 15 tahun. Penelitian ini merujuk pada studi kasus dengan jenis penelitian deksriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini akan dilakukan melalui tiga cara yaitu; teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi.  Hasil penelitian ini menunjukkan anak tunarungu dapat memperoleh bahasa seacara komunikasi total menggunakan bentuk komunikasi secara lisan atau disebut oral, dengan kegiatan membaca, menulis, membaca ujaran, juga dilengkapi dengan bentuk isyarat dengan menggunakan kalimat-kalimat sederhana.

References

Bunawan, L. (2009). Komunikasi Total Panduan Untuk Penyelenggaraan Pendidikan Tunarungu. Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Pengembangan Kurikulum dan Sarana Pendidikan.

Chaer, A. (2003). Psikolinguistik Kajian Teoritik. Jakarta: PT Reneka Cipta.

Christine, J. (2016). Pemerolehan Bahasa Anak Tunarungu. Jpp Paud Untirta, Vol. 3 No.

Gunawan, D. (2016). Modul Guru Pembelajaran SLB Tunarungu . Bandung: PPPPTK TK DAN PLB.

Hernawati, T. (2007). Pengembangan Kemampuan Berbahasa Dan Berbicara Anak Tunarungu. JASSI_ JASSI_ JASSI_ JASSI_anakku, 7, 101–110.

Kuntarto, E, dkk. (2017). Dasar-dasar Psikolinguistik Naskah Hibah Buku Nasional. Direktorat Sumber Daya Manusia Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Moleong, L. J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Noviantari. (2010). Panduan Pelaksanaan Komunikasi Total Bagi Orang Dengan Kecacatan Rungu Wicara. Direktorat Rehabilitasi Sosial Orang Dengan Kecacatan Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Nurdina, A. (2015). Studi Kasus Tentang Kemampuan Membaca Ujaran Anak Tunarungu Di Slb- B Dena Upakara Wonosobo. negeri yogyakarta.

Siswomartono S. (2007). Cara Mudah Belajar SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia). Federasi Nasional untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (FNKTRI): Jakarta.

Widia, Y. A., & The. (n.d.). Pemerolehan Kosakata Anak Tunarungu Berdasarkan Kelas Kata Bahasa Indonesia Di Sdlb Karya Mulia Ii Surabaya: Kajian Psikolinguistik. Skriptorium, 1(2), 129–142.

Winarsih, M. (2010). Pembelajaran Bahasa Bagi Anak Tunarungu. Perspektif Ilmu Pendidikan, 22, 103–113.

Yosinta desy k. (2009). Pemerolehan Bahasa Indonesia Anak Tunarungu Usia 7-10 Tahun ( Studi Kasus Pada Tina Dan Viki ). muhammadiyah surakarta.

Published
2020-11-23
How to Cite
liza, nur_haliza, Kuntarto, E., & Kusmana, A. (2020). PEMEROLEHAN BAHASA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNARUNGU) DALAM MEMAHAMI BAHASA. Jermal, 1(2), 89-97. https://doi.org/10.31629/jermal.v1i2.2214