Hubungan Bivalvia dan Lamun di Perairan Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan

  • Mariani Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111
  • Winny Retna Melani Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111 https://orcid.org/0000-0002-5720-2258
  • Febrianti Lestari Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111 https://orcid.org/0000-0003-4361-7038
Keywords: Bivalvia, Lamun, Desa Teluk Bakau, Bintan

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  melihat  tingkat  asosiasi  bivalvia  pada  ekosistem lamun di Perairan Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilakukan selama bulan Februari sampai dengan Juli 2018. Metode penelitian dilakukan dengan dengan pendekatan metode random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lamun yang dijumpai di perairan Desa Teluk Bakau terdiri atas; Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halodule uninervis, dan Cymodocea rotundata, dengan kerapatan tergolong agak rapat. Jenis bivalvia yang dijumpai pada kawasan padang lamun Desa Teluk Bakau hanya terdiri atas 3 spesies yakni Tellina sp. (kerang remis besar), Gafrarium sp. (kerang gorap), serta Mactra sp. (kerang remis) dengan kepadatan  total  yakni  1,03  individu/m2.  Diketahui  dari  hasil  analisis  regresi  diperoleh persamaan Y=0,853+0,0017x, artinya semakin meningkatnya satu tegakan kerapatan lamun akan meningkatkan kelimpahan bivalvia sebesar 0,0017 ind/m2.

References

Arbi. U.Y. (2016). Moluska Benthik Di Perairan Lima Muara Sungai Kawasan Teluk Lamong Surabaya, Jawa Timur. Jurnal Tropical Biodiversity and Biotechnology, 1(2): 55-61.

Arkham. N.A, Adrianto, L., & Wardiatno, Y. (2015). The Study of Seagrass Ecosystem and Small-Scale Fisheries Linkages (Case Studie: Malang Rapat and Berakit Village, Bintan Regency, Riau Islands). Jurnal Sosek Kelautan Perikanan, 10(2): 137-148.

Fachrul, M.F. (2007). Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara. Jakarta.

Gosari, B.A., & Haris, A. (2012). Study of Seagrass Density and Coverage at Spermond Archipelago. Jurnal Torani, 22(3): 156-168.

Indrawan, G.S., Yusup, D.S., & Ulihuha, D. (2016). Asosiasi Makrozoobentos pada Padang Lamun di Pantai Merta Segara Sanur, Bali. Jurnal Biologi, 20(1): 11-16.

Istiqlal, B.A., Yusup, D.S., & Suartini, N.M. (2013). Horizontal Distribution Of Mollusc On Seagrass Beds At Merta Segara Beach Sanur, Denpasar. Jurnal Biologi, 17(1): 10-14.

Kisman, M.D., Ramadhan, A., & Djirimu, M. (2016). Jenis Jenis dan Keanekaragaman Bivalvia di Perairan Laut Pulau Maputi Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala dan Pemanfaatannya Sebagai Media Pembelajaran Biologi. Jurnal e-jipbiol, 4(1): 1-14.

Kusnadi, A., Triandiza, T., & Hernawan, U.E. (2008). Inventarisasi Jenis dan Potensi Moluska Padang Lamun di Kepulauan Kei Kecil, Maluku Tenggara. Jurnal Biodiversitas, 9(1): 30-34.

Litaay, M., Priosambodo, D., Asmus, H., & Saleh, A. (2007). Makrozoobentos yang Berasosiasi dengan Padang Lamun diperairan Pulau Barrang Lompo, Makassar, Sulawesi Selatan. Jurnal Berita Biologi, 8(4): 299-305.

Nurdin, J., Marusin, N., & Izmiarti. (2006). Kepadatan Populasi Dan Pertumbuhan Kerang Darah Anadara antiquata L. (Bivalvia: Arcidae) Di Teluk Sungai Pisang, Kota Padang, Sumatera Barat. Jurnal Makara Sains, 10(2): 96-101.

Purba, R.R., Lestari, F., & Kurniawan, D. (2018). Hubungan Kerapatan Lamun dengan Kelimpahan Gastropoda di Perairan Tanah Merah Desa Penaga Kabupaten Bintan. Repository UMRAH.

Putri, P.I., Lestari, F., & Susiana. (2018). Potensi Sumberdaya Lamun sebagai Pencadangan Kawasan Konservasi di Perairan Beloreng, Tembeling, Kabupaten Bintan. Jurnal Akuatiklestari, 2(1), 14-21. https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v2i1.2348

Riniatsih, I., & Widianingsih. (2007). Kepadatan dan Pola Sebaran Kerang-kerangan (Bivalve) di Ekosistem Padang Lamun, Perairan Jepara. Jurnal Ilmu Kelautan, 12(1): 53-58.

Sari, D.P., Lestari, F., & Kurniawan, D. (2018). Hubungan Kerapatan Lamun Dengan Kepadatan Bivalvia di Perairan Desa Pengudang. Repository UMRAH.

Sombo, I.T., Wiryanto, & Sunarto. (2016). Karakteristik Dan Struktur Komunitas Lamun Di Daerah Intertidal Pantai Litianak dan Pantai Oeseli Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Tenggara Timur. Jurnal Ekosains, 9(2): 33-44.

Suhendra, I., Bahtiar, & Oetama, D. (2016). Studi distribusi dan kepadatan Kerang Pasir (Modiolus modulaides) di perairan Pulau Bungkutoko Kecamatan Abeli Kota kendari Sulawesi Tenggara. Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 2(3): 179-187.

Supriadi, Kaswadji, R.F., Bengen, D.G., & Hutomo, M. (2012). Komunitas Lamun di Pulau Barranglompo Makassar: Kondisi dan Karakteristik Habitat. Jurnal Maspari, 4(2): 148-158.

Wahyuni, I., Sari, J.I., & Ekanara, B. (2017). Biodiversitas Mollusca (Gastropoda Dan Bivalvia) Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Di Kawasan Pesisir Pulau Tunda, Banten. Jurnal Biodidaktika, 12(2): 45-56.

Published
2019-05-30
How to Cite
Mariani, Melani, W. R., & Lestari, F. (2019). Hubungan Bivalvia dan Lamun di Perairan Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan. Jurnal Akuatiklestari, 2(2), 31-37. https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v2i2.994