Keberlanjutan Ekosistem Mangrove: Kajian Tentang Persepsi, Partisipasi, dan Kesediaan Membayar (Willingness to Pay) Masyarakat di Kabupaten Donggala
DOI:
https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v9i2.7722Keywords:
Kabupaten Donggala, Mangrove, Persepsi, Partisipasi, Willingness to Pay (WTP)Abstract
Saat ini keadaan hutan mangrove di sepanjang pesisir pantai Indonesia mengalami penurunan, sebagian besar rusak akibat aktivitas masyarakat untuk kebutuhan ekonomi. Kebutuhan dan ketergantungan sumber daya alam di kawasan pesisir yang semakin tinggi menyebabkan munculnya tekanan akibat aktivitas manusia. Upaya konservasi yang dilakukan sering kali menghadapi tantangan berupa rendahnya partisipasi dan kepedulian masyarakat maupun stakeholder yang terkait. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi masyarakat, menghitung willingness to pay (WTP), mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendorong masyarakat bersedia berpartisipasi dan berkontribusi menjaga keberadaan ekosistem mangrove. Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) yang diberikan kepada masyarakat di sekitar kawasan ekosistem mangrove. Jumlah responden penelitian sebanyak 78 responden tersebar di tiga kelurahan yaitu Kelurahan Kabonga Besar, Kabonga Kecil, dan Labuanbajo, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menunjukkan tingkat persepsi masyarakat terhadap keberadaan hutan mangrove berada pada kategori positif, dengan rata-rata indeks sebesar 79,17%, sementara tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan konservasi hutan mangrove menunjukkan rata-rata indeks sebesar 80,34%, yang termasuk kategori tinggi. Nilai rata-rata kesediaan membayar (WTP) responden tercatat sebesar Rp 5.256,41 dimana total WTP yang dihimpun dari seluruh responden adalah Rp 410.000 dimana nilai ekspektasi WTP mencerminkan kecenderungan umum responden dalam menilai manfaat program konservasi. Hasil analisis jalur (path analysis) pada model regresi pertama menunjukkan bahwa variabel umur, pendidikan, dan pendapatan memiliki pengaruh signifikan terhadap WTP masyarakat, sedangkan variabel persepsi tidak berpengaruh nyata. Hasil analisis regresi sederhana pada model kedua memperlihatkan bahwa WTP berpengaruh positif signifikan terhadap dukungan konservasi masyarakat.
References
Abdeta, D. (2022). Households’ willingness to pay for forest conservation in Ethiopia: A review. Journal of Forest Science, 68(11), 437-451. https://doi.org/10.17221/94/2022-JFS
Adger, W. N., Quinn, T., Lorenzoni, I., Murphy, C., & Sweeney, J. (2018). Changing social contracts in climate-change adaptation. Nature Climate Change, 3(4), 330-333. https://doi.org/10.1038/nclimate1751
Ardhitama, A., & Fauzi, A. (2022). The role of education in shaping environmental willingness to pay: Evidence from coastal communities. Journal of Environmental Management, 310, 114792. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2022.114792
Ardoin, N. M., Bowers, A. W., & Gaillard, E. (2020). Environmental education outcomes for conservation: A systematic review. Biological Conservation, 241, 108224. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2019.108224
Ariyanto, D., & Fitriana, R. (2021). Gender perspective in coastal resource management. Marine Policy, 132, 104695. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2021.104695
Bhakti, F., Alatas, U., Abadiyah, A., & Arfanika, I. (2025). Total Economic Value Pemanfaatan Ekosistem Mangrove Di Pesisir Kabupaten Donggala. Jurnal Sains Agribisnis, 5(1), 106-118. https://doi.org/10.55678/jsa.v5i1.1842
Bimrah, K., Dasgupta, R., Hashimoto, S., Saizen, I., & Dhyani, S. (2022). Ecosystem services of mangroves: A systematic review and synthesis of contemporary scientific literature. Sustainability, 14(19), 1-16. https://doi.org/10.3390/su141912345
Carson, R. T., Hanemann, W. M., & Mitchell, R. C. (2019). Valuing the environment: Contingent valuation method and applications. Edward Elgar Publishing.
Mas’ud, M. Y. A., Subagio, A. A., & Jubaedah, I. (2021). Penyuluhan Pelestarian Mangrove pada Kelompok Masyarakat Pengawas Pulau Lakkang di Kecamatan Tallo Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan, 15(2), 227–245. https://doi.org/10.33378/jppik.v15i2.251
Do, T. T., Nguyen, H. L., & Le, Q. V. (2022). Socio-economic determinants of willingness to pay in developing countries. Journal of Development Economics, 156, 102–115. https://doi.org/10.1016/j.jdeveco.2022.102115
Dome, D., & Pradhan, R. (2021). Willingness to pay for ecosystem services: Evidence from coastal communities. Ocean & Coastal Management, 208, 105608. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2021.105608
Fitriani, N., & Santoso, H. (2021). Community perception and willingness to pay for mangrove conservation in Indonesia. Marine Policy, 134, 104789. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2021.104789
Guebas, F. D., Satyanarayana, B., Cannicci, S., Kairo, J. G., & Koedam, N. (2020). Mangrove research and conservation: Linking ecosystem structure to function. Marine Ecology Progress Series, 652, 1–14. https://doi.org/10.3354/meps13421.
Gunawan, H., Putri, D. A., & Lestari, E. (2022). Strengthening social capital for sustainable mangrove management in coastal communities. Ocean & Coastal Management, 228, 106319. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2022.106319.
Hanemann, W. M. (2020). The economic theory of WTP and WTA. Annual Review of Resource Economics, 12(1), 23–45. https://doi.org/10.1146/annurev-resource-110119-024943.
Hindayani, P., Bratanegara, A. S., & Pratama, A. R. (2023). Willingness to pay (WTP) wisatawan dalam pelestarian lingkungan pasca perubahan Cagar Alam Kamojang ke Taman Wisata Alam Kamojang. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(1), 43–49. https://doi.org/10.14710/jil.22.1.43-49
Jorgensen, B. (2023). Reliability of contingent valuation responses: A multiple-indicator approach. Ecological Economics, 204, 107122. https://doi.org/10.1016/j.ecolecon.2023.107122
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024). Menteri LHK: Presiden World Bank kagumi rehabilitasi mangrove Indonesia [Siaran pers]. Diakses 13 Maret 2024, dari https://ppid.menlhk.go.id/berita/siaran-pers/7358/menteri-lhk-presiden-world-bank-kagumi-rehabilitasi-mangrove-indonesia
Nugraha, A. M., & Wibowo, A. (2023). Socio-economic factors affecting mangrove conservation attitudes. Frontiers in Marine Science, 10, 1175392. https://doi.org/10.3389/fmars.2023.1175392
Fitriadi, F., Gunawan, T., & Rijanta, R. (2017). Peran Pemerintah dan Partisipasi Masyarakat dalam Rehabilitasi Hutan Mangrove: Kasus di Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 12(3), 122-129. https://doi.org/10.22146/jml.18640
Parenri, N., Sukendi, S., & Nurhidayah, T. (2021). Persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap pelestarian hutan mangrove di Kecamatan Bantan-Bengkalis. Jurnal Zoonosis, 2(1), 23–28. https://doi.org/10.52364/jz.v2i1.15
Pasolong, H. (2012). Metode Penelitian Administrasi Publik. Bandung: Alfabeta.
Permata, Y. S., Salampessy, M. L., & Lidiawati, I. (2018). Persepsi masyarakat pesisir dalam pengelolaan ekosistem hutan mangrove di Muara Gembong Bekasi Jawa Barat. Jurnal Perennial, 14(2), 78–85. https://doi.org/10.24259/perennial.v14i2.5303
Rahman, M. S., Alam, K., & Rutherford, S. (2021). Understanding young people’s willingness to pay for ecosystem services: A case study of coastal wetlands. Ecological Economics, 180, 106869. https://doi.org/10.1016/j.ecolecon.2020.106869
Rahman, M., Islam, S., Chowdhury, M. S. N., & Khan, A. (2022). Age and adaptation in community-based coastal conservation. Ocean & Coastal Management, 224, 106191. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2022.106191
Berkes, F. (2004). Rethinking community‐based conservation. Conservation Biology, 18(3), 621–630. https://doi.org/10.1111/j.1523-1739.2004.00077
Saadaoui, A. (2025). Payment mechanisms and income effects on willingness to pay: Evidence from emerging markets. Sustainability, 17(4), 2234–2249. https://doi.org/10.3390/su17042234
Sari, D. P., & Hidayat, M. (2021). Education level and community participation in mangrove conservation. Journal of Environmental Education and Sustainability, 8(2), 77–88. https://doi.org/10.31258/jees.8.2.77-88
Schuhmann, P. W., & Mahon, R. (2020). The valuation of marine ecosystem goods and services in the Caribbean: A review and framework for future work. Ecosystem Services, 43, 101108. https://doi.org/10.1016/j.ecoser.2020.101108
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Bisnis (Cetakan ke-16). Alfabeta.
Sultana, P., & Thompson, P. (2021). Community-based management of aquatic resources: Experiences from South and Southeast Asia. Environmental Management, 67(3), 421–437. https://doi.org/10.1007/s00267-020-01402-7
Susanto, H., Wijaya, A., & Putri, L. (2020). Livelihood dependence and perception of mangrove ecosystem services. Ecological Economics, 176, 106733. https://doi.org/10.1016/j.ecolecon.2020.106733.
Tietenberg, T. H., & Lewis, L. (2018). Environmental and natural resource economics (11th ed.). Routledge.
Utomo, A. P., Haerani, J. O., Ferdian, R. N., Paradise, R., & Radianto, D. O. (2024). Pemaksimalan fungsi penanaman mangrove di daerah rawan abrasi Jakarta. Jurnal Ilmiah Nusantara, 1(3), 12–22. https://doi.org/10.61722/jinu.v1i3.1502
Wang, P., Liu, J., & Zhang, L. (2021). Public perception, willingness to pay, and policy implications for biodiversity conservation in China. Biological Conservation, 261, 109274. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2021.109274
Wong, C. P., Jiang, B., Kinzig, A. P., Lee, K. N., & Ouyang, Z. (2022). Linking ecosystem services and human well-being: A systematic review of research trends and gaps. Ecosystem Services, 55, 101404. https://doi.org/10.1016/j.ecoser.2022.101404
Enjelita, D. T., Wulandari, S., & Erfinda, Y. (2025). Pendampingan Masyarakat dalam Wisata Pelestarian Ekosistem Mangrove di Pulau Tidung Kepulauan Seribu Daerah Khusus Jakarta. BA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.58477/ba.v3i1.293
YKL. (2022). Melindungi dan melestarikan mangrove Teluk Palu sebagai benteng pesisir [Situs web]. Diakses 4 April 2025, dari https://yklindonesia.org/melindungi-dan-melestarikan-mangrove-teluk-palu-sebagai-benteng-pesisir
Musa, F., & Shahrudin, I. N. M. (2023). Estimating the Visitor’s Willingness to Pay Towards Biodiversity Conservation at Kuala Lumpur Forest Eco Park, Malaysia, Using the Contingent Valuation Method. Biodiversitas, 24(13), 7332–7341. https://doi.org/10.1080/27658511.2023.2188767
Talakua, E. G., & Lopulalan, Y. (2023). Persepsi Masyarakat Pesisir Terhadap Kerusakan Mangrove di Desa Poka Kota Ambon. PAPALELE: Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan, 7(2), 142-151. https://doi.org/10.30598/papalele.2023.7.2.142
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fachri Kurnia Bhakti, Taufik Ihsan, Ici Arfanika, Yoyo Yoyo, Riswan Riswan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






