Kondisi Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Bintan Provinsi Kepulauan Riau

Authors

  • Lamria Hotmian Lumbantoruan Magister Manajemen Perikanan, Program Pascasarjana, Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia 15437 & Dinas Kelautan dan Perikanan, Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Indonesia 29124
  • Rinda Noviyanti Magister Manajemen Perikanan, Program Pascasarjana, Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia 15437
  • Soraya Gigentika Magister Manajemen Perikanan, Program Pascasarjana, Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia 15437 & Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, Mataram, Indonesia 83125

DOI:

https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v7i1.6212

Keywords:

Efektivitas, Konservasi, Taman Wisata Perairan Bintan, Penilaian EVIKA

Abstract

Kawasan Konservasi Perairan Bintan Provinsi Kepulauan Riau telah ditetapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan sesuai KEPMEN-KP-18 Tahun 2022 dikelola sebagai Taman Wisata Perairan. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Bintan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2022 sampai bulan Mei 2023 Titik sampling penelitian berada di Desa Pengudang, Desa Berakit, Kelurahan Kawal, Desa Malang Rapat, Desa Teluk Bakau, Desa Gunung Kijang, Desa Mapur, Desa Numbing, Desa Mantang Besar, Desa Air Glubi, dan Desa Kelong. Pengumpulan data dilakukan dengan metode purposive sampling dan metode snowball sampling melalui wawancara, FGD, survei menggunakan kuisioner, verifikasi dokumen dan studi literatur. Data dianalisis menggunakan perangkat ukur dengan EVIKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penilaian EVIKA berdasarkan kriteria input 80,47%, proses 53,49%, output 16,92% dan outcome 3,20%. Persentase akhir penilaian EVIKA sebesar 43,55% dengan Status efektivitas “dikelola Minimum†dengan peringkat “Perungguâ€.  Kawasan Konservasi Perairan Bintan terkait desain dan rancangan kawasan sudah dilaksanakan namun masih diperlukan upaya untuk mencapai tujuan pengelolaan. Rekomendasi untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Bintan untuk Kriteria Input: meningkatkan fungsi kelembagaan dengan membentuk UPTD, meningkatkan kompetensi  SDM, meningkatkan alokasi anggaran dan sarana prasarana; Kriteria Proses: melengkapi SOP pengelolaan, menerapkan SOP, meningkatkan pengjangkauan secara terencana, meningkatkan kemitraan dengan masyarakat, melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana, memberdayakan masyarakat; Kriteria Output: mengidentifikasi kegiatan pemanfaatan kawasan, mengidentifikasi ancaman, melakukan monitoring kepatuhan, melakukan sosialisasi,  membuat sistem database termutakhirkan dan mudah diakses; Kriteria Outcome: melakukan monitoring terhadap kondisi target konservasi, kondisi ekosistem, sosial ekonomi secara berkala, meningkatkan partisipasi masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abrar, M., Siringoringo, R.M., Sari, N.W.P., Hukom, F.D., Cappenberg, H., Dharmawan, I.W.E., Rahmawati, S., Sinaga, M., Sutiadi, R., & Suhardi. (2018). Monitoring Kondisi Terumbu Karang dan Ekosistem Terkait di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau 2018. Jakarta : COREMAP CTI LIPI. 81 hlm.

Adi, W., Nugraha, A.H., Dasmasela, Y.H., Ramli, A., Sondak, C.F.A., & Sjafrie, N.D.M. (2019). Struktur Komunitas Lamun di Malang Rapat, Bintan. Jurnal Enggano. 4(2): 148-159.

Ardian, D., Kurniawan, D., & Putra, R.D. (2020). Hubungan Persentase Tutupan Karang Hidup dengan Kelimpahan Ikan Indikator Chaetodontidae di Perairan Pengudang, Kabupaten Bintan. Jurnal Akuatiklestari. 3(2): 21-29. https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v3i2.2590

DKP Prov Kepri. (2020). Dokumen Final Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Kepulauan Riau. Tanjungpinang.

Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 1889/KPTS-21/XI/2022 Tentang Dokumen Rencana Pengelolaan Taman di Perairan di Wilayah Timur Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2023-2042, (2022).

Indriani, Wahyudi, A.J., & Yona, D. (2017). Cadangan Karbon di Area Padang Lamun Pesisir Pulau Bintan , Kepulauan Riau. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia. 3(2): 1-11. https://doi.org/https://doi.org/10.14203/oldi.2017.v2i3.99

Juliyanto, E., Zairion, Krisanti, M., & Susanto, A.H. (2019). Analysis of Management Priority on Ay-Rhun Marine Protected Area, Maluku Province. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 11(3): 721-733. https://doi.org/10.29244/jitkt.v11i3.25763

Karlina, I., Kurniawan, F., & Idris, F. (2018). Pressures and status of seagrass ecosystem in the coastal areas of North Bintan, Indonesia. E3S Web of Conferences, 47, 04008. https://doi.org/10.1051/e3sconf/20184704008

Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Nomor 28/KEP-DJPRL/2020 tentang Pedoman Teknis Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi, (2004).

Kurniawan, D., Febrianto, T., & Hasnarika, H. (2019). Kondisi ekosistem terumbu karang di Perairan Teluk Sebong Kabupaten Bintan (Condition of coral reef ecosystems in Teluk Sebong waters, Bintan Regency). Jurnal Pengelolaan Perairan. 2(2): 13-27. Retrieved from https://journal.unhas.ac.id/index.php/jpp/article/view/8334

Moussa, R.M., Bertucci, F., Jorissen, H., et al. (2020). Importance of intertidal seagrass beds as nursery area for coral reef fish juveniles (Mayotte, Indian Ocean). Regional Studies in Marine Science. 33:(100965). https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.rsma.2019.100965

Naraswari, A.R. (2023). Klasifikasi Perubahan Tutupan Lahan Mangrove di Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau. [Tesis]. IPB University. Bogor.

Nugraha, A.H., Ramadhani, P., Karlina, I., Susiana, S., & Febrianto, T. (2021). Sebaran Jenis dan Tutupan Lamun di Perairan Pulau Bintan. Jurnal Enggano. 6(2): 323-332. https://doi.org/10.31186/jenggano.6.2.%25p

Pada, D. nataniel, Maulana, N., & Mambrasar, R. (2019). Survey Kesehatan Terumbu Karang di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Conservtion International Indonesia.

Pelletier D, Garcia-Charton JA, Ferraris J, David G, Thebaud O, Letourneur Y, Claudet J, Amand M, Kulbicki M, G. R. (2015). Designing Indicators of Assessing The Effects of Marine Potected Areas on Coral Reef Ecosystems. A Multidisciplinary Standpoint. Aquat Living Resour, 18:15-33.

Putri, P.I., Lestari, F., & Susiana. (2018). Potensi Sumberdaya Lamun sebagai Pencadangan Kawasan Konservasi di Perairan Beloreng, Tembeling, Kabupaten Bintan. Jurnal Akuatiklestari. 2(1): 14-21. https://doi.org/https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v2i1.2348

Rahmawati, S., & Hernawan, U. (2019). Laporan Pemantauan Kesehatan Terumbu Karang dan Ekosistem Terkait di Kabupaten Bintan Tahun 2019. Jakarta : COREMAP CTI LIPI. 81 hlm.

Rahmawati, S., Irawan, A., Supriyadi, I.H., & Azkab, M.H. (2017). Panduan Pemantauan Penilaian Kondisi Padang Lamun. Jakarta: COREMAP CTI LIPI.

Sjafrie, N.D.M. (2018). Kandungan Energi Lamun Desa Berakit dan Desa Pengudang Pulau Bintan untuk Mendukung Keberadaan Dugong (Dugong Dugon). Widyariset, 4(2), 113–122. https://doi.org/10.14203/widyariset.4.2.2018.113-122

Wahyudin, Y. (2022). Analisis Ekonomi Keterkaitan Ekosistem Lamun dan Sumberdaya Ikan di Kawasan Konservasi Padang Lamun Pulau Bintan. Jurnal Akuatika Indonesia. 7(2): 43-49. https://doi.org/10.24198/jaki.v7i2.35874

Published

2023-11-03

How to Cite

Lumbantoruan, L. H., Noviyanti, R., & Gigentika, S. (2023). Kondisi Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Akuatiklestari, 7(1), 8–22. https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v7i1.6212