Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Desa Busung Kabupaten Bintan

Authors

  • Fachry Muhammad Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111
  • Winny Retna Melani Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111
  • Tri Apriadi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111

DOI:

https://doi.org/10.31629/3tcma267

Keywords:

Bioindikator, Indeks AMBI, Kualitas Air, Makrozoobentos, Pulau Bintan

Abstract

Perairan Desa Busung merupakan muara yang memiliki berbagai jenis biota salah satunya yakni makrozoobentos. Makrozoobentos yang hidup di Perairan Desa Busung memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan aktivitas yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencemaran bahan organik berdasarkan kondisi makrozoobentos melalui indeks AMBI (A Marine Biotic Index). Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022, dengan melihat perbedaan stasiun secara purposive yakni berdasarkan perbedaan aktivitas. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan transek garis dan menggunakan plot ukuran 1x1 m2. Pada setiap plot dilakukan penggalian sedalam 30 cm dan kemudian diidentifikasi jenis dan jumlah makrozoobentosnya, serta diambil sampel substratnya.  Dari hasil penelitian dijumpai sebanyak 12 spesies makrozoobentos yakni; Harpiosquilla sp., Alpheus sp., Macrophtalmus sp., Scylla sp., Uca sp., Anadara sp., Cerithium sp., Nerita sp., Polymesoda sp., Rhinoclavis sp., Corbicula sp., dan Gafrariun sp. Nilai kelimpahan makrozoobentos pada stasiun I mencapai 27,7 ind/m2, sedangkan pada stasiun II yakni sebesar 25,3 ind/m2, dan pada stasiun II sebesar 37,7 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di stasiun I lebih stabil dengan jumlah masing-masig individunya tergolong merata, sedangkan di stasiun II dan III sudah terjadi indikasi adanya dominansi jenis tertentu. Indeks AMBI pada stasiun I sebesar 2,06 pada stasiun II sebesar 2,44 dan pada stasiun III sebesar 2,5. Dari nilai indeks AMBI di semua stasiun menunjukkan terjadinya pencemaran bahan organik dengan skala kecil.

References

Apriadi, T., Muzammil, W., Melani, W.R., & Safitri, A. (2020). Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Aliran Sungai di Senggarang, Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Depik: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan. 9(1): 119-130. https://doi.org/10.13170/depik.9.1.14641

Borja, A., Franco, J., & Perez, V. (2000). A Marine Biotic Index to Establish the Ecological Quality of Soft-Bottom Benthos Within European Estuarine and Coastal Environments. Marine Pollution Bulletin. 40(12): 1100-1114. https://doi.org/10.1016/S0025-326X(00)00061-8

Brower, J.E., Zar, J.H., & von Ende, C. (1990). Field and Laboratory Methods for General Ecology. WCB Publishers. Dubuque.

Devi, K.P.A., Dharma, I.G.B.S., & Putra, I.G. (2019). Struktur Komunitas Makrozoobenthos (Infauna) pada Kondisi Padang Lamun yang Berbeda Di Kawasan Pantai Sanur, Bali. Journal of Marine Research and Technology. 2(2): 23-28.

Fachrul, M.F. (2007). Metode Sampling Bioekologi. PT. Bumi Aksara. Jakarta.

Fadilla, R.N., Melani, W.R., & Apriadi, T. (2021). Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Desa Pengujan Kabupaten Bintan. Habitus Aquatica: Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management. 2(2): 83-94. https://doi.org/10.29244/HAJ.2.1.83

Hatijah, S., Lestari, F., & Kurniawan, D. (2019). Struktur Komunitas Gastropoda di Perairan Tanjung Siambang Kelurahan Dompak Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Pengelolaan Perairan. 2(2): 27-38.

Odum, E.P. (1993). Dasar-dasar Ekologi. Diterjemahkan oleh Tjahjono Samingan. Universitas Gajah Mada Press. Yogyakarta.

Rachman, H., Priyono, A., & Mardianto, Y. (2016). Makrozoobenthos Sebagai Bioindikator Kualitas Air Sungai di Sub DAS Ciliwung Hulu. Media Konservasi. 21(3): 261-269. https://doi.org/10.29243/medkon.21.3.261-269

Rosdatina, Y., Apriadi, T., & Melani, W.R. (2019). Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management). 3(2): 309-317. https://doi.org/10.36813/jplb.3.2.309-317

Ulfah, Y., Widianingsih, W., & Zainuri, M. (2013). Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Perairan Wilayah Morosari Desa Bedono Kecamatan Sayung Demak. Journal of Marine Research. 1(2): 188-196. https://doi.org/10.14710/jmr.v1i2.2037

Yanti, M., Susiana, S., & Kurniawan, D. (2022). Struktur Komunitas Gastropoda dan Bivalvia di Ekosistem Mangrove Perairan Desa Pangkil Kabupaten Bintan. Jurnal Akuatiklestari. 5(2): 102-110. https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v5i2.4063

Published

2025-06-14

How to Cite

Muhammad, F., Melani, W. R., & Apriadi, T. (2025). Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Desa Busung Kabupaten Bintan. Jurnal Akuatiklestari, 8(2), 225-232. https://doi.org/10.31629/3tcma267