Nilai Ekonomi Kawasan Konservasi Perairan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK)

  • Suparyana Suparyana Program Doktor Sekolah Pascasarjana IPB University, Bogor, Jawa Barat, Indonesia.
  • Akhmad Fauzi Ekonomi Kelautan Tropika, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Tridoyo Kusumastanto Ekonomi Kelautan Tropika, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Gatot Yulianto Ekonomi Kelautan Tropika, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Muhammad Yusuf Agrobisnis Perikanan, Fakultas Perikanan, Universitas Cokroaminoto, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

Abstract

Pengelolaan sumberdaya alam termasuk juga sumberdaya perairan yang ada di kawasan taman nasional ujung kulon (TNUK), menjadi sangat penting untuk menjaga keberlanjutannya baik dari aspek ekologi, ekonomi dan sosial. Penilaian ekonomi terhadap sumberdaya alam dan lingkungan akan sangat membantu dalam pengelolaan berkelanjutan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomi sumberdaya perairan yang ada di dalam kawasan konservasi perairan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Waktu penelitian berlangsung selama 6 bulan, mulai bulan Juni hingga November 2021, di Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Provinsi Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui metode survey dan observasi lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka berupa dokumen/laporan terkait kajian. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode valuasi ekonomi total (TEV). Hasil penelitian diperoleh 1) Total nilai ekonomi ekosistem mangrove di kawasan konservasi perairan TNUK adalah mencapai Rp 1.010.345.221.267 per tahun atau sekitar Rp 317.590.788 per hektar per tahun, teridri atas; nilai manfaat langsung Rp 144.230.150.017 per tahun, nilai manfaat tidak langsung Rp 615.744.951.250 per tahun dan nilai pilihan Rp 250.370.120.000 per tahun. 2) Total nilai ekonomi ekosistem terumbu karang di kawasan konservasi perairan TNUK adalah mencapai Rp 1.179.953.103.700 per tahun atau sekitar Rp 401.591.832 per hektar per tahun, teridri atas; nilai manfaat langsung Rp 190.223.827.450 per tahun, nilai manfaat tidak langsung Rp 702.202.393.750 per tahun dan nilai pilihan Rp 287.526.882.500  per tahun.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Indrian, A. R., Qurniati, R., & Herwanti, S. (2014). Nilai Ekonomi Total Hutan Mangrove Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Sylva Lestari, 2 (3), 19-28.

Aryanto, R., & Mardjuka, M. Y. (2005). Valuasi Ekonomi dengan Travel Cost Methode Pada Obyek Ekowisata Pesisir. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 10(1), 58-76.

Birkeland, C. (1997). Life and Death of Coral Reefs. International Thomson Publishing. University of Guam. New York USA.

Burke, L., Kathleen, R., Mark, S., & Allison, P. (2012). Menengok Kembali Terumbu Karang yang Terancam di Segitiga Terumbu Karang. Reefs at Risk Revisited in the Coral Triangle oleh Yayasan TERANGI. World Resources Institute.

Clawson, M., & Knetsch, J. L. (1966). Economics of outdoor recreation. Baltimore: Johns Hopkins Press Dunman, T., Mattila, A. S. (2005). The role of affective factors on perceived cruise vacation value. Tourism Management, 26, pp. 311-323

Davis, L. S, & Johnson K. N. (1987). Forest Management 3 rd Edition. Mc Graw-Hill Book Company. New York.

Hilda, F., Saputra, S. W., & Wijayanto, D. (2015). Ekosistem Mangrove di Desa Kartika Jaya. Diponegoro Journal of Maquares, 4(3), 180-187.

Fauzi, A. (2002). Valuasi Ekonomi Sumberdaya Pesisir dan Lautan Bahan Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir Dan Lautan. Semarang

Fauzi, A. (2004). Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan: Teori dan Aplikasi. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Fahrudin, A. (1996). Analisis Ekonomi Pengelolaan Lahan Pesisir Kabupaten Subang, Jawa Barat. [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Fauzi, A. (2000). Persepsi terhadap Nilai Ekonomi Sumber Daya. Makalah pada Pelatihan untuk Pelatih, Pengelolaan Pesisir Terpadu. Bogor, November 2000. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Fauzi, A., & Anna, S. (2005). Permodelan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka.

Fauziah, S., Komala, R., & Hadi, T. A. (2018). Struktur komunitas karang keras (Bangsa Scleractinia) di pulau yang berada di dalam dan di luar kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu. Bioma, 14(1), 10-18.

Giyanto. (2012). Penilaian Kondisi Terumbu Karang dengan Metode Transek Foto Bawah Air. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 38 (3), 377-389.

Hadi, T. A., Giyanto, Prayudha, B., Hafizt, M., Budiyanto, A., & Suharsono. (2017). Status Terumbu Karang Indonesia 2018. Pusat Penelitian Oseanografi – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Puslit Oseanografi – LIPI.

Kalatouw, W. D., Kumaat, R. M., Pangemanan, L. R. J., & Pengemanan, P. A. (2015). Valuasi Ekonomi Hutan Mangrove di Desa Tiwoho Kabupaten Minahasa Utara.

Maryadi. (1998). Analisis Ekonomi Pemanfaatan Sumberdaya Hutan Mangrove untuk Berbagai Macam Kegiatan Pertanian di Pesisir Pantai Timur Kecamatan Tulung Selapan Propinsi Sumatera Selatan. [Tesis]. Program Pascasarjana IPB. Bogor.

Mubarok A. H., & Ciptomulyono, U. (2012). Valuasi Ekonomi Dampak Lingkungan Tambang Marmer di Kabupaten Tulungagung dengan Pendekatan Willingness to pay dan Fuzzy MCDM. Jurnal Teknik ITS, 1(1), 119-121.

Munasinghe, M. (1993). Environmental Economics and Sustainable Development. The World Bank. Washington DC.

Murdiyarso, D., Donato, D., Kauffman, J. B., Stidham, M., Kurnianto, S., & Kanninen, M. (2009). Carbon storage in mangrove and peatland ecosystems in Indonesia – A preliminary account from plots in Indonesia. Bogor: CIFOR

Naamin, N. (1984). Penggunaan Hutan Mangrove Untuk Budidaya Tambak Keuntungan dan Kerugian. Makalah Dalam Prosiding Seminar IV Ekosistem Hutan Mangrove MAB Indonesia LIPI. Bandar Lampung

Pearce, D. (1992). Economic Valuation and The Natural world. World Bank Working Papers. The World Bank. New York.

Pieter, J., Benu, F., & Kaho, M. R. (2015). Valuasi Ekonomi Ekowisata Terhadap Pengembangan Objek Wisata Kawasan Pesisir Pantai. Jurnal Ilmu Lingkungan, 13(1), 55-64.

Purnomobasuki, H. (2012). Pemanfaatan hutan mangrove sebagai penyimpan karbon. Buletin PSL, (28),3–5.

Ritohardoyo, S., & Ardi, G. (2011). Arahan kebijakan pengelolaan hutan mangrove: Kasus pesisir Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Propinsi Kalimantan Barat. Jurnal Geografi, 8(2), 3–12.

Romimohtarto, K., & Juwana, K. (2009). Biologi Laut. Jakarta : Djambatan.

Ruitenbeek, H. J. (1991). Mangrove Management: An Economic Analysis of Management Options with a Focus on Bintuni Bay, Irian Jaya. EMDI/KLH, Jakarta (ID).

Schaeffer, N.Y., Cintrón-Molero, G., Cunha-Lignon, M., & Coelho-Jr, C. (2005). Conceptual hierarchical framework for marine coastal management and conservation: A Janus-Like Approach. Journal of Coastal Research, (42), 191–197.

Suparmoko, M. (1995). Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Suatu Pendekatan Teoritis), Edisi 2. BPFE, Yogyakarta

Suzana, B. O.L., Timban, J., Kaunang, R., & Ahmad, F. (2011). Valuasi ekonomi sumber daya hutan mangrove di Desa Palaes Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. ASE Journal, 7(2), 29–38.

Setiyowati, D., Supriharyono, & Triarso, I. (2016). Valuasi Ekonomi Sumber daya Manggrove di Kelurahan Mangunharjo Kota Semarang. Journal Saintek Perikanan, 12(1), 67-74.

Setiawan, H. (2013). Status Ekologi Hutan Mangrove Pada Berbagai Tingkat Ketebalan. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 2(2), 104 – 120.

Sujarweni, & Wiratna, V. (2014). Metode Penelitian: Lengkap, Praktis, dan Mudah Dipahami. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Tietenberg, T. (2001). Environmental and Natural Resources Economics. 3th Edition. Harper Collins Publisher, New York.

Trice, A.H., & Wood, S.E. (1958). Measurement of recreation benefits. Land Economics, 34, 195-207.

Triyanti, R., Firdaus, M., & Pramoda, R. (2017). Total Nilai Ekosistem Mangrove Di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 14(3), 219-236.

Tomlinson, P. B. (1986). The botany of mangroves. Cambridge University Press, Cambridge. 413 pages.

Yusuf, M., & Daris, L. (2018). Analisis data penelitian : teori & aplikasi dalam bidang perikanan. IPB Press. 212p.

Yusuf, M., Nurhamlin, Setiawan, Y., & Supeni, E.A. (2020). Decision Support System Di Era 4.0; Teori & Aplikasi Tools Analysis (Issue 1). IPB Press. 179p.

Published
2022-05-26
How to Cite
Suparyana, S., Fauzi, A., Kusumastanto, T., Yulianto, G., & Yusuf, M. (2022). Nilai Ekonomi Kawasan Konservasi Perairan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Jurnal Akuatiklestari, 5(2), 58-65. https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v5i2.4453