Pola Sebaran Teripang di Perairan Desa Penaga dan Desa Berakit Kabupaten Bintan

  • Dwi Cahya Oktaviyani Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111
  • Susiana Susiana Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111 https://orcid.org/0000-0002-6792-0069
  • Jumsurizal Jumsurizal Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111
Keywords: Bintan Island, Holothuria, Density, Distribution Pattern

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui kepadatan, pola sebaran dan struktur komunitas  teripang di Perairan Desa Penaga Dan Desa Berakit Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling. Penenentuan area dengan metode Belt Transect dan penangkapan menggunakan metode Swept Area. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teripang yang ditemukan diperairan Desa Penaga dan berakit terdapat 7 jenis yaitu H.impatiens, H.vagabunda, H. scabra, A.miliaris, H.atra, H.coluber, Phyllophorus sp. Kepadatan jenis tertinggi di perairan Desa Penaga berada pada spesies Phyllophorus sp. dengan nilai kepadan yakni 714 ind/ha sedangkan pada perairan Desa Berakit H.coluber dengan nilai kepadan yakni 647 ind/ha. Kondisis perairan di Desa Penaga dan Desa Berakit masih memenuhi baku mutu sehingga mendukung kehidupan Teripang. Nilai indeks Keanekaragaman pada Desa Penaga diperoleh nilai 0.99, sedangkan di Desa Berakit indeks keanekaragaman diperoleh nilai 1.57. Keseragaman Teripang di perairan Desa Penaga diperoleh nilai 0.71 dan Desa Berakit diperoleh nilai 0.97. Dominansi Desa Penaga diperoleh nilai 0.299 dan Desa Berakit diperoleh nilai 0.218. menunjukkan tidak ada spesies yang mendominansi. pola sebaran Desa Penaga dengan nilai 1.714 dan Desa Berakit dengan nilai 1.145, kedua lokasi memiliki pola sebaran mengelompok.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bakus GJ. 1973. The Biology and Ecology of Tropical Holothurian, In : O.A. Jones dan Enoean (Eds.) Biology and Geology of Coral Reef, Academic Press, New York 2 : 325-357.

Brower, J. E. dan J. H. Zar. 1990. Field and Laboratory Method from General Ecology. 3 rd. Wm C. Brown Publishers. Dubuque. Lowa.

Hasniar, M., Litaay, Priosambodo, D. (2011). Biodiversitas Gastropoda di Padang Lamun Perairan Mara ’ bombang Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan. Torani, 23 (3) : 127 – 136.

Hidayani, T, Sabariah V, Hambuako,H.R. 2017. Komposisi Spesies Teripang (Holothuridae) di Perairan Kampung Kapasiwar Distrik Meos Manswar Kabupaten Raja Ampat. Jl. Gunung Salju Amban Manokwari-Papua Barat.

Husain, G.J.F.W.S. Tamanampo, G.D. Manu. 2017. Struktur Komunitas Teripang (Holothuridae) di kawasan pantai pulau nyaregilaguramangota kec.jailolo selatan kab. Halmahera barat maluku utara. Jurnal Ilmiah Platax. 5(2).2302-3589

Ishak, E. Uni Wa. Ramli, M. 2016. Keanekaragaman dan Kepadatan Teripang di Perairan Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe selatan. Jl.HAE Mokodompit Kampus Bumi Tridarma Anduorohu Kendari. Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan 1(2) 201-211.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Laut.

Martoyo J., N. Aji, T. Winanto. 2006. Budidaya Teripang. Penebar Swadaya. Jakarta.

Martoyo, J., Aji, N., & Winanto, T. 2007. Budidaya Teripang. Penebar Swadaya. Jakarta.

Nirwana, E., Sadarun, B., Afu. 2016. Studi Struktur Komunitas Teripang Berdasarkan Kondisi Substrat di Perairan Desa Sawapudo Kabupaten Kunawe. Sapa Laut. 1 (1): 17-23

Odum EP. 1971. Dasar-Dasar Ekologi Edisi Ketiga. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Odum, E.P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Yogyakarta : Gajahmada University Press.

Pratama, R.R. 2013. Analisis Tingkat Kepadatan dan Pola Persebaran Populasi Siput Laut Gonggong (Strombus canaruim) di Perairan Pesisir Pulau Dompak, [Skripsi], Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang.

Ramli, Wa, U., M. and E. Ishak. 2011. Keanekaragaman dan kepadatan Teripang di perairan tanjung tiram kecamatan moramo utara kabupaten konawe selatan. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, 1(2): 201-211

Shaleh. Sulardiono, B., Purnomo, W.P., Haeruddin. 2010 Tingkat Kesesuaian Lingkungan Perairan Habitat Teripang (ECHINODERMATA: HOLOTHUROIDEA) di Karimun Jaya. Semarang Jawa Tengah. Jurnal of Fisheries Science and Techology. 12(2) 93-97.

Shannon, C.E, Wienner, W. 1949. The Mathematical theory of Communication. University of Illionis Press. Urbanan

Winarni, D., Affandi, M., Masithah, E.D., Kristanti, A.N. 2014. Struktur Komunitas Teripang di Pantai Timur Surabaya. Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 17(1):1-6.

Wirawati, P., P. Widianwary, S.A.P. Dwiono. 2008. Timun laut teluk medana, lombok barat: pola sebaran dan kelimpahan. Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang 13: 219-226

Xiyin, L, Zhu, G., Zhao, Q., Wang, L., Gu,B. 2004. Studies on hatchery techniques of the sea cucumber, Apostichopus japonicus. In. Advances in Sea cucumber Aquaculture and Management. Food and Agriculture Organization of the United Nations Rome,Yogyakarta. 1(1): 697-697.

Yuniarti, N. 2012. Keanekaragaman dan Distribusi Bivalvia dan Gastropoda (Moluska) di Pesisir Glayem Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat. [Skripsi]. Departemen Biologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor.

Published
2021-11-30
How to Cite
Oktaviyani, D. C., Susiana, S., & Jumsurizal, J. (2021). Pola Sebaran Teripang di Perairan Desa Penaga dan Desa Berakit Kabupaten Bintan. Jurnal Akuatiklestari, 5(1). https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v5i1.3079