Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Senggarang Besar Kota Tanjungpinang

  • Raden Aditiyarma Putra Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111
  • Winny Retna Melani Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111 https://orcid.org/0000-0002-5720-2258
  • Ani Suryanti Sosial Ekonomi Perikanan dan Magister Ilmu Lingkungan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111
Keywords: macrozoobenthos, bioindicator, water quality, FBI

Abstract

Makrozoobentos merupakan organisme yang peka terhadap perubahan lingkungan sehingga sangat baik digunakan sebagai indikator biologis suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis makrozoobentos, tingkat keanekaragaman, keseragaman, dominansi makrozoobentos dan kualitas perairan Senggarang Besar berdasarkan keberadaan makrozoobentos (menggunakan Family Biotic Index). Penelitian menggunakan metode survei. Penentuan stasiun menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan line transect dengan transek kuadrat dan core sampler. Makrozoobentos yang ditemukan di Perairan Senggarang Besar yaitu: Anadara granosa, Canarium urceus, Capitella teleta, Cerithium coralium, Nerita ritena, Luidia columbia, Tapes literatus, Nassarius olivaceus, Pirenella cingulata, Planaxis sulcatus, Polymesoda erosa, Pythia scarabaeus, Semiricinula tissoti, dan Terebralia sulcata. Keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun 2 (H'= 1,91) dan makrozoobentos yang mendominasi dari famili Certhiidae. Keseragaman tertinggi terdapat pada stasiun 3 (E= 0,94) dan makrozoobentos yang mendominasi dari famili Potamididae. Dominansi tertinggi terdapat pada stasiun 1 (C= 0,52) dan makrozoobentos yang mendominasi dari famili Potamididae dan Cerithiidae. Dari keseluruhan parameter fisika-kimia, parameter nitrat dan fosfat tidak memenuhi baku mutu berdasarkan KepMen LH No.51 Tahun 2004 untuk biota laut. Kualitas perairan Senggarang Besar berdasarkan makrozoobentos sebagai bioindikator didapatkan bahwa, stasiun 1 (FBI= 6,94) dengan kategori  buruk, stasiun 2 (FBI= 5,6) dengan kategori cukup, stasiun 3 (FBI= 7) dengan kategori buruk.

 

 

References

Azham. S.R., Bahtiar, & Ketjulan, R. (2016). Struktur Komunitas Makrozoobenthos pada Ekosistem Mangrove di Perairan Teluk Staring Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, 1(3): 249-260.

Dwitawati, D.A., Sulistyarsi, A., & Widiyanto, J. (2015). Biomonitoring Kualitas Air Sungai Gandong Dengan Bioindikator Makroinvertebrata Sebagai Bahan Petunjuk Praktikum Pada Pokok Bahasan Pencemaran Lingkungan Smp Kelas Vii. Jurnal Florea, 2(1): 41-46.

Efriningsih, R., Pustita, L., & Ramses. (2016). Evaluasi Kualitas Lingkungan Perairan Pesisir di Sekitar TPA Telaga Punggur Kota Batam Berdasarkan Struktur Komunitas Makrozoobenthos. Jurnal Simbiosa, 5(1): 1-15.

Faiqoh, E., Hayati, H., & Yudiastuti, K. (2016). Studi Komunitas Makrozoobenthos di Kawasan Hutan Mangrove Pulau Penyu, Tanjung Benoa, Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences, 2(1): 24-28.

Hatijah, S., Lestari, F., & Kurniawan, D. (2019). Struktur komunitas gastropoda di Perairan Tanjung Siambang Kelurahan Dompak Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Pengelolaan Perairan, 2(2): 27-38.

Herawati, P., Barus, T.A., & Wahyuningsih, H. (2017). Keanekaragaman Makrozoobentos dan Hubungannya dengan Penutupan Padang Lamun (Seagrass) di Perairan Mandailing Natal Sumatera Utara. Jurnal Biosains, 3(2): 66-72.

Kusumaningtyas, M.A., Bramawanto, R., Daulat, A., & Pranowo, W.S. (2014). Kualitas Perairan Natuna pada Musim Transisi. Jurnal Depik, 3(1): 10-20.

Lubis, M.S., Basyuni, M., & Suryanti, A. (2013). Keanekaragaman dan Kelimpahan Makrozoobentos di Sungai Naborsahan Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara. Jurnal Aquacoastmarine, 1(1): 1-8.

Megawati, C., Yusuf, M., & Maslukah, L. (2014). Sebaran Kualitas Perairan Ditinjau dari Zat Hara, Oksigen Terlarut dan pH di Perairan Selat Bali Bagian Selatan. Journal of Oceanography, 3(2): 142-150.

Mualiawan, R., Dewiyanti, I., & Karina, S. (2016). Struktur Komunitas Makrozoobenthos dan Kondisi Substrat pada Kawasan Mangrove di Pesisir Pulau Weh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 1(2): 297-306.

Muhammad, F., Hidayat, J.W., & Mukid, M.A. (2013). Aplikasi Bio-Ekologi Makrobenthos sebagai Bioindikator Tingkat Kesuburan Tambak. Jurnal Sains Matematika, 21(3): 75-83.

Musthofa, A., Muskananfola, M.R., & Rudiyanti, S. (2014). Analisis Struktur Komunitas Makrozoobenthos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Sungai Wedung Kabupaten Demak. Diponegoro Journal of Maquares, 3(1): 81-88.

Mustofa, A. (2018). Pengaruh Total Padatan Tersuspensi Terhadap Biodiversitas Makrozoobentos Di Pantai Telukawur Kabupaten Jepara. Jurnal Disprotek, 9(1): 37-45.

Normalasari, Melani, W.R., & Apriadi, T. (2019). Struktur Komunitas Gastropoda Di Perairan Air Kelubi Desa Resun Pesisir Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga. Jurnal Akuatiklestari, 2(2), 10-19. https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v2i2.993

Oktarina, A., & Syamsudin, T.S. (2015). Keanekaragaman dan Distribusi Makrozoobentos di Perairan Lotik dan Lentik Kawasan Kampus Institut Teknologi Bandung, Jatinangor Sumedang, Jawa Barat. Jurnal Pros Biodiv Indon, 1(2): 227-235.

Pranoto, H. (2017). Studi Kelimpahan Dan Keanekaragaman Makrozoobentos di Perairan Bedagai, Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai. Jurnal Biosains, 3(3): 125-130.

Rabiah., Kardhinata, E.H., & Karim, A. (2017). Struktur Komunitas Makrozoobentos Di Kawasan Rehabilitasi Mangrove Dan Mangrove Alami Di Kampung Nipah Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara. Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, Kesehatan, 3(2): 125-141.

Rangan, J.K. (2010). Inventarisasi Gastropoda Di Lantai Hutan Mangrove Desa Rap-Rap Kabupaten Minahasa Selatan Sulawesi Utara. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 6(1): 63-66.

Ridwan, M., Fathoni, R., Fatihah, I., & Pangestu, D.A. (2016). Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Empat Muara Sungai Cagar Alam Pulau Dua, Serang, Banten. Al-Kauniyah Jurnal Biologi, 9(1): 57-65.

Rijaluddin, A.F., Wijayanti, F., & Haryadi, J. (2017). Struktur Komunitas Makrozoobentos Di Situ Gintung, Situ Bungur Dan Situ Kuru, Ciputat Timur. Jurnal Teknologi Lingkungan, 18(2): 139-147.

Riniatsih, I. (2015). Distribusi Muatan Padatan Tersuspensi (MPT) di Padang Lamun di Perairan Teluk Awur dan Pantai Prawean Jepara. Jurnal Kelautan Tropis, 18(3): 121–126.

Sabar, M. (2016). Biodiversitas Dan Adaptasi Makrozoobentos di Perairan Mangrove. Jurnal Bioedukasi, 4(2): 529-539.

Saraswati, N.L.G.R.A., Arthana, I.W., & Hendrawan, I.G. (2017). Analisis Kualitas Perairan pada Wilayah Perairan Pulau Serangan Bagian Utara Berdasarkan Baku Mutu Air Laut. Journal of Marine and Aquatic Sciences, 3(2): 163-170.

Susilowati, E. (2017). Struktur Komunitas Makrozoobentos sebagai Bioindikator Biologi Perairan di Hulu Sungai Cisadane Bogor. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor. Scientific Repository.

Wahab, I., Maduppa, H., Kawaroe, M., & Nurafni. (2019). Analisis Kepadatan Makrozoobentos Pada Fase Bulan Berbeda di Lamun, Pulau Panggang, Kepualuan Seribu Jakarta. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 10(1): 93-107.

Zahidin, M. (2008). Kajian Kualitas Air Di Muara Sungai Pekalongan Ditinjau Dari Indeks Keanekaragaman Makrobenthos Dan Indeks Saprobitas Plankton. [Tesis]. Program Studi Magister Manajemen Sumberdaya Pantai. Universitas Diponegoro, Semarang.

Zulfiandi., Zainuri, M., & Hartati, R. (2012). Struktur Komunitas Makrozoobentos di Perairan Pandansari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Jurnal of Marine Research, 1(1): 62-66.

Published
2020-11-30
How to Cite
Putra, R. A., Melani, W. R., & Suryanti, A. (2020). Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Senggarang Besar Kota Tanjungpinang. Jurnal Akuatiklestari, 4(1), 20-27. https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v4i1.2486