Tingkat Kesuburan Perairan di Perairan Tembeling Tanjung, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau

  • Ahmad Fauzan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111
  • Winny Retna Melani Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111 https://orcid.org/0000-0002-5720-2258
  • Tri Apriadi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111

Abstract

Penelitian mengenai tingkat kesuburan perairan telah dilakukan di Perairan Tembeling Tanjung, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Terdapat beberapa aktivitas di Perairan Tembeling Tanjung seperti kegiatan domestik, Keramba Jaring Apung, pelayaran dan juga terdapat ekosistem mangrove dan ekosistem lamun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan di Perairan Tembeling Tanjung, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan indeks TRIX (Trophic Index). Penelitian ini dilakukan dengan metode random sampling yaitu sebanyak 15 titik pengamatan pada saat pasang dan 15 titik pengamatan pada saat surut. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks TRIX pada saat pasang sebesar 4,14, sedangkan pada saat perairan surut sebesar 4,25. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kondisi tingkat kesuburan perairan di Perairan Tembeling Tanjung pada saat pasang maupun pada saat surut tergolong tingkat eutrofikasi sedang (mesotrofik).

References

Alves, G.F., Montes, M., Gaspar, F., & Gomes, J. (2013). Eutrophication and Water Quality In A Tropical Brazilian Estuary. Journal of Coastal Research, 65: 7-12.
Arizuna, M., Suprapto, D., & Muskananfola, M.R. (2014). Kandungan Nitrat dan Fosfat Dalam Air Pori Sedimen di Sungai dan Muara Sungai Wedung Demak. Diponegoro Journal of Maquares, 3(1): 7-16.
Effendi, H. (2003). Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. 259p.
Haryoko, I., Melani, W. R., & Apriadi, T. (2018). Eksistensi Bacillariophyceae dan Chlorophyceae di Perairan Sei Timun Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Jurnal Akuatiklestari, 1(2), 1-7.
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut Biota.
Kusumaningtyas, M.A., Bramawanto, R., Daulat, A., & Pranowo, W.S. (2014). Kualitas Perairan Natuna pada Musim Transisi. Depik: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan, 3(1): 10-20.
Latuconsina, H. (2016). Ekologi Perairan Tropis: Prinsip Dasar dalam Pengelolaan Sumber Daya Hayati Perairan. Gadjah Mada University Press. Yokyakarta. 282p.
Makmur, M., Kusnoputranto, H., Moersidik, S.S., & Wisnubroto, D.S. (2012). Pengaruh Limbah Organik dan Rasio N/P Terhadap Kelimpahan Fitoplankton di Kawasan Budidaya Karang Hijau Cilincing. Journal of Waste Management Technology, 15(2): 51-64.
Nursiah, Melani, W.M., & Apriadi, T. (2018). Indeks Kesuburan Perairan di Desa Pengudang Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Repositry UMRAH.
Pratiwi, N.T.M., Hariyadi, S., Ayu, I.P., Iswantari, A., Novita, M.Z., & Apriadi, T. (2015). Kajian Aspek Ekologis dan Daya Dukung Perairan Situ Cilala. Jurnal Biologi Indonesia, 11(2): 267-274.
Vollenweider, R.A., Giovanardi, F., Montanari, G., & Rinaldi, A. (1998). Characterization of the trophic conditions ff marine coastal waters with special reference to the nw adriatic sea: proposal for a trophic scale, turbidity and generalized water quality index. Environmetrics, 9(3): 329-357.
Published
2018-11-30
How to Cite
Fauzan, A., Melani, W. R., & Apriadi, T. (2018). Tingkat Kesuburan Perairan di Perairan Tembeling Tanjung, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Akuatiklestari, 2(1), 22-28. https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v2i1.2349