Copepoda sebagai Indikator Keberadaan Kuda Laut (Hippocampus sp.) di Perairan Desa Sebong Pereh, Bintan

  • Siti Hidayani Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111
  • Tri Apriadi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111
  • Dedy Kurniawan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111 http://orcid.org/0000-0003-0824-3368

Abstract

Penelitian mengenai hubungan Copepoda sebagai indikator keberadaan Hippocampus sp. telah dilakukan di Perairan Desa Sebong Pereh. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan keberadaan Copepoda sebagai indikator keberadaan Hippocampus sp. di Perairan Desa Sebong Pereh. Penelitian ini dilakukan dengan metode random sampling sebanyak 31 titik menggunakan  transek 5 x 5 m untuk kepadatan Hippocampus sp. dan untuk mengambil sampel Copepoda menggunakan planktonnet secara statis sebanyak 100 L. Hasil penelitian ditemukan tiga spesies Hippocampus sp. yaitu dengan nilai kepadatan H. comes 670 ind/Ha, H. kuda 530 ind/Ha, dan H. mohnikei 400 ind/Ha. Kelimpahan Copepoda ditemukan 9 spesies dari 3 ordo yaitu dengan kelimpahan pada Naupli sp. 3380 ind/m3, Acartia sp. 1450 ind/m3, Acrocalanus sp. 480 ind/m3, Lucicutia sp. 6100 ind/m3, Calanus sp. 1450 ind/m3, Oithona sp. 680 ind/m3, Tisbe sp. 4450 ind/m3, dan Microsetella sp. 870 ind/m3. Berdasarkan analisis PCA nilai kelimpahan Copepoda tidak memiliki hubungan terhadap kepadatan kuda laut di Perairan Desa Sebong Pereh. Hal ini menunjukkan Copepoda tidak bisa dijadikan sebenuhnya sebagai indikator keberadaan kuda laut di Perairan Desa Sebong Pereh.

References

Asmara, A. (2005). Hubungan Struktur Komunitas Plankton Dengan Kondisi Fisika-Kimia Perairan Pulau Pramuka dan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Institut Pertanian Bogor.

Asmanelli & Andreas, I.P. (1993). Beberapa Catatan Mengenai Kuda Laut dan Kemungkinan Pengembangannya. Oseana, 18(4): 145-151.

Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta. 257p.

Fianda, C., Pratomo, A., & Idris, F. (2015). Identifikasi dan inventarisasi Jenis Kuda Laut (Hippocampus sp.) yang Hidup di Perairan Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Repository UMRAH.

Ifadah, A. (2011). Analisis Metode Principal Component Analysis (Komponen Utama) dan Regresi Ridge dalam Mengatasi Dampak Multikolinearitas dalam Analisis Regresi Linear Berganda. Universitas Negeri Semarang.

Kurniawan, D. (2014). Kajian Laju Pertumbuhan Tahunan dan Distribusi Karang Goniopora stokesi (Milne Edwards and Haime, 1851) di Perairan Pulau Laelae Dan Pulau Barranglompo. Universitas Hasanuddin.

Lestari, F., Damar, A., Soewadi, K., & Adrianto, L. (2015). Fluks Nitrogen Anorganik Terlarut di Perairan Pesisir Kota Tanjungpinang, Propinsi Kepulauan Riau. Jurnal Segara, 10(1): 51-59.

Lourie S. A., Foster, S.J., Cooper, E.W.T., & Vincent, A.C.J. (2004). A Guide to the Identification of Seahorses. Project Seahorse and TRAFFIC North America. University of British Columbia and World Wildlife Fund. North America. 120p.

Mustikasari, E., Dewi, L.C., Heriati, A., & Pranomo, W.S. (2015). Pemodelan Pola Arus Barotropik Musiman 3 Dimensi (3D) Untuk Mensimulasikan Fenomena Upwelling di Perairan Indonesia. Jurnal Segara, 11(3): 25-35.

Nontji, A. (2008). Plankton Laut. LIPI Press. Jakarta. 331p.

Nybakken, J.W. (1988). Biologi Laut. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 459p.

Nugraha, M.F.I., & Hismayasari, I.B. (2011). Copepoda: Sumbu Kelangsungan Biota Akuatik dan Kontribusinya Untuk Akuakultur. Media Akuakultur, 6(1): 13-20.

Odum, E.P. (1993). Dasar-dasar Ekologi. UGM Press. Yogyakarta. 697p.

Rabiansyah., Pratomo.,A., & Irawan., H. (2015). Studi Ekologi Kuda Laut (Hippocampus) di Perairan Desa Sebong Pereh Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan. Repository UMRAH.

Redjeki, S. (2007). Pemberian Copepoda Tunggal dan Kombinasi Sebagai Pakan Alami Kuda Laut (Hippocampus Kuda). Ilmu Kelautan, 12(1): 1-5.

Sachlan, M. (1982). Planktonologi. Fakultas Peternakan dan Perikanan. Universitas Diponegoro, Semarang. 117p.

Saraswati,S.A., & Pebriani, D.A.A. (2016). Monitoring Populasi Kuda Laut di Perairan Pantai Padang Bai Karangasem Bali. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 7(2): 100-105.

Surinati, D. (2007). Pasang Surut dan Energinya. Oseana, 32(1): 15-20.

Syafiuddin, M., Zairin, J.R., Jusadi, D., Charman, O., Affandi, R., Trijuno, D.D., & Mutmainna. (2008). Pengaruh Suhu Terhadap Perkembangan Ovari Kuda Laut (Hippocampus barbouri) dalam Wadah Budidaya. Torani : Journal of Fisheries and Marine Science, 18(1):81-86.

Ulfah, F., Afrizal, & Pratomo, A. (2018). Sustainability of Seahorses: Lesson Learned of Local Wisdom From Bintan Island, Riau Island Province. E3S Web of Conferences, 47(7): 001-009.

Published
2018-05-30
How to Cite
Hidayani, S., Apriadi, T., & Kurniawan, D. (2018). Copepoda sebagai Indikator Keberadaan Kuda Laut (Hippocampus sp.) di Perairan Desa Sebong Pereh, Bintan. Jurnal Akuatiklestari, 1(2), 32-37. https://doi.org/10.31629/.v1i2.2294