Sistem Monitoring Distribusi Listrik 2x3 MW

Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Kijang

  • Sapta Nugraha Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Eko Prayetno Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Musmujiyanto Musmujiyanto Universitas Maritim Raja Ali Haji
Keywords: monitoring, distribusi listrik, PLTMG, express feeder

Abstract

Pembangkit tenaga listrik menghasilkan sumber energi listrik yang akan disalurkan ke jalur sistem distribusi. Sistem distribusi ini belum sepenuhnya maksimal dalam proses penyaluran energi listrik karena sistem monitoringnya belum maksimal. Hal ini akan berakibat pada kegagalan sistem dalam distribusi listrik. Pada penelitian ini, akan dilakukan sistem monitoring distribusi listrik 2x3 MW di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kijang. Sistem monitoring meliputi listrik yang disalurkan dan listrik yang dimanfaatkan untuk pengoperasian peralatan dan komponen pendukung pada sistem pembangkit tenaga listrik. Sistem distribusi listrik di PLTMG Kijang disalurkan melalui jaringan 20 KV. Hasil monitoring yang didapatkan bahwa daya rerata untuk penggunaan pembangkit ketika tidak beroperasi berkisar 1655.894 Watt per bulan. Sistem distribusi listrik ke express feeder pada daya 3 MW menghasilkan rerata cos phi 0.99, frekuensi 50.1 Hz, tegangan 20.1 KV, dan arus 86.14 A. Sistem distribusi listrik pada daya 6 MW menghasilkan rerata cos phi 0.99, frekuensi 50.1 Hz, tegangan 20.1 KV, dan arus 172.3 A.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2016-05-15
How to Cite
[1]
S. Nugraha, E. Prayetno, and M. Musmujiyanto, “Sistem Monitoring Distribusi Listrik 2x3 MW: Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Kijang”, sustainable, vol. 5, no. 1, pp. 1 - 5, May 2016.