Penyuluhan Pertanian Kepada Gapoktan Karaja Sabaya dalam Ekspor Produk Pertanian di Wilayah Perbatasan Aruk Indonesia

  • Ginanjar Dwi Cahyanto Universitas Sebelas Maret
Keywords: Export, Gapoktan, Rice, Border Area

Abstract

Sanatab Village is one of the villages in the border region that has abundant natural resource potential in agriculture. The high potential of these natural resources is supported by the vast market share in the border region, especially exports of agricultural products. Most of the people of Sanatab Village work as farmers. Sanatab Village Farmers carry out rice cultivation through the farmer group association (Gapoktan) named Karaja Sabaya. Rice production produced is stagnant and tends to decrease due to cultivation that still uses traditional methods. So far, the results of the rice production are sold to middlemen circulating in the border region. The lack of active counselors in assisting farmers and the low motivation of farmers to increase rice production becomes a prolonged problem. A more active role is needed from Gapoktan Karaja Sabaya so that rice production can be optimized so that farmers' incomes increase. The strategy undertaken by Gapoktan is by conducting agricultural counseling involving field counselors, aruk agricultural quarantine stations, traditional councils, village heads, bhabinkamtibmas, babinsa, academics, and all farmer groups in the Sanatab village. The outreach program which was attended by 27 people gave new information that had never been obtained by the stakeholders who came. The expectation of Gapoktan Karaja Sabaya with the extension to create synergy between the invited stakeholders so that efforts to increase production and export of agricultural products through the agricultural quarantine station can be realized.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Ginanjar Dwi Cahyanto, Universitas Sebelas Maret

Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian

References

Arsyad, M., Andi, N., Imam, M., Darmawan, S., Dwi., A, dkk. (2021). Keterkaitan peran antar lembaga dalam pembangunan pertanian di wilayah perbatasan Indonesia. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian. 28(1): 1-16.

Budiman, P. (2020). Strategi pengembangan kawasan sentra produksi padi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Gerbang Etam Balitbangda Kab. Kukar. 14(1): 32-43.

Burhansyah, R. (2014). Model Pengembangan Pertanian Kawasan Perbatasan Antar Negara; Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Spesifikasi Lokasi. Banjarbaru: 6-7 Agustus 2014. Hal. 321-332.

Erlina Y., Evi E., & Jhon W. (2020). Analisis faktor sosial ekonomi pengembangan padi lokal spesifik lokasi di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. 5(1): 61-68.

Imron, A.N., Muhanniah, & Giono, B.R.W. (2019). Metode Penyuluhan Pertanian dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Petani (Studi Kasus di Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros). Jurnal Agrisep. 18(2): 289–304.

Ismail M., Lamhot E. P., Rachman J., Asis dan Husaini. (2020). Pembangunan Pertanian Wilayah Perbatasan: Introduksi Teknologi Padi Mendukung Ketahanan Pangan Wilayah Perbatasan Provinsi Aceh. Prosiding Seminar Nasional Strategi Ketahanan Pangan Masa New Normal Covid-19.

Hamid, Sri, H.M., & Tien, W. (2004). Kawasan Perbatasan Kalimantan: Permasalahan dan Konsep Pengembangan. Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Inten S. M., Dewi E., dan Budi R. N. (2017). Peranan Penyuluh Pertanian dalam Peningkatan Pendapatan Petani Komoditas Padi di Kecamatan Tanjungselor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Jurnal AGRIFOR. 16 (1): 103-108.

Itasari, E. (2020). Pengelolaan perbatasan antara Indonesia dan Malasia tentang tingkat ekonomi di wilayah kedua negara. Ganesha Civic Education Journal. 2(1): 9-16.

Julia dan Safrika. (2020). Persepsi jaringan sosial antar gapoktan dalam upaya meningkatkan pendapatan petani di Kecamatan Titeue. Jurnal Agrodiversity. 1(1): 1-8.

Mentan, RI. (2016). Peraturan Menteri Pertanian RI

No.67/Permentan/SM.050/12/2016 Tentang Pembinaan Kelembagaan Petani. Jakarta: Direktur Jenderal Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan HAM.

Mentan, RI. (2016). Peraturan Menteri Pertanian RI No.67/Permentan/SM.050/12/2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani.

Ohmae, K. (1995). The end of Nations state: the rise of regional economics. New York: Free Press.

Pani, R. (2020). Evaluasi penyuluhan penggunaan benih unggul padi gogo bersertifikat terhadap tingkat pengetahuan petani di Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau (Perbatasan RI-Malaysia). Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian.

Pemerintah Indonesia. (2006). Undang-Undang No.16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Lembaran Negara RI Tahun 2006 Nomor 92. Jakarta: Sekretariat Negara.

Rinzani F, Siswoyo dan Azhar. (2020). Pemanfaatan limbah kulit bawang merah sebagai pupuk organik cair pada budidaya tanaman bayam di Kelurahan Benteng Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Jurnal Inovasi Penelitian. 1(3): 197-206.

Situmorang, D.M. (2019). Model Pembangunan Daerah 3T: Studi Kasus Daerah Perbatasan Kabupaten Bengkayang. Jurnal MBIA. 1(1): 49-64.

Sumarno. (2006). Sistem Produksi Padi Berkelanjutan dengan Penerapan Revolusi Hijau Lestari. Jurnal Iptek Tanaman Pangan. 1(1): 1-18.

Trisnanto, Teguh B., Fitriani, Cholid, Fatih. (2017). Membangun modal sosial pada gabungan kelompok tani. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan, dan Politik. 30(1): 60.

Zakaria, Z, Sophian, R.I., & Khoirullah, N. (2018). Modifikasi Konsep Participatory Rural Appraisal untuk Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa di Jawa Barat, Indonesia. Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat. 7(1): 38–45.

Zubaedah N., Damayanti B., dan Abdul M. (2015). Keefektifan kebijakan pembatasan pintu masuk impor hortikultura terhadap aspek perlindungan tanaman. Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan. 2(2): 143-150.

Zuhdi F. & Suharno. (2015). Analisis daya saing ekspor kopi Indonesia dan Vietnam di pasar ASEAN 5. Jurnal Habitat. 26(3): 152-162.

Published
2021-05-11
How to Cite
Cahyanto, G. D. (2021). Penyuluhan Pertanian Kepada Gapoktan Karaja Sabaya dalam Ekspor Produk Pertanian di Wilayah Perbatasan Aruk Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Perbatasan Dan Desa (SNPD), 1(1), 45-57. Retrieved from https://ojs.umrah.ac.id/index.php/snpd/article/view/3301