Archives

  • Oktober 2018
    Vol. 1 No. 1 (2018)

  • Desember 2022
    Vol. 5 No. 2 (2022)

    Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Maritim (Pengkemas Maritim) Volume 5 Nomor 2 Desember 2022 menyajikan lima artikel pengabdian kepada masyarakat. Dua artikel berbicara tentang bidang pendidikan masyarakat maritim dalam bentuk edukasi kepada masyarakat. Annaastasia et al. mengedukasi masyarakat tentang larangan dan anacaman penangkapan dan perdagangan penyu di Desa Lalowaru dan Desa Ranooharaya Kabupaten Konawe Selatan. Selanjutnya Putri et al. melakukan sosialisasi tentang penggunaan bahan baku alternatif dalam pembuatan pakan ikan pada kegiatan budidaya di Desa Pengujan Kabupaten Bintan. Dua artikel tentang pengolahan produk yang dilakukan di Kabupaten Jembrana dengan menggunakan bahan baku yang berbeda. Febrianti et al. membinan masayarakar dengan mengolah produk berbahan dasar udang vaname di kampung vaname Desa Pengambengan, sedangkan Utari et al. membina warga binaan wanita dengan bahan dasar surimi di Rumah Tahanan Kelas IIB Negara. Satu artikel lainnya berbicara tentang lingkungan dan konservasi oleh Irawan et al. yang mengangkat topik pengembangan budidaya mangrove untuk kegiatan wisata edukasi-konservasi di Kabupaten Bintan.

    Foto sampul terbitan kali ini diadaptasi dari media poster pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Lalowaru dan Desa Ranooharaya Kabupaten Konawe Selatan oleh Annaastasia et al.

  • Juni 2022
    Vol. 5 No. 1 (2022)

    Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Maritim (Pengkemas Maritim) Volume 5 Nomor 1 Juni 2022 menampilkan lima artikel pengabdian kepada masyarakat. Empat artikel berbicara tentang bidang pendidikan masyarakat maritim dalam bentuk edukasi kepada masyarakat di Kabupaten Bintan, Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kota Dumai. Satu artikel lainnya berbicara tentang pengolahan produk perikanan di Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali.

    Foto sampul terbitan kali ini diadaptasi dari media pendidikan (e-Book) pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Tanjungpinang oleh Muzammil et al.