<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://ojs.umrah.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-04-03T20:27:12Z</responseDate>
	<request from="2020-10-21" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/274</identifier>
				<datestamp>2025-11-28T03:29:15Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pertumbuhan Tahunan Karang Goniopora stokesi di Perairan Kota Makassar Hubungannya dengan Faktor Cuaca</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Jompa, Jamaluddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Haris, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Jompa, Jamaluddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Haris, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Growth Rate</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Goniopora stokesi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Coral</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Growth Rate</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Goniopora Stokesi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Coral</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pertumbuhan karang masif sangat tergantung pada lingkungannya. Analisis pertumbuhan tahunan karang masif telah digunakan sebagai salah satu data untuk mengetahui perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju pertumbuhan tahunan karang Goniopora stokesi di Perairan Kota Makassar (Pulau Laelae dan Pulau Barranglompo), serta hubungan laju pertumbuhan tahunan karang dengan faktor cuaca (curah hujan, suhu udara dan lama penyinaran matahari). Sampel karang Goniopora stokesi diambil sebanyak 3 koloni di daerah yang relatif sama (reef flat) dengan jarak berdekatan, diameter berkisar ± 150 mm. Sampel karang dipotong sesuai posisi axial growth dengan ketebalan ± 5 mm, selanjutnya diekspose di bawah sinar-X. Film hasil sinar-X digunakan untuk menentukan pertumbuhan tahunan, melalui kombinasi HD dan LD bands-nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan karang Goniopora stokesi di Pulau Laelae berkisar antara 8.28 ± 0.56 mm – 11.37 ± 0.27 mm dan Pulau Barranglompo berkisar antara 9.17 ± 1.19 mm – 15.87 ± 2.49 mm. Secara umum, laju pertumbuhan tahunan karang Goniopora stokesi di Perairan Kota Makassar berkisar antara&amp;nbsp; 9.72 ± 1.16 mm tahun-1 –12.47 ± 2.67 mm tahun-1. Curah hujan merupakan faktor cuaca yang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laju pertumbuhan karang, sedangkan suhu udara dan lama penyinaran matahari tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laju pertumbuhan karang di Perairan Kota Makassar.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/274</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v1i1.274</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Akuatiklestari; 7-13</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Akuatiklestari; 7-13</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/274/981</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Dedy Kurniawan, Jamaluddin Jompa, Abdul Haris</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/919</identifier>
				<datestamp>2021-04-17T06:38:03Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Tingkat Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Pantai di Pulau Penjalin, Kabupaten Kepulauan Anambas</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Tingkat Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Pantai di Pulau Penjalin, Kabupaten Kepulauan Anambas</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Mizan, Al</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Susiana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Mizan, Al</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Susiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Tingkat Kesesuaian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Wisata Pantai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Daya Dukung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pulau Penjalin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kepulauan Anambas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian dan daya dukung wisata pantai di Pulau Penjalin, Kabupaten Kepulauan Anambas. Penentuan titik stasiun menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan lokasi wisata pantai di Pulau Penjalin, Kabupaten Kepulauan Anambas. Untuk pengambilan data parameter ekologi dilakukan dengan metode survei. Hasil penelitian ini menunjukkan indeks kesesuaian wisata pantai di Pulau Penjalin pada stasiun 1 adalah&amp;nbsp; 90,60% dan pada stasiun 2 adalah 97,44%, dengan tingkat kesesuaian wisata pantai pada kedua stasiun dikategorikan sangat sesuai. Daya dukung kawasan di Pulau Penjalin untuk aktivitas wisata pantai pada stasiun 1 sebanyak 478 jiwa dan dan stasiun 2 sebanyak 1.594 jiwa, dengan luas area pemanfaatan seluas 50 m2/orang dan waktu kunjungan selama 3 jam/orang/hari.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian dan daya dukung wisata pantai di Pulau Penjalin, Kabupaten Kepulauan Anambas. Penentuan titik stasiun menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan lokasi wisata pantai di Pulau Penjalin, Kabupaten Kepulauan Anambas. Untuk pengambilan data parameter ekologi dilakukan dengan metode survei. Hasil penelitian ini menunjukkan indeks kesesuaian wisata pantai di Pulau Penjalin pada stasiun 1 adalah&amp;nbsp; 90,60% dan pada stasiun 2 adalah 97,44%, dengan tingkat kesesuaian wisata pantai pada kedua stasiun dikategorikan sangat sesuai. Daya dukung kawasan di Pulau Penjalin untuk aktivitas wisata pantai pada stasiun 1 sebanyak 478 jiwa dan dan stasiun 2 sebanyak 1.594 jiwa, dengan luas area pemanfaatan seluas 50 m2/orang dan waktu kunjungan selama 3 jam/orang/hari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/919</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v2i1.919</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 1-8</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 1-8</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/919/977</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/921</identifier>
				<datestamp>2021-04-17T06:38:25Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Kesesuaian Kawasan Wisata Pantai di Pulau Bungin Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Raplianto, Raplianto</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kesesuaian Kawasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Wisata Pantai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pulau Bungin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tambelan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekologis, tingkat kesesuaian kawasan wisata pantai dan daya dukung kawasan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi ekologis kawasan pantai Pulau Bungin sesuai untuk dijadikan sebagai kawasan wisata pantai. Namun, sarana dan prasarana dan ketersediaan air tawar di Pulau Bungin tidak memadai. Tingkat kesesuaian kawasan wisata pantai di Pulau Bungin berdasarkan potensi ekologis memiliki nilai indeks kesesuaian wisata pada stasiun I dan II yaitu 81,58% dan 81,58 terkategori sangat sesuai (S1). Daya dukung kawasan pantai Pulau Bungin untuk aktivitas wisata pantai pada stasiun I dan II adalah 112 dan 138&amp;nbsp; jiwa dengan pemanfaatan luas area 50 m2/orang untuk waktu kunjungan selama 3 jam/orang/hari. Berdasarkan kajian potensi ekologis, Pulau Bungin berpotensi untuk dijadikan kawasan wisata pantai.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/921</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v3i1.921</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 1-9</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/921/1024</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/931</identifier>
				<datestamp>2021-04-17T06:39:02Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Tingkat Kesuburan Perairan di Perairan Kampung Madong, Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ismail</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Trophic Level</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Aquatic Trophic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Trophic Index</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">TRIX</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Perairan Kampung Madong</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan berdasarkan indeks TRIX (Trophic Index), serta kondisi perairan fisika, kimia dan biologi di Perairan Kampung Madong Kelurahan Kampung Bugis Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei sebanyak 15 titik sampling pada saat surut dan 15 titik sampling pada saat pasang pada titik koordinat yang sama. Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas perairan Kampung Madong baik parameter fisika maupun kimia pada saat pasang dan surut masih berada pada kriteria sesuai menurut KEPMEN LH No. 51 Tahun 2004 tentang baku mutu air laut untuk biota, namun untuk parameter Nitrat dan Fosfat tidak memenuhi baku mutu. Nilai tingkat kesuburan Perairan Kampung Madong berdasarkan nilai indeks TRIX yaitu pada saat pasang terdapat nilai 4,74 yang tergolong sedang (mesotrofik), sedangkan tingkat kesuburan di Perairan Kampung Madong pada saat surut terdapat nilai indeks TRIX 5,18 yang tergolong tinggi (eutrofik).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/931</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v2i1.931</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 9-13</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 9-13</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/931/978</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/936</identifier>
				<datestamp>2025-11-28T03:37:35Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Laju Sedimentasi Terhadap Kerapatan Lamun di Perairan Beloreng Kelurahan Tembeling Tanjung Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Pengaruh Laju Sedimentasi Terhadap Kerapatan Lamun di Perairan Beloreng Kelurahan Tembeling Tanjung Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Fernando, Riky</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Fernando, Riky</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kerapatan Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Laju Sedimentasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Perairan Beloreng</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerapatan lamun, laju sedimentasi dan pengaruh laju sedimentasi terhadap kerapatan lamun di Perairan Beloreng Kelurahan Tembeling Tanjung Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei sebanyak 30 titik menggunakan plot berukuran 1 x 1 meter dan sediment trap. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis lamun yaitu, Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Cymodocea rontundata, Halodule uninervis, dan Halophila decipiens dengan kerapatan berkategori rapat. Laju sedimentasi dengan nilai total sebesar 0,3668 (g/cm2/hari) dengan nilai rata-rata selama sebulan yang mengalami kenaikan setiap minggunya, serta laju volume sedimentasi dengan nilai total 0,1778 (ml/cm2/hari) dan memiliki nilai rata-rata perbulan yang sama. Hasil analisis pengaruh laju sedimentasi terhadap kerapatan lamun di Perairan Beloreng Kelurahan Tembeling Tanjung Kabupaten Bintan dengan hasil 87% kerapatan lamun dipengaruhi oleh laju sedimentasi, dengan hubungan antar variabel bersifat sangat kuat.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerapatan lamun, laju sedimentasi dan pengaruh laju sedimentasi terhadap kerapatan lamun di Perairan Beloreng Kelurahan Tembeling Tanjung Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei sebanyak 30 titik menggunakan plot berukuran 1 x 1 meter dan sediment trap. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis lamun yaitu, Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Cymodocea rontundata, Halodule uninervis, dan Halophila decipiens dengan kerapatan berkategori rapat. Laju sedimentasi dengan nilai total sebesar 0,3668 (g/cm2/hari) dengan nilai rata-rata selama sebulan yang mengalami kenaikan setiap minggunya, serta laju volume sedimentasi dengan nilai total 0,1778 (ml/cm2/hari) dan memiliki nilai rata-rata perbulan yang sama. Hasil analisis pengaruh laju sedimentasi terhadap kerapatan lamun di Perairan Beloreng Kelurahan Tembeling Tanjung Kabupaten Bintan dengan hasil 87% kerapatan lamun dipengaruhi oleh laju sedimentasi, dengan hubungan antar variabel bersifat sangat kuat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/936</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v3i1.936</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 10-17</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 10-17</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/936/1153</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/954</identifier>
				<datestamp>2021-05-29T17:11:39Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Transplantasi Lamun Enhalus acoroides Menggunakan Metode Berbeda di Perairan Sebong Pereh Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Mustaromin, Endang</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Transplantasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Enhalus acoroides</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">TERFs</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Peat Pot (Polybag)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pertumbuhan daun dan kelangsungan hidup lamun Enhalus acoroides dengan metode transplantasi berbeda. Penelitian ini dilakukan April hingga Desember 2018. Metode Transplantasi yang digunakan&amp;nbsp; TERFs, Plug, dan Peat Pot (Polybag). Pertumbuhan daun lamun E. acoroides pada lokasi dengan metode TERFs &amp;nbsp;memiliki pertumbuhan daun rata-rata 0,48Â±0,02 cm/hari, pada metode penanaman plug pertumbuhan daun lamun E. acoroides rata-rata yakni 0,44Â±0,01 cm/hari. Pada lokasi dengan metode Peat Pot (polybag) memiliki pertumbuhan dengan rata-rata pertumbuhan 0,40Â±0,03 cm/hari. Kelangsungan hidup lamun E. acoroides untuk semua perlakuan berkisar antara 88,89% hingga&amp;nbsp; 95% dengan persentase kelangsungan hidup tertinggi pada metode TERFs dan terendah pada metode Peat Pot (polybag). Metode TERFs memiliki laju pertumbuhan &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;tingkat &amp;nbsp;kelangsungan &amp;nbsp;hidup &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;tertinggi&amp;nbsp; dibandingkan &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;dua metode lainnya, sehingga metode ini dianggap lebih efektif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/954</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v3i1.954</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 23-30</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 23-30</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/954/1308</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/973</identifier>
				<datestamp>2021-05-29T17:03:23Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Struktur Komunitas dan Sebaran Bintang Laut di Perairan Desa Pengudang Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Dharma, Atria</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Bintan, bintang laut, struktur komunitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian mengenai, Struktur Komunitas dan Sebaran Bintang Laut telah dilakukan di perairan Desa Pengudang Kabupaten Bintan. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui jenis-jenis kepadatan dan struktur komunitas serta pola sebaran bintang laut di perairan Desa Pengudang. Penelitian ini dilakukan dengan metode random sampling sebanyak 30 titik menggunakan&amp;nbsp; transek 1 x 1 m untuk kepadatan bintang laut. Hasil penelitian ditemukan dua spesies bintang laut yaitu dengan nilai kepadatan Archaster typicus 1,53 ind/m2, Protoreaster nodosus 0,16 ind/m2. Nilai keanekaragaman didapat dengan nilai 0,321, dan keseragaman didapat dengan nilai 0,463 serta dominansi dengan nilai 0,823. Bentuk pola sebaran di perairan Desa Pengudang memiliki bentuk mengelompok. Kondisi perairan di Desa Pengudang tergolong baik sesuai&amp;nbsp; dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut(KepMen LH No.200 Tahun 2004). Analisis substrat diperairan Desa Pengudang terdiri dari pasir kerikil. Komposisi pasir lebih besar yaitu 97,3% merupakan tempat habitatnya jenis bintang laut Archaster typius yang lebih sering di jumpai pada tipe substrat pasir halus yang lebih dominan di sekitaran padang lamun Desa Pengudang</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/973</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v3i1.973</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 31-35</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 31-35</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/973/1307</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/974</identifier>
				<datestamp>2021-04-17T06:42:29Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Tingkat Kesuburan Perairan Pasca Tambang Timah di Desa Prayun Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Juliana, Juliana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Retna Melani, Winny</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kesuburan Perairan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tambang Timah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Desa Prayun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">TSI</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kepulauan Kundur merupakan salah satu penghasil timah di Indonesia, salah satu lokasinya berada di Desa Prayun. Desa Prayun terdapat banyak bekas galian tambang timah yang dibiarkan begitu saja tanpa termanfaatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan Pasca Tambang Timah Desa Prayun Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun. Penelitian ini dilakukan di Desa Prayun Kepulauan Kundur pada bulan Maret-Juni 2018. &amp;nbsp;Penelitian ini &amp;nbsp;mengunakan &amp;nbsp;metode survey, dengan penentuan stasiun menggunakan metode Random &amp;nbsp;Sampling &amp;nbsp;sebanyak &amp;nbsp;30 &amp;nbsp;titik. &amp;nbsp;Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Trofik Status Indeks (TSI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perairan di danau pasca tambang timah Desa Prayun ini tergolong dalam kategori oligotrofik (kesuburan rendah).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/974</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v3i1.974</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 18-22</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 18-22</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/974/1191</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/975</identifier>
				<datestamp>2022-02-15T15:44:18Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Potensi dan Pola Pemanfaatan Siput Gonggong di Perairan Pulau Kapal Desa Tembeling Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Syukri, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Febrianti </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Bintan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Siput Gonggong</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pemanfaatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian mengenai potensi dan pola pemanfaatan siput gonggong telah dilakukan di perairan Pulau Kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dan pola pemanfaatan siput gonggong di perairan Pulau Kapal. Penelitian ini dilakukan dengan metode random sampling sebanyak 30 titik menggunakan transek 1 x 1 m untuk kepadatan Siput Gonggong. Hasil penelitian ditemukan dua jenis siput gonggong spesies yaitu Laevistrombus turturella dan Strombus urceus dengan nilai rata-rata kepadatan 1,32 ind/mÂ². Pola pemanfaatan siput gonggong di perairan Pulau Kapal yaitu dengan melihat ukuran, teknik, area, jumlah, dan musim tangkapan. Pemanfaatan dari siput gonggong yaitu dikonsumsi dan dijual.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2020-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/975</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v3i2.975</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 1-10</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/975/1311</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/984</identifier>
				<datestamp>2021-05-29T17:18:28Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Identifikasi Ikan Lokal di Tempat Pendaratan Ikan dan Pola Pemanfaatan Perikanan di Pulau Alai</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Fitri, Nurul Hidayah Eka</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ulfah, Fitria</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Fitri, Nurul Hidayah Eka</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ulfah, Fitria</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Ikan Lokal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pola Pemanfaatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Perikanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Identifikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pulau Alai</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian mengenai identifikasi jenis ikan lokal dan pola pemanfaatan perikanan telah dilakukan di Pulau Alai, Kecamatan Ungar, Kabupaten Karimun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis â€“ jenis ikan lokal dan pola pemanfaatan perikanan di Pulau Alai. Penelitian ini dilakukan dengan&amp;nbsp; metode purposive sampling pada 2 tempat pendaratan ikan, yang juga dijadikan nelayan setempat sebagai tempat melabuhkan perahu. Komposisi hasil tangkapan ikan lokal yang didapat sebanyak 7 jenis. Hasil tangkapan utama terdapat 4 jenis ikan, yaitu ikan lome (Harpodon nehereus), ikan bulu ayam (Coilia sp.), ikan biang (Setipinna sp.), dan ikan timah (Trichiurus sp.). Sedangkan hasil tangkapan sampingan terdapat 3 jenis ikan, yaitu ikan Diles atau ikan Gelik (Otolithoides sp.), ikan baji â€“ baji (Grammoplites scaber), dan ikan sebelah (Cynoglossus sp.). Persentase tertinggi di tempat pendaratan ikan I dan II adalah ikan lome yang merupakan ikan hasil tangkapan utama sebesar 38-39%. Sedangkan persentase terendah di tempat pendaratan ikan I dan II adalah ikan baji â€“ baji sebesar 2%. Pola pemanfaatan perikanan di Pulau Alai masih cenderung sederhana dan tradisional. Alat tangkap jaring di Pulau Alai tidak memiliki nilai selektivitas yang tinggi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2019-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/984</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v2i2.984</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 1-9</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/984/982</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/988</identifier>
				<datestamp>2022-02-15T15:44:18Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kualitas Perairan pada Kolam Tailing  Pasca Tambang Bauksit di Senggarang Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Pratiwi, Wahyuning</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Bauksit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Fitoplankton</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kualitas Air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tanjungpinang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tailing</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air kolam tailing pasca tambang bauksit, struktur komunitas fitoplankton dan untuk mengetahui keterkaitan antara parameter fisika-kimia perairan dan kelimpahan fitoplankton di Senggarang Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilakukan dengan&amp;nbsp; metode survey di lapangan dan analisis di laboratorium. Penentuan titik sampling dilakukan secara random sampling yaitu dengan menentukan 14 titik sampling yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan kolam pasca tambang bauksit memiliki kondisi air yang asam dengan nilai pH berkisar antara 3-4 dan BOD yang tinggi. Kelimpahan fitoplankton berkisar 1.178-3.008 sel/L. Keanekaragaman yang rendah, keseragaman yang sedang serta rendahnya dominansi menunjukkan masih ada tekanan ekologis di perairan. Keterkaitan kelimpahan fitoplankton dengan parameter fisika-kimia perairan dari hasil pengelompokan titik sampling tiap kolam ditujukan pada kolam 1 memiliki keterkaitan, sedangkan pada kolam 2, 3 dan 4 tidak memiliki keterkaitan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2020-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/988</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v3i2.988</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 11-20</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 11-20</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/988/1312</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/989</identifier>
				<datestamp>2021-05-29T17:21:11Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kajian Stok Udang Putih (Penaeus merguiensis) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Selvia, Irma Devi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Tingkat Eksploitasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Udang Putih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Penaeus merguiensis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tingkat Mortalitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini mengenai analisis stok udang putih (Penaeus merguiensis) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui stok udang putih (Penaeus merguiensis) berdasarkan frekuensi panjang, identifikasi kelompok ukuran, parameter pertumbuhan, hubungan panjang bobot serta faktor kondisi, dan juga tingkat mortalitas serta laju eksploitasi pada udang di Perairan Senggarang Kecamatan Tanjungpinang Kota,&amp;nbsp; Kota&amp;nbsp; Tanjungpinang.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penelitian&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; dilakukan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; metode&amp;nbsp; random&amp;nbsp; sampling sebanyak 600 ekor dengan kisaran panjang 45-178 mm yang dianalisis mengguanakan data sofware dengan aplikasi FISAT II dan regresi dari microsoft excel. Penelitian ini menghasilkan koefisien pertumbuhan (K) yang paling tinggi didapatkan dari data udang putih betina yaitu sebesar 0,88 per tahun, sedangkan untuk panjang berat udang putih jantan dan betina keduanya adalah allometrik negatif (pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan bobot). Laju eksploitasi udang putih paling tiggi didapat dari data udang putih betina sebesar 0,76 per tahun. Nilai eksploitasi ini melebihi nilai eksploitasi optimum 0,5.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2019-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/989</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v2i2.989</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 20-30</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 20-30</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/989/984</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/993</identifier>
				<datestamp>2021-06-29T09:47:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Struktur Komunitas Gastropoda Di Perairan Air Kelubi Desa Resun Pesisir Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Normalasari, Normalasari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Struktur Komunitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Gastropoda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kualitas Perairan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Air Kelubi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lingga Utara</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Perairan Air Kelubi terletak di Desa Resun Pesisir Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga. Adapun kegiatan masyarakat Air Kelubi di pesisir perairan seperti limbah domestik (pemukiman pesisir) yang dibuang langsung keperairan, maka akan berdampak negatif pada kualitas perairan dan keberadaan gastropoda dilingkungan sekitar perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda dan kondisi kualitas perairan. Metode yang digunakan dengan penentuan titik sampling yaitu purposive samplingdari stasiun1,2,3 dan 4. Untuk pengambilan data gastropoda menggunakan metode Transek kuadrat persegi dengan ukuran 1x1 m. Perairan Air Kelubi gastopoda yang ditemukan 5 jenis gastropoda yaitu Strombus turturella, S. canarium, S. urceus, Batillaria multiformis dan Littoraria cabra. Nilai total setiap kelimpahan pada ke 4 stasiun&amp;nbsp; yaitu stasiun 1 (43.400 Ind/Ha), stasiun 2 (56.600 Ind/Ha), stasiun 3 (53.300 Ind/Ha) dan stasiun 4 (40.000 Ind/Ha). Nilai kelimpahan tertinggi pada stasiun 2 (56.600 Ind/Ha) dan nilai kelimpahan terendah pada 4 (40.000 Ind/Ha). Sehingga perairan Air Kelubi dikategorikan sangat sesuai untuk kehidupan gastropoda.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2019-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/993</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v2i2.993</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 10-19</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 10-19</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/993/983</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/994</identifier>
				<datestamp>2021-06-29T09:46:52Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Hubungan Bivalvia dan Lamun di Perairan  Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Mariani, Mariani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Bivalvia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Desa Teluk Bakau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; bertujuan&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; melihat&amp;nbsp; tingkat&amp;nbsp; asosiasi&amp;nbsp; bivalvia&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; ekosistem lamun di Perairan Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilakukan selama bulan Februari sampai dengan Juli 2018. Metode penelitian dilakukan dengan dengan pendekatan metode random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lamun yang dijumpai di perairan Desa Teluk Bakau terdiri atas; Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halodule uninervis, dan Cymodocea rotundata, dengan kerapatan tergolong agak rapat. Jenis bivalvia yang dijumpai pada kawasan padang lamun Desa Teluk Bakau hanya terdiri atas 3 spesies yakni Tellina sp. (kerang remis besar), Gafrarium sp. (kerang gorap), serta Mactra sp. (kerang remis) dengan kepadatan&amp;nbsp; total&amp;nbsp; yakni&amp;nbsp; 1,03&amp;nbsp; individu/m2.&amp;nbsp; Diketahui&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; hasil&amp;nbsp; analisis&amp;nbsp; regresi&amp;nbsp; diperoleh persamaan Y=0,853+0,0017x, artinya semakin meningkatnya satu tegakan kerapatan lamun akan meningkatkan kelimpahan bivalvia sebesar 0,0017 ind/m2.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2019-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/994</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v2i2.994</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 31-37</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 31-37</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/994/985</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2287</identifier>
				<datestamp>2021-04-17T06:44:27Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Eksistensi Bacillariophyceae dan Chlorophyceae di Perairan Sei Timun Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Haryoko, Ilham</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Apriadi, Tri </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Bacillariophyceae</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Chlorophyceae</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Perairan Sei Timun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tanjungpinang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian mengenai eksistensi Bacillariophyceae dan Chlorophyceae dilakukan di Perairan Sei Timun, Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Eksistensi Bacillariophyceae dan Chlorophyceae di Perairan Sei Timun. Penelitian ini dilakukan dengan metode Random Sampling sebanyak 30 titik pengamatan di Perairan Sei Timun. Analisis data fitoplankton menggunakan indeks similaritas Bray-Curtis. Analisis kualitas air menggunakan indeks similaritas Canberra. Hasil penelitian menunjukan kelimpahan rata-rata fitoplantkon di Perairan Sei Timun mencapai 21299,4 sel/L. Kelimpahan rata-rata tertinggi pada kelas Bacillariophyceae yaitu genera Pleurosigma sp. sebesar 1701,4 sel/L dan kelimpahan rata-rata terendah yaitu pada genera Rhizoselenia sp. sebesar 799,1 sel/L, sedangkan kelimpahan rata-rata tertinggi pada kelas Chlorophyceae yaitu pada genera Mougeotia sp. sebesar 4276,6 sel/L dan kelimpahan rata-rata terendah yaitu pada genera Micrasterias sp. sebesar 302,2 sel/L. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keberadaan fitoplankton kelas Bacillariophyceae sebanyak 4 genera dan Chlorophyceae sebanyak 8 genera di Perairan Sei Timun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2018-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2287</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v1i2.2287</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 1-7</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 1-7</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2287/968</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2288</identifier>
				<datestamp>2021-04-17T06:35:38Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Kondisi Ekosistem Mangrove di Perairan Sei Carang Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Hafsar, Khairul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Perairan Sei Carang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tanjungpinang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Tanjungpinang memiliki ekosistem mangrove seluas kurang lebih 1.300 Ha, namun 100 Ha diantaranya rusak akibat penebangan dan penimbunan untuk pemukiman dan industri yang menyebabkan banjir disejumlah wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ekosistem mangrove di Perairan Sei Carang, Kota Tanjungpinang. Kondisi mangrove dilihat dengan mengukur kerapatan jenis, kerapatan relatif jenis, frekuensi jenis, frekuensi relatif jenis, dan indeks keanekaragaman. Jenis â€“ jenis mangrove yang tumbuh di Perairan Sei Carang terdiri dari Rhizophora sp., Bruguiera sp., Avicennia sp., dan Sonneratia sp. Kawasan ini didominasi oleh jenis mangrove Rhizophora sp, yang merupakan jenis mangrove yang paling banyak ditemui. Kerapatan jenis mangrove di Perairan Sei &amp;nbsp;Carang yang paling tinggi sampai dengan yang paling rendah adalah sebagai berikut yaitu Rhyzophora sp. 3000 individu/Ha, Bruguiera sp. 983 individu/Ha, Avicennia sp. 283 individu/Ha dan Sonneratia sp. 133 individu/Ha. Jenis Rhyzophora sp. merupakan jenis mangrove yang paling tinggi tingkat kerapatannya dan Sonneratia sp. merupakan jenis mangrove yang paling rendah tingkat kerapatan jenisnya. Rata-rata kerapatan jenis mangrove di Perairan Sei Carang sebesar 1100 individu/Ha yang menunjukkan bahwa kerapatan jenis masuk ke dalam kriteria sedang dan hal ini menunjukkan kondisi mangrove masih dalam keadaan baik. tingkat keanekaragaman jenis mangrove yaitu 0,8786 (H&amp;lt;1) menunjukkan bahwa jenis mangrove yang ada di dominasi oleh satu jenis mangrove yaitu Rhyzophora sp., sedangkan mangrove yang lainnya seperti Bruguiera sp., Avicennia sp., dan Sonneratia sp. lebih sedikit ditemui pada lokasi penelitian.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2018-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2288</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v1i2.2288</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 8-12</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 8-12</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2288/969</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2289</identifier>
				<datestamp>2021-04-17T06:35:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Potensi Ekologis dan Ekonomis Kerang Bulu (Anadara antiquata) di Desa Sebong Pereh Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Fitri, Nurul </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ulfah, Fitria</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">CPUE</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Potensi Ekologis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ekonomis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kerang Bulu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Anadara antiquata</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekologis dan ekonomis kerang bulu (Anadara antiquata) dan potensi ekonomis pemanfaatan Kerang bulu (A. antiquata) di Desa Sebong Pereh Bintan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2018. Metode yang digunakan untuk mengambil sampel kerang bulu adalah Random sampling sebanyak 30 titik diperairan Desa Sebong Pereh Bintan. Teknik wawancara yang digunakan adalah Snowball sampling (bola salju), dimana responden yang dibutuhkan untuk peneliti pemula adalah minimal 30 orang. Pemanfaatan ekonomis&amp;nbsp; Kerang bulu (A. antiquata) menggunakan rumus CPUE dan menghitung nilai manfaat langsung Kerang bulu (A. antiquata) di desa Sebong Pereh Bintan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kelimpahan Kerang bulu (A. antiquata) di desa Sebong Pereh berkisar 5700 ind/ha dan kelimpahan Kerang bulu (A. antiquata) di desa Sebong Pereh Bintan tergolong sedang. Kondisi perairan di desa Sebong Pereh masih memenuhi baku mutu sehingga mendukung kehidupan Kerang bulu (A. antiquata). Total rata-rata hasil tangkapan berkisar 509,75 kg/minggu dengan rata-rata 51 trip/minggu. Pendapatan rata-rata nelayan Kerang bulu (A. antiquata) berkisar Rp. 339.833,-/bulan atau jika diakumulasikan berkisar Rp. 4.078.000,-/tahun. Penelitian lanjutan diperlukan terkait dengan analisis pertumbuhan Kerang bulu dengan data panjang berat, kajian stok kerang bulu (A. antiquata), dan pemanfaatan Kerang bulu (A. antiquata) pada saat musim teduh.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2018-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2289</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v1i2.2289</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 13-23</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 13-23</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2289/970</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2293</identifier>
				<datestamp>2021-04-17T06:34:45Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Tingkat Keberhasilan Transplantasi Karang Acropora millepora (Ehrenberg, 1834) di Perairan Banyan Tree Lagoi, Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Mulyadi, Mulyadi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Mulyadi, Mulyadi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Acropora millepora</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Transplantasi karang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pertumbuhan karang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian&amp;nbsp; ini dilakukan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; tujuan untuk&amp;nbsp; mengetahui pengaruh&amp;nbsp; ukuran&amp;nbsp; fragmen yang berbeda terhadap pertumbuhan&amp;nbsp; karang Acropora&amp;nbsp; millepora dengan&amp;nbsp; teknik transplantasi untuk mendapatkan ukuran fragmen optimal. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai Februari tahun 2018 di Perairan Banyan Tree Lagoi Kabupaten Bintan. Media tranplantasi yang digunakan adalah balok persegi panjang dalam bentuk bagan persegi empat. Ukuran Fragmen karang Acropora millepora diberi 5 perlakuan yaitu 2 cm, 4 cm, 6 cm, 8 cm, 10 cm, dengan&amp;nbsp; 5 kali pengulangan. Pertumbuhan mutlak pada fragmen 2 cm, 4 cm, 6 cm, 8 cm dan 10 cm sebesar 0,63 cm, 0,93 cm, 1,47cm, 2,10 cm dan 1,10 cm. Laju pertumbuhan pada fragmen 2 cm, 4 cm, 6 cm, 8 cm, dan 10 cm sebesar 0,21cm, 0,31cm, 0,49 cm, 0,70 cm, 0,36 cm. Analisis data dengan uji One-Way ANOVA menunjukkan pertumbuhan mutlak tinggi dan laju pertumbuhan tinggi karang Acropora millepora terdapat pengaruh yang nyata terhadap perlakuan ukuran fragmen yang berbeda (p&amp;lt;0,05). dan dilanjutkan dengan Duncan didapatkan terdapat ukuran 8 cm memiliki nilai perbedaan terbesar dengan kelompok lainnya dan sebagai kelompok pertumbuhan tercepat selama penelitian.Tingkat kelangsungan hidup pada masing-masing fragmen memiliki tingkat kelangsungan hidup yang sama sebesar 60%. Fragmen optimal karang Acropora millepora dicapai oleh ukuran tinggi 8 cm dengan pola pertumbuhan vertikal&amp;nbsp; dan sebagai pertumbuhan karang yang efisien dan efektif dalam pemanfaatan secara berkelanjutan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2018-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2293</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v1i2.2293</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 24-31</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 24-31</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2293/971</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2294</identifier>
				<datestamp>2021-04-17T06:35:02Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Copepoda sebagai Indikator Keberadaan Kuda Laut (Hippocampus sp.) di Perairan Desa Sebong Pereh, Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Hidayani, Siti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Copepoda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kuda laut</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Hippocampus sp.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian mengenai hubungan Copepoda sebagai indikator keberadaan Hippocampus sp. telah dilakukan di Perairan Desa Sebong Pereh. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan keberadaan Copepoda sebagai indikator keberadaan Hippocampus sp. di Perairan Desa Sebong Pereh. Penelitian ini dilakukan dengan metode random sampling sebanyak 31 titik menggunakan&amp;nbsp; transek 5 x 5 m untuk kepadatan Hippocampus sp. dan untuk mengambil sampel Copepoda menggunakan planktonnet secara statis sebanyak 100 L. Hasil penelitian ditemukan tiga spesies Hippocampus sp. yaitu dengan nilai kepadatan H. comes 670 ind/Ha, H. kuda 530 ind/Ha, dan H. mohnikei 400 ind/Ha. Kelimpahan Copepoda ditemukan 9 spesies dari 3 ordo yaitu dengan kelimpahan pada Naupli sp. 3380 ind/m3, Acartia sp. 1450 ind/m3, Acrocalanus sp. 480 ind/m3, Lucicutia sp. 6100 ind/m3, Calanus sp. 1450 ind/m3, Oithona sp. 680 ind/m3, Tisbe sp. 4450 ind/m3, dan Microsetella sp. 870 ind/m3. Berdasarkan analisis PCA nilai kelimpahan Copepoda tidak memiliki hubungan terhadap kepadatan kuda laut di Perairan Desa Sebong Pereh. Hal ini menunjukkan Copepoda tidak bisa dijadikan sebenuhnya sebagai indikator keberadaan kuda laut di Perairan Desa Sebong Pereh.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2018-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2294</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v1i2.2294</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 32-37</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 32-37</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2294/972</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2348</identifier>
				<datestamp>2021-04-17T06:32:50Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Potensi Sumberdaya Lamun sebagai Pencadangan Kawasan Konservasi di Perairan Beloreng, Tembeling, Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Putri, Puput Ika</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pencadangan Kawasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Konservasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bintan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Perairan Beloreng</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian mengenai potensi sumberdaya lamun sebagai pencadangan kawasan konservasi telah dilakukan di Perairan Beloreng, Tembeling, Kabupaten Bintan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi ekologi sumberdaya lamun, mengetahui jenis biota yang berasosiasi di padang lamun, dan mengetahui tingkat kesesuaian sumberdaya lamun sebagai pencadangan kawasan konservasi di Perairan Beloreng, Tembeling, Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilakukan dengan metode acak sebanyak 31 titik menggunakan plot berukuran 0,5 x 0,5 meter. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis lamun yaitu, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea serrulata, Halodule uninervis, dan Halophila decipiens. Jenis biota yang dijumpai diantaranya kepiting rajungan (Portunus pelagicus), kerang kampak (Atrina pectinata), siput gonggong (Strombus turturella), ikan baronang (Siganus sp.), teripang jepun (Stichopus chloramatus), dugong (Dugong dugon) dan ular (Bungarus fasciatus). Tingkat kesesuaian sumberdaya lamun dilihat dari aspek ekologi, sosial dan budaya tergolong dalam kategori S2 (sesuai bersyarat) untuk dijadikan pencadangan kawasan konservasi lamun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2348</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v2i1.2348</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 14-21</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 14-21</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2348/979</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2349</identifier>
				<datestamp>2021-04-17T06:32:33Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Tingkat Kesuburan Perairan di Perairan Tembeling Tanjung, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Fauzan, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Kesuburan Perairan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">TRIX</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Trophic Index</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Perairan Tembeling Tanjung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian mengenai tingkat kesuburan perairan telah dilakukan di Perairan Tembeling Tanjung, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Terdapat beberapa aktivitas di Perairan Tembeling Tanjung seperti kegiatan domestik, Keramba Jaring Apung, pelayaran dan juga terdapat ekosistem mangrove dan ekosistem lamun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan di Perairan Tembeling Tanjung, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan indeks TRIX (Trophic Index). Penelitian ini dilakukan dengan metode random sampling yaitu sebanyak 15 titik pengamatan pada saat pasang dan 15 titik pengamatan pada saat surut. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks TRIX pada saat pasang sebesar 4,14, sedangkan pada saat perairan surut sebesar 4,25. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kondisi tingkat kesuburan perairan di Perairan Tembeling Tanjung pada saat pasang maupun pada saat surut tergolong tingkat eutrofikasi sedang (mesotrofik).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2349</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v2i1.2349</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 22-28</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 22-28</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2349/980</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2350</identifier>
				<datestamp>2021-04-17T06:46:24Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Status Perairan Kampung Madong, Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Hasniar, Raja</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Melani, Winny Retna </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Status Perairan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Indeks Pencemaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kualitas Perairan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kampung Madong</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kota Tanjungpinang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dan status perairan di Kampung Madong Kota Tanjungpinang, melalui nilai indeks pencemar air berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2018, lokasi pengamatan berdasarkan purposive sampling dengan pertimbangan tertentu sehingga dibagi menjadi 3 stasiun. Stasiun I merupakan lahan bekas tambang bauksit, stasiun II merupakan kawasan permukiman dan Keramba Jaring Apung, serta pada stasiun III merupakan kawasan hutan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada stasiun 1 indeks pencemaran air rata-rata sebesar 4,50 dengan kondisi pencemaran ringan. Pada stasiun 2 indeks pencemaran air rata-rata sebesar 4,30 dengan kondisi pencemaran ringan. Pada stasiun 3 indeks pencemaran air rata-rata sebesar 4,50 dengan kondisi pencemaran ringan. Secara umum, Perairan Kampung Madong pada saat surut lebih tercemar dibandingkan pada saat pasang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2350</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v2i1.2350</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 29-35</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Akuatiklestari; 29-35</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v2i1</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2354</identifier>
				<datestamp>2021-04-17T06:31:06Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Inventarisasi Jenis Gastropoda pada Ekosistem Mangrove di Perairan Pulau Abang, Batam</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Inventarisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Gastropoda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ekosistem Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pulau Abang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Mangrove adalah tumbuhan pasang surut yang dapat ditemukan di sepanjang pesisir laut. Ekosistem mangrove adalah salah satu ekosistem yang produktifitasnya tinggi, karena adanya dekomposisi serasah. Salah satu biota yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove adalah gastropoda. Gastropoda merupakan salah satu bagian dari filum Moluska. Gastropoda yang hidup di daerah mangrove, memiliki adaptasi spasial yakni dengan cara hidup di atas permukaan substrat yang berlumpur atau tergenang air (epifauna), hidup menempel pada akar, batang dan daun mangrove (tree fauna) dan hidup membenamkan diri di dalam lumpur atau substrat (infauna). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis gastropoda pada ekosistem mangrove di perairan Pulau Abang, Batam. Penelitian ini dilakukan pada bulan September tahun 2016 di salah satu titik stasiun monitoring mangrove LIPI (BTMMG1)&amp;nbsp; perairan Pulau Abang, Batam. Gastropoda yang diambil di stasiun monitoring mangrove yaitu gastropoda yang berada di atas permukaaan substrat (epifauna). Sampel gastropoda diambil dengan cara mengutip dengan menggunakan tangan. Pengambilan sampel dilakukan pada saat surut kering. Masing-masing plot berukuran satu kali satu meter untuk pengambilan sampel gastropoda di dalam plot mangrove 10m x 10m. Jenis gastropoda yang ditemukan berasosiasi dengan ekosistem mangrove sebanyak sepuluh jenis dari enam family yaitu Terebralia sulcata, Terebralia semistriata, Cerithidea quadrata, Cerithidea cingulate, Nerita planospira, Nerita picea, Chicoreus capucinus, Littoraria scabra, Natica sp. dan Ellobium aurismidae. Jenis yang paling mendominasi adalah jenis Ellobium aurismidae.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2354</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v1i1.2354</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Akuatiklestari; 1-6</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Akuatiklestari; 1-6</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v1i1</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2355</identifier>
				<datestamp>2021-04-17T06:31:20Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Struktur Komunitas Fitoplankton pada Daerah Pascatambang Bauksit dan Lahan Basah Alami di Pulau Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Pratama, Ginanjar </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Arpas, Heru Diwan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ashari, Irvan Hasan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Fitoplankton</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bauksit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Wetland</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan struktur komunitas fitoplankton pada lahan pascatambang bauksit serta lahan basah alami di Pulau Bintan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2017 di kecamatan Kijang (lahan pascatambang bauksit) dan kecamatan Toapaya (lahan basah alami), Kabupaten Bintan. Penentuan titik sampling dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Setiap lokasi terdiri atas 3 stasiun. Perbedaan stasiun ditentukan berdasarkan pertimbangan tipe lahan basah, yaitu pada waduk, sungai, dan rawa. Pengambilan sampel plankton dilakukan dengan metode statis dan pencacahan dengan metode sensus. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada lahan pascatambang bauksit (Kijang) ditemukan 40 jenis fitoplankton yang tergolong ke dalam 10 kelas dan 6 filum. Keanekaragaman pada lokasi ini cenderung rendah dengan keseragaman yang sedang (labil) dan tingkat dominansi rendah. Sementara itu, pada lahan basah alami (Toapaya) ditemukan 35 jenis fitoplankton yang tergolong ke dalam 10 kelas dan 7 filum. Keanekaragaman pada lokasi ini cenderung rendah dengan tingkat keseragaman yang bervariasi yaitu rendah (stasiun 1), tinggi (stasiun 2), dan sedang (stasiun 3), serta memiliki tingkat dominasi yang cenderung rendah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2355</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v1i1.2355</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Akuatiklestari; 14-20</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Akuatiklestari; 14-20</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v1i1</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2356</identifier>
				<datestamp>2023-04-11T06:30:05Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Efektifitas Rehabilitasi Hutan Mangrove di Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Azizah, Diana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Jaya, Yales Veva</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Efektifitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Rehabilitasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pulau Dompak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk menghitung tingkat efektifitas kegiatan rehabilitasi penanaman bibit mangrove di Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang dilakukan mengacu pada P-Dirjen BPDAS dan Hutsos No.P.1/V-SET/2013.&amp;nbsp; Efektifitas dihitung dalam satuan persentase yang meliputi pengukuran luas tanaman, jumlah dan jenis tanaman serta persentase tumbuh tanaman sehat. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan di Kelurahan Tanjung Ayun, maka hasil penanaman bibit mangrove pada seluas 50 Ha area rehabilitasi selama penanaman awal (P0) hingga tahun berikutnya (P1) dengan jenis tanaman yang berhasil adalah Rhizophora sp dan rataan nilai keberhasilan tumbuh tanaman sehat yang efektif adalah 75,89%. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa efektifitas keberhasilan kegiatan rehabilitasi mangrove di Pulau Dompak memperoleh kategori baik dan berhasil.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2356</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v1i1.2356</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Akuatiklestari; 21-26</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Akuatiklestari; 21-26</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2356/2071</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2357</identifier>
				<datestamp>2023-04-11T07:20:22Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Kajian Kualitas Perairan Melalui Pendekatan Aktifitas di Perairan Sungai Teluk Desa Teluk Kecamatan Lingga Utara</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Yanti, Fitri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Indeks Pencemaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Beban Pencemaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Sungai Teluk</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kualitas Air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Sungai Teluk terletak di Desa Teluk, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga. Adanya kegiatan disepanjang sungai Teluk, seperti industri sagu tradisional dan pemukiman warga menyebabkan meningkatnya buangan limbah ke perairan sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kualitas air dan indeks pencemaran perairan sungai Teluk.Metode yang digunakan yaitu purposive sampling terdiri dari 4 stasiun. Nilai kualitas perairan sungai dengan melakukan uji pada setiap parameter-parameter kualitas air yang dibandingkan dengan baku mutu air PP NO.82/2001 bagi air tawar (stasiun 1, 2, dan 3), KEPMEN LH No.51/2004 untuk air payau (stasiun 4) meliputi parameter fisika yaitu (suhu, TSS kecepatan arus, debit) dan parameter kimia yaitu (pH, DO, salinitas, BOD, COD, total-P, nitrat). Penentuan status mutu air menggunakan metode indeks pencemaran yang terlampir dalam KEPMEN LH No.115/2003 tentang Pedoman Penentuan Status Air. Kualitas perairan Sungai Teluk pada stasiun 1, 2, dan 3 beban pencemarannya semakin meningkat, tetapi beban pencemaran pada stasiun 4 mengalami penurunan karena, jaraknya lebih jauh mengakibatkan bahan organik dapat terdekomposisi dengan baik dan terjadinya pengenceran akibat adanya aktivitas pasang surut air laut terhadap bahan pencemar dari hulu. Berdasarkan nilai indeks pencemaran pada stasiun 1, 2, 3, dan 4 maka, kualitas perairan sungai Teluk tergolong cemar ringan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2357</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v1i1.2357</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Akuatiklestari; 27-34</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Akuatiklestari; 27-34</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2357/2072</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2364</identifier>
				<datestamp>2021-06-12T10:52:19Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Analisis Kesesuaian Kawasan Wisata Pantai di Pulau Terkulai Kelurahan Senggarang Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Eriawati, Herni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Analisis Kesesuaian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Wisata Pantai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Daya Dukung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pulau Terkulai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tanjungpinang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Analisis Kesesuaian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Wisata Pantai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Daya Dukung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pulau Terkulai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tanjungpinang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekologis, tingkat kesesuaian dan daya dukung kawasan wisata pantai. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kesesuaian kawasan wisata pantai di Pulau Terkulai berdasarkan potensi ekologis yaitu kedalaman, tipe pantai, lebar pantai, material dasar perairan, kecepatan arus, kemiringan pantai, kecerahan pantai, biota berbahaya, aksesibilitas, sarana dan prasarana, penutupan lahan pantai serta ketersediaan air tawar memiliki nilai indeks kesesuaian wisata pada titik sampling I dan II yaitu 73,86% dengan kategori sangai sesuai (S1) dan titik sampling III yaitu 68,42% dengan kategori cukup sesuai (S2). Daya dukung kawasan pantai Pulau Terkulai untuk aktivitas wisata pantai adalah 234 jiwa dengan pemanfaatan luas area 50 m2/orang untuk waktu kunjungan selama 3 jam/orang/hari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2019-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2364</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v2i2.2364</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 38-51</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Akuatiklestari; 38-51</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2364/993</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2458</identifier>
				<datestamp>2021-06-05T23:43:44Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Pola Sebaran dan Kepadatan Cerithiidae di Ekosistem Mangrove dan Padang Lamun di Perairan Pulau Penyengat Kecamatan Tanjungpinang Kota</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Sanjaya, Putra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Cerithiidae</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kepadatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pola Sebaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pulau Penyengat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Cerithiidae</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kepadatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pola Sebaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pulau Penyengat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola sebaran dan kepadatan Cerithiidae pada ekosistem Mangrove dan padang lamun di perairan Pulau Penyengat. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling sebanyak 2 stasiun yaitu stasiun I kawasan ekosistem mangrove dan padang lamun, yang ada aktivitas masyarakat dan stasiun II kawasan ekosistem mangrove dan padang lamun tidak ada aktivitas masyarakat. Pengambilan sampel Cerithiidae dilakukan sebanyak 12 kali ulangan pada setiap stasiun, menggunakan transek 1x1 meter. Pola sebaran stasiun I dan II kawasan ekosistem padang lamun memiliki nilai yang cenderung sama dengan nilai Id (indek morisita) 8,19 dan Id 9,78 dikategorikan mengelompok. Sama halnya stasiun I dan II kawasan mangrove dengan nilai Id 2,29&amp;nbsp; dan Id 2,42 juga dikategorikan mengelompok. Sedangkan tingkat kepadatan stasiun I dan II ekosistem padang lamun memiliki kepadatan yang cendrung sama dengan nilai yaitu stasiun I, 25.555 ind/Ha dan stasiun II, 24.722 ind/Ha, sama halnya tingkat kepadatan stasiun I dan II kawasan mangrove tidak berbeda dengan nilai rata-rata tingkat kepadatan stasiun I yaitu 20.873 ind/Ha dan stasiun II 17.963 ind/Ha. Selanjutnya hasil analysis principal component analysis (PCA) dengan karakteristik penciri lingkungan pada stasiun I ekosistem mangrove yaitu pH tidak memiliki keterkaitan dengan tingkat kepadatan Cerithiidae. Selanjutnya Pada stasiun I ekosistem padang lamun terdiri dari Salanitas, suhu, dan DO memiliki keterkaitan terhadap tingkat kepadatan. Pada stasiun II ekosistem mangrove dengan karakteristik penciri lingkungan yaitu TOM tidak memiliki keterkaitan terhadap tingkat kepadatan. Selanjutnya pada stasiun II ekosistem padang lamun dengan karakteristik penciri lingkungan yaitu Kecepatan arus dan Substrat juga tidak memiliki keterkaitan dengan tingkat kepadatan Cerithiidae.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2458</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v4i1.2458</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 12-19</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 12-19</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2458/1193</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2467</identifier>
				<datestamp>2021-06-05T23:46:05Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kelimpahan dan Karakteristik Kepiting Bakau pada Ekosistem Mangrove di Desa Busung Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Saputra, Ruli</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nugraha, Aditya Hikmat</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Bintan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kepiting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Scylla paramamosain</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Scylla serrata</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini mengenai kelimpahan dan karakteristik kepiting bakau pada ekosistem mangrove di Desa Busung Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat keterkaitan ekosistem mangrove terhadap kelimpahan dan karakteristik kepiting bakau di Desa Busung&amp;nbsp; Kecamatan Sri Kuala Lobam Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling sebanyak 9 titik menggunakan transek garis berukuran 10x10 meter. Hasil yang diperoleh yaitu 2 jenis vegetasi mangrove Rhizopora apiculata dan Xylocarpus granatum. Nilai kerapatan pohon vegetasi mangrove jenis Rhizopora apiculata pada stasiun satu berjumlah 700 pohon/ha dan jenis Xylocarpus granatum berjumlah 1100 pohon/ha, pada lokasi penelitian stasiun dua vegetasi pohon mangrove jenis Rhizopora apiculata berjumlah 700 pohon/ha dan jenis Xylocarpus granatum berjumlah 900 pohon/ha, sedangkan pada lokasi penelitian stasiun tiga vegetasi pohon mangrove jenis Rhizopora apiculata berjumlah 1233 pohon/ha dan jenis Xylocarpus granatum berjumlah 300 pohon/ha. Kepiting bakau yang dijumpai pada lokasi penelitian yaitu jenis Scylla serrata dan Scylla paramamosain, jenis Scylla serrata ditemukan berjumlah 5 ekor sedangkan Scylla paramamosaian 18 ekor dengan jenis kelamin yang paling dominan jantan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini mengenai kelimpahan dan karakteristik kepiting bakau pada ekosistem mangrove di Desa Busung Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat keterkaitan ekosistem mangrove terhadap kelimpahan dan karakteristik kepiting bakau di Desa Busung&amp;nbsp; Kecamatan Sri Kuala Lobam Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling sebanyak 9 titik menggunakan transek garis berukuran 10x10 meter. Hasil yang diperoleh yaitu 2 jenis vegetasi mangrove Rhizopora apiculata dan Xylocarpus granatum. Nilai kerapatan pohon vegetasi mangrove jenis Rhizopora apiculata pada stasiun satu berjumlah 700 pohon/ha dan jenis Xylocarpus granatum berjumlah 1100 pohon/ha, pada lokasi penelitian stasiun dua vegetasi pohon mangrove jenis Rhizopora apiculata berjumlah 700 pohon/ha dan jenis Xylocarpus granatum berjumlah 900 pohon/ha, sedangkan pada lokasi penelitian stasiun tiga vegetasi pohon mangrove jenis Rhizopora apiculata berjumlah 1233 pohon/ha dan jenis Xylocarpus granatum berjumlah 300 pohon/ha. Kepiting bakau yang dijumpai pada lokasi penelitian yaitu jenis Scylla serrata dan Scylla paramamosain, jenis Scylla serrata ditemukan berjumlah 5 ekor sedangkan Scylla paramamosaian 18 ekor dengan jenis kelamin yang paling dominan jantan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2467</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v4i1.2467</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 1-11</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 1-11</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2467/1192</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2468</identifier>
				<datestamp>2021-06-05T14:35:37Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Produksi Serasah dan Laju Dekomposisi Thalassia hemprichii dan Cymodocea rotundata di Perairan Malang Rapat, Kabupaten Bintan </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Kristina, Kariska </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Nugraha, Aditya Hikmat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Tutupan Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Produksi Serasah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Laju Dekomposisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Malang Rapat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tutupan Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Produksi Serasah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Laju Dekomposisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Malang Rapat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian mengenai produksi serasah dan laju dekomposisi Thalassia hemprichii dan Cymodocea rotundata&amp;nbsp; telah dilakukan di Perairan Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tutupan jenis T. hemprichii dan C. rotundata, mengetahui produksi jenis T. hemprichii dan C. rotundata dan mengetahui laju dekomposisi lamun jenis T. hemprichii dan C. rotundata. Penelitian&amp;nbsp; ini di lakukan&amp;nbsp; dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian tutupan lamun di Perairan Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan stasiun satu jenis T. hemprichii dengan tutupan lamun perjenis sebesar 8,51%, sedangkan C. rotundata 8,50%. Jika dilihat dari nilai total tutupan lamun sebesar 39,4% dikategorikan sedang, stasiun dua tutupan lamun&amp;nbsp;&amp;nbsp; perjenis T. hemprichii berkisar 6,41%, sedangakan C. rotundata berkisar 5,65% dan total tutupan&amp;nbsp; sebesar 29,49%. Produksi serasah di Perairan Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan pada stasiun satu T. hemprichii&amp;nbsp; dan C. rotundata mengalami kenaikan dibandingkan pada stasiun dua. Laju dekomposisi pada stasiun dua T. hemprichii dan C.&amp;nbsp; rotundata mengalami laju dekomposisi lebih cepat dibandingkan stasiun satu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2468</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v4i2.2468</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Akuatiklestari; 58-70</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Akuatiklestari; 58-70</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2468/1325</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2469</identifier>
				<datestamp>2021-06-05T14:35:37Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Keanekaragaman Spons pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Malang Rapat, Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Fidayat, Fidayat</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Nugraha, Adiya Hikmat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Keanekaragaman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Spons</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ekosistem Padang Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kabupaten Bintan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Keanekaragaman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Spons</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ekosistem Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kabupaten Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Secara ekologis ekosistem padang lamun memiliki peranan penting pada daerah pesisir, antara lain sebagai produsen primer pada perairan dangkal, daerah pembesaran, pemijahan dan juga merupakan sumber makanan penting bagi beberapa jenis organisme. Salah satu biota asosiatif di ekosistem lamun adalah spons. Spons adalah hewan berpori yang hidup dengan cara menyaring makanannya dari air laut dan bersifat bentik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerapatan lamun, mengetahui jenis kepadatan spons, mengetahui karakter penciri lingkungan kepadatan spons, kerapatan lamun dan parameter lingkungan perairan. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan 6 jenis spons Cinachyra sp., Raspailia arbuscula, Dendrilla antarctica, Petrosia sp., Tetrapocillon Novaezealandiae, Cinachyrella sp. Nilai kerapatan lamun berkisar antara 181 - 312 ind/m2 dengan kategori pada setiap stasiun di kategorikan sangat rapat. Kepadatan spons sebesar 5,2 ind/m2 - 6 ind/m2. Indeks keanekaragaman spons berkisar antara 0 - 0,4, pada semua stasiun dikategorikan rendah. Hasil analis komponen utama atau PCA menunjukan stasiun satu parameter lingkungan perairan tidak memiliki kedekatan dengan kerapatan lamun dan kepadatan spons. Sedangkan pada stasiun dua kepadatan spons memiliki kedekatan dengan parameter lingkungan perairan seperti pH dan suhu, pada stasiun tiga kerapatan lamun memiliki kedekatan dengan parameter lingkungan perairan seperti salinitas dan kecerahan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2469</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v4i2.2469</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Akuatiklestari; 71-83</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Akuatiklestari; 71-83</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2469/1326</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2480</identifier>
				<datestamp>2022-02-15T15:44:18Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Tingkat Kesesuaian Kawasan Wisata Pantai Desa Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Lubis, Ledy Perawati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Tingkat Kesesuaian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Wisata Pantai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Desa Busung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bintan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tingkat Kesesuaian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Wisata Pantai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Desa Busung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Tingkat kesesesuaian kawasan pantai Desa Busung dapat dijadikan sebagai wisata pantai apabila dapat di jaga dengan baik dan di pantau oleh pemerintah.Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui potensi ekologi kawasan peraian dan daya dukung kawasan pantai di Desa Busung. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling yang mana penentuan lokasi ini berdasarkan metode survey. Pada penelitian ini terdapat 3 stasiun &amp;nbsp;penelitian. Hasil penelitian pada stasiun 1 terdapat 12 parameter dimana tingakat kesesuaian kawasan pantai stasiun 1 memiliki nilai IKW sebesar 72,08 %, pada stasiun 2 terdapat 12 parameter dengan memiliki nilai IKW sebesar 73,68%, dan stasiun 3 memiliki&amp;nbsp; 12 parameter dengan memiliki nilai IKW sebesar 72,80%. Hasil pada 3 stasiun memiliki kesamaan pada stasiun 1 dalam skor dan bobot, namun ada perbedaan pada parameter biota berbahaya dimana stasiun 1 dan 2 tidak terdapat biota berbahaya, namun pada stasiun 3 terdapat 2 spesies biota berbahaya. Parameter tingkat kesesuian wisata kawasan pantai Desa Busung tergolong kurang memuaskan pengunjung. Dan Daya Dukung Kawasan (DDK) untuk kegiatan wisata pantai yaitu 234 Jiwa dengan pemanfaatan luas area 50 m2 /orang untuk waktu kunjungan selama 3 jam/orang/hari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2020-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2480</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v3i2.2480</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 30-39</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 30-39</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2480/1344</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2486</identifier>
				<datestamp>2021-06-05T23:48:22Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Senggarang Besar Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Putra, Raden Aditiyarma</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Suryanti, Ani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Makrozoobentos</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bioindikator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kualitas Perairan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">FBI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Makrozoobentos</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bioindikator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kualitas Perairan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">FBI</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Makrozoobentos merupakan organisme yang peka terhadap perubahan lingkungan sehingga sangat baik digunakan sebagai indikator biologis suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis makrozoobentos, tingkat keanekaragaman, keseragaman, dominansi makrozoobentos dan kualitas perairan Senggarang Besar berdasarkan keberadaan makrozoobentos (menggunakan Family Biotic Index). Penelitian menggunakan metode survei. Penentuan stasiun menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan line transect dengan transek kuadrat dan core sampler. Makrozoobentos yang ditemukan di Perairan Senggarang Besar yaitu: Anadara granosa, Canarium urceus, Capitella teleta, Cerithium coralium, Nerita ritena, Luidia columbia, Tapes literatus, Nassarius olivaceus, Pirenella cingulata, Planaxis sulcatus, Polymesoda erosa, Pythia scarabaeus, Semiricinula tissoti, dan Terebralia sulcata. Keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun 2 (H&#039;= 1,91) dan makrozoobentos yang mendominasi dari famili Certhiidae. Keseragaman tertinggi terdapat pada stasiun 3 (E= 0,94) dan makrozoobentos yang mendominasi dari famili Potamididae. Dominansi tertinggi terdapat pada stasiun 1 (C= 0,52) dan makrozoobentos yang mendominasi dari famili Potamididae dan Cerithiidae. Dari keseluruhan parameter fisika-kimia, parameter nitrat dan fosfat tidak memenuhi baku mutu berdasarkan KepMen LH No.51 Tahun 2004 untuk biota laut. Kualitas perairan Senggarang Besar berdasarkan makrozoobentos sebagai bioindikator didapatkan bahwa, stasiun 1 (FBI= 6,94) dengan kategori&amp;nbsp; buruk, stasiun 2 (FBI= 5,6) dengan kategori cukup, stasiun 3 (FBI= 7) dengan kategori buruk.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2486</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v4i1.2486</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 20-27</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 20-27</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2486/1194</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2488</identifier>
				<datestamp>2022-02-15T15:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Sembilang (Plotosus canius) di Perairan Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Safitri, Desi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Suryanti, Ani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Makanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kebiasaan Makanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ikan Sembilang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Plotosus canius</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tanjungpinang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Makanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kebiasaan Makanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ikan Sembilang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Plotosus canius</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tanjungpinang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis makanan, dan rasio panjang usus ikan sembilang pada perairan Kota Tanjungpinang yang meliputi index of preponderance dan indeks kepenuhan lambung. Lokasi sampling ditentukan berdasarkan metode purposive sampling dengan menetapkan 3 stasiun pengamatan dan 3 kali pengulangan yang dilaksanakan pada November 2018 sampai Maret 2019. Analisis data yang dilakukan yaitu rasio panjang usus dengan panjang total, indeks bagian terbesar, dan indeks kepenuhan lambung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rasio panjang usus dan panjang total masing-masing pada sembilang jantan dan betina di ketiga stasiun sebesar 1,24;1,26:1,30. Index of preponderance berkisar 34,4 â€“ 50,2%&amp;nbsp; pakan utama pada umumnya terdiri dari kelompok, kepiting, kerang, udang dan siput sehingga dapat disimpulkan ikan sembilang bersifat karnivora. Makanan pelengkap ikan sembilang dijumpai seperti detritus dan juga dari spesies Fitoplankton (Mikroalgae) yaitu Acinastrum sp. Chlorella sp. Pediastrum sp. Characium sp. Anabaena sp. Thalasionema sp. Oscillatoria sp. Ceratium sp. Peridinium sp. Navicula sp. Gyrosigma sp.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2488</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v4i2.2488</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Akuatiklestari; 84-91</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Akuatiklestari; 84-91</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2488/1346</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2505</identifier>
				<datestamp>2021-06-05T23:49:28Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Hubungan Panjang Berat Tiga Jenis Ikan Introduksi yang Tertangkap di Waduk Penjalin Kabupaten Brebes</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kresnasari, Dewi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pola Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Faktor Kondisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ikan Introduksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Waduk Penjalin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Keberadaan populasi ikan introduksi di Waduk Penjalin semakin bertambah banyak. Populasi ikan introduksi ini diduga akan mempengaruhi ekosistem di waduk tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi pola pertumbuhan dan faktor kondisi ketiga jenis ikan introduksi yaitu Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata), Ikan Marsela (Parachromis managuensis) dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling pada bulan September - Oktober 2018. Sebanyak 40 ekor dari masing-masing spesies diukur panjang dan beratnya. Analisis data pola pertumbuhan pada masing-masing jenis ikan menggunakan persamaan Linear Allometric Model (LAM), dan untuk faktor kondisi dianalisis dengan menggunakan indeks pondreal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) mempunyai pola pertumbuhan allometrik negatif, sementara Ikan Marsela (Parachromis managuensis) mempunyai pola pertumbuhan isometrik. Selain itu, faktor kondisi ketiga jenis ikan tersebut menunjukkan angka diatas satu yang berarti bahwa ketiga jenis ikan tersebut dalam keadaan baik dan dapat untuk dikonsumsi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2505</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v4i1.2505</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 28-34</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 28-34</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2505/1185</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2513</identifier>
				<datestamp>2023-04-25T04:38:46Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Kajian Hubungan Panjang Bobot Ikan Belanak (Mugilidae) Di Perairan Sei Ladi Kota Tanjungpinang </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Jamaludin, Jamaludin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Jamaludin, Jamaludin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pola Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ikan Belanak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Mugilidae</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tanjungpinang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pola Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ikan Belanak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Mugilidae</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tanjungpinang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Mugilidae is a dominant species of mullet in several Indonesian waters and its larvae are often found in coastal waters near river estuaries. This study aims to determine the relationship between the length and weight of female and male fish in Sei Ladi waters, Bugis Village, Tanjungpinang City. The research method was carried out through field surveys and primary data collection which was carried out by taking mullet fish samples, the data obtained were in the form of total length and weight of mullet. The results of research on growth of length and weight in mullet fish in Sei Ladi waters have a value of b = 0.0032 in male mullet, which means that it has a negative allometric growth pattern because it is smaller than 3 (b&amp;lt;3), and in female fish the value of b is obtained. = 0.0621 which indicates a negative allometric growth pattern because the b value is less than 3 (b&amp;lt;3).</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Mugilidae merupakan jenis ikan belanak yang dominan di beberapa perairan Indonesia dan larvanya banyak dijumpai di perairan pantai dekat muara-muara sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang dan bobot ikan betina dan jantan di Perairan Sei Ladi Kelurahan Kampung Bugis Kota Tanjungpinang. Metode Penelitian dilakukan melalui survei lapang dan pengumpulan data primer yang dilakukan dengan cara mengambil sampel ikan Belanak, data yang diperoleh berupa data panjang total dan bobot Ikan Belanak. Hasil penelitian pertumbuhan panjang dan bobot pada ikan belanak di perairan Sei Ladi memiliki nilai b=0,0032 pada ikan belanak jantan yang berarti memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif karena lebih kecil dari 3 (b&amp;lt;3), dan pada ikan betina di peroleh nilai b=0,0621 yang menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif karena nilai b nya kurang dari 3 (b&amp;lt;3).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2513</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i1.2513</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i1</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2514</identifier>
				<datestamp>2023-04-25T04:38:46Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Struktur Komunitas Ikan di Perairan Sei Ladi Kelurahan Kampung Bugis Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Edo, Edo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Edo, Edo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Struktur Komunitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Keanekaragaman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Keseragaman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Dominansi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Fish are vertebrates that live systematically in water and belong to the Phylum Chordata with the characteristics of having gills that function to take dissolved oxygen from the water and fins are used for swimming. The purpose of this study was to determine the structure of the fish community in Sei Ladi waters, Bugis Village, Tanjungpinang District, Riau Islands Province. This research method was carried out by direct observation at the location, interviews and fish identification. Data taken in this field practice are primary and secondary data. The results obtained with the diversity index value obtained were 1.94, so the diversity of fish in Sei Ladi was included in the medium category, the uniformity index value (E) of fish species in Sei Ladi waters was 0.88, close to 1, which means that each The species are relatively the same, the dominance index value (C) of fish species in Sei Ladi waters is 0.17, which means that there is no fish species that dominates in these waters.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Ikan adalah hewan bertulang belakang (vertebrata) yang secara sistematik hidup di air dan termasuk pada Filum Chordata dengan karakteristik memiliki insang yang berfungsi untuk mengambil oksigen terlarut dari air dan sirip digunakan untuk berenang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas ikan di perairan Sei Ladi Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota Provinsi Kepulauan Riau. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan langsung di lokasi, wawancara dan identifikasi ikan. Data yang di ambil dalam praktik lapang ini adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh dengan nilai indeks keanekaragaman yang diperoleh sebesar 1,94, maka keanekaragaman ikan di Sei Ladi ini termasuk dalam kategori sedang, nilai indeks keseragaman (E) spesies ikan di perairan Sei Ladi sebesar 0,88 mendekati 1 yang berarti masing-masing spesies relatif sama, nilai indeks dominansi (C) spesies ikan di perairan Sei Ladi sebesar 0,17 yang berarti tidak terdapat suatu spesies ikan yang mendominansi di perairan tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2514</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i1.2514</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i1</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2536</identifier>
				<datestamp>2021-06-05T14:35:37Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Inventarisasi Ikan Demersal dan Ikan Pelagis yang Didaratkan di PPI Kijang Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Lubis, Eflin Krismasia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sinaga, Theresia Yesika </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">PPI Kijang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ikan demersal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ikan pelagis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kabupaten Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Ikan merupakan sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh manusia disamping daging. Jenis ikan yang pada umumnya ditangkap untuk dijadikan konsumsi baik dalam bentuk segar maupun olahan adalah jenis ikan pelagis dan ikan demersal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jenis ikan demersal dan ikan pelagis yang didaratkan di PPI Kijang. Metode penelitian dilakukan melalui survey lapang dan pengumpulan data primer dan sekunder yang didapatkan melalui nelayan dan petugas PPI Kijang. Hasil penelitian terdapat 7 jenis ikan demersal, diantaranya : Ikan delah (Caesio teres), Ikan kurisi (Nemipterus&amp;nbsp;nemurus), Ikan pari (Neotrygon&amp;nbsp;kuhlii), Ikan manyung (Netuma thalassina), Ikan lebam (Siganus guttatus), Ikan jebung (Abalistes stellaris), dan Ikan sebelah (Psettodes erumei). &amp;nbsp;Untuk ikan pelagis terdapat untuk 7 jenis, diantaranya : Ikan Selar (Atule mate), Ikan Kuwe (Gnathanodon speciosus), Ikan Bulat (Carangoides plagiotaenia), Ikan Tongkol (Euthynnus affinis), Ikan Tenggiri&amp;nbsp; (Scomberomorus comerson),Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta), dan Ikan Selikur (Scomber australasicus).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">text</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id">teks</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2536</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v4i2.2536</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Akuatiklestari; 47-57</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Akuatiklestari; 47-57</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2536/1324</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2557</identifier>
				<datestamp>2021-06-05T23:51:46Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Pengelolaan Ekowisata Perairan di Kawasan Wana Wisata Curug Nangka Kabupaten Bogor dari Perspektif Pengunjung</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rifqi, Muhammad Ihsan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rifqi, Muhammad Ihsan </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Ekowisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Wana Wisata Curug Nangka</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pengunjung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sumberdaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ecotourism</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Wana Wisata Curug Nangka</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Visitors</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Resources</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Wana Wisata Curug Nangka merupakan kawasan wisata yang terdapat ekosistem perairan yang memiliki peran penting dalam menunjang perekonomian dan mempertahankan kelestarian fungsi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi berdasarkan perspektif pengunjung dalam penerapan pengelolaan di kawasan Wana Wisata Curug Nangka secara berkelanjutan. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Agustus 2019 di Wana Wisata Curug Nangka. Hasil penelitian menunjukkan, pengunjung wisata cukup puas, namun mereka mengeluh terkait aspek-aspek sarana, fasilitas, kebersihan dan keamanan lokasi objek wisata. Pengelola wisata perlu memperbaiki sarana dan prasarana di lokasi obyek wisata tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">text</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id">text</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2557</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v4i1.2557</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 35-41</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 35-41</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2557/1195</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/2590</identifier>
				<datestamp>2022-02-15T15:44:18Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Hubungan Persentase Tutupan Karang Hidup dengan Kelimpahan Ikan Indikator Chaetodontidae di Perairan Pengudang, Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Adrian, Dino</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Putra, Risandi Dwirama</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Karang Hidup</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ikan Indikator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Chaetodontidae</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bintan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Karang Hidup</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ikan Indikator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Chaetidontidae</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi persentase terumbu karang hidup dan kelimpahan ikan indikator Chaetodontidae beserta hubungannya. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Underwater Photo Transeck (UPT) untuk kondisi terumbu karang dan Underwater Visual Cencus (UVC) untuk ikan chaetodontidae, selanjutnya data karang diolah dengan aplikasi CPCe 4.0. Untuk data ikan Chaetodontidae yang diperoleh dihitung jumlah individu dan diidentifikasi jenis species yang didapati. Lalu untuk melihat hubungan dari persentase tutupan terumbu karang terhadap kelimpahan ikan indikator Chaetodontidae menggunakan regresi linier sederhana. Persentase karang hidup Perairan Pengudang untuk lokasi pengamatan 1 sebesar 54,14% dengan kategori baik, lokasi pengamatan 2 sebesar 52,57% dengan kategori baik, dan untuk lokasi pengamatan 3 sebesar 35,34% dengan kategori sedang. Adapun untuk jenis ikan Chaetodontidae ditemukan yaitu Chaetodon octofasciatus dengan kelimpahan dan Chelmon rostratus. Untuk keterkaitan diketahui bahwa persentasi karang hidup berpengaruh positif terhadap kelimpahan ikan Chaetodontidae dengan total pengaruh sebesar 7,61%, sedangkan 92,39% dipengaruhi oleh faktor lainnya. nilai korelasi ini merupakan nilai korelasi yang sangat rendah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2020-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2590</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v3i2.2590</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 21-29</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 21-29</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/2590/1343</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/3035</identifier>
				<datestamp>2022-02-15T15:44:18Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Pendugaan Stok Ikan Selar (Atule mate) di Perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Hasnarika, Hasnarika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">MSY</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">F opt</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ikan Selar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Model Schaefer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Model Fox</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">MSY</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">F opt</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ikan Selar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Model Schaefer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Model Fox</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat produksi lestari (maximum sustainable yield) dan upaya penangkapan optimum Ikan Selar (Atule mate) di perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Mei 2019 dengan mengumpulkan data produksi dan upaya tangkapan terhadap Ikan Selar menurut jenis tangkapan dan alat tangkap, periode tahun 2005-2010. Data diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sulawesi Selatan. Data produksi dan upaya penangkapan dilakukan standarisasi, kemudian dilanjutkan analisis estimasi potensi lestari menggunakan Model Schaefer dan Fox. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan Ikan Selar di perairan Pangkajene dan Kepulauan berdasarkan pendekatan model Schaefer diperoleh nilai estimasi hasil tangkapan lestari sebesar 507,0370 ton per tahun, estimasi upaya penangkapan optimum (F opt) sebesar 12.500 trip per tahun. Berdasarkan pendekatan model Fox menunjukkan nilai estimasi hasil tangkapan lestari sebesar 505,1256 ton per tahun, estimasi upaya penangkapan optimum (F opt) sebesar 11.238 trip per tahun. Berdasarkan hal tersebut, penangkapan Ikan Selar di perairan Pangkajene dan Kepulauan telah mengalami over fishing. &amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2020-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/3035</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v3i2.3035</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 40-47</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Akuatiklestari; 40-47</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/3035/1345</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/3075</identifier>
				<datestamp>2023-04-25T04:38:46Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pola Sebaran Siput Sumpil (Planaxis sulcatus) di Perairan Pulau Nyamuk Desa Mensanak Kabupaten Lingga</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Azhari, Sarah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">082287971112, 082287971112</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Planaxis sulcatus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pola Sebaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kepadatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lingga</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Siput Planaxis sulcatus merupakan spesies gastropoda yang umumnya ditemukan di daerah pasang surut (intertidal) dan perairan pantai berbatu. Spesies ini termasuk hewan herbivora yang memakan mikroalga yang tumbuh di substrat tempat hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan dan pola sebaran&amp;nbsp; siput Planaxis sulcatus. Penentuan titik sampling menggunakan metode random sampling yang terdiri dari 30 titik. Pengambilan data siput Planaxis sulcatus menggunakan transek kuadran 1x1 m. Hasil penelitian menunjukkan nilai&amp;nbsp; rata-rata kepadatan siput Planaxis sulcatus sebesar 147,37 ind/m2 dengan pola sebaran secara umum yaitu mengelompok.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/3075</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i1.3075</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari; 9-13</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari; 9-13</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/3075/2077</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/3079</identifier>
				<datestamp>2023-04-24T19:01:37Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Pola Sebaran Teripang di Perairan Desa Penaga dan Desa Berakit Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Oktaviyani, Dwi Cahya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Oktaviyani, Dwi Cahya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Jumsurizal, Jumsurizal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Bintan Island, Holothuria, Density, Distribution Pattern</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pola Sebaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kepadatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Holothuria</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Teripang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Tujuan penelitian adalah mengetahui kepadatan, pola sebaran dan struktur komunitas &amp;nbsp;teripang di Perairan Desa Penaga Dan Desa Berakit Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling. Penenentuan area dengan metode Belt Transect dan penangkapan menggunakan metode Swept Area. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teripang yang ditemukan diperairan Desa Penaga dan berakit terdapat 7 jenis yaitu H.impatiens, H.vagabunda, H. scabra, A.miliaris, H.atra, H.coluber, Phyllophorus sp. Kepadatan jenis tertinggi di perairan Desa Penaga berada pada spesies Phyllophorus sp. dengan nilai kepadan yakni 714 ind/ha sedangkan pada perairan Desa Berakit H.coluber dengan nilai kepadan yakni 647 ind/ha. Kondisis perairan di Desa Penaga dan Desa Berakit masih memenuhi baku mutu sehingga mendukung kehidupan Teripang. Nilai indeks Keanekaragaman pada Desa Penaga diperoleh nilai 0.99, sedangkan di Desa Berakit indeks keanekaragaman diperoleh nilai 1.57. Keseragaman Teripang di perairan Desa Penaga diperoleh nilai 0.71 dan Desa Berakit diperoleh nilai 0.97. Dominansi Desa Penaga diperoleh nilai 0.299 dan Desa Berakit diperoleh nilai 0.218. menunjukkan tidak ada spesies yang mendominansi. pola sebaran Desa Penaga dengan nilai 1.714 dan Desa Berakit dengan nilai 1.145, kedua lokasi memiliki pola sebaran mengelompok.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/3079</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i1.3079</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i1</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/3103</identifier>
				<datestamp>2023-04-25T04:41:06Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Jenis dan Tingkat Kerusakan Ekosistem Mangrove di Pulau Beralas Bakau Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Jenis dan Tingkat Kerusakan Ekosistem Mangrove di Pulau Beralas Bakau Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Baliyan, Baliyan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Baliyan, Baliyan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Jenis Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kerusakan Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pulau Beralas Bakau</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan memiliki komunitas mangrove yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis mangrove, tutupan kanopi mangrove, dan tingkat kerusakan mangrove di Pulau Beralas Bakau. Pengamatan mangrove dilakukan dengan menggunakan metode line transek, dengan luasan area pengamatan 10 x 10 m. Hasil penelitian ditemukan 4 (empat) species mengrove yakni Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Bruguiera gymnorrizha, dan Xylocarpus granatum. Kondisi mangrove berdasarkan kerapatan dan tutupan kanopi tergolong sedang, dengan kriteria mangrove tergolong baik. Parameter fisika – kimia perairan meliputi; suhu, Kecepatan Arus, Substrat, Salinitas, pH, dan DO masih dalam kisaran normal.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan memiliki komunitas mangrove yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis mangrove, tutupan kanopi mangrove, dan tingkat kerusakan mangrove di Pulau Beralas Bakau. Pengamatan mangrove dilakukan dengan menggunakan metode line transek, dengan luasan area pengamatan 10 x 10 m. Hasil penelitian ditemukan 4 (empat) species mengrove yakni Rhizopora apiculata, R mucronata, Bruguiera gymnorrizha, Xylocarpus granatum. Kondisi mangrove berdasarkan kerapatan dan tutupan kanopi tergolong sedang, dengan kriteria mangrove tergolong baik. Parameter fisika â€“ kimia perairan meliputi; suhu, Kecepatan Arus, Substrat, Salinitas, pH, dan DO masih dalam kisaran normal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/3103</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i1.3103</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari; 1-8</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari; 1-8</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/3103/2079</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/3236</identifier>
				<datestamp>2021-06-05T14:35:37Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Pengaruh Sumber Air Berbeda dan Tanpa Perlakuan Terhadap Kelulushidupan Jangka Pendek Larva Litopanaeus vannamei </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Juwita, Ela</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kautsari, Neri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Bensianus L, Frederich </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Hayatuddin, Andi </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kautsari, Neri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Vannamei</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Salinitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Larva</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kelulushidupan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Vannamei</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Salinitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Larva</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kelulushidupan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Udang vannamei merupakan jenis udang telah dibudiayakan di tambak dan bahkan di perairan darat (perairan tawar). Berbagai penelitian telah dilakukan terhadap keberlangsungan hidup udang vannamei terutama kaitannya dengan salinitas, namun belum ada informasi terkait kelulushidupan udang vannamei yang dipelihara pada berbagai sumber air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelulushidupan larva udang vannamei post larva 12 yang dipelihara pada berbagai sumber air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Pada penelitian ini terdapat tiga perlakuan yaitu pemeliharaan larva pada air yang bersumber dari laut, sumur dan dari muara. Masing-masing perlakuan terdapat tiga kali ulangan. Setiap wadah diisi dengan air media (sesuai perlakuan) sebanyak 2 L.Larva dimasukkan ke dalam wadah setelah 15 menit dilakukan aklimatisasi. Jumlah larva pada setiap wadah adalah 50 individu (25 individu/L). Salinitas air laut adalah 19 ppt sedangkan salinitas air tawar dan air muara yang digunakan sebagai media pemeliharaan adalah 0 ppt. Pengamatan tingkat kematian dilakukan setiap 12 jam dan dilakukan selama 3 hari atau 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva yang dipelihara di media air tawar mengalami kematian total (100%) setelah 12 jam, sedangkan larva yang dipelihara pada media air muara mengalami kematian total (100%) setelah 24 jam.&amp;nbsp; Larva yang dipelihara di air laut tidak mengalami kematian hingga hari ke-tiga atau dapat dikatakan bahwa larva yang dipelihara di air laut memiliki tingkat kelulushidupan 100%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/3236</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v4i2.3236</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Akuatiklestari; 42-46</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Akuatiklestari; 42-46</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/3236/1323</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/3674</identifier>
				<datestamp>2021-11-15T17:02:10Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Makanan dan Kebiasaan Makan Siput Gonggong (Laevistrombus turturella) di Perairan Dusun Senempek Desa Limbung Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Jumiah, Jumiah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Index of Propenderance</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Viseral Somatik Index</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Siput Gonggong</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Laevistrombus turturella</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Lingga</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Dusun senempek Desa Limbung berada di Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga. Dusun Senempek memiliki kekayaan sumberdaya alam yang dikatakan cukup banyak, seperti: ikan, kepiting, cumi-cumi, gamat (teripang), siput gonggong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasio panjang usus siput gonggong, jenis makan dan kebiasaan makan siput gonggong, dan kondisi fisika kimia perairan yang memengaruhi keberadaan siput gonggong. Metode yang dilakukan adalah porvosive sampling sebanyak 3 stasiun. Parameter yang diukur adalah parameter fisika kimia perairan. Analisis data yang dilakukan yaitu rasio panjang usus dan panjang total siput gonggong, indeks bagian terbesar, indeks viseral somatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai&amp;nbsp; rasio panjang usus dan panjang total siput gonggong masing-masing sebesar 1,35, 1,06, 1,13 dan termasuk golongan omnivora. Jenis makanan siput gonggong yang ditemukan adalah detritus, mikroalga kelas Bacillariophyta, Cyanobacteria, Chlorophyta, Dinoflagellata, Cilliophora, Radiolaria, Stramenophytes, dan&amp;nbsp; Foraminifera dari kelas Rotalidia. Jenis makanan yang paling banyak ditemukan didalam&amp;nbsp; usus siput gonggong(Laevistrombus turturella) adalah Bacillariophyta dengan nilai indeks terbesar 54-67% sebagai makanan utama. Nilai VSI sebesar 34,75-58,54% bersifat continous feeder.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/3674</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i1.3674</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i1</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4059</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:37:06Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Asosiasi Makrozoobentos pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Asosiasi Makrozoobentos pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sukmana, Hardiyanti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nugraha, Aditya Hikmat</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sukmana, Hardiyanti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Nugraha, Aditya Hikmat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Makrozoobentos</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Desa Pengujan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bintan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Makrozoobentos</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Desa Pengujan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Makrozoobentos adalah organisme yang hidup di dasar perairan (substrat), baik yang sesil, merayap maupun menggali lubang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi makrozoobentos yang terdapat pada ekosistem padang lamun di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2021. Metode penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lamun yang ditemukan di Perairan Desa Pengujan terdiri atas; Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, dan Halophila ovalis. Kerapatan tergolong berbeda di setiap stasiun. Stasiun satu memiliki nilai kerapatan lamun total tertinggi termasuk dalam kategori sangat rapat, sedangkan stasiun tiga nilai kerapatan lamun total terendah termasuk dalam kategori rapat. Nilai Tutupan lamun tertinggi terdapat pada stasiun satu termasuk dalam kategori sedang, sedangkan nilai tutupan lamun yang rendah terdapat pada stasiun tiga termasuk dalam kategorikan sedang. Kepadatan makrozoobentos tertinggi terdapat pada stasiun dua sebesar 64 ind/m2. Makrozoobentos yang ditemukan terdiri dari 11 jenis. Makrozoobentos yang paling banyak ditemukan di Perairan Desa Pengujan adalah jenis Archaster sp. Adanya hubungan antara kerapatan lamun dengan kepadatan makrozoobentos di Perairan Desa Pengujan yang membuktikan bahwa kerapatan lamun juga memengaruhi kepadatan makrozoobentos.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Makrozoobentos adalah organisme yang hidup di dasar perairan (substrat), baik yang sesil, merayap maupun menggali lubang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi makrozoobentos yang terdapat pada ekosistem padang lamun di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2021. Metode penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lamun yang ditemukan di Perairan Desa Pengujan terdiri atas; Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, dan Halophila ovalis. Kerapatan tergolong berbeda di setiap stasiun. Stasiun satu memiliki nilai kerapatan lamun total tertinggi termasuk dalam kategori sangat rapat, sedangkan stasiun tiga nilai kerapatan lamun total terendah termasuk dalam kategori rapat. Nilai Tutupan lamun tertinggi terdapat pada stasiun satu termasuk dalam kategori sedang, sedangkan nilai tutupan lamun yang rendah terdapat pada stasiun tiga termasuk dalam kategorikan sedang. Kepadatan makrozoobentos tertinggi terdapat pada stasiun dua sebesar 64 ind/m2. Makrozoobentos yang ditemukan terdiri dari 11 jenis. Makrozoobentos yang paling banyak ditemukan di Perairan Desa Pengujan adalah jenis Archaster sp. Adanya hubungan antara kerapatan lamun dengan kepadatan makrozoobentos di Perairan Desa Pengujan yang membuktikan bahwa kerapatan lamun juga memengaruhi kepadatan makrozoobentos.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4059</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i.4059</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 151-158</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 151-158</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4059/2250</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4060</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:11:13Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Laju Pertumbuhan dan Biomassa Daun Lamun Thalassia hemprichii di Perairan Tanjung Pisau Desa Penaga Kabupaten Bintan </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Laju Pertumbuhan dan Biomassa Daun Lamun Thalassia hemprichii di Perairan Tanjung Pisau Desa Penaga Kabupaten Bintan </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Haryati, R. Nina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zulfikar, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Haryati, R. Nina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Zulfikar, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Biomassa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Laju Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Thalassia hemprichii</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Perairan Tanjung Pisau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bintan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Biomassa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Laju Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Thalassia hemprichii</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Perairan Tanjung Pisau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan biomassa daun lamun Thalassia hemprichii di Perairan Tanjung Pisau Desa Penaga Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-September 2021. Penentuan titik sampling menggunakan metode Random Sampling menggunakan Software Visual Sampling Plan. Area penelitian di bagi menjadi 40 titik yang tersebar secara acak di sepanjang perairan. Pengamatan laju pertumbuhan daun lamun dilakukan selama 60 hari dengan interval waktu 15 hari sekali. Kualitas perairan fisika dan kimia yang diukur meliputi suhu, kecerahan, kecepatan arus, substrat dasar, DO, pH, salinitas serta kandungan bahan organik di Perairan Tanjung Pisau diketahui masih memenuhi baku mutu. Laju pertumbuhan daun terendah terdapat pada titik 18 yaitu 1,01 mm/hari dan laju pertumbuhan daun tertinggi terdapat pada titik 2 yaitu 2,93 mm/hari. Rata-rata laju pertumbuhan selama 60 hari yaitu 1,77 mm/hari. Nilai rata-rata biomassa 60 hari daun lamun yaitu 255,9 gbk/m2. Nilai rata-rata selisih per hari biomassa daun lamun yaitu 0,03 gbk/m2. Dari hasil analisis korelasi dan ANOVA dapat diketahui bahwa yang memengaruhi laju pertumbuhan daun lamun Thalassia hemprichii yaitu suhu, kecepatan arus, dan DO dengan tingkat hubungan sedang serta terdapat perbedaan pertumbuhan daun lamun Thalassia hemprichii pada pengamatan hari ke 60.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan biomassa daun lamun Thalassia hemprichii di Perairan Tanjung Pisau Desa Penaga Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-September 2021. Penentuan titik sampling menggunakan metode Random Sampling menggunakan Software Visual Sampling Plan. Area penelitian di bagi menjadi 40 titik yang tersebar secara acak di sepanjang perairan. Pengamatan laju pertumbuhan daun lamun dilakukan selama 60 hari dengan interval waktu 15 hari sekali. Kualitas perairan fisika dan kimia yang diukur meliputi suhu, kecerahan, kecepatan arus, substrat dasar, DO, pH, salinitas serta kandungan bahan organik di Perairan Tanjung Pisau diketahui masih memenuhi baku mutu. Laju pertumbuhan daun terendah terdapat pada titik 18 yaitu 1,01 mm/hari dan laju pertumbuhan daun tertinggi terdapat pada titik 2 yaitu 2,93 mm/hari. Rata-rata laju pertumbuhan selama 60 hari yaitu 1,77 mm/hari. Nilai rata-rata biomassa 60 hari daun lamun yaitu 255,9 gbk/m2. Nilai rata-rata selisih per hari biomassa daun lamun yaitu 0,03 gbk/m2. Dari hasil analisis korelasi dan ANOVA dapat diketahui bahwa yang memengaruhi laju pertumbuhan daun lamun Thalassia hemprichii yaitu suhu, kecepatan arus, dan DO dengan tingkat hubungan sedang serta terdapat perbedaan pertumbuhan daun lamun Thalassia hemprichii pada pengamatan hari ke 60.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4060</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i2.4060</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 111-121</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 111-121</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4060/1992</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4062</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:17:04Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Laju Pertumbuhan dan Produksi Biomassa Daun Lamun Thalassia hemprichii di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Laju Pertumbuhan dan Produksi Biomassa Daun Lamun Thalassia hemprichii di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Oktavialy, Feby</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zulfikar, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Biomassa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Laju Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Thalassia hemprichii</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Desa Pengujan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Desa Pengujan menyimpan kekayaan sumberdaya hayati dan keanekaragaman ekosistem laut tropis yang berlimpah, salah satunya adalah padang lamun. Lamun yang banyak ditemui di Desa Pengujan adalah Thalassia hemprichii. Lamun bagi Perairan Desa Pengujan adalah tempat hidup biota seperti makrozobentos, bivalvia, dan jenis ikan-ikan yang hidup di sekitaran lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan lamun Thalassia hemprichii, produksi biomassa dan hubungan laju pertumbuhan daun lamun dengan parameter lingkungan. Penelitian ini dilakukan dari bulan April – Desember 2021 berlokasi di Perairan Desa Pengujan. Penentuan titik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Tahap awal yang dilakukan menentukan lokasi di Perairan Desa Pengujan yang memiliki sebaran lamun. Penentuan titik pengamatan menggunakan software ArcGis 10.8 dengan menentukan sebanyak 30 titik pengamatan yang diacak di daerah yang sebaran lamun banyak agar mewakili setiap perairan di Desa Pengujan dengan mengunakan plot 50x50cm. Laju pertumbuhan di 2 minggu pertama lebih besar, kemudian semakin menurun pertumbuhannya diminggu berikutnya selama 60 hari.  Rata-rata pertumbuhan daun lamun dalam 60 hari sebesar 0,7 cm/hari. Biomassa lamun setelah 60 hari di Perairan Desa Pengujan yaitu 108,5 gbk/m2. Hubungan laju pertumbuhan dengan parameter lingkungan selama 60 hari yang sangat signifikan adalah salinitas, TOM dan kecerahan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Desa Pengujan menyimpan kekayaan sumberdaya hayati dan keanekaragaman ekosistem laut tropis yang berlimpah, salah satunya adalah padang lamun. Lamun yang banyak ditemui di Desa Pengujan adalah Thalassia hemprichii. Lamun bagi Perairan Desa Pengujan adalah tempat hidup biota seperti makrozobentos, bivalvia, dan jenis ikan-ikan yang hidup di sekitaran lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan lamun Thalassia hemprichii, produksi biomassa dan hubungan laju pertumbuhan daun lamun dengan parameter lingkungan. Penelitian ini dilakukan dari bulan April – Desember 2021 berlokasi di Perairan Desa Pengujan. Penentuan titik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Tahap awal yang dilakukan menentukan lokasi di Perairan Desa Pengujan yang memiliki sebaran lamun. Penentuan titik pengamatan menggunakan software ArcGis 10.8 dengan menentukan sebanyak 30 titik pengamatan yang diacak di daerah yang sebaran lamun banyak agar mewakili setiap perairan di Desa Pengujan dengan mengunakan plot 50x50cm. Laju pertumbuhan di 2 minggu pertama lebih besar, kemudian semakin menurun pertumbuhannya diminggu berikutnya selama 60 hari.  Rata-rata pertumbuhan daun lamun dalam 60 hari sebesar 0,7 cm/hari. Biomassa lamun setelah 60 hari di Perairan Desa Pengujan yaitu 108,5 gbk/m2. Hubungan laju pertumbuhan dengan parameter lingkungan selama 60 hari yang sangat signifikan adalah salinitas, TOM dan kecerahan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4062</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i2.4062</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 206-213</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 206-213</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4062/2109</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Feby Oktavialy, Andi Zulfikar, Winny Retna Melani</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4063</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:11:13Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Struktur Komunitas Gastropoda dan Bivalvia di Ekosistem Mangrove Perairan Desa Pangkil Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Struktur Komunitas Gastropoda dan Bivalvia di Ekosistem Mangrove Perairan Desa Pangkil Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Yanti, Mira</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Yanti, Mira</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Gastropoda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bivalvia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ekosistem Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Perairan Pangkil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bintan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Gastropoda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bivalvia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ekosistem Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Perairan Pangkil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Keberadaan dan kelimpahan gastropoda dan bivalvia sangat ditentukan oleh adanya vegetasi mangrove yang ada di daerah pesisir. Tekanan dan perubahan lingkungan dapat memengaruhi jumlah jenis dan perbedaan struktur dari gastropoda dan bivalvia. Tujuan dari penelitan ini yaitu untuk mengetahui kepadatan gastropoda dan bivalvia di ekosistem mangrove, mengetahui struktur komunitas gastropoda dan bivalvia di ekosistem mangrove, serta mengetahui kualitas perairan pada ekosistem mangrove Perairan Desa Pangkil. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan metode survei dan analisis laboratorium. Penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling sebanyak 120 titik dari 8 stasiun, yang dimana pada setiap stasiun terdapat 15 titik dari 3 plot. Hasil analisis struktur komunitas gastropoda dan bivalvia yang diperoleh yaitu, nilai kepadatan gastropoda dan bivalvia tertinggi terdapat pada stasiun 4 yaitu dengan total kepadatan berjumlah 60.667 ind/ha, sedangkan gastropoda dan bivalvia dengan nilai kepadatan terendah yaitu pada stasiun 8 yaitu dengan total kepadatan 12.000 ind/ha. Hasil indeks keanekaragaman gastropoda dan bivalvia pada semua stasiun yaitu dikategorikan sedang. Hasil indeks keseragaman gastropoda dan bivalvia pada semua stasiun yaitu dikategorikan tinggi. Hasil indeks dominasi gastropoda dan bivalvia pada semua stasiun yaitu dikategorikan rendah. Nilai parameter fisika-kimia pada perairan Desa Pangkil masih mendukung untuk kehidupan gastropoda dan bivalvia.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Keberadaan dan kelimpahan gastropoda dan bivalvia sangat ditentukan oleh adanya vegetasi mangrove yang ada di daerah pesisir. Tekanan dan perubahan lingkungan dapat memengaruhi jumlah jenis dan perbedaan struktur dari gastropoda dan bivalvia. Tujuan dari penelitan ini yaitu untuk mengetahui kepadatan gastropoda dan bivalvia di ekosistem mangrove, mengetahui struktur komunitas gastropoda dan bivalvia di ekosistem mangrove, serta mengetahui kualitas perairan pada ekosistem mangrove Perairan Desa Pangkil. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan metode survei dan analisis laboratorium. Penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling sebanyak 120 titik dari 8 stasiun, yang dimana pada setiap stasiun terdapat 15 titik dari 3 plot. Hasil analisis struktur komunitas gastropoda dan bivalvia yang diperoleh yaitu, nilai kepadatan gastropoda dan bivalvia tertinggi terdapat pada stasiun 4 yaitu dengan total kepadatan berjumlah 60.667 ind/ha, sedangkan gastropoda dan bivalvia dengan nilai kepadatan terendah yaitu pada stasiun 8 yaitu dengan total kepadatan 12.000 ind/ha. Hasil indeks keanekaragaman gastropoda dan bivalvia pada semua stasiun yaitu dikategorikan sedang. Hasil indeks keseragaman gastropoda dan bivalvia pada semua stasiun yaitu dikategorikan tinggi. Hasil indeks dominasi gastropoda dan bivalvia pada semua stasiun yaitu dikategorikan rendah. Nilai parameter fisika-kimia pada perairan Desa Pangkil masih mendukung untuk kehidupan gastropoda dan bivalvia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4063</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i2.4063</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 102-110</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 102-110</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4063/1780</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4066</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:37:06Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Biodiversitas Zooplankton di Perairan Pesisir Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Biodiversitas Zooplankton di Perairan Pesisir Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ginting, Rio Junaydi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ginting, Rio Junaydi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Biodiversitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Zooplankton</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pesisir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kota Tanjungpinang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Biodiversitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Zooplankton</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pesisir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kota Tanjungpinang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Zooplankton berperan sebagai penghubung ke produsen ke tingkat trofik lebih tinggi yaitu pada ikan–ikan kecil maupun ikan karnivora. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan struktur komunitas zooplankton di Perairan Pesisir Kota Tanjungpinang. Titik sampling ditentukan menggunakan metode simple random sampling dan menghasilkan 30 titik sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April–Mei tahun 2021. Pengukuran parameter fisika perairan yang meliputi suhu, DO, pH, salinitas, kecepatan arus, kecerahan air, dan TDS dilakukan secara in situ sedangkan uji analisis yang meliputi kekeruhan, nitrat, fosfat dan kelimpahan zooplankton dilakukan di laboratorium. Pengambilan sampel plankton dilakukan dengan metode statis dan pencacahan dengan metode sensus. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 6 jenis dan 2 kelas yaitu kelas Crustacea sebanyak 1 jenis terdiri dari Nauplius sp., dan kelas Hexanauplia sebanyak 5 jenis terdiri dari Microcyclops sp., Oncaea sp., Eucalanus sp., Oithona sp., dan Euterpina sp. Jumlah kelimpahan totalnya mencapai 199,87 Ind/L dengan rata–rata kelimpahan tertinggi 132,45 Ind/L dimiliki oleh jenis Nauplius sp. Indeks keanekaragaman termasuk kategori rendah sedangkan indeks keseragaman dan nilai dominansi berada dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan kondisi komunitas zooplankton yang ada di Perairan Pesisir Kota Tanjungpinang berada pada kondisi tertekan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Zooplankton berperan sebagai penghubung ke produsen ke tingkat trofik lebih tinggi yaitu pada ikan–ikan kecil maupun ikan karnivora. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan struktur komunitas zooplankton di Perairan Pesisir Kota Tanjungpinang. Titik sampling ditentukan menggunakan metode simple random sampling dan menghasilkan 30 titik sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April–Mei tahun 2021. Pengukuran parameter fisika perairan yang meliputi suhu, DO, pH, salinitas, kecepatan arus, kecerahan air, dan TDS dilakukan secara in situ sedangkan uji analisis yang meliputi kekeruhan, nitrat, fosfat dan kelimpahan zooplankton dilakukan di laboratorium. Pengambilan sampel plankton dilakukan dengan metode statis dan pencacahan dengan metode sensus. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 6 jenis dan 2 kelas yaitu kelas Crustacea sebanyak 1 jenis terdiri dari Nauplius sp., dan kelas Hexanauplia sebanyak 5 jenis terdiri dari Microcyclops sp., Oncaea sp., Eucalanus sp., Oithona sp., dan Euterpina sp. Jumlah kelimpahan totalnya mencapai 199,87 Ind/L dengan rata–rata kelimpahan tertinggi 132,45 Ind/L dimiliki oleh jenis Nauplius sp. Indeks keanekaragaman termasuk kategori rendah sedangkan indeks keseragaman dan nilai dominansi berada dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan kondisi komunitas zooplankton yang ada di Perairan Pesisir Kota Tanjungpinang berada pada kondisi tertekan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4066</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i.4066</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 143-150</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 143-150</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4066/2249</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4104</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:37:06Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Biodiversitas Zooplankton di Perairan Barek Motor, Kota Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Biodiversitas Zooplankton di Perairan Barek Motor, Kota Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ardiansyah, Zulfi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muzammil, Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ardiansyah, Zulfi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Muzammil, Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Biodiversitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Zooplankton</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kijang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bintan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Biodiversitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Zooplankton</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kijang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Potensi sumberdaya laut yang terdapat di Perairan Barek Motor, Kota Kijang cukup banyak, salah satunya adalah ikan. Keberadaan ikan tersebut mengindikasikan bahwa masih tersedia paan alami yaitu plankton (fitloplankton dan zooplankton). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis zooplankton, keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi zooplankton di Perairan Barek Motor, Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.  Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis zooplankton dan keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi zooplankton di Perairan Barek Motor, Kijang Kota, Kecbamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Pengambilan sampel zooplankton dilakukan di 30 titik acak. Sampel zooplankton diambil menggunakan plankton net dengan metode statis. Identifikasi dan pencacahan zooplankton menggunakan metode sensus.  Parameter yang dihitung yaitu kelimpahan, indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi. Hasil penelitian menunjukan kelimpahan zooplankton di Perairan Barek Motor sebesar 2,533 individu/L. Zooplankton yang dijumpai sebanyak 6 genera yang terdiri dari 3 kelas. Kelas Crustacea sebanyak 1 genera terdiri dari Nauplius sp. Kelas Hexanauplia sebanyak 3 genera yang terdiri dari Tropocyclops, Calanus sp, dan Oithona sp. Kelas Maxillopoda sebanyak 2 genera terdiri dari Tortanus sp, dan Cyclopoida sp. Komposisi kelas Crustacea sebanyak 75%, kelas Hexanauplia 4%, dan kelas Maxillopoda 21%. Nilai indeks keanekaragaman (H’) zooplankton adalah 0,8964, tergolong dalam kategori rendah. Indeks dominasi memperlihatkan nilai 0,5821, termasuk kategori sedang, dan indeks keseragaman dengan nilai 0,4607 termasuk dalam kategori rendah.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Potensi sumberdaya laut yang terdapat di Perairan Barek Motor, Kota Kijang cukup banyak, salah satunya adalah ikan. Keberadaan ikan tersebut mengindikasikan bahwa masih tersedia paan alami yaitu plankton (fitloplankton dan zooplankton). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis zooplankton, keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi zooplankton di Perairan Barek Motor, Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.  Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis zooplankton dan keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi zooplankton di Perairan Barek Motor, Kijang Kota, Kecbamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Pengambilan sampel zooplankton dilakukan di 30 titik acak. Sampel zooplankton diambil menggunakan plankton net dengan metode statis. Identifikasi dan pencacahan zooplankton menggunakan metode sensus.  Parameter yang dihitung yaitu kelimpahan, indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi. Hasil penelitian menunjukan kelimpahan zooplankton di Perairan Barek Motor sebesar 2,533 individu/L. Zooplankton yang dijumpai sebanyak 6 genera yang terdiri dari 3 kelas. Kelas Crustacea sebanyak 1 genera terdiri dari Nauplius sp. Kelas Hexanauplia sebanyak 3 genera yang terdiri dari Tropocyclops, Calanus sp, dan Oithona sp. Kelas Maxillopoda sebanyak 2 genera terdiri dari Tortanus sp, dan Cyclopoida sp. Komposisi kelas Crustacea sebanyak 75%, kelas Hexanauplia 4%, dan kelas Maxillopoda 21%. Nilai indeks keanekaragaman (H’) zooplankton adalah 0,8964, tergolong dalam kategori rendah. Indeks dominasi memperlihatkan nilai 0,5821, termasuk kategori sedang, dan indeks keseragaman dengan nilai 0,4607 termasuk dalam kategori rendah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4104</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i.4104</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 133-142</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 133-142</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4104/2247</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4186</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:11:13Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Komunitas Jenis Ikan yang Tertangkap di Sekitar Terumbu Karang dengan Menggunakan Jaring Insang Dasar di Pulau Tanakeke Kabupaten Takalar </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Komunitas Jenis Ikan yang Tertangkap di Sekitar Terumbu Karang dengan Menggunakan Jaring Insang Dasar di Pulau Tanakeke Kabupaten Takalar </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nursyahran, Nursyahran</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wulandari, Sri </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nurwina, Nurwina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Indeks Keanekaragaman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Indeks Dominansi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Jaring Insang Dasar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunitas jenis ikan karang target yang tertangkap di sekitar terumbu karang di Perairan Desa Rewatayya Pulau Tanakeke Kabupaten Takalar dengan menggunakan jaring insang dasar. Penelitian ini bermanfaat sebagai bahan informasi bagi pemerintah dan masyarakat nelayan mengenai komunitas ikan yang berada di sekitar terumbu karang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai bulan Oktober 2021 di Perairan Desa Rewataya Pulau Tanakeke, Kabupaten Takalar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan melakukan kelimpahan ikan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi dengan pengamatan 21 kali trip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebesar 1.492 ind/120mÂ², Indeks keanekaragaman yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebanyak 0,3664, indeks keseragaman yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebanyak 0,3335 yang tergolong komunitas rendah, sedangkan indeks dominansi yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebanyak 0,1124 yang tergolong komunitas rendah.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunitas jenis ikan karang target yang tertangkap di sekitar terumbu karang di Perairan Desa Rewatayya Pulau Tanakeke Kabupaten Takalar dengan menggunakan jaring insang dasar. Penelitian ini bermanfaat sebagai bahan informasi bagi pemerintah dan masyarakat nelayan mengenai komunitas ikan yang berada di sekitar terumbu karang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai bulan Oktober 2021 di Perairan Desa Rewataya Pulau Tanakeke, Kabupaten Takalar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan melakukan kelimpahan ikan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi dengan pengamatan 21 kali trip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebesar 1.492 ind/120mÂ², Indeks keanekaragaman yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebanyak 0,3664, indeks keseragaman yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebanyak 0,3335 yang tergolong komunitas rendah, sedangkan indeks dominansi yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebanyak 0,1124 yang tergolong komunitas rendah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4186</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i2.4186</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 44-51</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 44-51</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4186/1666</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Nursyahran, Sri Wulandari, Nurwina</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4204</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:11:13Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Konsentrasi Mikroplastik pada Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Mandalle Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Konsentrasi Mikroplastik pada Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Mandalle Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Yaqin, Khusnul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Yaqin, Khusnul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Nirwana, Nirwana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rahim, Sri Wahyuni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Mikroplastik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kerang Hijau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Fiber</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Mandalle</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pangkep</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ekotoksikologi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Mikroplastik merupakan masalah yang sudah bersifat global dan menjadi ancaman bagi biota di perairan khususnya biota filter feeder seperti kerang hijau (Perna viridis). Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus tahun 2019 yang bertujuan untuk mengetahui konsentrasi mikroplastik pada kerang hijau (Perna viridis) yang berasal dari Perairan Mandalle, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan. Sampel kerang yang dikumpulkan sebanyak 99 individu yang dibagi dalam tiga kelompok ukuran panjang cangkang kerang yaitu ukuran 2-3,9 cm, 4-5,9 cm dan 6-7,9 cm. Pengamatan dan penghitungan jumlah mikroplastik dilakukan dengan metode observasi visual menggunakan mikroskop stereo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi mikroplastik yang didapatkan pada kerang hijau paling tinggi pada ukuran 2-3,9 yaitu 1,87 item/g, kemudian ukuran 4-5,9 cm dengan konsentrasi 0,39 item/g dan konsentrasi terendah pada ukuran 5-6,9 cm yaitu 0,18 item/g. Mikroplastik yang ditemukan hanya satu jenis yaitu fiber yang ukurannya berada pada rentang 0,3-4,4 mm. Warna mikroplastik yang ditemukan terdiri dari empat jenis yaitu biru, merah, hitam, dan bening. Kesimpulannya, kerang hijau yang hidup di Perairan Mandalle telah terkontaminasi oleh mikroplastik baik ukuran kecil maupun ukuran besar meskipun konsentrasinya lebih banyak pada ukuran kecil.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Mikroplastik merupakan masalah yang sudah bersifat global dan menjadi ancaman bagi biota di perairan khususnya biota filter feeder seperti kerang hijau (Perna viridis). Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus tahun 2019 yang bertujuan untuk mengetahui konsentrasi mikroplastik pada kerang hijau (Perna viridis) yang berasal dari Perairan Mandalle, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan. Sampel kerang yang dikumpulkan sebanyak 99 individu yang dibagi dalam tiga kelompok ukuran panjang cangkang kerang yaitu ukuran 2-3,9 cm, 4-5,9 cm dan 6-7,9 cm. Pengamatan dan penghitungan jumlah mikroplastik dilakukan dengan metode observasi visual menggunakan mikroskop stereo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi mikroplastik yang didapatkan pada kerang hijau paling tinggi pada ukuran 2-3,9 yaitu 1,87 item/g, kemudian ukuran 4-5,9 cm dengan konsentrasi 0,39 item/g dan konsentrasi terendah pada ukuran 5-6,9 cm yaitu 0,18 item/g. Mikroplastik yang ditemukan hanya satu jenis yaitu fiber yang ukurannya berada pada rentang 0,3-4,4 mm. Warna mikroplastik yang ditemukan terdiri dari empat jenis yaitu biru, merah, hitam, dan bening. Kesimpulannya, kerang hijau yang hidup di Perairan Mandalle telah terkontaminasi oleh mikroplastik baik ukuran kecil maupun ukuran besar meskipun konsentrasinya lebih banyak pada ukuran kecil.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4204</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i2.4204</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 52-57</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 52-57</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4204/1667</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Khusnul Yaqin, Nirwana, Sri Wahyuni Rahim</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4249</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:11:13Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kelayakan Finansial dan Jaringan Sosial pada Keramba Jaring Apung, Haranggaol, Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Kelayakan Finansial dan Jaringan Sosial pada Keramba Jaring Apung, Haranggaol, Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Gandhi, Prima</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Gandhi, Prima</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Tanjung, Dahri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Kelayakan Finansial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Jaringan Sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">SDGs</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Danau Toba</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pembudidaya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penetapan kawasan Danau Toba sebagai tujuan wisata utama super prioritas membuat Gubernur Sumatera Utara mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 188.4/213/KPTS/2017 tentang daya tampung beban pencemaran dan daya dukung Danau Toba untuk budidaya perikanan yaitu sebesar 10.000 ton per tahun dari 60.000 ton ikan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial dan jaringan sosial pembudidaya keramba jaring apung di Haranggaol Perairan Danau Toba. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Februari 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara finansial keramba jaring apung masih layak dibudidayakan dan terdapat tiga jaringan sosial pada pembudidaya keramba jaring apung di Haranggaol Danau Toba. Budidaya keramba jaring apung di Haranggaol merupakan praktik mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke 8 dan 14.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penetapan kawasan Danau Toba sebagai tujuan wisata utama super prioritas membuat Gubernur Sumatera Utara mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 188.4/213/KPTS/2017 tentang daya tampung beban pencemaran dan daya dukung Danau Toba untuk budidaya perikanan yaitu sebesar 10.000 ton per tahun dari 60.000 ton ikan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial dan jaringan sosial pembudidaya keramba jaring apung di Haranggaol Perairan Danau Toba. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Februari 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara finansial keramba jaring apung masih layak dibudidayakan dan terdapat tiga jaringan sosial pada pembudidaya keramba jaring apung di Haranggaol Danau Toba. Budidaya keramba jaring apung di Haranggaol merupakan praktik mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke 8 dan 14.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4249</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i2.4249</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 66-72</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 66-72</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4249/1669</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Prima Gandhi, Dahri Tanjung</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4287</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:33:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Inventarisasi Hasil Tangkapan Bubu di Perairan Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Inventarisasi Hasil Tangkapan Bubu di Perairan Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Ginting, Sarah Rumaisha BR </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sinaga, Mega Vici</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sabriyati, Deni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Muzammil, Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Hasil Tangkapan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kepiting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bubut Lipat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Perairan Dompak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Hasil Tangkapan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kepiting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bubut Lipat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Perairan Dompak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian dilakukan di Perairan Dompak Kota Tanjungpinang yang merupakan salahsatu lokasi matapencaharian masyarakat dari sumberdaya perikanan tangkap. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasikan komposisi, jumlah dan bobot hasil tangkapan dari penggunaan bubu lipat dengan ukuran 4 cm, 4,5 cm, 5 cm, 5,5 cm, 6 cm, dan 6,5 cm di lokasi penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan metode survei. Prosedur penelitian meliputi survei lapangan, pengambilan hasil tangkapan, penanganan hasil tangkapan, serta identifikasi dan analisis hasil tangkapan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan hasil tangkapan bubu ada 3 spesies yang ditemukan yaitu kepiting merah (Thalamita spinimana), kepiting okop (Myomenippe hardwikii) dan kepiting batu (Atergatis integerrimus). Hasil tangkapan pada 6 kategori ukuran mulut bubu terdapat perbedaan yang besar dilihat dari komposisi jenis tangkapan, yaitu didominasi oleh kepiting merah, sedangkan perolehan untuk kepiting batu hampir tidak ada. Perbedaan ukuran mulut bubu memperlihatkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap jumlah tangkapan dan bobot tangkapan yang dihasilkan. Tangkapan terbanyak yaitu 13 ekor dengan bobot 686,3 gr dengan penggunaan bubu 4,5 cm, dan terendah diperoleh pada bubu ukuran 6 cm dengan tangkapan sebanyak 6 ekor dan bobot 336,1 gr.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian dilakukan di Perairan Dompak Kota Tanjungpinang yang merupakan salahsatu lokasi matapencaharian masyarakat dari sumberdaya perikanan tangkap. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasikan komposisi, jumlah dan bobot hasil tangkapan dari penggunaan bubu lipat dengan ukuran 4 cm, 4,5 cm, 5 cm, 5,5 cm, 6 cm, dan 6,5 cm di lokasi penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan metode survei. Prosedur penelitian meliputi survei lapangan, pengambilan hasil tangkapan, penanganan hasil tangkapan, serta identifikasi dan analisis hasil tangkapan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan hasil tangkapan bubu ada 3 spesies yang ditemukan yaitu kepiting merah (Thalamita spinimana), kepiting okop (Myomenippe hardwikii) dan kepiting batu (Atergatis integerrimus). Hasil tangkapan pada 6 kategori ukuran mulut bubu terdapat perbedaan yang besar dilihat dari komposisi jenis tangkapan, yaitu didominasi oleh kepiting merah, sedangkan perolehan untuk kepiting batu hampir tidak ada. Perbedaan ukuran mulut bubu memperlihatkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap jumlah tangkapan dan bobot tangkapan yang dihasilkan. Tangkapan terbanyak yaitu 13 ekor dengan bobot 686,3 gr dengan penggunaan bubu 4,5 cm, dan terendah diperoleh pada bubu ukuran 6 cm dengan tangkapan sebanyak 6 ekor dan bobot 336,1 gr.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id">text</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4287</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i1.4287</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 69-76</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 69-76</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4287/2033</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Sarah Rumaisha BR Ginting, Mega Vici Sinaga, Deni Sabriyati, Dedy Kurniawan, Susiana, Wahyu Muzammil</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4290</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:11:13Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Karakteristik Fisika Kimia Sedimen Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Pesisir Cimandiri, Jawa Barat</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Analisis Karakteristik Fisika Kimia Sedimen Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Pesisir Cimandiri, Jawa Barat</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Aisyah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ibrahim, Aiman</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Aisyah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ibrahim, Aiman</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Triyanto, Triyanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Fisika Kimia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kecepatan Arus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pasir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Rawa Pesisir Cimandiri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Sedimen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Fisika Kimia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kecepatan Arus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pasir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Rawa Pesisir Cimandiri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sedimen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Meningkatnya aktivitas manusia di sepanjang aliran sungai telah memberi pengaruh terhadap ekosistem muara. Muara Sungai Cimandiri yang terletak di Teluk Palabuhanratu memberikan masukan sedimen yang cukup besar ke perairan teluk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisika-kimia sedimen daerah aliran sungai dan pesisir Cimandiri. Penelitian dilakukan pada bulan September dan November 2020 di alur sungai, muara, dan rawa pesisir Cimandiri. Parameter fisika kimia yang diamati meliputi turbiditas, total padatan tersuspensi (TSS), kedalaman air, kecepatan arus, fraksi sedimen, bahan organik total, dan total nitrogen (TN). Sampel sedimen diambil menggunakan Ekman Grab dan dianalisis lebih lanjut di laboratorium, sedangkan parameter lainnya diukur secara insitu. Hasil analisis menunjukkan kecepatan arus maksimum sebesar 6,0 cm/det diperoleh di ruas sungai (St. S02) dan arus minimum 1,2 cm/det di ruas rawa pesisir (St. RP02). Nilai TSS dan turbiditas di ruas muara cenderung lebih tinggi dibandingkan ruas alur sungai dan rawa pesisir. Material sedimen secara keseluruhan terdiri dari beberapa ukuran yaitu: ukuran &amp;gt;1,70 mm (kerikil); ukuran 0,09 mm s.d 1,70 mm (pasir); dan ukuran &amp;lt;0,09 mm (lempung). Sedimen pada ruas sungai didominasi oleh kerikil dan pasir, ruas rawa pesisir didominasi oleh pasir dan lempung, serta di ruas muara didominasi oleh jenis lumpur. Kandungan nitrogen dan bahan organik cenderung lebih tinggi di ruas muara sungai dan sebagian rawa pesisir.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Meningkatnya aktivitas manusia di sepanjang aliran sungai telah memberi pengaruh terhadap ekosistem muara. Muara Sungai Cimandiri yang terletak di Teluk Palabuhanratu memberikan masukan sedimen yang cukup besar ke perairan teluk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisika-kimia sedimen daerah aliran sungai dan pesisir Cimandiri. Penelitian dilakukan pada bulan September dan November 2020 di alur sungai, muara, dan rawa pesisir Cimandiri. Parameter fisika kimia yang diamati meliputi turbiditas, total padatan tersuspensi (TSS), kedalaman air, kecepatan arus, fraksi sedimen, bahan organik total, dan total nitrogen (TN). Sampel sedimen diambil menggunakan Ekman Grab dan dianalisis lebih lanjut di laboratorium, sedangkan parameter lainnya diukur secara insitu. Hasil analisis menunjukkan kecepatan arus maksimum sebesar 6,0 cm/det diperoleh di ruas sungai (St. S02) dan arus minimum 1,2 cm/det di ruas rawa pesisir (St. RP02). Nilai TSS dan turbiditas di ruas muara cenderung lebih tinggi dibandingkan ruas alur sungai dan rawa pesisir. Material sedimen secara keseluruhan terdiri dari beberapa ukuran yaitu: ukuran &amp;gt;1,70 mm (kerikil); ukuran 0,09 mm s.d 1,70 mm (pasir); dan ukuran &amp;lt;0,09 mm (lempung). Sedimen pada ruas sungai didominasi oleh kerikil dan pasir, ruas rawa pesisir didominasi oleh pasir dan lempung, serta di ruas muara didominasi oleh jenis lumpur. Kandungan nitrogen dan bahan organik cenderung lebih tinggi di ruas muara sungai dan sebagian rawa pesisir.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4290</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i2.4290</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 73-79</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 73-79</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4290/1670</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Siti Aisyah, Aiman Ibrahim, Triyanto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4300</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:11:13Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Nilai Ekonomi Ekosistem Mangrove di Kelurahan Kawal Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Nilai Ekonomi Ekosistem Mangrove di Kelurahan Kawal Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Khairunnisa, Khairunnisa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Abdillah, Yasir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Wahyudin, Wahyudin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Valuasi Ekonomi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ekosistem Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Benefit Transfer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Contingent Valuation Method</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bintan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Valuasi Ekonomi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ekosistem Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Benefit Transfer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Contingent Valuation Method</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kelurahan Kawal merupakan salah satu kelurahan yang terdapat di Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan dengan posisi yang berbatasan dengan laut. Kelurahan Kawal memiliki luas hutan mangrove dan hutan rawa sebesar ±1.630 ha. Masyarakat Kelurahan Kawal memanfaatkan mangrove sebagai area mencari ikan, kepiting bakau, dan udang. Namun seringkali masyarakat hanya menilai mangrove dari segi ekonominya saja, tanpa memperhitungkan manfaat fisik dan ekologi dari hutan mangrove. Padahal manfaat tersebut juga penting untuk mengetahui seberapa besar nilai manfaat keseluruhan yang terdapat pada ekosistem mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai non guna ekosistem mangrove berupa nilai pilihan dan nilai keberadaan, serta mengetahui nilai ekonomi total ekosistem mangrove di Kelurahan Kawal, Kabupaten Bintan. Untuk mengetahui nilai pilihan digunakan analisis Benefit Transfer dan untuk mengetahui nilai keberadaan digunakan analisis Contingent Valuation Method.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Ekonomi Total ekosistem mangrove di Kelurahan Kawal adalah sebesar Rp 762.567.136/tahun, yang terdiri nilai pilihan sebesar Rp 345.502.950/tahun (45%) dan nilai keberadaan sebesar Rp 417.064.186/tahun (55%).</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Kelurahan Kawal merupakan salah satu kelurahan yang terdapat di Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan dengan posisi yang berbatasan dengan laut. Kelurahan Kawal memiliki luas hutan mangrove dan hutan rawa sebesar ±1.630 ha. Masyarakat Kelurahan Kawal memanfaatkan mangrove sebagai area mencari ikan, kepiting bakau, dan udang. Namun seringkali masyarakat hanya menilai mangrove dari segi ekonominya saja, tanpa memperhitungkan manfaat fisik dan ekologi dari hutan mangrove. Padahal manfaat tersebut juga penting untuk mengetahui seberapa besar nilai manfaat keseluruhan yang terdapat pada ekosistem mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai non guna ekosistem mangrove berupa nilai pilihan dan nilai keberadaan, serta mengetahui nilai ekonomi total ekosistem mangrove di Kelurahan Kawal, Kabupaten Bintan. Untuk mengetahui nilai pilihan digunakan analisis Benefit Transfer dan untuk mengetahui nilai keberadaan digunakan analisis Contingent Valuation Method.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Ekonomi Total ekosistem mangrove di Kelurahan Kawal adalah sebesar Rp 762.567.136/tahun, yang terdiri nilai pilihan sebesar Rp 345.502.950/tahun (45%) dan nilai keberadaan sebesar Rp 417.064.186/tahun (55%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4300</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i2.4300</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 97-101</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 97-101</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4300/1777</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Khairunnisa, Yasir Abdillah, Wahyudin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4442</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:17:04Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Laju Pertumbuhan Kappaphycus alvarezii Metode Keramba Bambu Apung Kurungan di Melanau Barat Pulau Lemukutan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Laju Pertumbuhan Kappaphycus alvarezii Metode Keramba Bambu Apung Kurungan di Melanau Barat Pulau Lemukutan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Minsas, Sukal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Gusdiar, Handre</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Idiawati, Nora</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Kappaphycus alvarezii</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Lemukutan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Metode Keramba Bambu Apung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Laju Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kappaphycus alvarezii</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lemukutan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Metode Keramba Bambu Apung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Laju Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dan korelasi pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan parameter lingkungan fisika dan kimia perairan. Penelitian ini menggunakan bibit rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan dengan berat awal 80 g (berat basah) selama 50 hari penanaman. Metode budidaya yang digunakan yaitu keramba bambu apung kurungan. Hasil penelitian memperoleh pertumbuhan rumput laut dengan nilai berat akhir 292,18 g, pertumbuhan mutlak 212,18 g dan laju pertumbuhan spesifik 5,3% per hari. Hasil korelasi parameter lingkungan arus, kedalaman dan kecerahan menunjukkan korelasi kuat dan parameter lingkungan DO, salinitas, suhu, pH, nitrat, dan fosfat menunjukkan korelasi sangat kuat.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dan korelasi pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan parameter lingkungan fisika dan kimia perairan. Penelitian ini menggunakan bibit rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan dengan berat awal 80 g (berat basah) selama 50 hari penanaman. Metode budidaya yang digunakan yaitu keramba bambu apung kurungan. Hasil penelitian memperoleh pertumbuhan rumput laut dengan nilai berat akhir 292,18 g, pertumbuhan mutlak 212,18 g dan laju pertumbuhan spesifik 5,3% per hari. Hasil korelasi parameter lingkungan arus, kedalaman dan kecerahan menunjukkan korelasi kuat dan parameter lingkungan DO, salinitas, suhu, pH, nitrat, dan fosfat menunjukkan korelasi sangat kuat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4442</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i2.4442</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 159-167</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 159-167</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4442/2102</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Sukal Minsas, Handre Gusdiar, Nora Idiawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4453</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:11:13Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Nilai Ekonomi Kawasan Konservasi Perairan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Suparyana, Suparyana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Fauzi, Akhmad </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kusumastanto, Tridoyo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Yulianto, Gatot</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Yusuf, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Valuasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Sumberdaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Terumbu Karang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Mangrove</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Pengelolaan sumberdaya alam termasuk juga sumberdaya perairan yang ada di kawasan taman nasional ujung kulon (TNUK), menjadi sangat penting untuk menjaga keberlanjutannya baik dari aspek ekologi, ekonomi dan sosial. Penilaian ekonomi terhadap sumberdaya alam dan lingkungan akan sangat membantu dalam pengelolaan berkelanjutan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomi sumberdaya perairan yang ada di dalam kawasan konservasi perairan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Waktu penelitian berlangsung selama 6 bulan, mulai bulan Juni hingga November 2021, di Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Provinsi Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui metode survey dan observasi lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka berupa dokumen/laporan terkait kajian. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode valuasi ekonomi total (TEV). Hasil penelitian diperoleh 1) Total nilai ekonomi ekosistem mangrove di kawasan konservasi perairan TNUK adalah mencapai Rp 1.010.345.221.267 per tahun atau sekitar Rp 317.590.788 per hektar per tahun, teridri atas; nilai manfaat langsung Rp 144.230.150.017 per tahun, nilai manfaat tidak langsung Rp 615.744.951.250 per tahun dan nilai pilihan Rp 250.370.120.000 per tahun. 2) Total nilai ekonomi ekosistem terumbu karang di kawasan konservasi perairan TNUK adalah mencapai Rp 1.179.953.103.700 per tahun atau sekitar Rp 401.591.832 per hektar per tahun, teridri atas; nilai manfaat langsung Rp 190.223.827.450 per tahun, nilai manfaat tidak langsung Rp 702.202.393.750 per tahun dan nilai pilihan Rp 287.526.882.500&amp;nbsp; per tahun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4453</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i2.4453</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 58-65</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 58-65</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4453/1668</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Jurnal Akuatiklestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4527</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:11:13Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Kajian Hidrologi Debit Puncak Penyebab Banjir Bandang Menggunakan Pemodelan Hidrograf Satuan Sintesis-SCS (HSS-SCS)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Sabriyati, Deni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Hadi, M Pramono</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Peak Discharge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Hydrological Analysis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Synthetic Unit Hydrograph (SUH)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">HEC-HMS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Flood Modelling</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Siklus hidrologi merupakan hal terpenting dalam memahami proses fisik yang mengendalikan distribusi dan pergerakan air. Salahsatu proses siklus hidrologi yang paling berbahaya adalah hujan karena mampu menyebabkan bencana di lingkungan perairan seperti banjir dan banjir bandang. Penelitian ini merupakan sebuah kajian hidrologi di Sub-DAS Bt. Kuranji, Provinsi Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui debit puncak penyebab banjir bandang akibat curah hujan harian melalui analisis karakteristik hidrograf banjir (HSS) menggunakan pemodelan hidrologi berbasis SIG dan HEC-HMS. Data yang digunakan yaitu DEM IFSAR, data hujan selama 38 tahun, dan citra satelit Quickbird. Data diolah menggunakan perangkat lunak HEC-HMS dan HEC-GeoHMS pada Arc-GIS untuk mendapatkan nilai hujan rerata kawasan (MAP), SCS-CN dan Hidrograf banjir dari debit puncak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hujan terkosentrasi selama 3 jam dengan Puncak hujan efektif (Pe) pada periode ulang 2, 5, 10, 20, 50, dan 100 tahun rata-rata terjadi antara jam ke-2 dan jam ke-3 turunnya hujan. Debit puncak (Q) tiap periode ulang secara berurutan yaitu 168,4 m3/dt, 287,9 m3/dt, 381,5 m3/dt, 479,6 m3/dt, 616,4 m3/dt, dan 724,9 m3/dt.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4527</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i2.4527</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 80-90</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 80-90</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4527/1690</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Deni Sabriyati, M Pramono Hadi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4528</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:11:13Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Analisis NPV dan Net B/C pada Usaha Budidaya Tambak Udang Windu (Penaeus monodon) Sistem Tradisional di Dusun Tempatue Kabupaten Bone </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Riana, Andi Dyna </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sunarti, Sunarti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Yusuf, Muhammad </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Kelayakan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">NPV</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Net B/C</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tambak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tradisional</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Usaha budidaya udang windu yang dilakukan masyarakat di Dusun Tempatue merupakan usaha turun temurun yang berlangsung sejak dulu dengan system tradisional. Udang windu merupakan salah satu komoditas unggulan sektor perikanan khususnya perikanan budidaya. Namun saat ini, usaha budidaya udang cukup lesuh dikarenakan berbagai hal termasuk munculnya berbagai penyakit udang seperti white spot. Untuk itu, untuk mengembalikan gairah dan semangat masyarakat untuk kembali membudidayakan udang windu, maka berbagai kajian perlu dilakukan termasuk analisis kelayakan usaha budiddaya udang windu dengan system tradisional. Tujuan penelitian ini adalah menganilisis tingkat kelayakan usaha budidaya udang windu. Penelitian dilakukan di Dusun Tempatue, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian survey. Teknik pengambilan data dilakukan secara purposive sebanyak 30 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis finansial, yakni NPV dan Net B/C. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan; 1) Usaya budidaya udang windu (Penaeus monodon), sangat layak untuk usahakan, 2) Nilai NPV diperoleh 2,92 dimana nilai NPV tersebut lebih besar dari &amp;gt;0 atau dikategorikan sangat layak, 3) Nilai Net B/C diperoleh 14,89 yang berarti nilai tersebut lebih besar &amp;gt; 1,0 atau dikategorikan sangat layak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4528</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v5i2.4528</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 91-96</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 91-96</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4528/1691</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Andi Dyna Riana, Sunarti, Muhammad Yusuf</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4558</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:33:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Hubungan Kandungan Bahan Organik Sedimen dengan Kelimpahan Nudibranchia di Pulau Panjang Kabupaten Jepara Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Hubungan Kandungan Bahan Organik Sedimen dengan Kelimpahan Nudibranchia di Pulau Panjang Kabupaten Jepara Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Gozion, Akwila</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Gozion, Akwila</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rudiyanti, Siti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Suryanti, Suryanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Nudibranchia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bahan Organik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kelimpahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pulau Panjang Jepara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Nudibranchia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bahan Organik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kelimpahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pulau Panjang Jepara</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Nudibranchia merupakan salah satu gastropoda laut yang masuk kedalam anggota Subkelas Opisthobranchia. Ciri Nudibranchia yang menjadi perbedaan dari gastropoda lainnya yaitu adanya insang telanjang. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2020 di Pulau Panjang, Kabupaten Jepara, dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan Nudibranchia serta mengetahui hubungan antara bahan organik sedimen dengan kelimpahan Nudibranchia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi, sedangkan metode yang diterapkan pada saat pengamatan di lapangan yaitu metode Belt Transect dengan mengamati 5 stasiun, tiap stasiun terdiri dari 3 line transect dengan sekali sampling pada tiap line transect, pengamatan selebar 2 meter kanan dan kiri dengan panjang 25 meter pada tiap line transect. Identifikasi Nudibranchia menggunakan buku 1001 Nudibranchias Catalogue Of Indo-Pacific Sea Slug dan World Register of Marine Species. Indeks Ekologi yang dianalisis meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi. Nudibranchia yang ditemukan di perairan Pulau Panjang sebanyak 3 spesies yaitu Jorunna funebris, Chromodoris lineolata dan Phyllidiella nigra. Kelimpahan tertinggi berada pada stasiun 5 yaitu dengan nilai 63 ind/300m2 dan kelimpahan terendah terdapat pada stasiun 3 yaitu dengan nilai 5 ind/300m2. Keanekaragaman Nudibranchia di perairan Pulau Panjang cenderung rendah karena hanya stasiun 3 yang memiliki kategori keanekaragaman sedang dengan nilai 1,427. Kandungan bahan organik sedimen pada perairan Pulau Panjang cukup tinggi yaitu 63,5%. Kelimpahan Nudibranchia dengan bahan organik sedimen memiliki hubungan sangat kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,935.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Nudibranchia merupakan salah satu gastropoda laut yang masuk kedalam anggota Subkelas Opisthobranchia. Ciri Nudibranchia yang menjadi perbedaan dari gastropoda lainnya yaitu adanya insang telanjang. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2020 di Pulau Panjang, Kabupaten Jepara, dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan Nudibranchia serta mengetahui hubungan antara bahan organik sedimen dengan kelimpahan Nudibranchia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi, sedangkan metode yang diterapkan pada saat pengamatan di lapangan yaitu metode Belt Transect dengan mengamati 5 stasiun, tiap stasiun terdiri dari 3 line transect dengan sekali sampling pada tiap line transect, pengamatan selebar 2 meter kanan dan kiri dengan panjang 25 meter pada tiap line transect. Identifikasi Nudibranchia menggunakan buku 1001 Nudibranchias Catalogue Of Indo-Pacific Sea Slug dan World Register of Marine Species. Indeks Ekologi yang dianalisis meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi. Nudibranchia yang ditemukan di perairan Pulau Panjang sebanyak 3 spesies yaitu Jorunna funebris, Chromodoris lineolata dan Phyllidiella nigra. Kelimpahan tertinggi berada pada stasiun 5 yaitu dengan nilai 63 ind/300m2 dan kelimpahan terendah terdapat pada stasiun 3 yaitu dengan nilai 5 ind/300m2. Keanekaragaman Nudibranchia di perairan Pulau Panjang cenderung rendah karena hanya stasiun 3 yang memiliki kategori keanekaragaman sedang dengan nilai 1,427. Kandungan bahan organik sedimen pada perairan Pulau Panjang cukup tinggi yaitu 63,5%. Kelimpahan Nudibranchia dengan bahan organik sedimen memiliki hubungan sangat kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,935.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">text</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id">teks</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4558</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i1.4558</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 33-41</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 33-41</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4558/2009</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Akwila Gozion, Siti Rudiyanti, Suryanti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4638</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:19:19Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Tingkat Kerusakan Ekosistem Mangrove di Pulau Dompak Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Tingkat Kerusakan Ekosistem Mangrove di Pulau Dompak Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Dialam, Pangga Kurnia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Dialam, Pangga Kurnia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Kerusakan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kondisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ekosistem Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pulau Dompak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kerusakan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kondisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ekosistem Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pulau Dompak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pulau Dompak merupakan pulau yang terletak di sebelah selatan Kota Tanjungpinang. Wilayah pesisir Pulau Dompak di sepanjang pantainya terdapat ekosistem mangrove dengan jenis mangrove yang cukup beragam. Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang unik dan sangat produktif di perairan laut. Ekosistem mangrove mempunyai berbagai sumber daya alam yang melimpah dan beranekaragam. Ekosistem mangrove merupakan pelindung dan sekaligus sumber nutrien bagi organisme yang hidup di tengahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, kerapatan dan tutupan kanopi ekosistem mangrove di Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.  Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2022 yang berlokasi di Pulau Dompak. Penentuan stasiun pengamatan menggunakan metode survey langsung di lapangan dengan 5 stasiun berdasarkan keberadaan ekosistem mangrove. Penentuan titik pengambilan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis mangrove yang ditemukan pada Pulau Dompak terdapat 7 jenis diantaranya Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Xylocarpus granatum, Sonneratia alba, Bruguiera gymnorrhiza, Lumnitzera littorea dan Nypa fruticans. Dengan nilai kerapatan dan tutupan pada stasiun 1 sebesar 2.600 ind/ha dan 81,1%, pada stasiun 2 sebesar 4.567 ind/ha dan 84,2%, stasiun 3 sebesar 1.133 ind/ha dan 63,1%, stasiun 4 sebesar 4.967 ind/ha dan 81,6%, serta stasiun 5 sebesar 2.500 ind/ha dan 76,5%. Tingkat kerusakan ekosistem mangrove di Pulau Dompak masih kecil, dikarenakan kondisi ekosistem masih dalam keadaan sedang dan baik.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Pulau Dompak merupakan pulau yang terletak di sebelah selatan Kota Tanjungpinang. Wilayah pesisir Pulau Dompak di sepanjang pantainya terdapat ekosistem mangrove dengan jenis mangrove yang cukup beragam. Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang unik dan sangat produktif di perairan laut. Ekosistem mangrove mempunyai berbagai sumber daya alam yang melimpah dan beranekaragam. Ekosistem mangrove merupakan pelindung dan sekaligus sumber nutrien bagi organisme yang hidup di tengahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, kerapatan dan tutupan kanopi ekosistem mangrove di Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.  Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2022 yang berlokasi di Pulau Dompak. Penentuan stasiun pengamatan menggunakan metode survey langsung di lapangan dengan 5 stasiun berdasarkan keberadaan ekosistem mangrove. Penentuan titik pengambilan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis mangrove yang ditemukan pada Pulau Dompak terdapat 7 jenis diantaranya Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Xylocarpus granatum, Sonneratia alba, Bruguiera gymnorrhiza, Lumnitzera littorea dan Nypa fruticans. Dengan nilai kerapatan dan tutupan pada stasiun 1 sebesar 2.600 ind/ha dan 81,1%, pada stasiun 2 sebesar 4.567 ind/ha dan 84,2%, stasiun 3 sebesar 1.133 ind/ha dan 63,1%, stasiun 4 sebesar 4.967 ind/ha dan 81,6%, serta stasiun 5 sebesar 2.500 ind/ha dan 76,5%. Tingkat kerusakan ekosistem mangrove di Pulau Dompak masih kecil, dikarenakan kondisi ekosistem masih dalam keadaan sedang dan baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4638</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v7i1.4638</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 82-89</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 82-89</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4638/2865</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Pangga Kurnia Dialam, Febrianti Lestari, Susiana </dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4696</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:33:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Tingkat Penetasan Penyu Hijau di Pulau Pandan Kawasan Konservasi Pulau Pieh, Sumatera Barat</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Tingkat Penetasan Penyu Hijau di Pulau Pandan Kawasan Konservasi Pulau Pieh, Sumatera Barat</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Hanif, Andriyatno</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Hanif, Andriyatno</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Damanhuri, Harfiandri </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Suparno, Suparno</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rusli, Mohd Uzair </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Morfometrik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Penetasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Penyu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pulau Pandan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Konservasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Morfometrik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Penetasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Penyu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pulau Pandan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Konservasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kajian penelitian tingkat penetasan penyu dilakukan di Pulau Pandan, Kawasan Konservasi Pulau Pieh. Tujuan kajian untuk melihat faktor mempengaruhi keberhasilan penetasan sarang semi alami, dan melihat capaian optimal tingkat penetasan. Penelitian dilaksanakan bulan Januari – Juni 2022 dengan mengkoleksi data jumlah telur, morfometrik, kedalaman sarang, dan lama waktu inkubasi, serta data sekunder. Metode penelitian secara kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda untuk melihat pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil analisis korelasi antara jumlah telur dengan panjang karapas didapati hubungan positif dengan kategori rendah (r=0,215, t=2,253, df=26, p=0,033), sedangkan jumlah telur dengan kedalaman sarang memiliki hubungan negatif dengan kategori sangat rendah (r=0,154, t=1,684, df=26, p=0,104), sementara pengaruh panjang karapas, kedalaman sarang secara bersamaan terhadap jumlah telur didapati nilai R2 = 29,2%. penyu hijau memiliki telur tebanyak; 131 butir, dan jumlah telur sedikit; 29 butir, dengan rata-rata jumlah telur; 93,86 butir. Korelasi tingkat penetasan dengan kedalaman sarang didapati hubungan positif (r=0,019, t=2,324, df=367, p=0,021), tingkat penetasan dengan masa inkubasi hubungan posistif dengan kategori sangat rendah (r = 0,021, t=2,520, df=367, p=0,012), dan pengaruh bersamaan didapati nilai R2 = 3,6%. Tingkat penetasan telur penyu berada pada kondisi optimum ditemukan angka rata-rata; 86,67%, penyu mendarat dan bertelur dominan ukuran dewasa dengan nilai rata-rata panjang karapas; 97,10 cm, serta lama inkubasi pada rentang; 45-58 hari.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Kajian penelitian tingkat penetasan penyu dilakukan di Pulau Pandan, Kawasan Konservasi Pulau Pieh. Tujuan kajian untuk melihat faktor mempengaruhi keberhasilan penetasan sarang semi alami, dan melihat capaian optimal tingkat penetasan. Penelitian dilaksanakan bulan Januari – Juni 2022 dengan mengkoleksi data jumlah telur, morfometrik, kedalaman sarang, dan lama waktu inkubasi, serta data sekunder. Metode penelitian secara kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda untuk melihat pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil analisis korelasi antara jumlah telur dengan panjang karapas didapati hubungan positif dengan kategori rendah (r=0,215, t=2,253, df=26, p=0,033), sedangkan jumlah telur dengan kedalaman sarang memiliki hubungan negatif dengan kategori sangat rendah (r=0,154, t=1,684, df=26, p=0,104), sementara pengaruh panjang karapas, kedalaman sarang secara bersamaan terhadap jumlah telur didapati nilai R2 = 29,2%. penyu hijau memiliki telur tebanyak; 131 butir, dan jumlah telur sedikit; 29 butir, dengan rata-rata jumlah telur; 93,86 butir. Korelasi tingkat penetasan dengan kedalaman sarang didapati hubungan positif (r=0,019, t=2,324, df=367, p=0,021), tingkat penetasan dengan masa inkubasi hubungan posistif dengan kategori sangat rendah (r = 0,021, t=2,520, df=367, p=0,012), dan pengaruh bersamaan didapati nilai R2 = 3,6%. Tingkat penetasan telur penyu berada pada kondisi optimum ditemukan angka rata-rata; 86,67%, penyu mendarat dan bertelur dominan ukuran dewasa dengan nilai rata-rata panjang karapas; 97,10 cm, serta lama inkubasi pada rentang; 45-58 hari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">scientific journals</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id">jurnal ilmiah</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4696</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i1.4696</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 1-9</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4696/2007</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Andriyatno Hanif, Harfiandri Damanhuri, Suparno, Mohd Uzair Rusli</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4883</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:17:04Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Identifikasi Keanekaragaman Jenis dan Frekuensi Kemunculan Penyu pada Ekosistem Terumbu Karang di Teluk Majene</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Identifikasi Keanekaragaman Jenis dan Frekuensi Kemunculan Penyu Pada Ekosistem Terumbu Karang di Teluk Majene</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Atjo, Andi Arham</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Atjo, Andi Arham</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Nur, Rahmi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Abidin, Muhammad Rais</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Jenis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Frekuensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Penyu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Teluk Majene</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Karang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Jenis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Frekuensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Penyu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Teluk Majene</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Karang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Permasalahan bidang pengelolaan ruang laut masih banyak yang perlu diangkat dan diperbaiki demi terwujudnya bangsa Indonesia sebagai poros maritim dunia. Salah satu permasalahan yang masih perlu pembenahan dan pengembangan adalah terkait upaya konservasi penyu di wilayah Indonesia. Teluk Majene terletak di tengah Kota Majene yang tentunya akan sangat mempengaruhi keberadaan ekosistem di laut termasuk biota penyu. Keberadaan penyu di ekosistem terumbu karang sering terlihat di daerah tersebut oleh nelayan dan para wisatawan lokal, namun pada kenyataannya belum ada sama sekali penelitian-penelitian yang menyentuh mengenai spesies tersebut padahal penyu merupakan spesies yang dilindungi. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk melakukan penelitian dasar sebagai langkah awal untuk konservasi penyu di Teluk Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan frekuensi kehadiran penyu di Kawasan Teluk Majene. Metode penelitian mencakup studi pendahuluan, survey awal, penentuan titik stasiun, pengambilan data lapangan yang meliputi tutupan komunitas karang, jenis dan frekuensi kemunculan. Dari data yang sudah didapatkan maka selanjutnya adalah analisis data. Hasil yang didapatkan adalah terdapat dua spesies penyu yang ditemukan di Teluk Majene. Penyu tersebut adalah dari jenis Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata). Sedangkan untuk frekuensi kemunculan penyu yang diamati di Teluk Majene berkisar 50% sampai 100%.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Permasalahan bidang pengelolaan ruang laut masih banyak yang perlu diangkat dan diperbaiki demi terwujudnya bangsa Indonesia sebagai poros maritim dunia. Salah satu permasalahan yang masih perlu pembenahan dan pengembangan adalah terkait upaya konservasi penyu di wilayah Indonesia. Teluk Majene terletak di tengah kota Majene yang tentunya akan sangat mempengaruhi keberadaan eksistem di Laut termasuk Biota Penyu. Keberadaan penyu di ekosistem terumbu karang sering terlihat didaerah tersebut oleh nelayan dan para wisatawan lokal namun pada kenyataannya belum ada sama sekali penelitian-penelitian yang menyentuh mengenai spesies tersebut padahal penyu merupaka spesies yang dilindungi. Oleh karena itu kami berinisiatif untuk melakukan penelitian dasar sebagai langkah awal untuk konservasi Penyu di Teluk Majene Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan frekuensi kehadiran penyu di Kawasan teluk Majene. Metode penelitian mencakup studi pendahuluan, survey awal, penentuan titik stasiun, pengambilan data lapangan yang meliputi tutupan komunitas karang, jenis dan frekuensi kemunculan. Dari data yang sudah didapatkan maka selanjutnya adalah analisis data. Hasil yang didapatkan adalah terdapat dua spesies penyu yang ditemukan di Teluk Majene. Penyu Tersebut adalah dari jenis Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata). Sedangkan untuk frekuensi kemunculan penyu yang diamati di Teluk Majene berkisar 50% sampai 100%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4883</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i2.4883</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 226-231</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 226-231</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4883/2128</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Andi Arham Atjo, Rahmi Nur, Muhammad Rais Abidin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4885</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:33:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Hubungan Panjang-Bobot dan Faktor Kondisi Ikan Julung-julung (Hemiramphus sp.) Teluk Tomini, Gorontalo</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Hubungan Panjang-Bobot dan Faktor Kondisi Ikan Julung-julung (Hemiramphus sp.) Teluk Tomini, Gorontalo</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Olii, Abdul Hafidz</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Olii, Abdul Hafidz</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Allometrik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Isometrik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Julung-julung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hemiramphus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tomini</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Allometrik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Isometrik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Julung-julung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Hemiramphus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tomini</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan panjang dan bobot, serta faktor kondisi ikan julung-julung (Hemiramphus sp.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - April 2022. Sampel diambil dari hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di Desa Bangga, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Acak Sederhana, kemudian dilakukan pengukuran panjang dan penimbangan bobot ikan. Data dianalisis menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan julung-julung memiliki pola pertumbuhan allometrik negatf pada bulan maret b=2.5 dan isometrik pada bulan April b=3 dengan kisaran faktor kondisi &amp;gt;1 (1,0053-1,6964) yang menunjukkan ikan julung-julung di perairan Teluk Tomini dalam keadaan baik.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan panjang dan bobot, serta faktor kondisi ikan julung-julung (Hemiramphus sp.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - April 2022. Sampel diambil dari hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di Desa Bangga, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Acak Sederhana, kemudian dilakukan pengukuran panjang dan penimbangan bobot ikan. Data dianalisis menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan julung-julung memiliki pola pertumbuhan allometrik negatf pada bulan maret b=2.5 dan isometrik pada bulan April b=3 dengan kisaran faktor kondisi &amp;gt;1 (1,0053-1,6964) yang menunjukkan ikan julung-julung di perairan Teluk Tomini dalam keadaan baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4885</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i1.4885</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 10-15</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 10-15</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4885/2012</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Abdul Hafidz Olii</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/4903</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:33:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Strategi Adaptasi Masyarakat Pesisir Terhadap Dampak Perubahan Iklim di Kepulauan Kei Besar Maluku Tenggara</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Strategi Adaptasi Masyarakat Pesisir Terhadap Dampak Perubahan Iklim di Kepulauan Kei Besar Maluku Tenggara</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Far Far, Risyart Alberth</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Tuhumury, Samuel Frederik</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Far Far, Risyart Alberth</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Tuhumury, Samuel Frederik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Strategi Adaptasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Masyarakat Pesisir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Dampak Perubahan Iklim</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Presepsi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Strategi Adaptasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Masyarakat Pesisir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Dampak Perubahan Iklim</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Presepsi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi nelayan terhadap dampak perubahan iklim dan menganalisis strategi adaptasi nelayan Kecamatan Kei Besar Selatan Barat dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Penelitian dilaksanakan di dua ohoi (desa), di Kecamatan Kei Besar Selatan Barat. Kabupaten Maluku Tenggara. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan alasan satu desa mewakili pesisir timur Kecamatan Kei Besar Selatan Barat yaitu Ohoi Uat, satu desa mewakili pesisir barat Kecamatan Kei Besar Selatan Barat yaitu Ohoi Weduarfer. Penelitian menggunakan dua jenis data yang akan diolah dan dianalisis, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif dianalisis uji deskriptif. Data kualitatif diolah melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan di Ohoi Uat dan Ohoi Weduarfer memiliki persepsi yang berada pada kategori buruk mengenai kenaikan paras muka air laut, terjadinya erosi pantai dan intrusi air laut, dampak terhadap infrastruktur di wilayah pesisir, kenaikan suhu permukaan laut, dan perubahan pola cuaca. strategi adaptasi yang dilakukan nelayan di Ohoi Uat dan Ohoi Weduarfer berupa diversifikasi kegiatan, penganekaragaman alat tangkap berada pada kategori kurang aktif, selanjutnya Strategi adaptasi berupa perubahan daerah tangkap ikan, pemanfaatan jaringan sosial, dan mobilitas anggota keluarga yang dilakukan nelayan berada pada kategori aktif.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi nelayan terhadap dampak perubahan iklim dan menganalisis strategi adaptasi nelayan Kecamatan Kei Besar Selatan Barat dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Penelitian dilaksanakan di dua ohoi (desa), di Kecamatan Kei Besar Selatan Barat. Kabupaten Maluku Tenggara. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan alasan satu desa mewakili pesisir timur Kecamatan Kei Besar Selatan Barat yaitu Ohoi Uat, satu desa mewakili pesisir barat Kecamatan Kei Besar Selatan Barat yaitu Ohoi Weduarfer. Penelitian menggunakan dua jenis data yang akan diolah dan dianalisis, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif dianalisis uji deskriptif. Data kualitatif diolah melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan di Ohoi Uat dan Ohoi Weduarfer memiliki persepsi yang berada pada kategori buruk mengenai kenaikan paras muka air laut, terjadinya erosi pantai dan intrusi air laut, dampak terhadap infrastruktur di wilayah pesisir, kenaikan suhu permukaan laut, dan perubahan pola cuaca. strategi adaptasi yang dilakukan nelayan di Ohoi Uat dan Ohoi Weduarfer berupa diversifikasi kegiatan, penganekaragaman alat tangkap berada pada kategori kurang aktif, selanjutnya Strategi adaptasi berupa perubahan daerah tangkap ikan, pemanfaatan jaringan sosial, dan mobilitas anggota keluarga yang dilakukan nelayan berada pada kategori aktif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4903</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i1.4903</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 53-61</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 53-61</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/4903/2030</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Risyart Alberth Far Far, Samuel Frederik Tuhumury</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5006</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:33:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Pengembangan Wisata Pantai Berbasis Sumberdaya Alam Berdasarkan Indeks Kesesuaian Wisata di Desa Batu Berdaun, Kabupaten Lingga</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Hafsar, Khairul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Hafsar, Khairul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Tetty, Tetty</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Nugraha, Aditya Hikmat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Wisata Pantai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Batu Berdaun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pengembangan Wisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Indeks Kesesuaian Wisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kabupaten Lingga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Wisata Pantai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Batu Berdaun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pengembangan Wisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Indeks Kesesuaian Wisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kabupaten Lingga</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Wisata pantai merupakan salah satu daya tarik wisata yang digemari oleh masyarakat lokal maupun mancanegara yang menampilkan keindahan alam sebagai daya tariknya. Pengembangan wisata pantai akan berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat sekitar. Pengembangan wisata pantai dilakukan dengan mengetahui pantai tersebut sesuai untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan pengembangan wisata pantai dengan menilai indeks kesesuaian wisata pantai di Desa Batu Berdaun. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif dengan mengukur dan observasi parameter yang terdiri dari kedalaman perairan, tipe pantai, lebar pantai, material dasar perairan, kecepatan arus, kemiringan pantai, kecerahan perairan, penutupan lahan, biota berbahaya, dan ketersedian air tawar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kesesuaian wisata pantai di Desa Batu Berdaun masuk kategori S1 (Sangat Sesuai) dengan nilai 94% yang berarti bahwa sangat layak untuk lokasi wisata pantai, namun perlu beberapa perbaikan fasilitas untuk pengembangan wisata seperti penambahan mushalla, perbaikan kamar mandi yang layak, serta penambahan pondok-pondok tempat berteduh wisatawan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5006</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i1.5006</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 16-21</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 16-21</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5006/2013</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Khairul Hafsar, Tetty, Aditya Hikmat Nugraha</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5010</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:37:06Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kondisi Kesehatan Terumbu Karang di Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Kondisi Kesehatan Terumbu Karang di Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sinaga, Ronald Raditya Kesatria</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Al-wira’i, Rifqi Maulid</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurniawan, Fajar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Roni, Syofyan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hidayati, Jelita Rahma</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sinaga, Ronald Raditya Kesatria</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Al-wira’i, Rifqi Maulid</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniawan, Fajar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Roni, Syofyan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Hidayati, Jelita Rahma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Ekosistem</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Terumbu Karang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Persentase Tutupan Karang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tutupan Bentik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ekosistem</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Terumbu Karang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Persentase Tutupan Karang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tutupan Bentik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pada daerah tropis dan subtropis. Ekosistem ini terbentuk dari kegiatan biologis hewan karang yang hidup di dasar perairan laut dangkal. Komponen utama yang menyusun ekosistem ini adalah karang keras, sehingga tutupan karang keras dapat dijadikan sebagai indikator untuk menilai kesehatan terumbu karang. Selain itu, kondisi tutupan substrat dasar atau komponen bentik juga menjadi salah satu aspek penilaian kondisi kesehatan terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi kesehatan ekosistem terumbu karang di Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas. Penelitian dilakukan pada tahun 2021 pada 21 stasiun pengamatan di lokasi penelitian yang terdiri dari zona inti, pemanfaatan, perikanan berkelanjutan dan luar kawasan. Persentase tutupan karang dihitung menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) dan analisis dilakukan dengan aplikasi CPCe. Hasil pengamatan menunjukkan adanya penempelan larva karang (Coral Recruitment) pada lokasi penelitian. Kategori tutupan bentik didominasi oleh Dead Coral with Algae (DCA) dengan persentase rata-rata yaitu 42,83%. Kondisi kesehatan terumbu karang menunjukkan terdapat empat stasiun dengan kategori baik (ANBC007, ANBC045, ANBC072 dan ANBC110), empat stasiun masuk dalam kategori buruk (ANBC003, ANBC010, ANBC069 dan ANBC122), sedangkan 13 stasiun lainnya masuk dalam kategori sedang. Kondisi kesehatan terumbu karang di Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas termasuk dalam kategori cukup/sedang, dengan persentase rata-rata tutupan karang keras hidup sebesar 37,83%.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pada daerah tropis dan subtropis. Ekosistem ini terbentuk dari kegiatan biologis hewan karang yang hidup di dasar perairan laut dangkal. Komponen utama yang menyusun ekosistem ini adalah karang keras, sehingga tutupan karang keras dapat dijadikan sebagai indikator untuk menilai kesehatan terumbu karang. Selain itu, kondisi tutupan substrat dasar atau komponen bentik juga menjadi salah satu aspek penilaian kondisi kesehatan terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi kesehatan ekosistem terumbu karang di Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas. Penelitian dilakukan pada tahun 2021 pada 21 stasiun pengamatan di lokasi penelitian yang terdiri dari zona inti, pemanfaatan, perikanan berkelanjutan dan luar kawasan. Persentase tutupan karang dihitung menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) dan analisis dilakukan dengan aplikasi CPCe. Hasil pengamatan menunjukkan adanya penempelan larva karang (Coral Recruitment) pada lokasi penelitian. Kategori tutupan bentik didominasi oleh Dead Coral with Algae (DCA) dengan persentase rata-rata yaitu 42,83%. Kondisi kesehatan terumbu karang menunjukkan terdapat empat stasiun dengan kategori baik (ANBC007, ANBC045, ANBC072 dan ANBC110), empat stasiun masuk dalam kategori buruk (ANBC003, ANBC010, ANBC069 dan ANBC122), sedangkan 13 stasiun lainnya masuk dalam kategori sedang. Kondisi kesehatan terumbu karang di Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas termasuk dalam kategori cukup/sedang, dengan persentase rata-rata tutupan karang keras hidup sebesar 37,83%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5010</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i.5010</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 85-91</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 85-91</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5010/2062</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Ronald Raditya Kesatria Sinaga, Rifqi Maulid Al-wira’i, Fajar Kurniawan, Syofyan Roni, Jelita Rahma Hidayati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5025</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:21:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Struktur Komunitas Makrozoobentos di Setapuk Besar Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Struktur Komunitas Makrozoobentos di Setapuk Besar Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ramadhan, Bayu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Minsas, Sukal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sofiana, Mega Sari Juane</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ramadhan, Bayu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Minsas, Sukal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sofiana, Mega Sari Juane</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Makrozoobentos</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Struktur Komunitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Setapuk Besar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Keanekaragaman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Makrozoobentos</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Struktur Komunitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Setapuk Besar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Keanekaragaman</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos di Setapuk Besar, Singkawang, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan April – Juni 2022. Penentuan stasiun penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling, berdasarkan rona lingkungan. Stasiun I berada di pemukiman, Stasiun II berada di dermaga kapal, dan Stasiun III berada jauh dari pemukiman dan dermaga kapal. Makrozoobentos diambil dari sampel sedimen. Sedimen diambil dengan coring berdiamater 2,5 inchi sedalam 40 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi makrozoobentos yaitu 4 kelas dan 18 jenis. Kisaran indeks keanekaragaraman makrozoobentos 1,5-2,0 dikategorikan sedang, indeks keseragaman makrozoobentos 0,77-0,96 dikategorikan tinggi, indeks dominansi makrozoobentos 0,14-0,32 dikategorikan sedang.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos di Setapuk Besar, Singkawang, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan April – Juni 2022. Penentuan stasiun penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling, berdasarkan rona lingkungan. Stasiun I berada di pemukiman, Stasiun II berada di dermaga kapal, dan Stasiun III berada jauh dari pemukiman dan dermaga kapal. Makrozoobentos diambil dari sampel sedimen. Sedimen diambil dengan coring berdiamater 2,5 inchi sedalam 40 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi makrozoobentos yaitu 4 kelas dan 18 jenis. Kisaran indeks keanekaragaraman makrozoobentos 1,5-2,0 dikategorikan sedang, indeks keseragaman makrozoobentos 0,77-0,96 dikategorikan tinggi, indeks dominansi makrozoobentos 0,14-0,32 dikategorikan sedang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5025</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v7i2.5025</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari; 116-121</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari; 116-121</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5025/2953</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Bayu Ramadhan, Sukal Minsas, Mega Sari Juane Sofiana</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5026</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:37:06Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Karakteristik Jenis Hasil Tangkapan Bagan Tancap Berdasarkan Periode Bulan di Perairan Selat Makassar Kabupaten Pangkep</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Karakteristik Jenis Hasil Tangkapan Bagan Tancap Berdasarkan Periode Bulan di Perairan Selat Makassar Kabupaten Pangkep</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurnia, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Musbir, Musbir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Jaya, Ilham</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Aulia, Asmy Ema</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Saragih, Paramitha</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Adam, Adam</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Jumsurizal, Jumsurizal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurnia, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Musbir, Musbir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Jaya, Ilham</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Aulia, Asmy Ema</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Saragih, Paramitha</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Adam, Adam</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Jumsurizal, Jumsurizal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Periode Bulan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Karakteristik Jenis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Hasil Tangkapan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Periode Bulan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Karakteristik Jenis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hasil Tangkapan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan komposisi jenis, frekuensi kemunculan dan perbedaan hasil tangkapan bagan tancap berdasarkan periode bulan dan dilaksanakan pada Juli-Desember 2020 dan Juni-Oktober 2021 di perairan Selat Makassar Kabupaten Pangkep. Metode studi kasus pada satu unit bagan tancap dengan menggunakan lampu LED berkekuatan daya 450-500 watt. Data yang dikumpulkan sebanyak 76 trip operasi penangkapan dan dikelompokkan berdasarkan 4 periode bulan yaitu periode bulan gelap, gelap ke terang, terang, dan terang ke gelap. Hasil menunjukkan terdapat 28 jenis ikan yang tertangkap dengan frekuensi kemunculan didominasi cumi-cumi sebesar 100% selama penelitian. Komposisi jenis tertinggi pada setiap periode bulan yaitu lemuru yaitu 52,8% pada periode terang ke gelap, peperek 91,98% pada periode gelap, peperek 39,4% pada periode gelap ke terang dan cumi-cumi 40,1% pada periode terang. Hasil tangkapan bagan tancap menunjukkan perbedaan atas pengaruh periode bulan dengan hasil tangkapan tertinggi pada periode bulan gelap.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan komposisi jenis, frekuensi kemunculan dan perbedaan hasil tangkapan bagan tancap berdasarkan periode bulan dan dilaksanakan pada Juli-Desember 2020 dan Juni-Oktober 2021 di perairan Selat Makassar Kabupaten Pangkep. Metode studi kasus pada satu unit bagan tancap dengan menggunakan lampu LED berkekuatan daya 450-500 watt. Data yang dikumpulkan sebanyak 76 trip operasi penangkapan dan dikelompokkan berdasarkan 4 periode bulan yaitu periode bulan gelap, gelap ke terang, terang, dan terang ke gelap. Hasil menunjukkan terdapat 28 jenis ikan yang tertangkap dengan frekuensi kemunculan didominasi cumi-cumi sebesar 100% selama penelitian. Komposisi jenis tertinggi pada setiap periode bulan yaitu lemuru yaitu 52,8% pada periode terang ke gelap, peperek 91,98% pada periode gelap, peperek 39,4% pada periode gelap ke terang dan cumi-cumi 40,1% pada periode terang. Hasil tangkapan bagan tancap menunjukkan perbedaan atas pengaruh periode bulan dengan hasil tangkapan tertinggi pada periode bulan gelap.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5026</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i.5026</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 77-84</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 77-84</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5026/2053</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Muhammad Kurnia, Musbir, Ilham Jaya, Asmy Ema Aulia, Paramitha Saragih, Adam, Jumsurizal</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5037</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:37:06Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Jumlah dan Tipe Data Mempengaruhi Akurasi Pendugaan Parameter Surplus Produksi</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Jumlah dan Tipe Data Mempengaruhi Akurasi Pendugaan Parameter Surplus Produksi</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Habibi, Abdullah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Saputra, Suradi Wijaya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Habibi, Abdullah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Saputra, Suradi Wijaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Surplus Produksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Model Dinamis Biomassa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tipe Data Menurun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tipe Data dengan Kontras yang Baik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pendugaan Parameter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Surplus Produksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Model Dinamis Biomassa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tipe Data Menurun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tipe Data dengan Kontras yang Baik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pendugaan Parameter</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Surplus produksi dengan metode non-ekuilibrium yang dilengkapi dengan kesalahan pengamatan banyak direkomendasikan penggunaannya untuk pendugaan stok ikan. Metode ini memiliki akurasi yang lebih baik karena memperhitungkan adanya kesalahan pengamatan yang terjadi antara indeks kelimpahan dan biomassa sehingga menghasilkan nilai dugaan parameter surplus produksi yang lebih akurat. Penggunaan metode ini mensyaratkan ketersediaan data runtun waktu yang cukup dan kontras yang baik untuk dapat menghasilkan analisa yang akurat. Dua hal penting tersebut tidak selalu tersedia pada banyak perikanan di dunia, termasuk juga perangkat lunak yang membantu untuk melakukan analisis dengan mempertimbangkan data yang tidak sesuai dengan syarat tersebut. Kekurangan ini berpotensi menghasilkan analisis yang jauh dari akurasi yang diharapkan dan berdampak pada keberlanjutan sumberdaya maupun pendapatan ekonomi dari pihak yang menggantungkan hidupnya dari perikanan. Paper ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan metode surplus produksi pada jumlah dan tipe data yang berbeda untuk kemudian melihat akurasi hasilnya, menggunakan perangkat lunak montiR untuk pendugaan parameter surplus produksi. Analisis dilakukan dengan membuat replikasi data yang kemudian dianalisa untuk tipe data dengan kontras yang baik, data bertipe menurun (one-way-trip) yang diestimasi dengan cara biasa, data bertipe menurun yang diestimasi dengan penalized likelihood berbasis informasi deplesi dan data bertipe menurun yang diestimasi dengan penalized likelihood menggunakan data populasi. Secara umum simulasi ini menghasilkan informasi mengenai pentingnya jumlah data yang cukup sebagai input untuk analisa surplus produksi, serta pentingnya analisa yang disesuaikan dengan tipe datanya. Lebih lanjut kajian ini memberikan rekomendasi pentingnya pengumpulan data yang konsisten dan jangka panjang untuk meningkatkan akurasi pendugaan stok ikan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Surplus produksi dengan metode non-ekuilibrium yang dilengkapi dengan kesalahan pengamatan banyak direkomendasikan penggunaannya untuk pendugaan stok ikan. Metode ini memiliki akurasi yang lebih baik karena memperhitungkan adanya kesalahan pengamatan yang terjadi antara indeks kelimpahan dan biomassa sehingga menghasilkan nilai dugaan parameter surplus produksi yang lebih akurat. Penggunaan metode ini mensyaratkan ketersediaan data runtun waktu yang cukup dan kontras yang baik untuk dapat menghasilkan analisa yang akurat. Dua hal penting tersebut tidak selalu tersedia pada banyak perikanan di dunia, termasuk juga perangkat lunak yang membantu untuk melakukan analisis dengan mempertimbangkan data yang tidak sesuai dengan syarat tersebut. Kekurangan ini berpotensi menghasilkan analisis yang jauh dari akurasi yang diharapkan dan berdampak pada keberlanjutan sumberdaya maupun pendapatan ekonomi dari pihak yang menggantungkan hidupnya dari perikanan. Paper ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan metode surplus produksi pada jumlah dan tipe data yang berbeda untuk kemudian melihat akurasi hasilnya, menggunakan perangkat lunak montiR untuk pendugaan parameter surplus produksi. Analisis dilakukan dengan membuat replikasi data yang kemudian dianalisa untuk tipe data dengan kontras yang baik, data bertipe menurun (one-way-trip) yang diestimasi dengan cara biasa, data bertipe menurun yang diestimasi dengan penalized likelihood berbasis informasi deplesi dan data bertipe menurun yang diestimasi dengan penalized likelihood menggunakan data populasi. Secara umum simulasi ini menghasilkan informasi mengenai pentingnya jumlah data yang cukup sebagai input untuk analisa surplus produksi, serta pentingnya analisa yang disesuaikan dengan tipe datanya. Lebih lanjut kajian ini memberikan rekomendasi pentingnya pengumpulan data yang konsisten dan jangka panjang untuk meningkatkan akurasi pendugaan stok ikan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5037</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i.5037</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 92-98</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 92-98</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5037/2073</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Abdullah Habibi, Suradi Wijaya Saputra</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5085</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:33:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Dampak Pengembangan Ekowisata Mangrove Terhadap Kondisi Sosial Masyarakat di Desa Pengudang Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Haidawati, Haidawati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Haidawati, Haidawati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Reni, Angga</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Hasanah, Hasanah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pengembangan Ekowisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Dampak Sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Komunitas Masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ekowisata Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Desa Pengudang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pengembangan Ekowisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Dampak Sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Komunitas Masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ekowisata Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Desa Pengudang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Pengembangan ekowisata mangrove di suatu daerah sudah pasti memberikan dampak baik positif maupun negatif terhadap lingkungan masyarakat disekitar objek wisata. Selain itu, dampak yang dirasakan oleh masyarakat juga bisa dilihat dalam aspek ekonomi dan juga sosial. Desa Pengudang merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bintan yang mengembangkan ekowisata mangrove berbasis masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak pengembangan ekowisata mangrove terhadap kondisi sosial masyarakat di Desa Pengudang. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2021 dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu dengan cara melakukan pengamatan secara langsung dan wawancara mendalam pada masyarakat di sekitar ekowisata mangrove Desa Pengudang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial yang ditimbulkan dari pengembangan ekowisata mangrove di Desa Pengudang adalah terdapat perubahan interaksi sosial pada masyarakat, perubahan mata pencaharian, perubahan pola pikir dan keterampilan masyarakat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5085</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i1.5085</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 48-52</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 48-52</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5085/2028</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Haidawati, Angga Reni, Hasanah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5109</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:17:04Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kandungan Kadmium (Cd) dalam Kerang Darah (Anadara granosa) dan Sedimen Asal Perairan Pulau Sedanau Kabupaten Natuna</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Kandungan Kadmium (Cd) dalam Kerang Darah (Anadara granosa) dan Sedimen Asal Perairan Pulau Sedanau Kabupaten Natuna</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Linda, Riza </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Warsidah, Warsidah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniadi, Bambang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pesisir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kadmium</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Anadara granosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sedimen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sedanau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">pesisir, kadmium, Anadara granosa, sedimen, Sedanau</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pengelolaan sumber daya pesisir yang tidak berbasis lingkungan dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan pesisir, seperti masuknya cemaran zat organik ataupun zat anorganik ke dalam badan perairan. Salah satu bentuk cemaran yang sangat berpotensi hadir dalam lingkungan perairan laut adalah logam berat seperti Kadmium (Cd) sebagai akibat dari aktivitas manusia di dekat wilayah pesisir. Keberadaan logam ini sangat berpotensi  membahayakan biota laut seperti kerang-kerangan, kepiting, udang yang hidupnya di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan logam Cd dalam daging kerang darah (Anadara granosa) dan sedimen pada habitat kerangnya serta kelayakannya untuk dikonsumsi berdasarkan nilai ambang batas cemaran Cd yang disyaratkan. Pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan Juni 2020 menggunakan 2 stasiun (titik sampling), menggunakan metode purposive sampling yaitu berdasarkan jarak dari pusat aktivitas. Analisis cemaran logam berat Cd dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kandungan Cd dalam daging kerang A. granosa dan sedimen pada perairan pulau Sedanau pada kedua stasiun pengambilan sampel bernilai rata-rata 1,1123 mg/kg dan 1,4551 mg/kg di statsiun 1 serta 0,0781 mg/kg dan 1.4223 mg/kg, yang masih berada di bawah ambang batas yang disyaratkan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 7387 tahun 2009 yaitu sebesar 1,5 mg/kg.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Pengelolaan sumber daya pesisir yang tidak berbasis lingkungan dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan pesisir, seperti masuknya cemaran zat organik ataupun zat anorganik ke dalam badan perairan. Salah satu bentuk cemaran yang sangat berpotensi hadir dalam lingkungan perairan laut adalah logam berat seperti Kadmium (Cd) sebagai akibat dari aktivitas manusia di dekat wilayah pesisir. Keberadaan logam ini sangat berpotensi  membahayakan biota laut seperti kerang-kerangan, kepiting, udang yang hidupnya di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan logam Cd dalam daging kerang darah (Anadara granosa) dan sedimen pada habitat kerangnya serta kelayakannya untuk dikonsumsi berdasarkan nilai ambang batas cemaran Cd yang disyaratkan. Pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan Juni 2020 menggunakan 2 stasiun (titik sampling), menggunakan metode purposive sampling yaitu berdasarkan jarak dari pusat aktivitas. Analisis cemaran logam berat Cd dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kandungan Cd dalam daging kerang A. granosa dan sedimen pada perairan pulau Sedanau pada kedua stasiun pengambilan sampel bernilai rata-rata 1,1123 mg/kg dan 1,4551 mg/kg di statsiun 1 serta 0,0781 mg/kg dan 1.4223 mg/kg, yang masih berada di bawah ambang batas yang disyaratkan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 7387 tahun 2009 yaitu sebesar 1,5 mg/kg.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5109</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i2.5109</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 195-199</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 195-199</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5109/2106</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Riza Linda, Warsidah, Bambang Kurniadi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5113</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:37:06Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengoperasian Pancing Tonda KMN Harapanku di Perairan Prigi</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Pengoperasian Pancing Tonda KMN Harapanku di Perairan Prigi</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Khikmawati, Liya Tri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Jaya, Made Mahendra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nugraha, Bagas Kesuma</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iman, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Khikmawati, Liya Tri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Jaya, Made Mahendra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Nugraha, Bagas Kesuma</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Iman, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Ikan Hasil Tangkapan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Trenggalek</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pancing Tonda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ikan Hasil Tangkapan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Trenggalek</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pancing Tonda</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pancing tonda merupakan alat penangkap ikan yang prinsip kerjanya ditarik dengan kapal. Cukup mudah dalam pengoperasiannya dengan cara ditarik oleh kapal dan alat tangkap ini menggunakan umpan buatan untuk menarik perhatian ikan. Alat tangkap ini banyak dijumpai di daerah Trenggalek, Jawa Timur. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menjelaskan mengenai pancing tonda, metode pengoperasiannya serta ikan hasil tangkapannya. Pancing tonda merupakan pancing yang diberi tali panjang dan ditarik oleh perahu atau kapal, pengoperasiannya pada pagi hari atau sore hari. Pancing tonda yang digunakan nelayan di PPN Prigi terdapat 2 jenis yaitu pancing tonda dengan satu mata pancing dan dengan pancing tonda bertali cabang. Pancing tonda yang bercabang memiliki 16 buah mata pancing dengan ukuran nomor 9. Panjang tali cabang 20 cm dengan jarak antar tali cabang sekitar 50 cm serta panjang tali utama 10 m. Jenis tali yang digunakan pada tali utama dan tali cabang adalah polyamide monofilament dengan ukuran nomor 50. Mata pancing tonda terdapat bulu yang digunakan sebagai umpan buatan yang diikatkan pada mata pancing. Ikan hasil tangkapan meliputi cakalang, tongkol, baby tuna dan ikan lemadang. Penggunaan rumpon sebagai daerah penangkapan ikan perlu dikelola dengan baik dan benar.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Pancing tonda merupakan alat penangkap ikan yang prinsip kerjanya ditarik dengan kapal. Cukup mudah dalam pengoperasiannya dengan cara ditarik oleh kapal dan alat tangkap ini menggunakan umpan buatan untuk menarik perhatian ikan. Alat tangkap ini banyak dijumpai di daerah Trenggalek, Jawa Timur. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menjelaskan mengenai pancing tonda, metode pengoperasiannya serta ikan hasil tangkapannya. Pancing tonda merupakan pancing yang diberi tali panjang dan ditarik oleh perahu atau kapal, pengoperasiannya pada pagi hari atau sore hari. Pancing tonda yang digunakan nelayan di PPN Prigi terdapat 2 jenis yaitu pancing tonda dengan satu mata pancing dan dengan pancing tonda bertali cabang. Pancing tonda yang bercabang memiliki 16 buah mata pancing dengan ukuran nomor 9. Panjang tali cabang 20 cm dengan jarak antar tali cabang sekitar 50 cm serta panjang tali utama 10 m. Jenis tali yang digunakan pada tali utama dan tali cabang adalah polyamide monofilament dengan ukuran nomor 50. Mata pancing tonda terdapat bulu yang digunakan sebagai umpan buatan yang diikatkan pada mata pancing. Ikan hasil tangkapan meliputi cakalang, tongkol, baby tuna dan ikan lemadang. Penggunaan rumpon sebagai daerah penangkapan ikan perlu dikelola dengan baik dan benar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5113</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i.5113</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 99-107</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 99-107</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5113/2081</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Liya Tri Khikmawati, Made Mahendra Jaya, Bagas Kesuma Nugraha, Abdul Iman</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5152</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:37:06Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Kondisi Lamun Enhalus acoroides di Perairan Desa Sutera Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Analisis Kondisi Lamun Enhalus acoroides di Perairan Desa Sutera Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Jo, Ronaldus Oa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Minsas, Sukal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kushadiwijaya, Ari Antasari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Idiawati, Nora</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Jo, Ronaldus Oa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Minsas, Sukal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kushadiwijaya, Ari Antasari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Idiawati, Nora</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kerapatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tutupan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Parameter Perairan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Enhalus acoroides</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kerapatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tutupan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Parameter Perairan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Enhalus acoroides</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Lamun merupakan salah satu ekosistem penting untuk kehidupan biota laut di sekitarnya. Salah satu spesies lamun yang ada di perairan Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara adalah Enhalus acoroides. Kajian kondisi lamun dan parameter perairan perlu dilakukan sebagai informasi awal untuk pengelolaan secara terpadu. Analisis kondisi lamun meliputi kerapatan jenis, dan persentase tutupan jenis. Pengambilan data lamun dilakukan dengan metode line transect pada satu stasiun terdapat 3 line transek dengan panjang 50 m dan lebar 10 m dan kuadran transek 50 cm x 50 cm yang dipasang tegak lurus dengan garis pantai ke arah laut. Kerapatan jenis E. acoroides pada stasiun I, II dan III adalah 25,87 ind/m², 16,37 ind/m², dan 20,5 ind/m², secara berurutan. Rata-rata persentase tutupan lamun E. acoroides pada stasiun I, II dan III adalah 27,77%, 17,01% dan 21,52% secara berurutan. Data kerapatan jenis dan persentase tutupan lamun ini dapat dikategorikan lamun di perairan dalam kondisi jarang. Parameter fisika-kimia perairan di Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), kecerahan, kedalaman dan substrat telah dilakukan. Perairan Desa Sutera memiliki salinitas 19-20‰, temperatur 29-30oC dan pH 5,70-7,45. Kedalaman 1,38 cm dan kecerahan habitat lamun 45 cm. Substrat yang ditemukan berupa substrat debu, liat dan pasir yang di mana jenis substrat ini kurang cocok untuk pertumbuhan lamun E. acoroides. Hasil analisis korelasi antara kerapatan lamun dengan parameter fisika-kimia perairan menunjukan nilai korelasi dari sedang hingga sangat kuat hal ini sesuai dengan data lapangan dimana parameter fisika-kimia perairan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan lamun.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Lamun merupakan salah satu ekosistem penting untuk kehidupan biota laut di sekitarnya. Salah satu spesies lamun yang ada di perairan Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara adalah Enhalus acoroides. Kajian kondisi lamun dan parameter perairan perlu dilakukan sebagai informasi awal untuk pengelolaan secara terpadu. Analisis kondisi lamun meliputi kerapatan jenis, dan persentase tutupan jenis. Pengambilan data lamun dilakukan dengan metode line transect pada satu stasiun terdapat 3 line transek dengan panjang 50 m dan lebar 10 m dan kuadran transek 50 cm x 50 cm yang dipasang tegak lurus dengan garis pantai ke arah laut. Kerapatan jenis E. acoroides pada stasiun I, II dan III adalah 25,87 ind/m², 16,37 ind/m², dan 20,5 ind/m², secara berurutan. Rata-rata persentase tutupan lamun E. acoroides pada stasiun I, II dan III adalah 27,77%, 17,01% dan 21,52% secara berurutan. Data kerapatan jenis dan persentase tutupan lamun ini dapat dikategorikan lamun di perairan dalam kondisi jarang. Parameter fisika-kimia perairan di Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), kecerahan, kedalaman dan substrat telah dilakukan. Perairan Desa Sutera memiliki salinitas 19-20‰, temperatur 29-30oC dan pH 5,70-7,45. Kedalaman 1,38 cm dan kecerahan habitat lamun 45 cm. Substrat yang ditemukan berupa substrat debu, liat dan pasir yang di mana jenis substrat ini kurang cocok untuk pertumbuhan lamun E. acoroides. Hasil analisis korelasi antara kerapatan lamun dengan parameter fisika-kimia perairan menunjukan nilai korelasi dari sedang hingga sangat kuat hal ini sesuai dengan data lapangan dimana parameter fisika-kimia perairan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan lamun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5152</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i.5152</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 108-115</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 108-115</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5152/2082</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Ronaldus Oa Jo, Sukal Minsas, Ari Antasari Kushadiwijaya, Nora Idiawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5171</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:37:06Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Makrozoobentos Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Perairan Kelam Pagi Kelurahan Dompak, Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Makrozoobentos Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Perairan Kelam Pagi Kelurahan Dompak, Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Marcelino, Nico</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Marcelino, Nico</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">(AMBI) A Marine Biotic Index</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Dompak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bioindikator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Makrozoobentos</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kualitas Perairan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">(AMBI) A Marine Biotic Index</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Dompak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bioindikator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Makrozoobentos</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kualitas Perairan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Makrozoobentos adalah organisme yang peka terhadap perubahan lingkungan perairan yang ditempatinya, sehingga sering dijadikan sebagai salah satu indikator biologis kualitas perairan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi parameter fisika dan kimia perairan di Perairan Kelam Pagi, struktur komunitas makrozoobentos di Perairan Kelam Pagi, serta mengetahui kualitas perairan di Perairan Kelam Pagi berdasarkan indikator biologis makrozoobentos. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2022 yang berlokasi di Perairan Kelam Pagi Kelurahan Dompak. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode survey dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, yang terdiri dari 40 titik. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan transek kuadran berukuran 1x1 m. Hasil pengukuran parameter perairan di semua stasiun masih berada pada ambang batas baku mutu PP Republik Indonesia No 22 Tahun 2021 Lampiran VIII. Kelimpahan makrozoobentos tertinggi terdapat pada kelas Gastropoda, sedangkan kelimpahan terendah ialah kelas Sipunculidea. Kategori indeks keanekaragaman (H’) di Perairan Kelam Pagi dikategorikan “sedang”. Kategori keseragaman (E) dikategorikan “tinggi” kategori indeks dominansi (C) dikategorikan “rendah”. Kualitas perairan berdasarkan indikator biologis makrozoobentos berdasarkan indeks AMBI bahwa perairan di Kelam Pagi termasuk dalam kategori “sedikit tercemar”.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Makrozoobentos adalah organisme yang peka terhadap perubahan lingkungan perairan yang ditempatinya, sehingga sering dijadikan sebagai salah satu indikator biologis kualitas perairan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi parameter fisika dan kimia perairan di Perairan Kelam Pagi, struktur komunitas makrozoobentos di Perairan Kelam Pagi, serta mengetahui kualitas perairan di Perairan Kelam Pagi berdasarkan indikator biologis makrozoobentos. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2022 yang berlokasi di Perairan Kelam Pagi Kelurahan Dompak. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode survey dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, yang terdiri dari 40 titik. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan transek kuadran berukuran 1x1 m. Hasil pengukuran parameter perairan di semua stasiun masih berada pada ambang batas baku mutu PP Republik Indonesia No 22 Tahun 2021 Lampiran VIII. Kelimpahan makrozoobentos tertinggi terdapat pada kelas Gastropoda, sedangkan kelimpahan terendah ialah kelas Sipunculidea. Kategori indeks keanekaragaman (H’) di Perairan Kelam Pagi dikategorikan “sedang”. Kategori keseragaman (E) dikategorikan “tinggi” kategori indeks dominansi (C) dikategorikan “rendah”. Kualitas perairan berdasarkan indikator biologis makrozoobentos berdasarkan indeks AMBI bahwa perairan di Kelam Pagi termasuk dalam kategori “sedikit tercemar”.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5171</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i.5171</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 124-132</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 124-132</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5171/2129</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Nico Marcelino, Tri Apriadi, Winny Retna Melani</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5195</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:17:04Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Produksi Serasah Mangrove Avicennia alba di Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Produksi Serasah Mangrove Avicenia alba di Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kusuma, Anma Hari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kusuma, Anma Hari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Desa Sungai Nibung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Produksi Serasah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Desa Sungai Nibung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Produksi Serasah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Mangrove merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang hidup di pesisir tropis yang mampu beradaptasi terhadap salinitas dan dipengaruhi oleh pasang surut. Keberadaan mangrove dengan produksi serasahnya setelah mengalami dekomposisi merupakan salah satu sumber unsur hara bagi perairan sekitarnya. Serasah mangrove merupakan sumber bahan organik di perairan. Desa Sungai Nibung merupakan salah satu desa yang memliki ekosistem mangrove yang masih alami. Penelitian mengenai serasah mangrove untuk jenis Avicennia alba masih jarang dilakukan. Penelitian mengenai produksi serasah mangrove penting dilakukan agar dapat menganalisis produksi serasah mangrove di Desa Sungai Nibung. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli-Agustus 2022. Lokasi penelitian di Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Pengambilan data mangrove dilakukan menggunakan metode transect kuadrat. Pengambilan contoh mangrove dilakukan dengan menganalisis jumlah serasah dari daun, ranting, bunga dan buah. Produktivitas serasah mangrove sebanding dengan umur, kerapatan mangrove dan fluktuasi curah hujan. Semakin tinggi umur dan kerapatan tajuk dan curah hujan maka semakin besar produksi serasah mangrove. Produksi serasah untuk jenis daun lebih besar dibandingkan jenis ranting dan bunga/buah karena dauh lebih cepat untuk regenerasi.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Mangrove merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang hidup di pesisir tropis yang mampu beradaptasi terhadap salinitas dan dipengaruhi oleh pasang surut. Keberadaan mangrove dengan produksi serasahnya setelah mengalami dekomposisi merupakan salah satu sumber unsur hara bagi perairan sekitarnya. Serasah mangrove merupakan sumber bahan organik di perairan. Desa Sungai Nibung merupakan salah satu desa yang memliki ekosistem mangrove yang masih alami. Penelitian mengenai serasah mangrove untuk jenis Avicennia alba masih jarang dilakukan. Penelitian mengenai produksi serasah mangrove penting dilakukan agar dapat menganalisis produksi serasah mangrove di Desa Sungai Nibung. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli-Agustus 2022. Lokasi penelitian di Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Pengambilan data mangrove dilakukan menggunakan metode transect kuadrat. Pengambilan contoh mangrove dilakukan dengan menganalisis jumlah serasah dari daun, ranting, bunga dan buah. Produktivitas serasah mangrove sebanding dengan umur, kerapatan tajuk dan intensitas curah hujan. Semakin tinggi umur dan kerapatan tajuk serta intensitas curah hujan maka semakin besar produksi serasah mangrove. Produksi serasah untuk jenis daun lebih besar dibandingkan jenis ranting dan bunga/buah karena dauh lebih cepat untuk regenerasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5195</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i2.5195</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 179-186</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 179-186</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5195/2116</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Anma Hari Kusuma</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5248</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:19:19Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Pantai Marina Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Pantai Marina Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Arta, Fatimah The Last</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zulfikar, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Arta, Fatimah The Last</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Zulfikar, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Bioindikator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Mak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kua</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pantai Marina</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bioindikator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Makrozoobentos</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kualitas Perairan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pantai Marina</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pantai Marina merupakan salah satu pariwisata bahari yang berada di Kota Batam. Penelitian ini mengenai makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas perairan di Pantai Marina, Kota Batam, Kepulauan Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perairan di Pantai Marina melalui keberadaan makrozoobentos menggunakan indeks ekologi dan Family Biotic Index (FBI). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling sebanyak 30 titik sampel. Berdasarkan hasil identifikasi jenis makrozoobentos ditemukan sebanyak 26 genus, terdiri dari filum Mollusca 21 genus, Annelida 3 genus, dan Arthropoda 1 genus dengan total kelimpahan makrozoobentos di Pantai Marina sebesar 157,41 ind/m2. Nilai indeks ekologi makrozoobentos di Pantai Marina dengan nilai indeks keanekaragaman (2,84) kategori “sedang”, keseragaman (0,87) kategori “tinggi”, dominansi (0,07) kategori “rendah”. Berdasarkan parameter lingkungan di Pantai Marina dapat dilihat bahwa kondisi perairan masih sesuai baku mutu air laut berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 Lampiran VIII peruntukan biota laut dan bisa mendukung kehidupan makrozoobentos di Pantai Marina dan berdasarkan hasil perhitungan kriteria FBI dapat diketahui kualitas perairan di Pantai Marina berkategori “sangat baik” dengan nilai 0,35 yang berarti kualitas perairan di lokasi tersebut sangat baik.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Pantai Marina merupakan salah satu pariwisata bahari yang berada di Kota Batam. Penelitian ini mengenai makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas perairan di Pantai Marina, Kota Batam, Kepulauan Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perairan di Pantai Marina melalui keberadaan makrozoobentos menggunakan indeks ekologi dan Family Biotic Index (FBI). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling sebanyak 30 titik sampel. Berdasarkan hasil identifikasi jenis makrozoobentos ditemukan sebanyak 26 genus, terdiri dari filum Mollusca 21 genus, Annelida 3 genus, dan Arthropoda 1 genus dengan total kelimpahan makrozoobentos di Pantai Marina sebesar 157,41 ind/m2. Nilai indeks ekologi makrozoobentos di Pantai Marina dengan nilai indeks keanekaragaman (2,84) kategori “sedang”, keseragaman (0,87) kategori “tinggi”, dominansi (0,07) kategori “rendah”. Berdasarkan parameter lingkungan di Pantai Marina dapat dilihat bahwa kondisi perairan masih sesuai baku mutu air laut berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 Lampiran VIII peruntukan biota laut dan bisa mendukung kehidupan makrozoobentos di Pantai Marina dan berdasarkan hasil perhitungan kriteria FBI dapat diketahui kualitas perairan di Pantai Marina berkategori “sangat baik” dengan nilai 0,35 yang berarti kualitas perairan di lokasi tersebut sangat baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5248</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v7i1.5248</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 74-81</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 74-81</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5248/2392</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Fatimah The Last Arta, Andi Zulfikar, Winny Retna Melani</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5253</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:27:40Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Desa Busung Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Desa Busung Kabupaten Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhammad, Fachry</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Muhammad, Fachry</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Apriadi, Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Bioindikator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Indeks AMBI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kualitas Air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Makrozoobentos</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pulau Bintan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bioindikator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Indeks AMBI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kualitas Air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Makrozoobentos</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pulau Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Perairan Desa Busung merupakan muara yang memiliki berbagai jenis biota salah satunya yakni makrozoobentos. Makrozoobentos yang hidup di Perairan Desa Busung memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan aktivitas yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencemaran bahan organik berdasarkan kondisi makrozoobentos melalui indeks AMBI (A Marine Biotic Index). Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022, dengan melihat perbedaan stasiun secara purposive yakni berdasarkan perbedaan aktivitas. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan transek garis dan menggunakan plot ukuran 1x1 m2. Pada setiap plot dilakukan penggalian sedalam 30 cm dan kemudian diidentifikasi jenis dan jumlah makrozoobentosnya, serta diambil sampel substratnya.  Dari hasil penelitian dijumpai sebanyak 12 spesies makrozoobentos yakni; Harpiosquilla sp., Alpheus sp., Macrophtalmus sp., Scylla sp., Uca sp., Anadara sp., Cerithium sp., Nerita sp., Polymesoda sp., Rhinoclavis sp., Corbicula sp., dan Gafrariun sp. Nilai kelimpahan makrozoobentos pada stasiun I mencapai 27,7 ind/m2, sedangkan pada stasiun II yakni sebesar 25,3 ind/m2, dan pada stasiun II sebesar 37,7 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di stasiun I lebih stabil dengan jumlah masing-masig individunya tergolong merata, sedangkan di stasiun II dan III sudah terjadi indikasi adanya dominansi jenis tertentu. Indeks AMBI pada stasiun I sebesar 2,06 pada stasiun II sebesar 2,44 dan pada stasiun III sebesar 2,5. Dari nilai indeks AMBI di semua stasiun menunjukkan terjadinya pencemaran bahan organik dengan skala kecil.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Perairan Desa Busung merupakan muara yang memiliki berbagai jenis biota salah satunya yakni makrozoobentos. Makrozoobentos yang hidup di Perairan Desa Busung memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan aktivitas yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencemaran bahan organik berdasarkan kondisi makrozoobentos melalui indeks AMBI (A Marine Biotic Index). Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022, dengan melihat perbedaan stasiun secara purposive yakni berdasarkan perbedaan aktivitas. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan transek garis dan menggunakan plot ukuran 1x1 m2. Pada setiap plot dilakukan penggalian sedalam 30 cm dan kemudian diidentifikasi jenis dan jumlah makrozoobentosnya, serta diambil sampel substratnya.  Dari hasil penelitian dijumpai sebanyak 12 spesies makrozoobentos yakni; Harpiosquilla sp., Alpheus sp., Macrophtalmus sp., Scylla sp., Uca sp., Anadara sp., Cerithium sp., Nerita sp., Polymesoda sp., Rhinoclavis sp., Corbicula sp., dan Gafrariun sp. Nilai kelimpahan makrozoobentos pada stasiun I mencapai 27,7 ind/m2, sedangkan pada stasiun II yakni sebesar 25,3 ind/m2, dan pada stasiun II sebesar 37,7 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di stasiun I lebih stabil dengan jumlah masing-masig individunya tergolong merata, sedangkan di stasiun II dan III sudah terjadi indikasi adanya dominansi jenis tertentu. Indeks AMBI pada stasiun I sebesar 2,06 pada stasiun II sebesar 2,44 dan pada stasiun III sebesar 2,5. Dari nilai indeks AMBI di semua stasiun menunjukkan terjadinya pencemaran bahan organik dengan skala kecil.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5253</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v8i2.5253</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari; 225-232</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari; 225-232</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v8i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5253/2854</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Fachry Muhammad, Winny Retna Melani, Tri Apriadi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5266</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:21:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Penilaian Kualitas Air Sungai Samin Kabupaten Sukoharjo Berdasarkan Kandungan Logam Cr, Cu dan Pb Sedimen </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Penilaian Kualitas Air Sungai Samin Kabupaten Sukoharjo Berdasarkan Kandungan Logam Cr, Cu dan Pb Sedimen </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Purnami, Adelia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Afiati, Norma</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Purnomo, Pujiono Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Purnami, Adelia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Afiati, Norma</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Purnomo, Pujiono Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Sungai Samin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Logam Berat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Faktor Kontaminasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Indeks Beban Pencemaran Logam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Indeks Geoakumulasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sungai Samin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Logam Berat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Faktor Kontaminasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Indeks Beban Pencemaran Logam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Indeks Geoakumulasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Logam seperti Pb, Cr dan Cu merupakan pencemar yang bersifat toksik dan menurunkan kualitas perairan. Sungai Samin merupakan sungai yang mengalir melewati Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo, membawa berbagai macam limbah domestik dan industri pembuatan alkohol yang berpotensi peningkatan logam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan logam dan potensi cemaran logam pada sedimen berdasarkan faktor kontaminasi, indeks beban pencemaran dan indeks geoakumulasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari dan Maret 2022 menggunakan metode survey. Analisis logam Pb, Cr dan Cu menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam Cr, Cu dan Pb pada bulan Februari berkisar antara 3,90-4,68 mg/kg dan 14,11-30,10 mg/kg; 26,07-34,71 mg/kg sedangkan konsentrasi logam Cr, Cu dan Pb bulan Maret mendapatkan angka 61,75-455,3 mg/kg; 11,03-13,16 mg/kg dan 9,99-11,87 mg/kg. Indeks pencemaran gabungan pada bulan Februari menunjukkan segmen Sungai Samin di Kota Sukoharjo belum tercemar logam Cr, Cu dan Pb. Namun, tingkat kontaminasi dan indeks geoakumulasi bulan Maret logam Cr mengindikasikan adanya input antropogenik. Tinggi rendah kadar logam dalam sedimen karena jenis sedimen, jumlah limbah dan pengaruh air hujan. Tingkat kontaminasi logam Cu terindikasi rendah (CF&amp;lt;1) dan logam Pb terdapat dua kategori yakni rendah (CF&amp;lt;1) dan sedang (1&amp;lt;CF&amp;lt;2), tetapi indeks geoakumulasi logam Pb dan Cu tidak tercemar (Igeo&amp;lt;0). Berdasarkan Indeks beban pencemaran menunjukkan sedimen belum tercemar logam Cr, Cu dan Pb (PLI&amp;lt;1).</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Logam seperti Pb, Cr dan Cu merupakan pencemar yang bersifat toksik dan menurunkan kualitas perairan. Sungai Samin merupakan sungai yang mengalir melewati Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo, membawa berbagai macam limbah domestik dan industri pembuatan alkohol yang berpotensi peningkatan logam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan logam dan potensi cemaran logam pada sedimen berdasarkan faktor kontaminasi, indeks beban pencemaran dan indeks geoakumulasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari dan Maret 2022 menggunakan metode survey. Analisis logam Pb, Cr dan Cu menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam Cr, Cu dan Pb pada bulan Februari berkisar antara 3,90-4,68 mg/kg dan 14,11-30,10 mg/kg; 26,07-34,71 mg/kg sedangkan konsentrasi logam Cr, Cu dan Pb bulan Maret mendapatkan angka 61,75-455,3 mg/kg; 11,03-13,16 mg/kg dan 9,99-11,87 mg/kg. Indeks pencemaran gabungan pada bulan Februari menunjukkan segmen Sungai Samin di Kota Sukoharjo belum tercemar logam Cr, Cu dan Pb. Namun, tingkat kontaminasi dan indeks geoakumulasi bulan Maret logam Cr mengindikasikan adanya input antropogenik. Tinggi rendah kadar logam dalam sedimen karena jenis sedimen, jumlah limbah dan pengaruh air hujan. Tingkat kontaminasi logam Cu terindikasi rendah (CF&amp;lt;1) dan logam Pb terdapat dua kategori yakni rendah (CF&amp;lt;1) dan sedang (1&amp;lt;CF&amp;lt;2), tetapi indeks geoakumulasi logam Pb dan Cu tidak tercemar (Igeo&amp;lt;0). Berdasarkan Indeks beban pencemaran menunjukkan sedimen belum tercemar logam Cr, Cu dan Pb (PLI&amp;lt;1).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2024-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5266</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v7i2.5266</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari; 90-97</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari; 90-97</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5266/2950</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Adelia Purnami, Norma Afiati, Pujiono Wahyu Purnomo</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5317</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:21:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai Pasir Manang Kabupaten Kepulauan Anambas</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai Pasir Manang Kabupaten Kepulauan Anambas</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Saputra, Jaya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sabriyati, Deni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Saputra, Jaya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sabriyati, Deni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Daya Dukung Kawasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kesesuaian Kawasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pantai Pasir Manang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Wisata Pantai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Daya Dukung Kawasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kesesuaian Kawasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pantai Pasir Manang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Wisata Pantai</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pantai Pasir Manang merupakan suatu kawasan wisata pantai yang memiliki karakteristik ekologi, karena terletak pulau-pulau kecil yang memiliki karakter ekosistem pesisir yang khas. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui tingkat kesesuaian dan daya dukung kawasan wisata Pantai Pasir Manang di Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2022 sampai Januari 2023 yang berlokasi di kawasan Pantai Pasir Manang Kabupaten Kepuluan Anambas. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode survei, dan pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik Systematic Random Sampling, yang terdiri dari 7 titik sampling. Pengumpulan data primer terdiri dari data parameter kesesuaian wisata pantai, yaitu memiliki kedalaman perairan, tipe pantai, lebar pantai, ketersediaan air tawar, kemiringan pantai, kecepatan arus, kecerahan pantai, biota berbahaya, aksesibilitas, material dasar perairan, penutupan lahan pantai, bongkahan batu, sarana dan prasarana. Hasil penelitian menunjukkan nilai Indeks Kesesuaian Wisata untuk kegiatan rekreasi pantai adalah 92,30%. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah Pantai Pasir Manang Kabupaten Kepulauan Anambas tergolong dalam kategori sangat sesuai (S1) untuk dijadikan wisata pantai, dengan nilai Daya Dukung Kawasan Pantai Pasir Manang memiliki daya tampung 286 orang dalam kurun waktu 4 jam/hari/orang.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Pantai Pasir Manang merupakan suatu kawasan wisata pantai yang memiliki karakteristik ekologi, karena terletak pulau-pulau kecil yang memiliki karakter ekosistem pesisir yang khas. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui tingkat kesesuaian dan daya dukung kawasan wisata Pantai Pasir Manang di Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2022 sampai Januari 2023 yang berlokasi di kawasan Pantai Pasir Manang Kabupaten Kepuluan Anambas. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode survei, dan pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik Systematic Random Sampling, yang terdiri dari 7 titik sampling. Pengumpulan data primer terdiri dari data parameter kesesuaian wisata pantai, yaitu memiliki kedalaman perairan, tipe pantai, lebar pantai, ketersediaan air tawar, kemiringan pantai, kecepatan arus, kecerahan pantai, biota berbahaya, aksesibilitas, material dasar perairan, penutupan lahan pantai, bongkahan batu, sarana dan prasarana. Hasil penelitian menunjukkan nilai Indeks Kesesuaian Wisata untuk kegiatan rekreasi pantai adalah 92,30%. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah Pantai Pasir Manang Kabupaten Kepulauan Anambas tergolong dalam kategori sangat sesuai (S1) untuk dijadikan wisata pantai, dengan nilai Daya Dukung Kawasan Pantai Pasir Manang memiliki daya tampung 286 orang dalam kurun waktu 4 jam/hari/orang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5317</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v7i2.5317</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari; 180-192</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari; 180-192</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5317/2958</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jaya Saputra, Febrianti Lestari, Deni Sabriyati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5339</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:19:19Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kajian Kesesuaian Wisata Pantai di Pulau Temawan Kecil, Kabupaten Kepulauan Anambas</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Kajian Kesesuaian Wisata Pantai di Pulau Temawan Kecil, Kabupaten Kepulauan Anambas</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Aprilyanto, Bima</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sabriyati, Deni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Aprilyanto, Bima</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sabriyati, Deni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Wisata Pantai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tingkat Kesesuaian Wisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Temawan Kecil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Anambas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Wisata Pantai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tingkat Kesesuaian Wisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Temawan Kecil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Anambas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pulau Temawan Kecil merupakan pulau pesisir dengan ekosistem pantai yang sangat indah. Potensi ekologi yang tinggi menjadi daya tarik Pantai Pulau Temawan Kecil. Usaha dalam menjaga kelestarian sumber daya alamnya, maka Pantai Pulau Temawan Kecil perlu dikaji kesesuaian wisata pantai, agar mendapatkan strategi pengelolaan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi ekologi dan tingkat kesesuaian wisata pantai di Pantai Pulau Temawan Kecil, serta persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap Pantai Pulau Temawan Kecil. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Temawan Kecil pada bulan Agustus tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, metode purposive sampling untuk menentukan stasiun penelitian, yaitu stasiun 1, stasiun 2, dan stasiun 3, serta accidental sampling untuk menentukan responden, yaitu 30 pengunjung, 1 pengelola wisata, dan 1 pemerintah daerah. Analisis yang digunakan penelitian ini adalah analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan analisis statistik deskriptif menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini adalah potensi ekologi di Pantai Pulau Temawan Kecil terkategori sangat sesuai dan cukup sesuai setiap stasiun, Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) setiap stasiun yaitu stasiun 1 sebesar 91% atau S1 (sangat sesuai), stasiun 2 sebesar 85% (sangat sesuai), dan stasiun 3 sebesar 83% (sangat sesuai), dan persepsi masyarakat terhadap Pantai Pulau Temawan Kecil terkategori tinggi atau sangat baik, artinya Pantai Pulau Temawan Kecil sesuai untuk aktivitas wisata pantai, dan partisipasi masyarakat terhadap Pantai Pulau Temawan Kecil terkategori tinggi atau sangat baik, artinya masyarakat siap ikut terlibat menjaga kelestarian alam Pantai Pulau Temawan Kecil. Kesimpulan penelitian ini adalah Pantai Pulau Temawan Kecil merupakan wisata pantai yang sangat sesuai (S1) untuk aktivitas wisata pantai.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Pulau Temawan Kecil merupakan pulau pesisir dengan ekosistem pantai yang sangat indah. Potensi ekologi yang tinggi menjadi daya tarik Pantai Pulau Temawan Kecil. Usaha dalam menjaga kelestarian sumber daya alamnya, maka Pantai Pulau Temawan Kecil perlu dikaji kesesuaian wisata pantai, agar mendapatkan strategi pengelolaan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi ekologi dan tingkat kesesuaian wisata pantai di Pantai Pulau Temawan Kecil, serta persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap Pantai Pulau Temawan Kecil. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Temawan Kecil pada bulan Agustus tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, metode purposive sampling untuk menentukan stasiun penelitian, yaitu stasiun 1, stasiun 2, dan stasiun 3, serta accidental sampling untuk menentukan responden, yaitu 30 pengunjung, 1 pengelola wisata, dan 1 pemerintah daerah. Analisis yang digunakan penelitian ini adalah analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan analisis statistik deskriptif menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini adalah potensi ekologi di Pantai Pulau Temawan Kecil terkategori sangat sesuai dan cukup sesuai setiap stasiun, Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) setiap stasiun yaitu stasiun 1 sebesar 91% atau S1 (sangat sesuai), stasiun 2 sebesar 85% (sangat sesuai), dan stasiun 3 sebesar 83% (sangat sesuai), dan persepsi masyarakat terhadap Pantai Pulau Temawan Kecil terkategori tinggi atau sangat baik, artinya Pantai Pulau Temawan Kecil sesuai untuk aktivitas wisata pantai, dan partisipasi masyarakat terhadap Pantai Pulau Temawan Kecil terkategori tinggi atau sangat baik, artinya masyarakat siap ikut terlibat menjaga kelestarian alam Pantai Pulau Temawan Kecil. Kesimpulan penelitian ini adalah Pantai Pulau Temawan Kecil merupakan wisata pantai yang sangat sesuai (S1) untuk aktivitas wisata pantai.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5339</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v7i1.5339</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 23-36</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 23-36</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5339/2277</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Bima Aprilyanto, Febrianti Lestari, Deni Sabriyati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5358</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:30:20Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Laju Pertumbuhan dan Produksi Biomassa Daun Lamun di Perairan Senggarang Besar Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Laju Pertumbuhan dan Produksi Biomassa Daun Lamun di Perairan Senggarang Besar Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Hanifah, Putri Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zulfikar, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nugraha, Aditya Hikmat</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muzammil, Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Hanifah, Putri Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Zulfikar, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Nugraha, Aditya Hikmat</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Muzammil, Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Biomassa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Senggarang Besar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bimassa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Senggarang Besar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Perairan Senggarang Besar merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Tanjungpinang Kota memiliki sebaran lamun yang cukup luas dengan kondisi cukup beragam. Untuk menjaga agar lamun dapat tetap berperan penting bagi ekosistem perairan, perlu diketahui produktivitas dari ekosistem lamun itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur laju pertumbuhan dan produksi biomassa daun lamun di Perairan Senggarang Besar serta menentukan hubungan laju pertumbuhan daun lamun dengan parameter lingkungan perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2022. Penentuan titik sampling dilakukan menggunakan metode Random Sampling pada 30 titik yang tersebar di 3 lokasi yang memiliki sebaran lamun. Pengamatan laju pertumbuhan dan produksi biomassa daun lamun menggunakan metode pemangkasan dengan memilih 1 tegakan secara acak pada kuadran ukuran 50x50 cm dari masing-masing jenis lamun dan diamati selama 28 hari. Hasil penelitian menujukkan E. acoroides memiliki nilai laju pertumbuhan daun tertinggi dibandingkan jenis lamun lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, jenis lamun E. acoroides, T. hemprichii, H. uninervis, dan C. rotundata memiliki nilai laju pertumbuhan daun lamun sebesar 0,55 cm/hari, 0,14 cm/hari, 0,37 cm/hari, dan 0,22 cm/hari. Jenis lamun yang memiliki nilai produksi biomassa daun tertinggi adalah E. acoroides dengan rata-rata 134,68 gbk/m2. Sedangkan T. hemprichii, H. uninervis, dan C. rotundata memiliki nilai produksi biomassa daun lamun sebesar 72,98 gbk/m2, 1,70 gbk/m2, dan 67,59 gbk/m2. Berdasarkan analisis korelasi dan regresi linear berganda parameter yang memiliki hubungan signifikan terhadap laju pertumbuhan daun lamun pada setiap jenis adalah suhu, pH, salinitas, DO, dan TOM.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Perairan Senggarang Besar merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Tanjungpinang Kota memiliki sebaran lamun yang cukup luas dengan kondisi cukup beragam. Untuk menjaga agar lamun dapat tetap berperan penting bagi ekosistem perairan, perlu diketahui produktivitas dari ekosistem lamun itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur laju pertumbuhan dan produksi biomassa daun lamun di Perairan Senggarang Besar serta menentukan hubungan laju pertumbuhan daun lamun dengan parameter lingkungan perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2022. Penentuan titik sampling dilakukan menggunakan metode Random Sampling pada 30 titik yang tersebar di 3 lokasi yang memiliki sebaran lamun. Pengamatan laju pertumbuhan dan produksi biomassa daun lamun menggunakan metode pemangkasan dengan memilih 1 tegakan secara acak pada kuadran ukuran 50x50 cm dari masing-masing jenis lamun dan diamati selama 28 hari. Hasil penelitian menujukkan E. acoroides memiliki nilai laju pertumbuhan daun tertinggi dibandingkan jenis lamun lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, jenis lamun E. acoroides, T. hemprichii, H. uninervis, dan C. rotundata memiliki nilai laju pertumbuhan daun lamun sebesar 0,55 cm/hari, 0,14 cm/hari, 0,37 cm/hari, dan 0,22 cm/hari. Jenis lamun yang memiliki nilai produksi biomassa daun tertinggi adalah E. acoroides dengan rata-rata 134,68 gbk/m2. Sedangkan T. hemprichii, H. uninervis, dan C. rotundata memiliki nilai produksi biomassa daun lamun sebesar 72,98 gbk/m2, 1,70 gbk/m2, dan 67,59 gbk/m2. Berdasarkan analisis korelasi dan regresi linear berganda parameter yang memiliki hubungan signifikan terhadap laju pertumbuhan daun lamun pada setiap jenis adalah suhu, pH, salinitas, DO, dan TOM.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2025-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5358</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v9i1.5358</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari; 96-106</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari; 96-106</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v9i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5358/2970</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Putri Nur Hanifah, Andi Zulfikar, Aditya Hikmat Nugraha, Wahyu Muzammil</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5397</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:21:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kandungan Besi (Fe) dan Timbel (Pb) di Perairan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Kandungan Besi (Fe) dan Timbel (Pb) di Perairan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Andira, Yuke</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Raza’i, Tengku Said</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Andira, Yuke</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Melani, Winny Retna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Raza’i, Tengku Said</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Besi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Timbel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pola Sebaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Perairan Taman Gurindam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tanjungpinang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Besi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Timbel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pola Sebaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Perairan Taman Gurindam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tanjungpinang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Besi (Fe) dan Timbel (Pb) merupakan unsur logam berat sumber pencemar di perairan laut. Fe dapat dijumpai secara alami dan dibutuhkan bagi kehidupan, serta menjadi racun apabila konsentrasi tidak memenuhi kriteria baku mutu. Kegiatan reklamasi yang dilakukan berhampiran dengan pelabuhan berpotensi sebagai penyumbang peningkatan konsentrasi logam berat Fe dan Pb di perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb), pola sebaran besi (Fe) dan timbel (Pb), serta hubungan jarak daratan (hasil reklamasi) terhadap konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb) pada Perairan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2022 yang berlokasi di Perairan Taman Gurindam, Kota Tanjungpinang. Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Penentuan titik sampling menggunakan metode random sampling yang diambil secara acak sebanyak 30 titik sampling. Selanjutnya dilakukan penggabungan titik sampling (Composite Place Sample) besi (Fe) dan timbel (Pb), ditetapkan sebanyak 15 titik sampling dari 30 titik sampling yang berdekatan. Berdasarkan hasil konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb) pada Perairan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang masih sesuai standar baku mutu PP RI No. 22 Tahun 2021 untuk timbel (Pb) sebesar 0,005 mg/L, sedangkan besi (Fe) belum memiliki baku mutu untuk perairan. Dengan nilai rata-rata konsentrasi besi (Fe) sebesar 7,9 mg/L dan timbel (Pb) sebesar 0,013 mg/L. Pola Sebaran besi (Fe) dan timbel (Pb) menggambarkan titik sampling yang berdekatan dengan reklamasi menunjukkan nilai konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb) lebih tinggi, dibandingkan dengan titik sampling yang berjauhan dari lokasi reklamasi. Hubungan jarak daratan (hasil reklamasi) dengan konsentrasi besi (Fe) sebesar -0,228 dengan hubungan sangat kuat terhadap jarak dan timbel (Pb) sebesar 0,536 dengan hubungan kuat terhadap jarak di perairan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Besi (Fe) dan Timbel (Pb) merupakan unsur logam berat sumber pencemar di perairan laut. Fe dapat dijumpai secara alami dan dibutuhkan bagi kehidupan, serta menjadi racun apabila konsentrasi tidak memenuhi kriteria baku mutu. Kegiatan reklamasi yang dilakukan berhampiran dengan pelabuhan berpotensi sebagai penyumbang peningkatan konsentrasi logam berat Fe dan Pb di perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb), pola sebaran besi (Fe) dan timbel (Pb), serta hubungan jarak daratan (hasil reklamasi) terhadap konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb) pada Perairan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2022 yang berlokasi di Perairan Taman Gurindam, Kota Tanjungpinang. Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Penentuan titik sampling menggunakan metode random sampling yang diambil secara acak sebanyak 30 titik sampling. Selanjutnya dilakukan penggabungan titik sampling (Composite Place Sample) besi (Fe) dan timbel (Pb), ditetapkan sebanyak 15 titik sampling dari 30 titik sampling yang berdekatan. Berdasarkan hasil konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb) pada Perairan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang masih sesuai standar baku mutu PP RI No. 22 Tahun 2021 untuk timbel (Pb) sebesar 0,005 mg/L, sedangkan besi (Fe) belum memiliki baku mutu untuk perairan. Dengan nilai rata-rata konsentrasi besi (Fe) sebesar 7,9 mg/L dan timbel (Pb) sebesar 0,013 mg/L. Pola Sebaran besi (Fe) dan timbel (Pb) menggambarkan titik sampling yang berdekatan dengan reklamasi menunjukkan nilai konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb) lebih tinggi, dibandingkan dengan titik sampling yang berjauhan dari lokasi reklamasi. Hubungan jarak daratan (hasil reklamasi) dengan konsentrasi besi (Fe) sebesar -0,228 dengan hubungan sangat kuat terhadap jarak dan timbel (Pb) sebesar 0,536 dengan hubungan kuat terhadap jarak di perairan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5397</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v7i2.5397</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari; 171-179</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari; 171-179</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5397/2957</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Yuke Andira, Winny Retna Melani, Tengku Said Raza’i</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5470</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:33:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Selangat (Anodontostoma chacunda, Hamilton 1822) di Perairan Pantai Senggarang, Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Zahid, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sari, T. Ersti Yulika</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lahay, Almira Fardani </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Hubungan panjang-bobot</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kondisi ikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ikan selanget</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pengelolaan perikanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Isometrik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pola pertumbuhan ikan yang ditentukan melalui hubungan panjang-bobotnya merupakan suatu pendekatan yang banyak diterapkan dalam pengelolaan perikanan dan dapat digunakan dalam menentukan kondisi ikan. Hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi ikan selangat dianalisis dari ikan contoh yang dikumpulkan dari nelayan pada Juni hingga Agustus 2022 di Pantai Senggarang, Tanjungpinang. Penelitian bertujuan untuk menentukan pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan selangat. Sebanyak 422 ekor ikan contoh diukur panjang baku (mm) dan ditimbang bobotnya (g). Hasil penelitian menunujukkan bahwa nilai b sebesar 3,04 yang mengindikasikan pola pertumbuhannya isometrik. Nilai faktor kondisi berkisar pada 0,84 hingga 1,04. Pola pertumbuhan dan faktor kondisi tidak konstan, bervariasi musiman, berkait dengan banyak faktor seperti siklus reproduksi, ketersediaan makanan, dan faktor lingkungan dan habitatnya.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Growth patterns determined through length-weight relationships (LWRs) are an approach that is widely applied in fisheries management and it could be used in determining fish condition. The length-weight relationship and condition factor of chacunda gizzard shad (Anodontostoma chacunda, Hamilton 1882) were analyzed, from samples collected between June and August 2022, in Senggarang Coast, Tanjungpinang. The aim was to determine the growth pattern and condition factors of fish. A total of 422 fish specimens were measured for the standard length (mm) and body weight (g). The result showed that the b value of 3.04 indicates isometric growth pattern. The Fulton’s condition factor (Kn) ranges from 0.84 to 1.04. &amp;nbsp;LWRs and condition factor are not constant, varying seasonally in relation to many factors such reproductive cycle, food availability, habitat and environmental factors.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5470</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i1.5470</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 42-47</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 42-47</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5470/2031</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Ahmad Zahid, T. Ersti Yulika Sari, Almira Fardani Lahay</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5512</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:33:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Perairan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Perairan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ritonga, Abdul Rahman </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ritonga, Abdul Rahman</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ruswanti, Corina Dewi </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Jaka, Fadli </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Putri, Novita Permata</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Muharam, Muhammad Rifat </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Indeks Kesehatan Terumbu Karang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Taman Wisata Perairan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Anambas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Perairan Siantan Selatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pulau Bawah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Indeks Kesehatan Terumbu Karang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Taman Wisata Perairan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Anambas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Perairan Siantan Selatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pulau Bawah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Kondisi ekosistem terumbu karang di perairan Siantan Selatan telah mengalami penurunan akibat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan seperti penggunaan bom dan potassium. Kerusakan terumbu karang mengakibatkan penurunan produtivitas dan keanekaragaman ekosistem terumbu karang. Analisis indeks kesehatan terumbu karang bertujuan untuk menggambarkan dan membandingkan kondisi terumbu karang di beberapa lokasi. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menilai indeks kondisi kesehatan terumbu di 22 stasiun penelitian yang terletak di tiga lokasi yaitu, Pulau Kiabu, Pulau Bawah dan Pulau Telaga. Analisis indeks kesehatan terumbu karang dilakukan berdasarkan presentase tutupan karang, biomassa ikan karang dan tingkat resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan Pulau Telaga memiliki nilai indeks kesehatan terumbu karang tertinggi dengan nilai berkisar 5 -10, sedangkan Pulau Kiabu dan Pulau Bawah dengan nilai 2 - 7 dan 3 - 8. Analisis korelasi biomassa ikan karang dengan presentase tutupun karang menujukkan korelasi positif dimana tutupan karang yang tinggi memiliki biomassa ikan yang tinggi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5512</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i1.5512</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 22-32</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 22-32</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5512/2026</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Abdul Rahman Ritonga, Corina Dewi Ruswanti, Fadli Jaka, Novita Permata Putri, Muhammad Rifat Muharam, Dedy Kurniawan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5530</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:17:04Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Perikanan Skala Kecil dalam Mendukung Ekowisata di Teluk Kiluan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Perikanan Skala Kecil dalam Mendukung Ekowisata di Teluk Kiluan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Reza, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Hasani, Qadar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Yudha, Indra Gumay</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Diantari, Rara</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Yuliana, Darma</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Julian, David</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Putriani, Rizha Bery</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Caesario, Rachmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hasani, Qadar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">FAO</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Longline</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ramah Lingkungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ekowisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ekowisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">FAO</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">longline</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">ramah lingkungan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Teluk Kiluan memiliki keindahan alam dan sumberdaya alam yang beragam sehingga kawasan ini menjadi destinasi wisata. Selain terdapat kegiatan wisata di Teluk Kiluan juga terdapat aktivitas perikanan tangkap. Aktivitas wisata dan perikanan ini berada dalam satu zona pemanfaatan yang sama. Peningkatan aktivitas wisata dan perikanan tangkap di Teluk Kiluan akan berakibat terjadi degradasi sumberdaya yang ada di sekitar Teluk Kiluan apabila tidak dikelola dengan baik. Aktivitas perikanan tangkap yang ada di Teluk Kiluan yaitu menggunakan alat tangkap longline. Maka aktivitas penangkapan perlu diatur seperti mengetahui tingkat ramah lingkungan alat tangkap longline. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 di Teluk Kiluan. Metode yang digunkan yaitu dengan snowball sampling dengan analisis data berdasarkan sembilan kriteria alat tangkap ramah lingkungan yang ditetapkan oleh FAO. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu alat tangkap longline tergolong alat tangkap yang sangat ramah lingkungan dengan total skor 30,4 sehingga dalam aktifitas penangkapan ikan menggunakan longline dapat mendukung pengembangan ekowisata di Teluk Kiluan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Teluk Kiluan memiliki keindahan alam dan sumberdaya alam yang beragam sehingga kawasan ini menjadi destinasi wisata. Selain terdapat kegiatan wisata di Teluk Kiluan juga terdapat aktivitas perikanan tangkap. Aktivitas wisata dan perikanan ini berada dalam satu zona pemanfaatan yang sama. Peningkatan aktivitas wisata dan perikanan tangkap di Teluk Kiluan akan berakibat terjadi degradasi sumberdaya yang ada di sekitar Teluk Kiluan apabila tidak dikelola dengan baik. Aktivitas perikanan tangkap yang ada di Teluk Kiluan yaitu menggunakan alat tangkap longline. Maka aktivitas penangkapan perlu diatur seperti mengetahui tingkat ramah lingkungan alat tangkap longline. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 di Teluk Kiluan. Metode yang digunkan yaitu dengan snowball sampling dengan analisis data berdasarkan sembilan kriteria alat tangkap ramah lingkungan yang ditetapkan oleh FAO. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu alat tangkap longline tergolong alat tangkap yang sangat ramah lingkungan dengan total skor 30,4 sehingga dalam aktifitas penangkapan ikan menggunakan longline dapat mendukung pengembangan ekowisata di Teluk Kiluan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id">Text</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5530</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i2.5530</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 214-221</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 214-221</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5530/2111</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Muhammad Reza, Qadar Hasani, Indra Gumay Yudha, Rara Diantari, Darma Yuliana, David Julian, Rizha Bery Putriani, Rachmad Caesario</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5534</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:33:17Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Karakteristik Ekologi Ekosistem Mangrove di Perairan Estuari Sei Carang Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Zakia, Rahima</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Zakia, Rahima</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Karakteristik Ekologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kerapatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ekosistem Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Estuari Sei Carang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Karakteristik Ekologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kerapatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ekosistem Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Estuari Sei Carang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kawasan Perairan Estuari Sei Carang memiliki ekosistem mangrove yang merupakan habitat penting bagi biota yang ada didalamnya serta memiliki peranan sebagai pelindung kawasan pesisir dari hempasan angin, arus dan ombak dari laut, serta berperan juga sebagai benteng dari pengaruh banjir dari daratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ekologi ekosistem mangrove di Perairan Estuari Sei Carang Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2021 yang berlokasi di Perairan Estuari Sei Carang. Lokasi pengamatan ditentukan menggunakan metode survey dengan pemilihan titik sampling menggunakan purposive sampling. Karakteristik ekologi ekosistem mangrove yang diamati yaitu sebaran jenis, kerapatan, persentase tutupan serta parameter perairan meliputi suhu, pH, salinitas, DO, substrat, dan tipe pasang surut. Beberapa jenis mangrove yang dijumpai pada Perairan Estuari Sei Carang diantaranya Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora lamarckii, Bruguiera gymnorrihiza, Bruguiera sexangula, Sonneratia alba, Xylocarpus granatum, Ceriops tagal, Lumnitzera littorea dan&amp;nbsp; Avicennia marina Rata-rata kerapatan&amp;nbsp; serta persentase tutupan&amp;nbsp; mangrove di Perairan Sei Carang berada pada kategori padat yang menunjukkan bahwa kerapatan&amp;nbsp; serta persentase tutupan masuk ke dalam kriteria sedang dan hal ini menunjukkan kondisi mangrove masih dalam keadaan baik. Berdasarkan hasil analisis data kerapatan dan persentase tutupan mangrove stasiun 1 memiliki nilai yang paling tinggi dengan nilai kerapatan 4467 ind/Ha dan persentase tutupan sebesar 82,8%.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Kawasan Perairan Estuari Sei Carang memiliki ekosistem mangrove yang merupakan habitat penting bagi biota yang ada didalamnya serta memiliki peranan sebagai pelindung kawasan pesisir dari hempasan angin, arus dan ombak dari laut, serta berperan juga sebagai benteng dari pengaruh banjir dari daratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ekologi ekosistem mangrove di Perairan Estuari Sei Carang Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2021 yang berlokasi di Perairan Estuari Sei Carang. Lokasi pengamatan ditentukan menggunakan metode survey dengan pemilihan titik sampling menggunakan purposive sampling. Karakteristik ekologi ekosistem mangrove yang diamati yaitu sebaran jenis, kerapatan, persentase tutupan serta parameter perairan meliputi suhu, pH, salinitas, DO, substrat, dan tipe pasang surut. Beberapa jenis mangrove yang dijumpai pada Perairan Estuari Sei Carang diantaranya Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora lamarckii, Bruguiera gymnorrihiza, Bruguiera sexangula, Sonneratia alba, Xylocarpus granatum, Ceriops tagal, Lumnitzera littorea dan&amp;nbsp; Avicennia marina Rata-rata kerapatan&amp;nbsp; serta persentase tutupan&amp;nbsp; mangrove di Perairan Sei Carang berada pada kategori padat yang menunjukkan bahwa kerapatan&amp;nbsp; serta persentase tutupan masuk ke dalam kriteria sedang dan hal ini menunjukkan kondisi mangrove masih dalam keadaan baik. Berdasarkan hasil analisis data kerapatan dan persentase tutupan mangrove stasiun 1 memiliki nilai yang paling tinggi dengan nilai kerapatan 4467 ind/Ha dan persentase tutupan sebesar 82,8%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id">text</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5534</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i1.5534</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 62-68</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari; 62-68</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5534/2032</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Rahima Zakia, Febrianti Lestari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5579</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:17:04Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Identifikasi Alat Tangkap Perikanan Ramah Lingkungan di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Identifikasi Alat Tangkap Perikanan Ramah Lingkungan di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Prajaputra, Vicky</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Prajaputra, Vicky</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Isnaini, Nadia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Miraza, Adithya Zulfadli</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Eco-friendly</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Environment</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Fisheries</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Fishing Gears</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Materials</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Marine Sciences</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ramah Lingkungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Perikanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Alat Tangkap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Material</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ilmu Kelautan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo (PPSL) telah menjadi salah satu pelabuhan perikanan yang berkontribusi signifikan dalam sektor perikanan tangkap di wilayah Banda Aceh. Para nelayan mengandalkan berbagai alat penangkapan ikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Tujuan utama penelitian ini mengidentifikasi alat tangkap perikanan eco-friendly berbasis Code of Conduct Responsible for Fisheries (CCRF) di PPSL, Banda Aceh. Penelitian dilakukan secara observasi dan wawancara kepada responden. Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis alat tangkap yang digunakan oleh para nelayan, yaitu pukat cincin, pancing ulur, dan pancing rawai. Alat tangkap jenis pancing ulur dan pancing rawai menjadi prioritas layak beroperasi di PPSL dengan perolehan nilai tingkat keramahan lingkungan masing-masing sebesar 35 dan 33, sehingga kedua alat tangkap tersebut tergolong ke dalam kategori sangat eco-friendly. Sementara pukat cincin masuk ke dalam kategori alat tangkap kurang eco-friendly dengan nilai sebesar 26. Meskipun demikian, pukat cincin masih layak beroperasi di PPSL karena memenuhi kriteria CCRF dengan baik, tidak begitu mengancam lingkungan dan perikanan secara keberlanjutan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo (PPSL) telah menjadi salah satu pelabuhan perikanan yang berkontribusi signifikan dalam sektor perikanan tangkap di wilayah Banda Aceh. Para nelayan mengandalkan berbagai alat penangkapan ikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Tujuan utama penelitian ini mengidentifikasi alat tangkap perikanan eco-friendly berbasis Code of Conduct Responsible for Fisheries (CCRF) di PPSL, Banda Aceh. Penelitian dilakukan secara observasi dan wawancara kepada responden. Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis alat tangkap yang digunakan oleh para nelayan, yaitu pukat cincin, pancing ulur, dan pancing rawai. Alat tangkap jenis pancing ulur dan pancing rawai menjadi prioritas layak beroperasi di PPSL dengan perolehan nilai tingkat keramahan lingkungan masing-masing sebesar 35 dan 33, sehingga kedua alat tangkap tersebut tergolong ke dalam kategori sangat eco-friendly. Sementara pukat cincin masuk ke dalam kategori alat tangkap kurang eco-friendly dengan nilai sebesar 26. Meskipun demikian, pukat cincin masih layak beroperasi di PPSL karena memenuhi kriteria CCRF dengan baik, tidak begitu mengancam lingkungan dan perikanan secara keberlanjutan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5579</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i2.5579</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 187-194</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 187-194</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5579/2105</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Vicky Prajaputra, Nadia Isnaini, Adithya Zulfadli Miraza</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5585</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:17:04Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Reproduksi Ikan Gulamah (Jhonius trachycephalus) yang Didaratkan Nelayan Lampu Satu Kabupaten Merauke</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Reproduksi Ikan Gulamah (Jhonius trachycephalus) yang Didaratkan Nelayan Lampu Satu Kabupaten Merauke</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Sunarni, Sunarni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Elviana, Sisca</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sajriawati, Sajriawati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sajriawati, Sajriawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Ikan Gulamah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Jhonius trachycephalus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Reproduksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">IKG</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Nisbah Kelamin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Salah satu upaya dalam pengelolaan ikan gulamah (Jhonius trachycephalus) yaitu dengan mengetahui aspek reproduksi ikan. Aspek reproduksi harus dilakukan karena sebagai dasar dalam pengelolaan ikan agar tetap lestari. Reproduksi ikan merupakan kemampuan suatu individu dalam menjaga kelangsungan hidup suatu ikan. Tujuan dilakukannya penelitian adalah agar mendapat pengetahuan tentang segala hal yang berhubungan dengan reproduksi ikan gulamah (Jhonius trachycephalus). Teknik pengambilan data ikan menggunakan metode survei. Analisis aspek reproduksi yang ingin diketahui antara lain nisbah kelamin, indeks kematangan gonad (IKG) dan tingkat kematangan gonad (TKG). Hasil penelitian nisbah kelamin ikan gulamah (Jhonius trachycephalus) bulan Maret menunjukkan pola seimbang (0,6 : 1), sedangkan pada bulan April hingga Mei menunjukkan pola tidak seimbang (0,4 : 1). Tingkat kematangan gonad ikan gulamah (Jhonius trachycephalus) yang ditemukan pada Maret hingga Mei paling banyak adalah pada TKG I. Nilai IKG ikan gulamah (Jhonius trachycephalus) paling banyak ditemukan pada bulan April dengan nilai 1,22%.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Salah satu upaya dalam pengelolaan ikan gulamah (Jhonius trachycephalus) yaitu dengan mengetahui aspek reproduksi ikan. Aspek reproduksi harus dilakukan karena sebagai dasar dalam pengelolaan ikan agar tetap lestari. Reproduksi ikan merupakan kemampuan suatu individu dalam menjaga kelangsungan hidup suatu ikan. Tujuan dilakukannya penelitian adalah agar mendapat pengetahuan tentang segala hal yang berhubungan dengan reproduksi ikan gulamah (Jhonius trachycephalus). Teknik pengambilan data ikan menggunakan metode survei. Analisis aspek reproduksi yang ingin diketahui antara lain nisbah kelamin, indeks kematangan gonad (IKG) dan tingkat kematangan gonad (TKG). Hasil penelitian nisbah kelamin ikan gulamah (Jhonius trachycephalus) bulan Maret menunjukkan pola seimbang (0,6 : 1), sedangkan pada bulan April hingga Mei menunjukkan pola tidak seimbang (0,4 : 1). Tingkat kematangan gonad ikan gulamah (Jhonius trachycephalus) yang ditemukan pada Maret hingga Mei paling banyak adalah pada TKG I. Nilai IKG ikan gulamah (Jhonius trachycephalus) paling banyak ditemukan pada bulan April dengan nilai 1,22%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5585</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i2.5585</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 222-225</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 222-225</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5585/2118</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Sunarni, Sisca Elviana, Sajriawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5606</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:17:04Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Target Strength Ikan Kerapu Cantang Terhadap Panjang Total Ikan Menggunakan Singlebeam Echosounder</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Target Strength Ikan Kerapu Cantang Terhadap Panjang Total Ikan Menggunakan Singlebeam Echosounder</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Febrianto, Try</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Febrianto, Try</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ma&#039;mun, Asep</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Apdillah, Dony</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Target Strength</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kerapu Cantang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hidroakustik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Singlebeam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Total Length</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus &amp;gt;&amp;lt; Epinephelus lanceolatus) adalah salah satu produk budidaya utama di Indonesia dan mempunyai nilai harga yang tinggi yaitu berkisar mulai dari Rp. 110.000 hingga Rp.120.000/kg dan sudah menjadi komoditas ekspor penting terutama ke Hongkong, Jepang, Singapura dan Cina. Metode Hidroakustik merupakan metode deteksi objek (ikan) bawah air baik di kolam maupun di laut dan Nilai Target Strength (TS) merupakan parameter utama untuk menduga objek dibawah air, oleh karena itu perlunya dilakukan penelitian terkait nilai Target Strength (TS) dengan tujuan untuk mengetahui nilai hambur balik Ikan Kerapu Cantang yang selanjutnya akan dihubungkan dengan ukuran ikan tersebut. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap 30 sampel Ikan Kerapu Cantang yang terdiri dari berbagai macam ukuran, maka nilai TS yang didapat berkisar dari -56,17 hingga -40,4. Hubungan linier positif dapat terlihat dari hasil uji statistik yaitu mempunyai nilai R2 0,8. Berdasarkan hasil statistik di atas bahwa nilai rata-rata TS dipengaruhi nilai TL Ikan Kerapu Cantang. Adapun hasil dari uji statistik tersebut didapatkan persamaan sebagai berikut: TS200kHz = -87,92+42,75log10 (TL) (95% CI: -44,39 to -49,01 dB, 9 to 10 TL mm; R2=0,83).</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus &amp;gt;&amp;lt; Epinephelus lanceolatus) adalah salah satu produk budidaya utama di Indonesia dan mempunyai nilai harga yang tinggi yaitu berkisar mulai dari Rp. 110.000 hingga Rp.120.000/kg dan sudah menjadi komoditas ekspor penting terutama ke Hongkong, Jepang, Singapura dan Cina. Metode Hidroakustik merupakan metode deteksi objek (ikan) bawah air baik di kolam maupun di laut dan Nilai Target Strength (TS) merupakan parameter utama untuk menduga objek dibawah air, oleh karena itu perlunya dilakukan penelitian terkait nilai Target Strength (TS) dengan tujuan untuk mengetahui nilai hambur balik Ikan Kerapu Cantang yang selanjutnya akan dihubungkan dengan ukuran ikan tersebut. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap 30 sampel Ikan Kerapu Cantang yang terdiri dari berbagai macam ukuran, maka nilai TS yang didapat berkisar dari -56,17 hingga -40,4. Hubungan linier positif dapat terlihat dari hasil uji statistik yaitu mempunyai nilai R2 0,8. Berdasarkan hasil statistik di atas bahwa nilai rata-rata TS dipengaruhi nilai TL Ikan Kerapu Cantang. Adapun hasil dari uji statistik tersebut didapatkan persamaan sebagai berikut: TS200kHz = -87,92+42,75log10 (TL) (95% CI: -44,39 to -49,01 dB, 9 to 10 TL mm; R2=0,83).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5606</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i2.5606</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 200-205</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 200-205</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5606/2107</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Try Febrianto, Asep Ma&#039;mun, Dony Apdillah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5612</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:17:04Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Lamun di Kawasan Konservasi Perairan Wilayah Timur Pulau Bintan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Lamun di Kawasan Konservasi Perairan Wilayah Timur Pulau Bintan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Habibah, Sayyidah Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Habibah, Sayyidah Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Febriamansyah, Rudi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Mahdi, Mahdi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">seagrass</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Effectiveness Management</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">METT Score</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Konservasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kawasan Konservasi Perairan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Wilayah Timur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pulau Bintan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat efektifitas pengelolaan konservasi sumberdaya lamun di Perairan Wilayah Timur Pulau Bintan. Akhir-akhir ini ditemukan sejumlah masalah pada kondisi lamun di perairan kawasan konservasi Bintan. Sebagai habitat laut yang berperan penting bagi kehidupan sumberdaya perairan dan masyarakat, ekosistem lamun perlu dikelola dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, yakni dengan melakukan survei menggunakan kuisioner dan FGD. Metode analisis efektifitas menggunakan pendekatan METT atau Management Effectiveness Tracking Tools dengan variabel yang diukur yaitu aspek konteks, perencanaan, inputs, proses, output dan outcome. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efektifitas pengelolaan konservasi sumberdaya lamun di Perairan Wilayah Timur Pulau Bintan masuk dalam kategori kurang efektif dengan nilai skor METT 62,59% atau dengan nilai total efektifitas 87 dari 139 nilai maksimum. Berdasarkan elemen yang diukur yang masuk dalam kategori kurang efektif adalah elemen konteks (61,54%), perencanaan (57,14%), proses (56%), output (60,61%). Elemen yang dinilai sudah efektif adalah elemen input (71,43%) dan outcome (74,07%).</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat efektifitas pengelolaan konservasi sumberdaya lamun di Perairan Wilayah Timur Pulau Bintan. Akhir-akhir ini ditemukan sejumlah masalah pada kondisi lamun di perairan kawasan konservasi Bintan. Sebagai habitat laut yang berperan penting bagi kehidupan sumberdaya perairan dan masyarakat, ekosistem lamun perlu dikelola dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, yakni dengan melakukan survei menggunakan kuisioner dan FGD. Metode analisis efektifitas menggunakan pendekatan METT atau Management Effectiveness Tracking Tools dengan variabel yang diukur yaitu aspek konteks, perencanaan, inputs, proses, output dan outcome. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efektifitas pengelolaan konservasi sumberdaya lamun di Perairan Wilayah Timur Pulau Bintan masuk dalam kategori kurang efektif dengan nilai skor METT 62,59% atau dengan nilai total efektifitas 87 dari 139 nilai maksimum. Berdasarkan elemen yang diukur yang masuk dalam kategori kurang efektif adalah elemen konteks (61,54%), perencanaan (57,14%), proses (56%), output (60,61%). Elemen yang dinilai sudah efektif adalah elemen input (71,43%) dan outcome (74,07%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5612</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i2.5612</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 168-178</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 168-178</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5612/2103</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Sayyidah Nur Habibah, Rudi Febriamansyah, Mahdi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5642</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:19:19Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Struktur Komunitas Ikan Karnivora (Haemulidae, Lutjanidae dan Serranidae) di Pulau Lingga</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Struktur Komunitas Ikan Karnivora (Haemulidae, Lutjanidae dan Serranidae) di Pulau Lingga</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Putra, Risandi Dwirama</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Putra, Risandi Dwirama</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Karnivora</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Terumbu Karang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Perairan Lingga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Karnivora</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Terumbu Karang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Perairan Lingga</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Ikan ekonomis penting yang Sebagian besar merupakan ikan karnivora yang hidup di terumbu karang (Haemulidae, Lutjanidae dan Serranidae) memiiliki perananan yang sangat penting karena mereka menyediakan sumber daya pangan, sumber pendapatan bagi masyarakat lokal, serta berkontribusi pada ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi komunitas ikan karnivora (Haemulidae, Lutjanidae dan Serranidae) di Perairan Lingga. Metode Pengambilan sampel menggunakan Underwater Visual Census (UVC) dengan Belt Transect sepanjang 70-meter dengan lebar pengamatan sisi sebesar 5-meter dari 12 titik stasiun penelitian yang tersebar di Perairan Kabupaten Lingga. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 jenis ikan dari famili Haemulidae, 6 jenis ikan dari famili Lutjanidae dan 5 Jenis ikan dari famili Serranidae. Populasi ikan karnivora terbesar yang ditemukan di perairan Lingga yaitu dari jenis Lutjanus corponatatus.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Ikan ekonomis penting yang Sebagian besar merupakan ikan karnivora yang hidup di terumbu karang (Haemulidae, Lutjanidae dan Serranidae) memiiliki perananan yang sangat penting karena mereka menyediakan sumber daya pangan, sumber pendapatan bagi masyarakat lokal, serta berkontribusi pada ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi komunitas ikan karnivora (Haemulidae, Lutjanidae dan Serranidae) di Perairan Lingga. Metode Pengambilan sampel menggunakan Underwater Visual Census (UVC) dengan Belt Transect sepanjang 70-meter dengan lebar pengamatan sisi sebesar 5-meter dari 12 titik stasiun penelitian yang tersebar di Perairan Kabupaten Lingga. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 jenis ikan dari famili Haemulidae, 6 jenis ikan dari famili Lutjanidae dan 5 Jenis ikan dari famili Serranidae. Populasi ikan karnivora terbesar yang ditemukan di perairan Lingga yaitu dari jenis Lutjanus corponatatus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5642</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v7i1.5642</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 66-73</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 66-73</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5642/2380</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Risandi Dwirama Putra</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5693</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:37:06Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Inventarisasi Ikan Pelagis di Tempat Pendaratan Ikan Jembatan Sei Enam Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Inventarisasi Ikan Pelagis di Tempat Pendaratan Ikan Jembatan Sei Enam Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Meriyan, Meriyan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Meriyan, Meriyan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Susiana, Susiana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Ikan Pelagis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Inventarisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Identifikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Sei Enam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">TPI Kijang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ikan Pelagis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Inventarisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Identifikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sei Enam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">TPI Kijang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Ikan pelagis adalah kelompok ikan perenang handal yang menghuni kolom air jauh di atas dasar laut. Ikan merupakan sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh manusia, dimana ikan pelagis juga ikan yg memiliki nilai ekonomi dikehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ikan pelagis yang didaratkan di Jembatan Sei Enam Kijang Kota. Metode penelitian dilakukan melalui metode survey, meliputi instrumen yang berupa kuisoner (wawancara) kepada nelayan di tempat pendaratan jembatan Sei Enam Kijang. Alat tangkap yang digunakan para nelayan adalah dengan menggunakan pancing, dimana Data yang diambil adalah Data Primer dan Data Sekunder. Hasil penelitian terdapat 7 jenis ikan pelagis, diantaranya: Ikan selikur (Megalaspis cordyla), Ikan selar (Atule mate), Ikan tamban (Sardinella lemuru), Ikan mata besar (Selar crumenophthalmus), Ikan barakuda (Sphyraena qenie), Ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) dan Ikan selar kuning (Selaroides leptolepis).</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Ikan pelagis adalah kelompok ikan perenang handal yang menghuni kolom air jauh di atas dasar laut. Ikan merupakan sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh manusia, dimana ikan pelagis juga ikan yg memiliki nilai ekonomi dikehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ikan pelagis yang didaratkan di Jembatan Sei Enam Kijang Kota. Metode penelitian dilakukan melalui metode survey, meliputi instrumen yang berupa kuisoner (wawancara) kepada nelayan di tempat pendaratan jembatan Sei Enam Kijang. Alat tangkap yang digunakan para nelayan adalah dengan menggunakan pancing, dimana Data yang diambil adalah Data Primer dan Data Sekunder. Hasil penelitian terdapat 7 jenis ikan pelagis, diantaranya: Ikan selikur (Megalaspis cordyla), Ikan selar (Atule mate), Ikan tamban (Sardinella lemuru), Ikan mata besar (Selar crumenophthalmus), Ikan barakuda (Sphyraena qenie), Ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) dan Ikan selar kuning (Selaroides leptolepis).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5693</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v6i.5693</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 116-123</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX ; 116-123</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v6i</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5693/2130</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Meriyan, Susiana, Dedy Kurniawan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/5854</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:30:20Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Estimasi Biomassa Permukaan dan Stok Karbon Mangrove di Perairan Estuari Dompak, Kampung Dompak Lama, Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Estimasi Biomassa Permukaan dan Stok Karbon Mangrove di Perairan Estuari Dompak, Kampung Dompak Lama, Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Febriansyah, Pajri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Febrianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Anggraini, Rika</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Febriansyah, Pajri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Anggraini, Rika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Allometrik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Above Ground Biomassa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Biomassa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Estimasi Stok Karbon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Mangrove</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Allometrik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Above Ground Biomassa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Biomassa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Estimasi Stok Karbon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Mangrove</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Hutan mangrove memiliki tingkat penyerapan dan penyimpanan karbon yang tinggi, perhitungan stok karbon diperlukan untuk menghitung estimasi karbon yang tersimpan di suatu lokasi sebagai penentuan keterlibatannya dalam penurunan emisi gas rumah kaca. Studi ini bertujuan untuk mengestimasi biomassa permukaan dan stok karbon di Perairan Estuari Dompak dengan menggunakan perhitungan allometrik dari data above ground biomassa (AGB). Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2023. Metode yang digunakan dalam pengambilan data penelitian ini adalah metode tanpa pemanenan (non-destructive) menggunakan pendekatan persamaan allometrik sesuai dengan SNI (standar Nasional Indonesia) 7724:2011 yang digunakan untuk mengetahui estimasi biomassa permukaan dan stok karbon mangrove. Data yang dikumpulkan berupa pengukuran diameter batang pohon, pancang, semai dan pengukuran tinggi pohon/kayu mati rebah atau berdiri. Berdasarkan hasil perhitungan, estimasi total biomassa permukaan mangrove sebesar 220,27 ton/ha, dengan estimasi stok karbon adalah 103,53 ton/ha. Estimasi stok karbon tertinggi terdapat di stasiun 1 yang merupakan area berdekatan dengan jembatan, yaitu sebesar 44.01 ton/ha, sedangkan estimasi stok karbon terendah terdapat di stasiun 2, yaitu sebesar 22.47 ton/ha yang merupakan area berdekatan dengan pemukiman masyarakat ke arah laut.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Hutan mangrove memiliki tingkat penyerapan dan penyimpanan karbon yang tinggi, perhitungan stok karbon diperlukan untuk menghitung estimasi karbon yang tersimpan di suatu lokasi sebagai penentuan keterlibatannya dalam penurunan emisi gas rumah kaca. Studi ini bertujuan untuk mengestimasi biomassa permukaan dan stok karbon di Perairan Estuari Dompak dengan menggunakan perhitungan allometrik dari data above ground biomassa (AGB). Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2023. Metode yang digunakan dalam pengambilan data penelitian ini adalah metode tanpa pemanenan (non-destructive) menggunakan pendekatan persamaan allometrik sesuai dengan SNI (standar Nasional Indonesia) 7724:2011 yang digunakan untuk mengetahui estimasi biomassa permukaan dan stok karbon mangrove. Data yang dikumpulkan berupa pengukuran diameter batang pohon, pancang, semai dan pengukuran tinggi pohon/kayu mati rebah atau berdiri. Berdasarkan hasil perhitungan, estimasi total biomassa permukaan mangrove sebesar 220,27 ton/ha, dengan estimasi stok karbon adalah 103,53 ton/ha. Estimasi stok karbon tertinggi terdapat di stasiun 1 yang merupakan area berdekatan dengan jembatan, yaitu sebesar 44.01 ton/ha, sedangkan estimasi stok karbon terendah terdapat di stasiun 2, yaitu sebesar 22.47 ton/ha yang merupakan area berdekatan dengan pemukiman masyarakat ke arah laut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2025-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5854</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v9i1.5854</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari; 107-116</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari; 107-116</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v9i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/5854/2971</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Pajri Febriansyah, Febrianti Lestari, Rika Anggraini</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/6100</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:19:19Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Karakteristik Reproduksi Ikan Tembakul (Boleophthalmus boddarti) di Kong Khew Pak Kung, Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Karakteristik Reproduksi Ikan Tembakul (Boleophthalmus boddarti) di Kong Khew Pak Kung, Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Damayanti, Sri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Junardi, Junardi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Riyandi, Riyandi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Damayanti, Sri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Junardi, Junardi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Riyandi, Riyandi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Boleophthalmus boddarti</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Karakteristik Reproduksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tingkat Kematangan Gonad</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Reproduksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Boleophthalmus boddarti</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Karakteristik Reproduksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tingkat Kematangan Gonad</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Reproduksi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Ikan tembakul (Boleophthalmus boddarti) ialah ikan yang seringkali dijumpai pada wilayah mangrove, ikan yang mampu berjalan di darat, serta memijah pada lubang lumpur kawasan persembunyian.  Ikan ini dimanfaatkan sebagai bahan pangan, obat tradisional maupun umpan untuk memancing, tetapi masih banyak dari sebagian masyarakat yang tidak mengetahui manfaatnya. Penurunan kualitas lingkungan di Kawasan Wisata Religi Kong Khew Pak Kung Kecamatan Sungai Pinyuh akibat penumpukan sampah diduga dapat menurunkan populasi ikan tembakul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik reproduksi ikan tembakul yang meliputi nisbah kelamin, faktor kondisi, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur. Penelitian ini dilakukan mulai Desember 2022 hingga Februari 2023 dengan metode random sampling menggunakan alat tangkap jaring dengan panjang 10 m dan lebar mata jaring 1/1,5 inch. Data dianalisis secara deskriptif. Nisbah kelamin didapatkan 1:1 dengan dominansi ikan muda dengan Tingkat Kematangan Gonad (I-II). Indeks kematangan gonad (IKG) jantan rata-rata berkisar 0,07-1,93% dan nilai IKG betina rata-rata berkisar 0,06-5,76%. Fekunditas sebanyak 42.212-80.198 butir dengan diameter telur antara 0,15-0,60 mm dan termasuk dalam kelompok pemijahan serempak (total spawner).</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Ikan tembakul (Boleophthalmus boddarti) ialah ikan yang seringkali dijumpai pada wilayah mangrove, ikan yang mampu berjalan di darat, serta memijah pada lubang lumpur kawasan persembunyian.  Ikan ini dimanfaatkan sebagai bahan pangan, obat tradisional maupun umpan untuk memancing, tetapi masih banyak dari sebagian masyarakat yang tidak mengetahui manfaatnya. Penurunan kualitas lingkungan di Kawasan Wisata Religi Kong Khew Pak Kung Kecamatan Sungai Pinyuh akibat penumpukan sampah diduga dapat menurunkan populasi ikan tembakul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik reproduksi ikan tembakul yang meliputi nisbah kelamin, faktor kondisi, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur. Penelitian ini dilakukan mulai Desember 2022 hingga Februari 2023 dengan metode random sampling menggunakan alat tangkap jaring dengan panjang 10 m dan lebar mata jaring 1/1,5 inch. Data dianalisis secara deskriptif. Nisbah kelamin didapatkan 1:1 dengan dominansi ikan muda dengan Tingkat Kematangan Gonad (I-II). Indeks kematangan gonad (IKG) jantan rata-rata berkisar 0,07-1,93% dan nilai IKG betina rata-rata berkisar 0,06-5,76%. Fekunditas sebanyak 42.212-80.198 butir dengan diameter telur antara 0,15-0,60 mm dan termasuk dalam kelompok pemijahan serempak (total spawner).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/6100</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v7i1.6100</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 37-43</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 37-43</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/6100/2285</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Sri Damayanti, Junardi, Riyandi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/6156</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:27:40Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kelimpahan Ikan pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Kelimpahan Ikan pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Khatimah, Khusnul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Azizah, Diana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Khatimah, Khusnul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Azizah, Diana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Hubungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Komunitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pulau Terkulai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hubungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Komunitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pulau Terkulai</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Padang lamun memilki berbagai peranan dalam kehidupan ikan merupakan daerah asuhan, sebagai tempat mencari makan, dan daerah untuk mencari perlindungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan relatif ikan di ekosistem padang lamun dan menganalisis hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Lokasi pengambilan sampel ditentukan dengan cara purposive sampling terbagi menjadi 4 stasiun yang terletak di bagian Barat, Utara, Timur, dan Selatan perairan Pulau Terkulai. Metode transek garis untuk pengambilan data lamun dan pengambilan data ikan dengan menggunakan jaring insang hanyut (gill net). Hasil penelitian mendapatkan total jumlah individu ikan sebanyak 74 individu terdiri dari 12 spesies, jenis ikan yang paling banyak ditemui setiap stasiun ialah Gerres oyena, Siganus javus dan Valamugil buchananii. Struktur komunitas ikan pada daerah padang lamun di perairan Pulau Terkulai menunjukkan nilai indeks keanekaragaman (H’) di stasiun 1,2,3 dan 4 pengamatan tergolong tinggi yang berarti tingkat kestabilan komunitas tinggi, nilai indeks keseragaman (E) yang diperoleh yaitu stasiun 1 sebesar 0,95, pada stasiun 2 diperoleh sebesar 0,94 Nilai ini mendekati 1 yang berarti bahwa jumlah individu di setiap spesies hampir sama stasiun 3 sebesar 0,69 dan stasiun 4 sebesar 0,48 nilai tersebut mendekati 0 yang berarti adanya jumlah individu yang terkonsentrasi pada satu atau beberapa jenis. Nilai indeks domiansi (C) pada masing-masing stasiun tidak ada yang mendominasi. Kerapatan padang lamun Perairan Pulau Terkulai tertinggi ditemukan pada Stasiun I dan terendah ditemukan pada Stasiun III, dengan kondisi tutupan berada dalam kondisi sedang. Hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai ini memiliki hubungan positif antara kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan dengan tingkat hubungan sangat kuat, yang berarti semakin tinggi kerapatan lamun maka keanekaragaman ikan semakin tinggi.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Padang lamun memilki berbagai peranan dalam kehidupan ikan merupakan daerah asuhan, sebagai tempat mencari makan, dan daerah untuk mencari perlindungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan relatif ikan di ekosistem padang lamun dan menganalisis hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Lokasi pengambilan sampel ditentukan dengan cara purposive sampling terbagi menjadi 4 stasiun yang terletak di bagian Barat, Utara, Timur, dan Selatan perairan Pulau Terkulai. Metode transek garis untuk pengambilan data lamun dan pengambilan data ikan dengan menggunakan jaring insang hanyut (gill net). Hasil penelitian mendapatkan total jumlah individu ikan sebanyak 74 individu terdiri dari 12 spesies, jenis ikan yang paling banyak ditemui setiap stasiun ialah Gerres oyena, Siganus javus dan Valamugil buchananii. Struktur komunitas ikan pada daerah padang lamun di perairan Pulau Terkulai menunjukkan nilai indeks keanekaragaman (H’) di stasiun 1,2,3 dan 4 pengamatan tergolong tinggi yang berarti tingkat kestabilan komunitas tinggi, nilai indeks keseragaman (E) yang diperoleh yaitu stasiun 1 sebesar 0,95, pada stasiun 2 diperoleh sebesar 0,94 Nilai ini mendekati 1 yang berarti bahwa jumlah individu di setiap spesies hampir sama stasiun 3 sebesar 0,69 dan stasiun 4 sebesar 0,48 nilai tersebut mendekati 0 yang berarti adanya jumlah individu yang terkonsentrasi pada satu atau beberapa jenis. Nilai indeks domiansi (C) pada masing-masing stasiun tidak ada yang mendominasi. Kerapatan padang lamun Perairan Pulau Terkulai tertinggi ditemukan pada Stasiun I dan terendah ditemukan pada Stasiun III, dengan kondisi tutupan berada dalam kondisi sedang. Hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai ini memiliki hubungan positif antara kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan dengan tingkat hubungan sangat kuat, yang berarti semakin tinggi kerapatan lamun maka keanekaragaman ikan semakin tinggi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/6156</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v8i2.6156</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari; 233-245</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari; 233-245</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v8i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/6156/2863</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Khusnul Khatimah, Diana Azizah, Dedy Kurniawan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/6162</identifier>
				<datestamp>2025-12-01T16:19:19Z</datestamp>
				<setSpec>akuatiklestari:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Efektivitas Alat Tangkap Bubu Berdasarkan Jenis Umpan dan Waktu Perendaman Terhadap Hasil Tangkapan Ikan di Rawa Wasur, Kabupaten Merauke</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Efektivitas Alat Tangkap Bubu Berdasarkan Jenis Umpan dan Waktu Perendaman Terhadap Hasil Tangkapan Ikan di Rawa Wasur, Kabupaten Merauke</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Pane, Lindon R</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Merly, Sendy Lely</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Tuhumena, Jeremias Rumala</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sakap, Enos</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Pane, Lindon R</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Merly, Sendy Lely</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Tuhumena, Jeremias Rumala</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sakap, Enos</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Bubu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Taman Nasional Wasur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Alat Tangkap Ikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Variasi Jenis Umpan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bubu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Taman Nasional Wasur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Alat Tangkap Ikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Variasi Jenis Umpan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian dilaksanakan di salah satu perairan rawa yang berlokasi pada Taman Nasional Wasur, dimana perairan tersebut merupakan lokasi mata pencaharian dari masyarakat sekitar. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas alat tangkap bubu berdasarkan jenis umpan dan waktu perendaman terhadap hasil tangkapan ikan di Rawa Wasur. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2023, dimana metode yang digunakan yaitu experimental fishing dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dalam upaya memahami bagaimana variasi jenis umpan serta lama waktu perendaman memengaruhi hasil tangkapan ikan. Hasil tangkapan ikan yang didapatkan menunjukkan bahwa jenis umpan semut mendominasi jika dibandingkan dengan jenis umpan yang lain, baik itu pada periode waktu perendaman pagi dan malam hari. Secara total, jenis ikan gabus dan ikan betok merupakan jenis ikan yang paling banyak tertangkap dengan jumlah masing-masing sebanyak 268 dan 210 ekor. Namun demikian, analisis sidik ragam (ANOVA) pada variasi jenis umpan menunjukkan bahwa nilai F hitung &amp;lt; F tabel (2,24 &amp;lt; 4,10), dimana interaksi antara perlakuan tidak memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan. Meskipun demikian, hasil analisis pada perbedaan waktu perendaman memberikan interaksi antara perlakuan dengan rerata jumlah tangkapan yang tidak sama, dengan kata lain memberikan perbedaan yang nyata (7,49 &amp;gt; 4,10). Hal ini menunjukkan bahwasanya alat tangkap bubu lebih efektif digunakan pada waktu malam hari pada perairan yang berjenis rawa dengan spesies target tertentu.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian dilaksanakan di salah satu perairan rawa yang berlokasi pada Taman Nasional Wasur, dimana perairan tersebut merupakan lokasi mata pencaharian dari masyarakat sekitar. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas alat tangkap bubu berdasarkan jenis umpan dan waktu perendaman terhadap hasil tangkapan ikan di Rawa Wasur. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2023, dimana metode yang digunakan yaitu experimental fishing dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dalam upaya memahami bagaimana variasi jenis umpan serta lama waktu perendaman memengaruhi hasil tangkapan ikan. Hasil tangkapan ikan yang didapatkan menunjukkan bahwa jenis umpan semut mendominasi jika dibandingkan dengan jenis umpan yang lain, baik itu pada periode waktu perendaman pagi dan malam hari. Secara total, jenis ikan gabus dan ikan betok merupakan jenis ikan yang paling banyak tertangkap dengan jumlah masing-masing sebanyak 268 dan 210 ekor. Namun demikian, analisis sidik ragam (ANOVA) pada variasi jenis umpan menunjukkan bahwa nilai F hitung &amp;lt; F tabel (2,24 &amp;lt; 4,10), dimana interaksi antara perlakuan tidak memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan. Meskipun demikian, hasil analisis pada perbedaan waktu perendaman memberikan interaksi antara perlakuan dengan rerata jumlah tangkapan yang tidak sama, dengan kata lain memberikan perbedaan yang nyata (7,49 &amp;gt; 4,10). Hal ini menunjukkan bahwasanya alat tangkap bubu lebih efektif digunakan pada waktu malam hari pada perairan yang berjenis rawa dengan spesies target tertentu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/6162</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31629/akuatiklestari.v7i1.6162</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Akuatiklestari; Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 1-7</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Akuatiklestari; Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari; 1-7</dc:source>
	<dc:source>2598-8204</dc:source>
	<dc:source>10.31629/akuatiklestari.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/article/view/6162/2274</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Lindon R. Pane, Sendy Lely Merly, Jeremias Rumala Tuhumena, Enos Sakap</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-04-04T20:27:12Z"
			completeListSize="152"
			cursor="0">f6f875dd2035c40e4c28110f78e2ee07</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
