Studi Kontaminasi Logam Berat (Pb dan Cr) Pasca Pertambangan Bauksit Sebagai Potensi Lokasi Kegiatan Budidaya Perikanan

  • Risandi Dwirama Putra Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Tri Apriadi

Abstract

Bauksit merupakan salah satu kegiatan penambangan yang dapat menimbulakan fenomena Acid Mine Drainage (AMD), dimana kegiatan yang dikembangkan oleh pertambangan bauksit adalah, sejak awal operasi, yang mampu mendegradasi kondisi lingkungan sekitar dan menyebabkan modifikasi terhadap struktur utama lingkungan. Salah satu alternatif untuk mengurangi dampak negatif produksi pertambangan bauksit adalah dengan memanfaatkan kembali lahan bauksit yang telah ditinggalkan yang membentuk genangan air. Puding pada bekas penggalian bauksit diperkirakan memiliki potensi untuk budidaya ikan. Setiap lokasi pengambilan sampel berada pada 5 (lima) lokasi berdasarkan kegiatan pasca penambangan bauksit) yang digunakan untuk menentukan kadar logam berat dari Pb dan Cr. Sampel tanah maupun sedimen juga dikumpulkan untuk dilaksanakan analisis ukuran butir (grain size) Konsentrasi logam berat total diukur menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom Flame (AAS). Hasil perhitungan nilai Faktor Pengayaan (EF) logam berat untuk Pb) menunjukkan telah terjadi pengayaan logam Pb yang sangat ekstrim tingginya di lahan bekas penambangan bauksit untuk stasiun Simpang Dompak, Dompak dan Wacopek (EF > 40). Faktor Pengayaan (EF) Cr pada lokasi lahan pasca-tambang bauksit untuk stasiun, Simpang Dompak dan Sei.Carang nilai EF >5 menunjukkan adanya kontaminasi logam Cr. Dai Nilai Indek Igeo, Logam Pb terkatagori tercemar berat Igeo> 5dan Cr dengan Igeo <5 tercemar sedang. Kualitas air tambang Bauskit menunjukan hasil yang baik. Secara umum, daerah pasca tambang bauskit masih memiliki potensi untuk kegiatan budidaya, walaupun ada kontaminasi Pb yang tinggi pada substrat tetapi kualitas air pada deerah tersebut dapat dimanfaatkan untuk organisme dinamis seperti ikan. Perlu adanya teknik budi daya yang tepat untuk mengelola lahan tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan budidaya.

Published
2018-05-11
How to Cite
Putra, R., & Apriadi, T. (2018). Studi Kontaminasi Logam Berat (Pb dan Cr) Pasca Pertambangan Bauksit Sebagai Potensi Lokasi Kegiatan Budidaya Perikanan. Intek Akuakultur, 2(1), 1-15. https://doi.org/10.31629/intek.v2i1.273